Kamu lagi berencana menjadi guru, tapi masih bingung soal syarat dan langkah yang harus ditempuh? Atau mungkin kamu sudah dengar istilah PPG, tapi belum yakin untuk mendaftar?
Pendidikan profesi guru sebenarnya bukan program baru. Program ini sudah resmi diselenggarakan oleh pemerintah pada tahun 2007 sebagai jalur resmi bagi lulusan S1 atau D4 yang ingin mendapatkan sertifikat pendidik dan berkarier sebagai guru profesional.
Sertifikat pendidik ini penting karena menjadi salah satu syarat utama untuk mengikuti rekrutmen guru, baik di sekolah negeri maupun swasta. Selain itu, sertifikat ini juga membuka akses ke tunjangan profesi bagi guru.
Nah, di artikel ini, kamu akan mendapat penjelasan lengkap soal pendidikan profesi guru, mulai dari pengertian, syarat pendaftaran, biaya, sampai peluang kariernya. Yuk, simak selengkapnya!
Apa Itu Pendidikan Profesi Guru (PPG)?

Melansir dari laman PPG Kemendikdasmen, pendidikan profesi guru (PPG) adalah program pendidikan tinggi setelah S1 atau D4 yang bertujuan untuk mempersiapkan lulusannya menjadi guru profesional.
Program ini dijalankan berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menjadi dasar hukum dalam proses sertifikasi guru di Indonesia.
PPG juga merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memastikan setiap guru memiliki kompetensi yang sesuai standar nasional pendidikan.
Menariknya, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan jurusan kependidikan saja.
Kamu yang berasal dari jurusan non-kependidikan juga tetap punya peluang untuk mengikuti PPG, selama memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Baca Juga: Memahami Sertifikasi Guru - Arti, Syarat, Dan Tunjangannya
Skema Program Pendidikan Profesi Guru (PPG)
Secara umum, pendidikan profesi guru (PPG) dibagi menjadi dua jalur utama yang disesuaikan dengan latar belakang dan status peserta.
Kedua jalur ini sama-sama bertujuan mencetak guru profesional bersertifikat, tetapi memiliki perbedaan dari segi sasaran, durasi, dan proses pembelajarannya.
Agar lebih mudah kamu pahami, berikut penjelasan masing-masing jalurnya:
1. Jalur PPG Prajabatan (Calon Guru)
Jalur ini ditujukan untuk kamu lulusan S1 atau D4, baik dari jurusan kependidikan maupun non-kependidikan, yang belum terdaftar di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) dan ingin menjadi guru profesional.
Pada jalur ini, kamu akan mengikuti proses seleksi terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap pendidikan profesi.
Pada jalur ini, terdapat beberapa ketentuan dan gambaran proses yang perlu kamu ketahui, yaitu:
- Usia maksimal peserta biasanya 28 tahun
- Program studi harus linier dengan bidang PPG yang dipilih
- Durasi pendidikan sekitar 2 semester atau 1 tahun
- Seleksi meliputi administrasi, tes substantif, dan wawancara
Jalur ini sering disebut juga sebagai PPG calon guru, karena menjadi pintu awal untuk masuk ke profesi pendidik secara resmi.
2. Jalur PPG Guru Tertentu (Dalam Jabatan)
Jalur ini diperuntukkan bagi kamu yang sudah aktif mengajar di sekolah, baik sebagai guru honorer maupun guru tetap yayasan, tetapi belum memiliki sertifikat pendidik.
Program ini menjadi bagian dari percepatan sertifikasi agar guru di Indonesia memiliki pengakuan profesional dan hak yang setara.
Sebelum mengikuti program ini, ada beberapa poin penting yang perlu kamu ketahui terkait sistem dan mekanismenya:
- Peserta dipanggil melalui akun SIMPKB masing-masing guru
- Data utama diambil dari Dapodik yang sudah aktif
- Pembelajaran dilakukan secara mandiri dan daring
- Durasi studi sekitar 3–6 bulan atau kurang dari satu semester
Jalur ini juga dikenal sebagai PPG guru tertentu, karena fokusnya adalah meningkatkan kompetensi guru yang sudah berada di lapangan.
Baca Juga: 3 Cara Menjadi Guru di Indonesia & Syaratnya!
YUK CEK LOWONGAN KERJA TERBARU LAINNYA DI DEALLS!

Syarat Pendaftaran PPG Terbaru
Sebelum kamu mendaftar pendidikan profesi guru (PPG), ada beberapa syarat penting yang perlu dipenuhi terlebih dahulu.
Syarat ini dibedakan berdasarkan jalur yang kamu pilih, yaitu PPG Prajabatan (calon guru) dan PPG guru tertentu (dalam jabatan), sesuai dengan ketentuan resmi dari laman Kemendikdasmen.
Berikut rincian syaratnya berdasarkan masing-masing jalur:
1. Syarat PPG Prajabatan (Calon Guru)
Untuk kamu yang ingin menjadi guru dari awal melalui jalur PPG calon guru, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum mengikuti seleksi nasional.
Berikut syarat lengkap PPG prajabatan:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Tidak terdaftar sebagai guru atau kepala sekolah di Dapodik
- Berusia maksimal 32 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran
- Lulusan S1 atau D4 yang terdaftar di PD-Dikti atau penyetaraan ijazah luar negeri
- Memiliki IPK minimal 3,00
- Memiliki surat keterangan sehat jasmani dan rohani (diserahkan saat Lapor Diri jika lolos)
- Memiliki surat keterangan berkelakuan baik (SKCK)
- Memiliki surat bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA)
- Menandatangani pakta integritas
- Mengikuti seluruh tahapan seleksi (administrasi, tes substantif, dan wawancara)
Syarat ini menunjukkan bahwa pendidikan profesi guru adalah program yang cukup selektif, karena bertujuan memastikan hanya calon guru yang benar-benar siap yang bisa masuk ke sistem pendidikan formal.
2. Syarat PPG Guru Tertentu (Dalam Jabatan)
Untuk kamu yang sudah aktif mengajar, jalur ini memiliki fokus yang berbeda karena ditujukan untuk percepatan sertifikasi guru yang sudah berada di lapangan.
Berdasarkan ketentuan resmi, berikut syarat PPG guru tertentu:
- Terdaftar aktif di Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
- Belum memiliki Sertifikat Pendidik
- Telah memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan
- Bukan peserta PPG di kementerian lain
- Aktif mengajar pada tahun ajaran yang berjalan
- Memiliki izin bidang studi PPG dari LPTK penyelenggara
Baca Juga: 4 Kompetensi Guru beserta Contoh dan Levelnya
Tahapan & Alur Pendidikan Profesi Guru (PPG)

Ada beberapa tahapan dalam pendidikan profesi guru (PPG) yang harus kamu lalui secara bertahap.
Setiap jalur, baik PPG Prajabatan maupun PPG guru tertentu, punya alur seleksi dan proses pembelajaran yang sudah ditentukan oleh pemerintah.
Nah, berikut alur lengkapnya dari awal sampai akhir:
1. Alur PPG bagi Calon Guru (Prajabatan)
Jalur ini ditujukan untuk kamu lulusan S1 atau D4 yang ingin memulai karier sebagai guru profesional melalui PPG calon guru.
Prosesnya berlangsung sekitar 2 semester atau 1 tahun hingga kamu bisa mendapatkan sertifikat pendidik.
Tahap 1: Pendaftaran dan Seleksi Masuk
Pada tahap awal, kamu harus melakukan pendaftaran melalui sistem resmi SIMPKB dan melengkapi seluruh data yang dibutuhkan.
Setelah itu, kamu akan mengikuti beberapa tahapan seleksi yang bersifat gugur, yaitu:
- Seleksi administrasi (verifikasi ijazah, data diri, dan linearitas jurusan)
- Tes substantif (penguasaan bidang studi, literasi, dan numerasi)
- Tes wawancara (motivasi, kepribadian, dan kesiapan menjadi guru)
Tahap 2: Registrasi dan Lapor Diri
Jika kamu dinyatakan lolos seleksi, kamu akan masuk ke tahap registrasi dan penempatan di LPTK atau kampus penyelenggara.
Pada tahap ini, beberapa proses yang harus kamu lakukan antara lain:
- Konfirmasi kesediaan mengikuti program
- Penempatan di LPTK sesuai ketentuan
- Lapor diri dengan menyerahkan dokumen resmi
Tahap 3: Perkuliahan (2 Semester)
Setelah resmi menjadi mahasiswa PPG, kamu akan menjalani perkuliahan intensif selama dua semester.
Proses pembelajaran ini mencakup beberapa kegiatan utama, seperti:
- Perkuliahan teori (pedagogik, materi bidang studi, dan teknologi pembelajaran)
- Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah mitra
- Proyek kepemimpinan atau inovasi pembelajaran
Tahap 4: Uji Kompetensi (UKPPPG)
Tahap terakhir adalah Uji Kompetensi PPG atau UKPPPG yang menjadi penentu kelulusan kamu.
Pada tahap ini, penilaian dilakukan melalui:
- Ujian pengetahuan (tes tertulis)
- Uji kinerja (praktik mengajar di sekolah mitra)
- Evaluasi kompetensi profesional sebagai guru
Jika kamu lulus, kamu akan mendapatkan sertifikat pendidik sebagai pengakuan resmi profesi guru.
2. Alur PPG bagi Guru Tertentu (Dalam Jabatan)
Jalur ini ditujukan untuk kamu yang sudah aktif mengajar tetapi belum memiliki sertifikat pendidik, dan sering disebut sebagai PPG guru tertentu.
Prosesnya lebih fleksibel karena berbasis pembelajaran mandiri dan dilakukan secara daring melalui platform yang telah ditentukan.
Tahap 1: Pemanggilan dan Lapor Diri
Pada tahap awal, guru yang memenuhi syarat akan mendapatkan undangan melalui akun SIMPKB masing-masing.
Setelah itu, proses yang dilakukan meliputi:
- Konfirmasi kesediaan mengikuti program
- Lapor diri ke LPTK secara daring
- Verifikasi data melalui sistem Dapodik
Tahap 2: Pembelajaran Mandiri
Berbeda dengan jalur prajabatan, kamu tidak mengikuti kuliah tatap muka di kampus.
Sebagai gantinya, kamu akan menyelesaikan pembelajaran secara mandiri melalui platform digital, yang mencakup:
- Modul pedagogik dan profesional
- Tugas pembelajaran berbasis kasus
- Penyusunan perangkat ajar dan video praktik mengajar
Tahap 3: Uji Kompetensi (UKPPPG)
Tahap akhir adalah Uji Kompetensi Pendidikan Profesi Guru yang menjadi penentu kelulusan.
Pada tahap ini, kamu akan mengikuti:
- Ujian pengetahuan secara daring
- Penilaian kinerja dan portofolio mengajar
- Evaluasi akhir dari LPTK penyelenggara
Jika lulus, kamu akan mendapatkan sertifikat pendidik dan berhak atas pengakuan profesional sebagai guru.
Baca Juga: Gaji Guru Honorer Terbaru: Tunjangan & Bantuan Cair Mulai Mei 2026
Kapan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dibuka?
Untuk kamu yang berencana mengikuti pendidikan profesi guru (PPG), penting untuk tahu bahwa program ini tidak dibuka sepanjang waktu.
Jadwalnya ditentukan langsung oleh pemerintah dan biasanya menyesuaikan kebutuhan guru nasional serta ketersediaan kuota setiap tahun.
Secara umum, PPG dibuka secara rutin setiap tahun, tetapi waktunya bisa berbeda tergantung jalur yang kamu ambil.
1. Jadwal PPG Calon Guru (Prajabatan)
Untuk jalur PPG calon guru, pembukaan pendaftaran biasanya dilakukan setiap tahun dan umumnya terbagi menjadi 1–2 gelombang.
Jadwal ini bersifat dinamis karena disesuaikan dengan kebutuhan guru nasional, kuota beasiswa, dan anggaran dari pemerintah.
Sebagai gambaran, berikut pola jadwal PPG Calon Guru 2026 berdasarkan rilis resmi:
- Pendaftaran & seleksi administrasi: 27 Juni – 25 Juli 2026
- Pengumuman administrasi: 26 – 28 Juli 2026
- Cetak kartu peserta: 28 Juli – 2 Agustus 2026
- Tes substantif: 3 – 7 Agustus 2026
- Pengumuman tes substantif: 26 Agustus 2026
- Tes wawancara: 31 Agustus – 16 September 2026
- Pengumuman kelulusan akhir: 21 September 2026
Jadwal ini bisa berubah setiap tahun, jadi kamu perlu rutin memantau informasi resmi dari sistem seleksi pemerintah.
2. Jadwal PPG Guru Tertentu (Dalam Jabatan)
Berbeda dengan jalur prajabatan, PPG guru tertentu tidak dibuka dalam bentuk pendaftaran bebas, tetapi melalui sistem pemanggilan berdasarkan data guru aktif di Dapodik.
Artinya, kamu akan dipanggil jika sudah memenuhi syarat dan masuk dalam kuota yang ditentukan pemerintah.
Untuk tahun 2026, prosesnya berjalan dalam beberapa siklus, misalnya:
Siklus Tahap 1 (Awal Tahun)
- Konfirmasi kesediaan di SIMPKB: Februari 2026
- Lapor diri dan pembelajaran: dilakukan pada semester pertama
Siklus Tahap 2 (Pertengahan Tahun)
- Verifikasi ijazah: 1 – 30 April 2026
- Pendaftaran administrasi: 1 – 30 Mei 2026
- Pengumuman administrasi: 4 Juni 2026
- Pemanggilan peserta: 22 – 28 Juni 2026
- Lapor diri ke LPTK: 1 – 4 Juli 2026
- Pembelajaran mandiri: 8 Juli – 12 Agustus 2026
- Pendaftaran UKPPPG: 24 Juli – 15 Agustus 2026
Karena sistemnya berbasis kuota dan pemanggilan bertahap, kamu perlu memastikan data di Dapodik selalu aktif dan sesuai.
Baca Juga: Apakah AI Dapat Menggantikan Profesi Guru? Cek Faktanya di Sini!
Berapa Biaya Pendidikan Profesi Sekolah Guru (PPG)?

Nah, jika kamu ingin mempertimbangkan pendidikan profesi guru (PPG), salah satu pertanyaan paling umum adalah soal biaya.
Hal ini wajar, karena banyak calon peserta ingin tahu apakah program ini membutuhkan biaya besar atau tidak.
Secara umum, berdasarkan ketentuan resmi pemerintah, biaya PPG memiliki skema yang berbeda tergantung komponennya dan jalur yang kamu ambil.
Komponen Biaya Pendidikan Profesi Guru (PPG)
Agar lebih jelas, berikut gambaran struktur biaya PPG calon guru maupun guru tertentu berdasarkan kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
1. Biaya Pendaftaran dan Seleksi
Pada tahap awal, kamu perlu menyiapkan biaya pendaftaran dan seleksi secara mandiri.
- Biaya pendaftaran & seleksi: sekitar Rp200.000
- Digunakan untuk mengikuti seleksi administrasi, tes substantif, dan wawancara
2. Biaya Pendidikan (Perkuliahan)
Bagian ini justru menjadi kabar baik untuk kamu yang ingin ikut PPG.
- Biaya kuliah: Rp0 (gratis)
- Nilai asli perkuliahan: sekitar Rp8.500.000 per semester
- Total dua semester: kurang lebih Rp17.000.000
- Seluruhnya ditanggung melalui skema beasiswa pemerintah
Artinya, kamu tidak perlu membayar biaya kuliah secara mandiri jika lolos seleksi PPG calon guru.
3. Biaya Hidup Selama PPG
Meskipun biaya kuliah ditanggung pemerintah, ada beberapa kebutuhan yang tetap perlu kamu siapkan sendiri.
- Transportasi selama mengikuti program
- Biaya tempat tinggal seperti kos atau asrama
- Konsumsi harian
- Buku dan kebutuhan belajar lainnya
Komponen ini tidak termasuk dalam beasiswa, sehingga menjadi tanggungan pribadi peserta.
Ketentuan Tambahan
Selain struktur biaya, ada beberapa aturan penting yang perlu kamu perhatikan sebelum mengikuti program ini.
- PPG guru tertentu (dalam jabatan) gratis karena dibiayai pemerintah
- Peserta yang mengundurkan diri setelah ditetapkan bisa dikenai sanksi
- Sanksi dapat berupa pengembalian dana beasiswa ke negara
- Peserta juga bisa diblokir dari pendaftaran di tahun berikutnya
Baca Juga: Gaji Guru PNS 2026 Golongan I-IV dan Tunjangannya
Peluang Karier Setelah Lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG)
Setelah kamu menyelesaikan pendidikan profesi guru (PPG) dan mendapatkan sertifikat pendidik, peluang karier di dunia pendidikan akan terbuka lebih luas.
Sertifikat ini menjadi bukti bahwa kamu sudah memiliki kompetensi profesional sebagai guru sesuai standar nasional.
1. Guru ASN (PPPK atau PNS)
Lulusan PPG punya peluang besar untuk mengikuti seleksi Guru ASN, baik melalui jalur PPPK maupun PNS.
Dalam proses rekrutmen, sertifikat pendidik biasanya menjadi nilai tambah karena menunjukkan bahwa kamu sudah memenuhi standar profesional sebagai pengajar.
2. Guru Tetap Yayasan (Sekolah Swasta)
Banyak sekolah swasta, termasuk sekolah nasional dan internasional, lebih memprioritaskan kandidat yang sudah memiliki sertifikat PPG.
Hal ini karena sertifikasi tersebut dianggap sebagai jaminan kualitas dalam proses belajar mengajar.
3. Guru di Sekolah Internasional
Dengan kompetensi pedagogik yang sudah teruji selama PPG, kamu juga memiliki peluang untuk mengajar di sekolah internasional atau sekolah berbasis kurikulum global.
Biasanya posisi ini membutuhkan kemampuan mengajar yang adaptif dan sesuai standar internasional.
4. Pengembang Kurikulum Pendidikan
Selain mengajar, kamu juga bisa bekerja sebagai pengembang kurikulum di lembaga pendidikan atau institusi pelatihan.
Peran ini fokus pada penyusunan materi ajar agar sesuai dengan kebutuhan siswa dan perkembangan sistem pendidikan.
5. Instruktur atau Pelatih Guru
Lulusan PPG juga bisa menjadi instruktur pelatihan guru di berbagai lembaga pendidikan atau program pengembangan tenaga pendidik.
Peran ini biasanya melibatkan pelatihan, workshop, dan peningkatan kompetensi guru lain.
6. Pengembang Konten Edukasi (EdTech)
Di era digital, banyak perusahaan teknologi pendidikan yang membutuhkan tenaga ahli pendidikan untuk membuat konten pembelajaran.
Kamu bisa terlibat sebagai penyusun materi, pembuat soal, atau pengajar di platform digital.
7. Konsultan Pendidikan
Selain itu, kamu juga bisa berkarier sebagai konsultan pendidikan di lembaga swasta maupun organisasi non-profit.
Biasanya peran ini fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, literasi, dan pengembangan sistem pembelajaran.
Baca Juga: 15 Contoh Pertanyaan Interview Guru & Jawabannya
Perbedaan PPG dengan Sertifikasi Guru Biasa
Agar kamu tidak bingung, penting untuk memahami bahwa PPG (Pendidikan Profesi Guru) dan sertifikasi guru sebenarnya adalah dua hal yang berbeda, meskipun saling berhubungan.
PPG adalah proses pendidikan yang harus ditempuh, sedangkan sertifikasi adalah hasil akhir berupa pengakuan resmi sebagai guru profesional.
Berikut perbedaannya dalam bentuk tabel supaya lebih mudah kamu pahami:
Aspek | PPG (Pendidikan Profesi Guru) | Sertifikasi Guru (Sertifikat Pendidik) |
Pengertian | Program pendidikan profesi setelah S1/D4 untuk membekali calon guru | Bukti resmi pengakuan kompetensi guru profesional dari pemerintah |
Sifat | Proses pendidikan (kuliah, praktik, dan pelatihan) | Hasil akhir atau sertifikat kelulusan |
Tujuan | Mempersiapkan kamu menjadi guru profesional | Memberikan legalitas dan hak sebagai guru profesional |
Peserta | Lulusan S1/D4 atau guru aktif yang belum tersertifikasi | Guru yang sudah lulus seluruh proses PPG |
Jalur | PPG Prajabatan dan PPG Guru Tertentu (Dalam Jabatan) | Tidak ada jalur, hanya hasil dari kelulusan PPG |
Proses | Perkuliahan, PPL, hingga UKPPPG | Diterbitkan setelah lulus UKPPPG |
Durasi | Sekitar 6 bulan – 1 tahun | Tidak ada durasi (karena berupa hasil) |
Output | Kompetensi mengajar | Sertifikat Pendidik dan Nomor Registrasi Guru (NRG) |
Manfaat | Membekali keterampilan mengajar secara profesional | Menjadi syarat tunjangan profesi dan rekrutmen guru |
FAQ Seputar Pendidikan Profesi Guru
Sebelum kamu mendaftar pendidikan profesi guru (PPG), biasanya masih ada beberapa pertanyaan yang sering muncul, terutama kalau kamu baru pertama kali ingin masuk ke dunia pendidikan formal sebagai guru.
Agar lebih jelas, berikut beberapa pertanyaan yang paling sering ditanyakan beserta jawabannya.
1. Apakah lulusan non-kependidikan bisa ikut PPG?
Bisa. Lulusan S1 atau D4 dari jurusan non-kependidikan tetap memiliki kesempatan mengikuti PPG, selama memenuhi persyaratan dan lolos seleksi yang ditentukan.
2. Berapa lama kuliah PPG guru?
Durasi PPG biasanya sekitar 2 semester atau kurang lebih 1 tahun untuk jalur prajabatan, sedangkan untuk guru tertentu bisa lebih singkat sekitar 3–6 bulan karena berbasis pembelajaran mandiri.
3. Apakah guru honorer swasta bisa daftar PPG?
Bisa, selama kamu terdaftar aktif di Dapodik, memenuhi syarat administrasi, dan belum memiliki sertifikat pendidik.
4. PPG vs kuliah S2 pendidikan, mana yang lebih relevan untuk karier?
PPG lebih fokus pada sertifikasi dan kesiapan menjadi guru profesional, sedangkan S2 lebih bersifat akademik dan pengembangan ilmu pendidikan secara teoritis. Keduanya punya tujuan berbeda dalam pengembangan karier.
5. Jika lulus PPG dapat gelar apa?
Setelah lulus PPG, kamu tidak mendapatkan gelar akademik baru, tetapi akan mendapatkan Sertifikat Pendidik yang menjadi bukti resmi sebagai guru profesional.
Lamar Kerja Guru di Sekolah Swasta Ternama Lewat Dealls!
Setelah kamu memahami pendidikan profesi guru (PPG), langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia kerja sebagai guru profesional.
Karena pada akhirnya, tujuan dari PPG bukan hanya lulus, tetapi juga membuka peluang karier yang lebih luas di sektor pendidikan.
Nah, di tahap ini kamu juga bisa mulai mencari berbagai lowongan kerja di bidang pendidikan maupun posisi lain yang sesuai dengan skill kamu, supaya proses transisi dari belajar ke dunia kerja jadi lebih siap.
Kalau kamu sedang mencari website cari kerja atau website lamaran kerja yang praktis dan terpercaya, Dealls bisa menjadi salah satu platform lowongan kerja terpercaya yang bisa kamu gunakan.
Di Dealls, kamu bisa menemukan 100.000+ lowongan kerja terbaru dari 7.000+ perusahaan ternama. Semua peluang ini bisa membantu kamu menemukan berbagai job vacancy sesuai minat dan latar belakang pendidikan kamu, termasuk di bidang pendidikan.
Selain itu, kamu juga bisa mencari berbagai loker, info loker terdekat, hingga peluang kerja entry level yang cocok untuk fresh graduate yang baru memulai karier.
Sebelum melamar, kamu juga bisa meningkatkan peluang diterima dengan fitur AI CV Reviewer, yang membantu kamu mengevaluasi CV agar lebih sesuai dengan standar recruiter.
Kalau kamu ingin langsung mencari lowongan kerja terbaru, kamu bisa mulai menjelajah berbagai peluang yang tersedia di platform Dealls dan menyesuaikannya dengan tujuan karier kamu.
Yuk, mulai persiapkan langkah karier kamu dari sekarang dan temukan peluang terbaik untuk berkembang bersama Dealls!

Referensi
Pendidikan Profesi Guru | Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG)
PPG bagi Guru Tertentu (Dalam Jabatan)
