150 Istilah-Istilah Dunia Kerja dalam Bahasa Inggris yang Wajib Kamu Tahu

Pelajari 150 istilah dunia kerja dalam bahasa Inggris yang sering digunakan di rekrutmen, kantor, hingga komunikasi profesional. Cocok untuk job seeker & fresh graduate.

Dealls
Ditulis oleh
Dealls June 10, 2026

Saat kamu mulai memasuki dunia kerja, kamu akan sering menemukan banyak istilah dalam bahasa Inggris yang digunakan dalam berbagai situasi. Mulai dari proses melamar kerja, wawancara, hingga aktivitas sehari-hari di kantor, istilah ini muncul hampir di semua tempat.

Banyak perusahaan saat ini juga menggunakan kosakata bahasa Inggris dalam dunia kerja sebagai standar komunikasi, terutama di perusahaan modern, startup, hingga perusahaan multinasional.

Karena itu, memahami istilah dalam dunia kerja bisa membantu kamu lebih siap dan tidak bingung saat menghadapi proses rekrutmen atau pekerjaan pertama.

Nah, biar kamu lebih siap menghadapi dunia kerja tanpa merasa asing dengan istilah-istilahnya, yuk kita kenali satu per satu kosakata yang paling sering muncul di lingkungan profesional!

Kenapa Penting Memahami Istilah Dunia Kerja dalam Bahasa Inggris?

istilah dunia kerja dalam bahasa inggris

Memahami istilah dunia kerja dalam bahasa Inggris sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme, memperlancar komunikasi, dan membuka peluang karier yang lebih luas di era global.

Ini juga menyederhanakan diskusi lintas divisi dan membuat koordinasi harian menjadi jauh lebih efisien.

Berikut adalah beberapa alasan krusial mengapa penguasaan istilah tersebut wajib dimiliki:

1. Mencegah kesalahpahaman dalam komunikasi kerja

Dalam dunia kerja, banyak istilah seperti deadlinescope of work, atau feedback memiliki makna spesifik yang sudah disepakati secara internasional.

Dengan memahami istilah ini, kamu bisa menghindari salah tafsir dalam instruksi, laporan, maupun diskusi pekerjaan yang bisa berdampak pada hasil kerja.

2. Digunakan sebagai standar komunikasi di banyak perusahaan

Saat ini, banyak perusahaan, baik startup, perusahaan lokal modern, maupun multinasional, sudah menggunakan kosakata bahasa Inggris dalam dunia kerja sebagai bagian dari komunikasi harian.

Hal ini juga terlihat dalam penggunaan kosakata perkantoran dalam bahasa Inggris untuk email, laporan, hingga rapat internal.

3. Membantu kamu memahami lowongan kerja dengan lebih cepat

Banyak website cari kerjaplatform lowongan kerja, hingga website lamaran kerja menggunakan istilah bahasa Inggris dalam deskripsi pekerjaan.

Jika kamu sudah memahami istilah seperti job vacancyrequirement, atau responsibility, kamu bisa lebih cepat menilai apakah posisi tersebut sesuai dengan kemampuanmu.

4. Membuka peluang karier yang lebih luas

Penguasaan istilah dunia kerja juga membuat kamu lebih siap menghadapi proses rekrutmen, termasuk di perusahaan global.

Bahkan menurut LinkedIn Workplace Learning Report (2025)lebih dari 70% perusahaan global menilai kemampuan bahasa Inggris sebagai keterampilan penting dalam perekrutan.

Hal ini menunjukkan bahwa kosakata perkantoran dalam bahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar di banyak industri.

5. Mempermudah kolaborasi lintas tim dan divisi

Dalam pekerjaan sehari-hari, kamu akan sering berinteraksi dengan berbagai divisi.

Pemahaman istilah seperti workflowreporting line, hingga project scope membantu kamu berkomunikasi lebih jelas dan mengurangi miskomunikasi dalam tim.

Baca Juga: Career Plateau Adalah: Arti, Contoh Dan 10 Tips Menghadapinya!

150 Istilah-Istilah Dunia Kerja dalam Bahasa Inggris

kosakata dunia kerja dalam bahasa inggris

Setelah memahami pentingnya istilah dunia kerja dalam bahasa Inggris, sekarang kamu akan melihat daftar lengkap 150 istilah yang paling sering digunakan dalam berbagai situasi kerja, mulai dari proses rekrutmen hingga aktivitas sehari-hari di kantor.

Berikut adalah istilah-istilah bahasa Inggris yang paling umum digunakan:

Istilah dalam Rekrutmen & Cari Kerja

Proses mencari kerja biasanya menjadi tahap pertama kamu berinteraksi langsung dengan dunia profesional.

Di tahap ini, kamu akan sering menemukan berbagai istilah dalam bahasa Inggris yang digunakan dalam pengumuman maupun proses seleksi.

  1. Job vacancy: Pengumuman adanya posisi pekerjaan yang sedang dibuka oleh perusahaan.
  2. Job opening: Posisi kerja yang tersedia dan siap untuk diisi oleh kandidat baru.
  3. Job posting: Informasi resmi mengenai lowongan kerja yang dipublikasikan di berbagai platform.
  4. Job description (JD): Penjelasan mengenai tugas, tanggung jawab, dan ruang lingkup pekerjaan.
  5. Requirement: Persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelamar untuk melamar suatu posisi.
  6. Qualification: Kualifikasi atau kemampuan yang dimiliki kandidat sesuai kebutuhan pekerjaan.
  7. Job application: Proses pengajuan lamaran kerja ke perusahaan yang dituju.
  8. Application: Dokumen atau data lamaran yang dikirimkan oleh pelamar.
  9. Job hunting: Aktivitas mencari dan melamar pekerjaan secara aktif.
  10. Recruiter: Pihak yang bertanggung jawab mencari dan menyeleksi kandidat.
  11. Hiring process: Seluruh tahapan rekrutmen dari awal hingga kandidat diterima.
  12. Screening: Proses seleksi awal untuk menyaring kandidat yang sesuai.
  13. Shortlist: Daftar kandidat yang lolos ke tahap seleksi berikutnya.
  14. Interview: Sesi wawancara antara perusahaan dan kandidat untuk penilaian lebih lanjut.
  15. Assessment test: Tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan kandidat.
  16. Background check: Proses pengecekan latar belakang kandidat sebelum diterima.
  17. Reference check: Verifikasi pengalaman atau rekomendasi dari pihak sebelumnya.
  18. Talent pool: Kumpulan kandidat potensial yang bisa dipertimbangkan di masa depan.
  19. Walk-in interview: Wawancara langsung tanpa jadwal panjang atau proses aplikasi rumit.
  20. Career opportunity: Peluang kerja yang dapat menjadi langkah awal atau lanjutan karier.

Baca Juga: Apa Itu Screening dalam Perekrutan? Ini Tips dan Tujuannya

Istilah dalam CV, Resume & Dokumen Lamaran

Dokumen lamaran kerja adalah hal penting yang menjadi representasi awal diri kamu di mata perusahaan. Bagian ini sering menjadi penentu apakah kamu akan lanjut ke tahap berikutnya atau tidak.

  1. CV (Curriculum Vitae): Dokumen yang berisi riwayat pendidikan, pengalaman, dan keterampilan seseorang.
  2. Resume: Ringkasan singkat pengalaman kerja dan kemampuan yang relevan dengan posisi yang dilamar.
  3. Cover letter: Surat pengantar yang menjelaskan motivasi dan ketertarikan melamar suatu pekerjaan.
  4. Portfolio: Kumpulan hasil kerja atau proyek yang menunjukkan kemampuan kandidat secara nyata.
  5. Work sample: Contoh hasil pekerjaan yang pernah dilakukan untuk menunjukkan kualitas kerja.
  6. Recommendation letter: Surat yang berisi rekomendasi dari pihak sebelumnya terkait kemampuan kandidat.
  7. Motivation letter: Surat yang menjelaskan alasan dan motivasi melamar pekerjaan atau program tertentu.
  8. Personal statement: Penjelasan singkat tentang diri, tujuan, dan minat profesional seseorang.
  9. LinkedIn profile: Profil profesional online yang digunakan untuk membangun jaringan karier.
  10. ATS (Applicant Tracking System): Sistem otomatis yang digunakan perusahaan untuk menyaring CV pelamar.
  11. Work experience: Pengalaman kerja yang pernah dimiliki seseorang di berbagai posisi.
  12. Education background: Riwayat pendidikan formal yang pernah ditempuh kandidat.
  13. Certification: Bukti sertifikat yang menunjukkan keahlian atau kompetensi tertentu.
  14. Format resume: Susunan atau struktur penulisan CV agar lebih mudah dibaca.
  15. Applicant tracking: Proses pelacakan status lamaran dalam sistem rekrutmen perusahaan.

Baca Juga: Contoh CV ATS-Friendly & Cara membuatnya [Plus 5 Template Gratis!]

Istilah dalam Interview & Proses Seleksi

Tahap interview adalah proses penting yang menentukan apakah kamu cocok dengan posisi dan perusahaan yang dilamar. Di tahap ini, perusahaan akan menilai kemampuan, pengalaman, dan kepribadian kamu.

  1. HR interview: Wawancara yang dilakukan oleh tim human resources untuk menilai kesesuaian dasar kandidat.
  2. User interview: Wawancara dengan calon atasan langsung untuk menilai kecocokan kerja.
  3. Technical interview: Wawancara yang fokus pada kemampuan teknis sesuai bidang pekerjaan.
  4. Final interview: Tahap wawancara terakhir sebelum keputusan penerimaan dibuat.
  5. Panel interview: Wawancara yang dilakukan oleh beberapa pewawancara sekaligus.
  6. Behavioral interview: Wawancara yang menilai cara kandidat menghadapi situasi kerja sebelumnya.
  7. Case interview: Wawancara berbasis studi kasus untuk melihat kemampuan analisis kandidat.
  8. Culture fit: Penilaian apakah kandidat sesuai dengan budaya kerja perusahaan.
  9. Interviewer: Orang yang melakukan wawancara terhadap kandidat.
  10. Interviewee: Orang yang sedang diwawancarai atau pelamar kerja.
  11. Offer stage: Tahap ketika perusahaan mulai memberikan penawaran kerja.
  12. Job offer: Tawaran resmi dari perusahaan kepada kandidat terpilih.
  13. Negotiation: Proses diskusi terkait gaji, benefit, atau ketentuan kerja.
  14. Rejection: Kondisi ketika kandidat tidak lolos dalam proses seleksi.
  15. Acceptance: Keputusan kandidat untuk menerima tawaran kerja dari perusahaan.

Baca Juga: 60 Contoh Pertanyaan Interview Kerja dan Jawabannya, Auto Tembus!

Istilah dalam Status & Jenis Pekerjaan

Jenis pekerjaan bisa berbeda tergantung sistem kerja perusahaan. Di tahap ini, kamu akan menemukan berbagai istilah yang menjelaskan status kerja seseorang dalam sebuah organisasi.

  1. Employee: Karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan dengan tanggung jawab tertentu sesuai posisi yang dimiliki.
  2. Employer: Pihak atau perusahaan yang mempekerjakan seseorang untuk menjalankan suatu pekerjaan.
  3. Full-time: Sistem kerja penuh waktu dengan jam kerja tetap sesuai ketentuan perusahaan.
  4. Part-time: Sistem kerja paruh waktu dengan jam kerja lebih fleksibel atau lebih sedikit dari full-time.
  5. Freelance: Pekerja lepas yang tidak terikat kontrak jangka panjang dengan satu perusahaan.
  6. Intern: Peserta magang yang biasanya sedang belajar dan mendapatkan pengalaman kerja di perusahaan.
  7. Internship: Program magang yang dirancang untuk memberikan pengalaman kerja praktis bagi peserta.
  8. Contract employee: Karyawan yang bekerja berdasarkan kontrak dengan jangka waktu tertentu.
  9. Permanent employee: Karyawan tetap yang memiliki hubungan kerja jangka panjang dengan perusahaan.
  10. Probation period: Masa percobaan kerja untuk menilai kinerja karyawan baru sebelum diangkat tetap.
  11. Outsourcing: Sistem kerja di mana perusahaan menggunakan tenaga kerja dari pihak ketiga.
  12. Consultant: Ahli atau tenaga profesional yang memberikan saran atau layanan berdasarkan keahlian tertentu.
  13. Remote work: Sistem kerja yang dilakukan dari lokasi di luar kantor, biasanya dari rumah.
  14. Hybrid working: Sistem kerja yang menggabungkan kerja di kantor dan kerja dari jarak jauh.
  15. Casual worker: Pekerja sementara yang dipekerjakan sesuai kebutuhan tanpa kontrak tetap.

Istilah dalam Jabatan & Struktur Perusahaan

Di perusahaan, setiap orang memiliki peran yang berbeda sesuai struktur organisasi yang telah ditentukan. Struktur ini membantu pembagian tugas agar lebih jelas dan efisien.

  1. CEO: Pimpinan tertinggi dalam perusahaan yang bertanggung jawab atas keseluruhan operasional dan strategi bisnis.
  2. CFO: Kepala bagian keuangan yang mengatur seluruh aspek finansial perusahaan.
  3. CTO: Kepala bagian teknologi yang bertanggung jawab atas pengembangan sistem dan teknologi perusahaan.
  4. Manager: Orang yang mengelola tim atau divisi tertentu dalam perusahaan.
  5. Supervisor: Pengawas yang memastikan pekerjaan tim berjalan sesuai standar dan target.
  6. Team leader: Pemimpin tim yang mengarahkan anggota dalam menyelesaikan tugas harian.
  7. Staff: Karyawan yang menjalankan tugas operasional sesuai bidang masing-masing.
  8. Executive: Posisi profesional yang biasanya menangani tugas spesifik dalam operasional perusahaan.
  9. Assistant: Orang yang membantu pekerjaan atasan atau tim dalam menjalankan tugas administratif.
  10. Coordinator: Orang yang mengatur dan memastikan berbagai kegiatan berjalan terkoordinasi dengan baik.
  11. Director: Pemimpin divisi yang bertanggung jawab atas strategi dan hasil kerja unit tertentu.
  12. HR (Human Resources): Departemen yang mengelola sumber daya manusia dalam perusahaan.
  13. Head of Department: Pemimpin divisi yang bertanggung jawab atas seluruh aktivitas dalam satu departemen.
  14. Cross-functional team: Tim yang terdiri dari berbagai divisi untuk menyelesaikan satu proyek bersama.
  15. Organization structure: Susunan jabatan dan hubungan kerja dalam sebuah perusahaan.

Baca Juga: Career Path Karyawan di Perusahaan: Staff, Senior, hingga Manager

Istilah dalam Aktivitas Kerja & Operasional Harian

Ini adalah kosakata yang sering digunakan dalam aktivitas kerja sehari-hari di kantor. Istilah ini membantu kamu memahami komunikasi dan alur kerja dengan lebih mudah.

  1. Task: Tugas kerja yang diberikan kepada seseorang untuk diselesaikan dalam waktu tertentu.
  2. Assignment: Penugasan yang diberikan oleh atasan atau tim untuk dikerjakan.
  3. Deadline: Batas waktu akhir untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau proyek.
  4. Meeting: Pertemuan kerja untuk membahas topik atau progres tertentu.
  5. Stand-up meeting: Rapat singkat harian yang biasanya membahas progres pekerjaan.
  6. Weekly meeting: Rapat yang dilakukan setiap minggu untuk evaluasi dan koordinasi.
  7. Report: Laporan yang berisi hasil atau perkembangan pekerjaan.
  8. Daily report: Laporan harian yang merangkum aktivitas kerja setiap hari.
  9. Progress report: Laporan yang menunjukkan perkembangan suatu pekerjaan atau proyek.
  10. Presentation: Penyampaian informasi atau hasil kerja kepada tim atau atasan.
  11. Brainstorming: Diskusi untuk menghasilkan ide atau solusi dari suatu masalah.
  12. Collaboration: Kerja sama antara individu atau tim dalam menyelesaikan pekerjaan.
  13. Workload: Jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan oleh seseorang atau tim.
  14. Productivity: Tingkat efektivitas seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan.
  15. Time management: Kemampuan mengatur waktu agar pekerjaan selesai tepat waktu.
  16. Multitasking: Kemampuan mengerjakan beberapa tugas dalam waktu yang bersamaan.
  17. Overtime: Waktu kerja tambahan di luar jam kerja normal.
  18. Shift: Jadwal kerja bergiliran dalam waktu tertentu.
  19. Priority task: Tugas yang harus diselesaikan lebih dulu dibanding tugas lainnya.
  20. Work schedule: Jadwal kerja yang mengatur waktu dan hari kerja seseorang.

Istilah dalam Gaji & Benefit

Hal ini sering menjadi pertimbangan penting bagi banyak orang ketika memilih pekerjaan. Istilah berikut berkaitan dengan sistem kompensasi dan fasilitas yang diberikan perusahaan kepada karyawan.

  1. Salary: Gaji tetap yang diterima karyawan sebagai imbalan kerja.
  2. Wage: Upah yang biasanya dihitung berdasarkan jam kerja atau hasil kerja.
  3. Payroll: Sistem pengelolaan penggajian karyawan dalam perusahaan.
  4. Bonus: Tambahan pendapatan yang diberikan di luar gaji pokok.
  5. Allowance: Tunjangan tambahan yang diberikan untuk kebutuhan tertentu.
  6. Incentive: Bonus atau dorongan tambahan berdasarkan kinerja kerja.
  7. Overtime pay: Pembayaran tambahan untuk jam kerja lembur.
  8. Basic salary: Gaji pokok sebelum ditambah tunjangan atau bonus.
  9. Net salary: Gaji bersih yang diterima setelah potongan.
  10. Gross salary: Total gaji sebelum dipotong pajak atau biaya lainnya.
  11. Pay slip: Dokumen yang merinci rincian gaji yang diterima karyawan.
  12. Raise: Kenaikan gaji yang diberikan oleh perusahaan.
  13. Commission: Pendapatan tambahan berdasarkan hasil penjualan atau pencapaian.
  14. Benefit: Fasilitas atau keuntungan tambahan selain gaji.
  15. Insurance: Perlindungan asuransi yang diberikan perusahaan kepada karyawan.

Baca Juga: Manfaat dan Contoh Employee Benefit yang Harus Kamu Tahu

Istilah dalam HR & Kebijakan Kerja

Bagian ini berkaitan dengan aturan perusahaan yang mengatur hubungan kerja antara karyawan dan perusahaan. Istilah di dalamnya sering muncul dalam kontrak, kebijakan internal, hingga proses keluar masuk karyawan.

  1. Employment contract: Dokumen resmi yang berisi kesepakatan kerja antara karyawan dan perusahaan.
  2. Work contract: Perjanjian kerja yang menjelaskan hak dan kewajiban kedua belah pihak.
  3. Notice period: Jangka waktu pemberitahuan yang harus diberikan sebelum karyawan mengundurkan diri.
  4. Resignation: Proses pengunduran diri secara resmi dari perusahaan.
  5. Termination: Pengakhiran hubungan kerja oleh perusahaan atau karyawan.
  6. Layoff: Pemutusan hubungan kerja yang dilakukan karena kondisi tertentu di perusahaan.
  7. Redundancy: Kondisi ketika posisi pekerjaan tidak lagi dibutuhkan sehingga terjadi pengurangan karyawan.
  8. Promotion: Kenaikan jabatan atau posisi karena kinerja yang baik.
  9. Transfer: Perpindahan karyawan ke divisi atau lokasi kerja lain dalam perusahaan.
  10. Demotion: Penurunan jabatan akibat evaluasi kinerja atau kebijakan perusahaan.
  11. Employee handbook: Buku panduan yang berisi aturan dan kebijakan kerja perusahaan.
  12. Company policy: Aturan resmi yang ditetapkan perusahaan untuk seluruh karyawan.
  13. Disciplinary action: Tindakan yang diberikan perusahaan ketika terjadi pelanggaran aturan kerja.
  14. Exit interview: Wawancara yang dilakukan saat karyawan keluar dari perusahaan.
  15. Onboarding: Proses orientasi dan adaptasi bagi karyawan baru di lingkungan kerja.

Baca Juga: Sistem Kontrak Kerja di Indonesia: PKWT, PKWTT, Outsourcing, & Freelance

Istilah dalam Kinerja & Evaluasi

Tahap ini digunakan perusahaan untuk menilai performa karyawan secara berkala. Hasil evaluasi ini biasanya mempengaruhi pengembangan karier, promosi, atau penyesuaian pekerjaan.

  1. KPI: Indikator terukur yang digunakan untuk menilai keberhasilan kinerja karyawan.
  2. OKR: Kerangka penetapan tujuan kerja beserta hasil utama yang ingin dicapai perusahaan.
  3. Performance review: Proses evaluasi kinerja karyawan dalam periode tertentu.
  4. Appraisal: Penilaian formal terhadap kinerja dan kontribusi karyawan.
  5. Feedback: Masukan yang diberikan untuk meningkatkan kualitas kerja.
  6. Evaluation: Proses penilaian terhadap hasil kerja atau performa seseorang.
  7. Target: Sasaran kerja yang harus dicapai dalam periode tertentu.
  8. Achievement: Hasil atau pencapaian yang berhasil diraih dalam pekerjaan.
  9. Performance score: Nilai atau skor yang diberikan berdasarkan hasil evaluasi kerja.
  10. Productivity review: Penilaian terhadap tingkat produktivitas kerja karyawan.

Baca Juga: Apa Itu KPI? Cari Tahu Jenis hingga Keuntungannya di Sini

Istilah dalam Komunikasi Kantor & Email

Istilah ini sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan kerja, baik melalui email maupun pesan internal. Memahami istilah ini membantu kamu berkomunikasi lebih efektif dan profesional.

  1. FYI: Pesan yang diberikan sebagai informasi tanpa memerlukan tindakan langsung.
  2. ASAP: Instruksi untuk menyelesaikan sesuatu secepat mungkin.
  3. CC: Fitur email untuk mengirim salinan pesan kepada pihak lain sebagai tembusan.
  4. BCC: Fitur email untuk mengirim tembusan tanpa diketahui penerima utama.
  5. Attachment: File tambahan yang dilampirkan dalam email atau pesan.
  6. Follow up: Tindak lanjut dari komunikasi atau pekerjaan sebelumnya.
  7. Noted: Tanda bahwa informasi sudah diterima dan dicatat.
  8. Regards: Salam penutup yang digunakan dalam email profesional.
  9. Update: Informasi terbaru mengenai suatu pekerjaan atau situasi.
  10. Meeting invite: Undangan resmi untuk menghadiri rapat atau pertemuan.

Baca Juga: 15 Cara Mendapatkan Pengalaman Kerja, Fresh Graduate Wajib Tahu!

Contoh Penggunaan Istilah Dunia Kerja dalam Kalimat Sehari-hari

Contoh Penggunaan Istilah Dunia Kerja dalam Kalimat Sehari-hari

Di dunia kerja, istilah-istilah bahasa Inggris ini tidak hanya kamu temui dalam daftar atau teori saja, tetapi juga sering muncul dalam percakapan, email, hingga briefing kerja harian.

Dengan memahami konteks penggunaannya, kamu akan lebih mudah beradaptasi di lingkungan profesional.

Contoh dalam Komunikasi Kerja Sehari-Hari

Istilah seperti ini biasanya muncul saat kamu berdiskusi dengan tim, atasan, atau rekan kerja dalam situasi operasional.

  1. Please submit your report before the deadline.”: Kalimat ini biasanya digunakan untuk mengingatkan batas waktu pengumpulan laporan.
  2. Let’s have a weekly meeting to discuss the progress.”: Kalimat ini digunakan untuk mengatur rapat mingguan bersama tim.
  3. Can you give me a quick update on the project?”: Kalimat ini digunakan untuk meminta informasi terbaru tentang suatu pekerjaan.
  4. We need to do a follow up after the interview.”: Kalimat ini digunakan untuk menindaklanjuti proses setelah wawancara kerja.
  5. Please send your CV and cover letter via email.”: Kalimat ini digunakan dalam proses rekrutmen untuk meminta dokumen lamaran.

Contoh dalam Email Profesional

Dalam komunikasi formal seperti email kantor, istilah-istilah ini sering digunakan untuk menjaga profesionalitas.

  1. FYI, the meeting has been rescheduled to tomorrow.”: Kalimat ini digunakan untuk memberikan informasi tanpa meminta tindakan langsung.
  2. Kindly find the attachment for your reference.”: Kalimat ini digunakan untuk memberitahukan adanya file tambahan dalam email.
  3. Please respond ASAP regarding the confirmation.”: Kalimat ini digunakan untuk meminta respons secepat mungkin.
  4. Noted, I will proceed with the next step.”: Kalimat ini digunakan untuk menunjukkan bahwa informasi sudah diterima.
  5. Regards, thank you for your cooperation.”: Kalimat ini digunakan sebagai penutup email profesional.

Contoh dalam Diskusi atau Meeting Kerja

Istilah juga sering muncul saat brainstorming, diskusi tim, atau presentasi.

  1. Let’s start the brainstorming session for this campaign.”: Kalimat ini digunakan untuk memulai sesi ide bersama tim.
  2. We need better time management to meet the target.”: Kalimat ini digunakan untuk membahas pengelolaan waktu kerja.
  3. This task is our top priority for this week.”: Kalimat ini digunakan untuk menentukan pekerjaan utama.
  4. The team showed good collaboration on this project.”: Kalimat ini digunakan untuk menilai kerja sama tim.
  5. We should improve our productivity next month.”: Kalimat ini digunakan untuk evaluasi performa kerja.

Baca Juga: 52 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Saat Interview & Cara Menjawabnya

Tips Menggunakan Istilah Dunia Kerja Bahasa Inggris

Menguasai istilah dunia kerja dalam bahasa Inggris saja tidak cukup jika tidak digunakan dengan tepat dalam konteks profesional.

Agar kamu lebih percaya diri saat bekerja atau melamar pekerjaan, berikut beberapa tips sederhana yang bisa membantu kamu menggunakannya dengan lebih efektif.

1. Mulai dari Istilah yang Paling Sering Digunakan

Fokuslah pada istilah yang paling sering muncul di dunia kerja seperti deadlinemeetingreport, atau feedback. Dengan menguasai istilah dasar terlebih dahulu, kamu akan lebih cepat beradaptasi dalam komunikasi kerja sehari-hari tanpa merasa kewalahan.

2. Pahami Konteks, Bukan Hanya Arti Kata

Setiap istilah bisa memiliki nuansa penggunaan yang berbeda tergantung situasi kerja. Memahami konteks penggunaannya akan membantu kamu menghindari kesalahan dalam komunikasi, terutama saat berbicara dengan atasan atau rekan kerja.

3. Gunakan dalam Percakapan atau Tulisan Sederhana

Kamu bisa mulai membiasakan diri menggunakan istilah tersebut dalam percakapan ringan, email, atau catatan kerja. Semakin sering digunakan, semakin natural istilah tersebut akan terasa dalam komunikasi profesional kamu.

4. Jangan Memaksakan Penggunaan Istilah yang Belum Dipahami

Jika kamu belum yakin dengan arti atau konteks suatu istilah, sebaiknya hindari penggunaannya terlebih dahulu. Hal ini penting agar kamu tidak salah paham atau salah menyampaikan pesan dalam lingkungan kerja.

5. Pelajari dari Lowongan Kerja dan Lingkungan Profesional

Salah satu cara paling efektif adalah dengan membaca deskripsi pekerjaan di berbagai platform pencarian kerja. Dari sana kamu bisa melihat bagaimana istilah digunakan secara nyata dalam konteks rekrutmen dan pekerjaan sehari-hari.

Temukan Jalur Karier yang Paling Sesuai dengan Skill Kamu di Dealls!

Dalam dunia kerja saat ini, memilih jalur karier tidak hanya soal menentukan ingin menjadi generalis atau spesialis saja.

Kamu juga perlu memahami jenis pekerjaan, kebutuhan industri, serta lingkungan kerja yang paling sesuai dengan skill dan cara kerja yang kamu miliki.

Setelah kamu memahami berbagai istilah dunia kerja dalam bahasa Inggris, mulai dari proses rekrutmen, aktivitas kantor, hingga komunikasi profesional, langkah berikutnya adalah menghubungkan pemahaman itu dengan peluang kerja yang nyata.

Nah, kalau kamu sedang mencari website lamaran kerja yang bisa membantu menemukan peluang kerja secara lebih relevan dan terarah, kamu bisa mulai dari platform lowongan kerja terpercaya seperti Dealls.

Di Dealls, kamu bisa menemukan 100.000+ lowongan kerja terbaru dari 7.000+ perusahaan ternama, mulai dari startup, perusahaan nasional, hingga perusahaan multinasional.

Semua peluang ini bisa kamu eksplor sesuai minat, kemampuan, dan arah karier yang ingin kamu kembangkan.

Selain itu, kalau kamu sedang mencari info loker terdekat, berbagai job vacancy, atau peluang kerja di banyak industri, Dealls juga memudahkan kamu menemukan posisi yang lebih sesuai tanpa harus berpindah-pindah platform.

Tidak hanya untuk mencari lowongan, kamu juga bisa memanfaatkan fitur AI CV Reviewer untuk mengecek dan meningkatkan kualitas CV sebelum melamar pekerjaan. Dengan begitu, peluang kamu untuk lolos proses rekrutmen bisa menjadi lebih besar.

Yuk, mulai eksplor berbagai lowongan kerja terbaru dan temukan jalur karier yang paling sesuai dengan skill kamu bersama Dealls!

button lamar loker lewat dealls.png

Referensi

Workplace Learning Report 2025 The rise of career champions | LinkedIn

Tips Pengembangan Karir
Bagikan

Lamar ke Lowongan Kerja Terbaru Setiap Harinya