Kalau kamu sedang mulai mencari kerja atau baru lulus kuliah, kamu mungkin sering merasa kesulitan karena hampir semua lowongan kerja sekarang meminta pengalaman kerja terlebih dahulu.
Situasi ini membuat banyak fresh graduate bingung harus mulai dari mana, terutama saat ingin melamar di website lowongan kerja atau platform pencarian kerja.
Padahal, pengalaman kerja sebenarnya tidak selalu harus berasal dari pekerjaan full-time di perusahaan besar.
Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk membangun pengalaman secara bertahap, bahkan sejak masih kuliah atau baru lulus.
Nah, lewat artikel ini, kamu akan memahami berbagai cara mendapatkan pengalaman kerja yang bisa langsung kamu mulai dari sekarang. Yuk, simak penjelasannya!
Kenapa Pengalaman Kerja Itu Penting?
Dalam dunia kerja, pengalaman kerja sering menjadi salah satu faktor utama yang dilihat oleh recruiter selain pendidikan dan keterampilan.
Pengalaman menunjukkan bahwa kamu sudah terbiasa dengan ritme kerja, tanggung jawab, dan penyelesaian masalah di dunia profesional.
Penelitian dari National Association of Colleges and Employers (NACE) menunjukkan bahwa sekitar 84,4% perusahaan lebih memilih kandidat yang memiliki pengalaman kerja atau magang, meskipun hanya pengalaman singkat.
Selain itu, laporan dari LinkedIn Workplace Learning Report juga menyebutkan bahwa keterampilan praktis yang diperoleh dari pengalaman langsung menjadi salah satu faktor penting dalam proses perekrutan modern.
Oleh karena itu, pengalaman kerja bisa dianggap sebagai “jembatan” antara dunia pendidikan dan dunia profesional.
Hal ini karena membantu kamu membuktikan kemampuan secara nyata, bukan hanya dari teori di bangku kuliah.
Baca Juga: 12 Cara Cepat Mendapatkan Pekerjaan untuk Fresh Graduate
15 Cara Mendapatkan Pengalaman Kerja
Lantas, bagaimana caranya bisa mulai mendapatkan pengalaman kerja dari nol? Berikut ini 15 cara yang bisa kamu lakukan, baik secara bertahap maupun bersamaan, sesuai dengan kondisi, minat, dan bidang yang kamu tekuni.
1. Ikuti Program Magang (Internship)

Magang merupakan cara mendapatkan pengalaman kerja bagi fresh graduate yang paling diakui oleh rekruter.
Lewat magang, kamu tidak hanya belajar teori, tapi langsung terlibat dalam pekerjaan sesungguhnya di lingkungan profesional. Ini yang membuat magang punya nilai tinggi di mata perekrut.
Penelitian Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) menemukan bahwa pengalaman magang terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa.
Mahasiswa yang pernah magang cenderung lebih siap secara mental maupun keterampilan saat memasuki dunia kerja.
Beberapa hal yang bisa kamu perhatikan saat mencari magang:
- Pilih bidang yang relevan dengan karier yang ingin kamu bangun
- Manfaatkan platform lowongan kerja terpercaya untuk temukan info magang terbaru
- Jangan hanya mengincar perusahaan besar startup dan UMKM pun memberikan pengalaman yang berharga
- Catat setiap pencapaian selama magang untuk ditampilkan di CV nanti
Nah, kamu bisa mulai melihat peluang kerja entry level atau internship melalui platform pencarian kerja terpercaya seperti Dealls.

2. Ambil Freelance atau Proyek Paruh Waktu
Jika belum ada kesempatan magang, kamu bisa mulai membangun portofolio lewat pekerjaan freelance atau proyek paruh waktu.
Freelance sangat cocok untuk bidang seperti desain grafis, penulisan konten, pengembangan web, fotografi, hingga pemasaran digital. Setiap proyek yang kamu kerjakan, meski kecil, adalah bukti nyata kemampuanmu.
Kamu bisa mencari proyek freelance lewat platform seperti Sribulancer, Projects.co.id, atau bahkan dari kenalan yang membutuhkan jasa profesional.
Ketika kamu berhasil menyelesaikan beberapa proyek, hasil kerja tersebut langsung bisa masuk sebagai portofolio di CV dan LinkedIn.
3. Aktif di Organisasi Kampus atau Komunitas
Pengalaman organisasi sering diremehkan, padahal rekruter sangat memperhatikan ini, terutama untuk fresh graduate yang belum punya riwayat kerja formal.
Ketika kamu menjabat sebagai ketua divisi, koordinator acara, atau anggota inti dalam suatu organisasi, kamu sebenarnya sedang melatih kemampuan kepemimpinan, komunikasi, manajemen waktu, dan kerja tim. Semua itu adalah soft skill yang sangat dicari di dunia kerja.
Kuncinya bukan sekadar ikut-ikutan, tapi aktif berkontribusi dan mau mengambil tanggung jawab.
Saat menuliskannya di CV, gunakan framing yang profesional, misalnya "Koordinator Divisi Acara" atau "Ketua Panitia Festival Seni dengan anggota 50 orang."
Baca Juga: 20 Contoh Soft Skill yang Harus Kamu Miliki Saat Ini!
4. Kerjakan Proyek Kuliah dengan Serius
Tugas akhir, skripsi, atau proyek kapstone yang kamu kerjakan selama kuliah bisa menjadi modal pengalaman kerja yang kuat, jika kamu menyajikannya dengan tepat.
Banyak mahasiswa meremehkan nilai proyek akademis mereka. Padahal, jika proyekmu melibatkan riset lapangan, analisis data, pengembangan produk, atau kerja sama dengan pihak eksternal, itu sudah punya nilai yang sangat relevan di mata rekruter.
Cara mendapatkan pengalaman kerja lewat jalur ini cukup sederhana:
- Tuliskan proyek kuliah sebagai bagian dari pengalaman di CV, lengkap dengan metode dan hasilnya
- Jika proyekmu menghasilkan produk nyata (aplikasi, artikel ilmiah, kampanye), jadikan itu portofolio
- Libatkan diri dalam riset yang bekerja sama dengan perusahaan atau institusi eksternal
5. Bangun Portofolio Mandiri

Tidak punya pengalaman bukan alasan untuk tidak punya portofolio. Kamu bisa membangun portofolio sendiri tanpa harus dibayar atau diperintah siapa pun.
Misalnya:
- Untuk desainer, buat proyek fiktif seperti rebrand logo merek lokal.
- Untuk penulis, buat blog dan isi secara konsisten.
- Untuk pengembang, buat aplikasi sederhana dan unggah di GitHub.
- Untuk pemasar, buat analisis konten media sosial suatu merek dan tulis rekomendasinya.
Portofolio mandiri menunjukkan dua hal yang sangat dihargai rekruter: inisiatif dan passion. Ini terutama relevan bagi mereka yang ingin cara mendapatkan pengalaman kerja di bidang hukum, desain, teknologi, maupun kreatif.
Baca Juga: 10 Contoh Portofolio Social Media Specialist Dan Tips Membuatnya!
6. Ikut Volunteer atau Relawan
Menjadi relawan bukan hanya soal berbuat baik, ini juga salah satu cara cerdas untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata.
Banyak organisasi nirlaba, komunitas sosial, dan penyelenggara acara yang membutuhkan tenaga sukarela. Di sana, kamu bisa mengambil peran yang relevan dengan bidangmu, misalnya menjadi koordinator konten, bendahara, atau manajer logistik.
7. Manfaatkan Program Magang Pemerintah
Pemerintah Indonesia menyediakan beberapa program magang resmi yang bisa kamu manfaatkan, terutama bagi fresh graduate yang ingin pengalaman kerja di lembaga bergengsi.
Beberapa program yang tersedia antara lain:
- Magang Nasional (Kemnaker): Program magang pemerintah untuk fresh graduate dengan uang saku setara upah minimum
- Kampus Merdeka & MSIB: Tersedia bagi mahasiswa aktif yang ingin pengalaman kerja di perusahaan swasta, BUMN, atau startup
- Program magang BUMN: Beberapa BUMN membuka program magang tahunan yang terbuka untuk umum
Cara mendapat kerja setelah lulus S1 tanpa pengalaman pun sering dimulai dari sini. Nama-nama institusi besar di CV kamu akan langsung meningkatkan kredibilitas saat melamar job vacancy di kemudian hari.
Baca Juga: Magenta BUMN 2026: Syarat, Gaji, Cara Daftar, Tahapan Seleksi
8. Ikuti Kompetisi atau Case Competition
Kompetisi bukan hanya ajang mencari hadiah, tapi juga cara efektif untuk membuktikan kemampuanmu kepada rekruter.
Business case competition, hackathon, lomba desain, karya tulis ilmiah, atau kompetisi di bidangmu masing-masing adalah arena yang sangat relevan.
Ketika kamu berkompetisi, kamu melatih diri untuk memecahkan masalah nyata dalam waktu terbatas, bekerja dalam tim, dan mempresentasikan solusi secara profesional.
9. Ambil Kursus Online Bersertifikat yang Relevan
Di era digital ini, belajar tidak harus di ruang kelas. Ada banyak platform kursus online yang menyediakan sertifikasi diakui yang bisa memperkuat CV kamu.
Beberapa pilihan yang bisa kamu pertimbangkan:
- Google Digital Garage (pemasaran digital, analitik)
- Coursera dengan sertifikat dari universitas ternama
- LinkedIn Learning untuk pengembangan profesional
- Dicoding (untuk bidang teknologi dan pemrograman)
- Skill Academy dan Prakerja untuk berbagai bidang
Sertifikasi ini bukan pengganti pengalaman kerja, tapi sangat efektif sebagai pelengkap, terutama saat kamu baru memulai.
Baca Juga: 17 Sertifikat Internasional Gratis dan Cara Mendapatkannya!
10. Buat Proyek Sampingan (Side Project)

Side project adalah proyek yang kamu inisiasi sendiri di luar kewajiban akademis maupun pekerjaan formal. Ini bisa berupa apa saja yang relevan dengan bidang yang kamu tekuni.
Contohnya:
- Jika kamu tertarik di bidang data, buat analisis dataset publik dari BPS atau Kaggle lalu publikasikan hasilnya.
- Jika kamu suka pemasaran, buat kampanye media sosial untuk merek lokal kecil di sekitarmu.
- Jika kamu belajar hukum, buat tulisan analisis kasus hukum terkini dan bagikan di blog atau LinkedIn.
Side project menunjukkan bahwa kamu tidak hanya belajar teori, tapi juga punya inisiatif untuk membuktikan kemampuan secara nyata. Ini poin plus yang tidak semua pelamar miliki.
11. Tawarkan Jasa Secara Gratis untuk Proyek Kecil di Sekitarmu
Strategi ini sangat efektif di awal karier. Tawarkan jasamu secara gratis atau dengan harga sangat terjangkau kepada UMKM, tetangga, teman, atau komunitas di sekitarmu.
Misalnya, bantu desainkan brosur untuk usaha warung makan keluarga. Bantu membuat akun media sosial untuk bisnis kecil di dekat rumah. Bantu teman yang punya toko untuk foto produk.
Yang terpenting, dokumentasikan hasilnya dengan baik, rekam before-after, dan minta testimoni. Semua itu bisa jadi portofolio nyata yang mengesankan.
12. Aktif Berkontribusi di Komunitas Online atau Open Source
Bagi kamu yang bergerak di bidang teknologi, berkontribusi pada proyek open source di GitHub adalah cara yang sangat diakui oleh rekruter teknologi global.
Tapi ini tidak hanya berlaku untuk developer. Siapa pun bisa aktif berkontribusi di komunitas online yang relevan, misalnya:
- Menjawab pertanyaan di forum diskusi profesi
- Membagikan insight atau artikel di grup LinkedIn atau komunitas industri
- Menjadi moderator atau kontributor aktif di komunitas belajar online
Aktivitas ini membangun reputasimu secara digital, dan rekruter yang jeli sering kali menemukan kandidat potensial justru dari keaktifan mereka di komunitas, bukan dari lamaran yang masuk via website lowongan kerja.
13. Bangun Personal Branding di LinkedIn dan Media Sosial
LinkedIn bukan hanya tempat menyimpan CV digital, tapi juga kanal personal branding yang sangat efektif untuk menarik perhatian rekruter secara organik.
Profil LinkedIn yang lengkap dan aktif bisa membuat kamu ditemukan oleh rekruter bahkan sebelum kamu melamar. Ini adalah strategi inbound yang sangat efisien.
Beberapa langkah konkret yang bisa kamu lakukan:
- Lengkapi profil dengan foto profesional, ringkasan diri yang kuat, dan semua pengalaman yang relevan
- Tulis dan bagikan konten tentang bidang yang kamu minati, minimal satu hingga dua kali seminggu
- Komen dan berinteraksi dengan konten dari para profesional di industrimu
- Aktifkan fitur "Open to Work" agar rekruter tahu kamu sedang mencari peluang
Baca Juga: 5 Contoh Profil Linkedin yang Menarik, Simak Cara Membuatnya!
14. Menjadi Asisten Penelitian atau Asisten Dosen
Bagi kamu yang masih kuliah atau baru lulus, menjadi asisten penelitian atau asisten dosen adalah salah satu cara mendapat pengalaman kerja yang sering terlewatkan.
Posisi ini memberikan pengalaman yang sangat spesifik dan berharga, terutama jika kamu berencana berkarier di bidang akademis, riset, konsultan, atau lembaga pemerintah.
Sebagai asisten penelitian, kamu akan terbiasa dengan proses pengumpulan data, analisis, penulisan laporan, dan bekerja dalam tenggat waktu yang ketat. Semua itu adalah transferable skills yang sangat relevan di hampir semua industri.
15. Cari Mentor dan Lakukan Informational Interview

Memiliki mentor yang tepat bisa memperpendek jalan menuju karier impianmu secara signifikan.
Mentor bukan hanya sumber ilmu, tapi juga pintu jaringan. Profesional yang berpengalaman di bidangmu bisa membantumu memahami realita industri, memberikan feedback pada CV atau portofoliomu, bahkan merekomendasikanmu ke perusahaan tempat mereka bekerja.
Cara memulainya: lakukan informational interview, yaitu menghubungi profesional di bidang yang kamu minati dan meminta sesi ngobrol singkat untuk belajar dari pengalaman mereka.
Nah, kalau kamu ingin mulai membangun koneksi dan mendapatkan arahan yang lebih personal, kamu juga bisa memanfaatkan program mentoring 1-on-1 di Dealls.
Melalui sesi ini, kamu dapat berdiskusi langsung dengan mentor dari berbagai latar belakang industri untuk mendapatkan insight karier, evaluasi profil profesional, hingga menentukan langkah yang lebih relevan untuk membangun pengalaman kerja.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari saat Membangun Pengalaman Kerja
Membangun pengalaman kerja dari nol memang butuh strategi, dan ada beberapa jebakan yang sering membuat prosesnya jadi jauh lebih lama dari seharusnya:
- Menunggu kondisi "sempurna" sebelum mulai. Ini adalah kesalahan yang paling umum. Banyak orang menunda magang atau freelance karena merasa belum cukup siap. Padahal, justru dengan terjun langsung kamu akan belajar paling cepat.
- Tidak mendokumentasikan pekerjaan yang sudah dilakukan. Kamu sudah kerja keras, tapi tidak ada buktinya di CV. Biasakan mendokumentasikan setiap proyek, termasuk hasil, angka, dan pencapaian yang konkret.
- Hanya mengandalkan satu cara saja. Misalnya, hanya menunggu ada lowongan kerja terbaru tanpa membangun portofolio atau jaringan. Cara mendapatkan pengalaman kerja yang efektif adalah dengan menjalankan beberapa strategi secara bersamaan.
- Mengisi CV dengan pengalaman yang tidak relevan. Lebih baik CV yang fokus dan relevan daripada panjang tapi acak-acakan. Pilih pengalaman yang benar-benar menunjukkan kemampuanmu untuk posisi yang dilamar.
- Takut melamar karena merasa tidak memenuhi semua syarat. Pada dasarnya, kamu tidak perlu memenuhi 100% syarat. Jika kamu memenuhi 60–70% kualifikasi, lamar saja. Yang paling penting adalah bagaimana kamu mempresentasikan diri.
Baca Juga: 15 Ciri-Ciri Lowongan Kerja Asli agar Pencari Kerja Tidak Tertipu
Tips Menampilkan Pengalaman Kerja di CV
Setelah kamu berhasil mengumpulkan berbagai pengalaman, langkah berikutnya adalah menyajikannya dengan cara yang meyakinkan di CV.
Pengalaman kerja yang sama bisa terlihat biasa atau luar biasa, tergantung bagaimana kamu menuliskannya.
- Gunakan format PAR atau CAR. Artinya, tuliskan Problem/Challenge yang kamu hadapi, Action yang kamu ambil, dan Result atau hasil yang dicapai. Ini membuat setiap poin di CV terasa konkret dan terukur, bukan hanya deskripsi tugas semata.
- Sertakan angka dan data nyata. Misalnya, bukan "membantu pengelolaan media sosial", tapi "meningkatkan engagement Instagram sebesar 40% dalam tiga bulan melalui strategi konten harian." Angka membuat pencapaianmu terasa nyata dan mudah diingat.
- Tulis dengan kata kerja aktif. Gunakan kata kerja seperti "merancang", "mengkoordinasi", "menganalisis", "memimpin", bukan "bertanggung jawab untuk" atau "membantu".
- Sesuaikan dengan posisi yang dilamar. Tidak perlu mencantumkan semua pengalaman. Pilih yang paling relevan dengan deskripsi pekerjaan yang kamu tuju.
- Manfaatkan AI CV Reviewer. Sebelum mengirim lamaran, pastikan CV kamu sudah dioptimalkan. Di Dealls, ada fitur AI CV Reviewer yang bisa memberimu masukan instan tentang kekuatan dan kelemahan CV-mu, termasuk seberapa ATS-friendly CV tersebut.
Baca Juga: Contoh CV ATS-Friendly & Cara membuatnya [Plus 5 Template Gratis!]
Mulai Pengalaman Kerja Pertamamu Lebih Cepat di Dealls!
Membangun pengalaman kerja tidak selalu harus menunggu diterima kerja full-time terlebih dahulu.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pengalaman bisa dimulai dari banyak hal, mulai dari magang, proyek, pekerjaan entry level, sampai peluang kerja yang membantu kamu belajar langsung di dunia profesional.
Karena itu, penting untuk mencari peluang dari tempat yang memang memudahkan kamu menemukan posisi yang relevan dengan tahap kariermu saat ini.
Terutama kalau kamu masih mencari cara mendapat pengalaman kerja bagi fresh graduate atau sedang mulai masuk ke dunia kerja untuk pertama kalinya.
Nah, kalau kamu sedang mencari website lamaran kerja yang bisa membantu menemukan peluang secara lebih praktis dan terarah, kamu bisa mulai dari Dealls sebagai website lowongan kerja terpercaya.
Di Dealls, kamu bisa menemukan 100.000+ lowongan kerja terbaru dari 7.000+ perusahaan ternama, mulai dari startup, perusahaan nasional, hingga perusahaan multinasional.
Pilihan posisi yang tersedia juga beragam, termasuk magang, entry level, hingga peluang kerja yang bisa membantu kamu mulai membangun pengalaman profesional lebih cepat.
Selain itu, kalau kamu sedang mencari info loker terdekat, job vacancy, atau ingin menemukan peluang kerja sesuai minat dan kemampuan, Dealls membantu kamu mengeksplor berbagai pilihan tanpa perlu membuka banyak platform lowongan kerja sekaligus.
Sebelum mulai melamar, kamu juga bisa memanfaatkan AI CV Reviewer untuk mengecek kualitas CV dan mendapatkan masukan agar profil kamu lebih siap dilirik recruiter.
Yuk, mulai bangun pengalaman kerja pertamamu dan temukan lowongan kerja terbaru yang sesuai dengan tujuan kariermu lewat Dealls!

Referensi
Job Outlook 2025 | National Association of Colleges and Employers (NACE)
LinkedIn Workplace Learning Report 2025
Prawesti, N. K. A., & Aditira, R. (2026). Pengaruh Pengalaman Magang Dan Efikasi Diri Terhadap Kesiapan Kerja Gen Z Di Singaraja (Studi Kasus Pada Mahasiswa Semester Universitas Pendidikan Ganesha). Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ), 7(3): 2279-2288. https://doi.org/10.37385/msej.v7i3.10491
