100 Contoh Soal Tes Kesehatan Jiwa untuk Kerja & Tips Menjawabnya

Pelajari contoh soal tes kesehatan jiwa yang sering muncul saat rekrutmen kerja lengkap dengan pembahasan dan tips menjawabnya.

Dealls
Ditulis oleh
Dealls June 05, 2026

Menghadapi dunia kerja setelah lulus kuliah atau saat ingin berpindah karier sering kali mendatangkan tantangan tersendiri bagi para calon pekerja.

Ketika berkas administrasi dan CV kamu sudah dinyatakan lolos, tahapan berikutnya yang menjadi penentu krusial adalah rangkaian tes seleksi dari perusahaan. Salah satu tahapan yang paling sering membuat penasaran sekaligus mendebarkan adalah contoh soal tes kesehatan jiwa.

Dalam laporan global mengenai tren rekrutmen dan psikologi industri, proses penyaringan kandidat kini tidak lagi hanya bertumpu pada kemampuan akademis atau keahlian teknis semata. Banyak perusahaan besar yang mulai menyadari bahwa stabilitas mental seorang karyawan berdampak langsung pada produktivitas dan lingkungan kerja. Oleh karena itu, latihan menggunakan contoh soal tes kesehatan jiwa menjadi kunci utama keberhasilan kamu agar tidak kaget saat menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Agar dapat bersaing dengan ribuan pelamar lainnya di berbagai website cari kerja, pemahaman yang mendalam mengenai format ujian ini wajib kamu kuasai.

Lantas, apa saja jenis tes dan contoh soal yang sering keluar saat rekrutmen? Yuk, pelajari bersama-sama pembahasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Tes Kesehatan Jiwa dalam Dunia Kerja?

contoh soal tes kesehatan jiwa.jpg

Bagi kamu yang sedang melakukan persiapan melamar pekerjaan, penting sekali untuk memahami apa sebenarnya ujian ini.

Menurut laporan World Health Organization (WHO), sekitar 15% populasi usia kerja di dunia mengalami gangguan mental pada 2019. WHO juga mencatat depresi dan kecemasan menyebabkan hilangnya sekitar 12 miliar hari kerja setiap tahun secara global akibat penurunan produktivitas kerja. 

Tes kesehatan jiwa dalam dunia kerja adalah bentuk evaluasi psikologis yang dirancang secara resmi oleh tim rekruter atau psikolog perusahaan untuk menilai kondisi mental, struktur kepribadian, serta kesiapan emosional seorang calon karyawan.

Berbeda dengan tes kemampuan akademis yang menguji logika angka atau bahasa, ujian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai bagaimana kamu akan berperilaku, mengambil keputusan, dan berinteraksi di lingkungan kantor nantinya.

Ada beberapa poin penting mengenai karakteristik ujian ini yang wajib kamu ketahui:

  • Sifat Fleksibel: Setiap perusahaan memiliki kebijakan berbeda dalam memilih instrumen tes, tergantung pada posisi yang kamu lamar, apakah itu posisi staf biasa atau manajerial.
  • Bobot Penilaian: Tim rekruter biasanya menggabungkan nilai soal tes kesehatan mental kerja dengan hasil contoh tes psikologi kerja lainnya untuk melihat kecocokan budaya (culture fit) kamu dengan perusahaan.
  • Persaingan Ketat: Tahapan ini sering menjadi batu sandungan bagi banyak pelamar, sehingga melakukan latihan soal secara konsisten menjadi momen penting, terutama bagi kamu yang aktif memantau lowongan kerja terbaru di berbagai platform.

Dalam hal ini, ujian seleksi yang melibatkan soal psikotes kesehatan jiwa dirancang untuk menyaring calon pekerja yang tidak hanya cerdas secara operasional, tetapi juga memiliki adaptabilitas yang tinggi terhadap tekanan kerja yang dinamis.

Baca Juga: 50 Tips Kesehatan untuk Pekerja Shift Malam, Wajib Olahraga!

LAMAR LOKER TERBARU HANYA DI DEALLS!

button buat akun & lamar loker sekarang

Jenis Tes Kesehatan Jiwa yang Sering Dipakai Saat Rekrutmen

Sebelum kamu mulai berburu berkas latihan di internet, kamu harus tahu dulu jenis-jenis instrumen tes yang biasa diterapkan oleh perusahaan. Memahami jenis-jenis ini akan membuat cara belajar dan tips menghadapi tes psikologi kerja yang kamu terapkan menjadi jauh lebih efisien dan terarah.

Setiap jenis ujian memiliki fungsi spesifik untuk menguliti aspek-aspek psikologis tertentu dari dalam dirimu. Berikut adalah rincian jenis tes yang sering digunakan:

1. Tes Kepribadian

Instrumen ini digunakan untuk memetakan karakter dasar, preferensi kerja, dan gaya komunikasi kamu.

Melalui contoh soal tes kepribadian kerja, perusahaan dapat mengetahui apakah kamu seorang yang dominan, intim, stabil, atau cermat dalam bekerja secara tim maupun individu.

2. Tes MMPI

Minnesota Multiphasic Personality Inventory atau MMPI merupakan salah satu bentuk tes kesehatan mental saat melamar kerja yang paling populer, terutama untuk instansi BUMN, pemerintahan, atau posisi berisiko tinggi.

Tes ini mengukur skala klinis seperti tingkat kecemasan, depresi, hingga kecenderungan perilaku menyimpang.

3. Tes Wartegg

Tes Wartegg meminta kamu untuk melengkapi delapan buah kotak yang berisi coretan-coretan kecil seperti titik, garis lengkung, atau garis lurus menjadi sebuah gambar yang utuh. Tes ini bertujuan untuk melihat cara kamu menyelesaikan masalah, kreativitas, dan adaptasi terhadap lingkungan baru.

Baca Juga: 7 Jenis Tes Psikotes Gambar & Contoh Soal: Wartegg, BAUM, dll

4. Tes Pauli/Kraepelin

Sering juga disebut sebagai tes koran, tes pauli mengharuskan kamu menjumlahkan deretan angka secara cepat dari bawah ke atas atau atas ke bawah. Fokus utamanya bukan hanya keahlian berhitung, melainkan konsistensi, daya tahan terhadap stres, dan stabilitas emosi kamu di bawah tekanan waktu yang ketat.

Baca Juga: 35 Contoh Soal Psikotes Indomaret & Jawabannya: Tes Logika, Pauli, Gambar Pohon

5. Tes Situasional dan Emosi

Tes ini menghadapkan kamu pada sebuah kasus atau dilema yang sering terjadi di dunia kerja nyata. Pilihan jawabanmu akan mencerminkan tingkat empati, kematangan emosional, kemampuan kepemimpinan, serta cara kamu mengelola konflik antar-rekan kerja.

6. Tes Mental Health Screening

Ujian ini berupa kuesioner singkat untuk mendeteksi dini apakah seorang calon karyawan sedang mengalami indikasi gangguan kecemasan atau depresi berat. Tujuannya demi memastikan keselamatan kerja dan kenyamanan psikologis bersama di lingkungan perusahaan.

100 Contoh Soal Tes Kesehatan Jiwa dan Cara Memahaminya

Rangkaian tes psikologi kerja dan jawabannya umumnya menguji konsistensi, penalaran situasi, hingga kejujuran kamu dalam menilai diri sendiri.

Berikut ini adalah kumpulan 100 contoh soal psikotes perusahaan yang dikelompokkan berdasarkan aspek penilaiannya agar kamu bisa lebih mudah memahaminya.

Contoh Soal Kepribadian

  1. Saya lebih suka bekerja sendiri daripada di dalam sebuah tim kerja yang besar.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Posisi kerja mayoritas membutuhkan kolaborasi, pilihan D atau E menunjukkan kamu siap bekerja sama.

  1. Ketika ada perubahan rencana mendadak di kantor, saya merasa sangat terganggu.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Dunia kerja dinamis; pilihan D atau E mencerminkan fleksibilitas dirimu.

  1. Saya selalu memulai percakapan terlebih dahulu saat bertemu dengan rekan kerja baru.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mengukur inisiatif sosial dan kemampuan interpersonal kamu.

  1. Menepati tenggat waktu (deadline) jauh lebih penting daripada hasil yang sempurna tetapi terlambat.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai skala prioritas antara manajemen waktu dan perfeksionisme.

  1. Saya merasa nyaman memimpin sebuah diskusi kelompok kecil.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menguji potensi kepemimpinan (leadership) kandidat.

  1. Saya sering merasa cemas jika tugas saya belum diperiksa oleh atasan.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai kemandirian dan rasa percaya diri dalam bekerja.

  1. Membantu rekan kerja yang kesulitan adalah kewajiban, meskipun tugas saya sendiri belum selesai.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mengukur keseimbangan antara empati dan tanggung jawab pribadi.

  1. Saya lebih menyukai rutinitas kerja yang pasti daripada tugas yang selalu berubah setiap hari.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai kecocokan jenis pekerjaan (operasional vs kreatif).

  1. Kritik dari orang lain membuat saya meragukan kemampuan diri saya sendiri.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mengukur ketahanan mental terhadap umpan balik negatif.

  1. Saya selalu menyusun rencana harian secara tertulis sebelum mulai bekerja.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai tingkat keteraturan dan perencanaan kerja (planning).

  1. Saya merasa tertantang ketika diberikan target kerja yang lebih tinggi dari biasanya.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai motivasi berprestasi (achievement orientation).

  1. Saya cenderung menyembunyikan kekesalan saya demi menjaga keharmonisan tim.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai gaya manajemen konflik kandidat.

  1. Saya merasa bosan jika harus duduk menghadap komputer selama berjam-jam.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai ketahanan kerja pada posisi kantoran (desk job).

  1. Ketika mengambil keputusan penting, saya lebih mengandalkan intuisi daripada data analitis.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai objektivitas dalam pemecahan masalah.

  1. Saya tidak keberatan jika harus lembur demi menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mengukur komitmen dan loyalitas kerja kandidat.

  1. Saya merasa tertekan jika ada orang lain yang bekerja lebih cepat daripada saya.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mengukur kecenderungan persaingan tidak sehat atau rasa rendah diri.

  1. Saya mudah memaafkan kesalahan rekan kerja yang tidak sengaja merugikan saya.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mengukur kematangan emosional dan toleransi kesalahan.

  1. Bagi saya, kenyamanan lingkungan kerja jauh lebih utama daripada besaran gaji yang diterima.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mengetahui faktor motivator utama pelamar dalam bekerja.

  1. Saya sering menunda pekerjaan yang saya anggap terlalu sulit untuk diselesaikan.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mendeteksi adanya perilaku prokrastinasi (penundaan tugas).

  1. Saya merasa bangga ketika hasil kerja keras saya diakui di depan umum oleh atasan.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai kebutuhan akan apresiasi dan pengakuan kerja.

Contoh Soal Stabilitas Emosi

  1. Saya mudah tersinggung oleh perkataan orang lain yang tidak sejalan dengan pemikiran saya.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai kerentanan emosional terhadap perbedaan pendapat.

  1. Saat berada di bawah tekanan pekerjaan yang berat, kepala saya sering terasa pusing.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mendeteksi gejala psikosomatis akibat stres kerja.

  1. Saya mampu menahan amarah saya ketika disalahkan atas kesalahan orang lain.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menguji kontrol diri (self-control) dalam situasi tidak adil.

  1. Suasana hati (mood) saya sering berubah-ubah tanpa alasan yang jelas dalam satu hari.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mendeteksi stabilitas emosi harian kandidat.

  1. Saya merasa panik jika menghadapi masalah pekerjaan yang belum pernah saya pelajari sebelumnya.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai kesiapan mental dalam menghadapi ketidakpastian.

  1. Saya bisa melupakan masalah pribadi dengan cepat begitu saya melangkah masuk ke area kantor.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mengukur kemampuan kompartemenisasi atau profesionalisme diri.

  1. Kegagalan dalam mencapai target kerja membuat saya merasa tidak berguna sebagai pekerja.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai ketahanan diri dari keterpurukan emosional (resilience).

  1. Saya merasa nyaman berdiskusi dengan orang yang sedang emosional atau marah-marah.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Sangat krusial untuk posisi pelayanan pelanggan (customer service).

  1. Saya sering merasa cemas secara berlebihan mengenai masa depan karier saya.

A. Sangat Setuju
B. Setuju

C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai tingkat kecemasan umum (general anxiety) pelamar.

  1. Apabila ada konflik di dalam tim, saya memilih untuk menjaga jarak dan diam.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mengukur kecenderungan menghindari masalah ketimbang menyelesaikannya.

  1. Saya tidak mudah merasa iri melihat keberhasilan rekan kerja yang mendapatkan promosi jabatan.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai kematangan emosi dan rasa percaya diri sosial.

  1. Tidur saya sering terganggu karena terus memikirkan urusan pekerjaan yang belum beres.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai batasan hidup kerja-pribadi (work-life balance).

  1. Saya tetap bisa berpikir jernih meskipun suasana kantor sedang sangat bising dan kacau.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menguji konsentrasi dan stabilitas emosi di lingkungan kerja yang padat.

  1. Saya merasa sangat sedih jika ide yang saya sampaikan ditolak dalam rapat.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai penerimaan diri terhadap penolakan profesional.

  1. Saya selalu mencoba melihat sisi positif dari setiap masalah kerja yang muncul.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai sikap optimisme kandidat di tempat kerja.

  1. Mengakui kesalahan di depan tim adalah hal yang sangat memalukan bagi saya.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mengukur ego dan tingkat akuntabilitas personal.

  1. Saya merasa frustrasi jika hasil kerja keras saya tidak langsung membuahkan hasil nyata.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai tingkat kesabaran jangka panjang dalam berproses.

  1. Perubahan regulasi dari manajemen perusahaan membuat saya merasa tidak aman.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai kemampuan adaptasi struktur makro perusahaan.

  1. Saya merasa bersemangat kembali setelah berhasil melewati hari kerja yang sangat melelahkan.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mengukur tingkat pemulihan energi psikologis kandidat.

  1. Saya sering merasa ingin menyerah ketika mendapatkan kritikan yang tajam dari atasan.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai kekuatan mental menghadapi teguran keras di dunia kerja.

Contoh Soal MMPI Sederhana (15 Soal)

Berikut merupakan simplifikasi dari contoh soal MMPI kerja yang berfokus pada pilihan jawaban "Ya" atau "Tidak" demi menguji validitas dan konsistensi klinis psikologis kandidat:

  1. Saya merasa hampir semua orang berbohong demi mendapatkan keuntungan pribadi. (Ya/Tidak)

Cara Memahami: Mengukur tingkat sinisme atau ketidakpercayaan ekstrem terhadap lingkungan sosial.

  1. Saya sering mendengar suara-suara aneh saat saya sedang sendirian di ruangan sepi. (Ya/Tidak)

Cara Memahami: Menguji indikasi awal adanya halusinasi klinis (skala skizofrenia). Pilihan terbaik tentu "Tidak".

  1. Saya merasa kehidupan ini sangat adil dan berpihak kepada orang baik. (Ya/Tidak)

Cara Memahami: Menilai objektivitas cara pandang realitas hidup seseorang.

  1. Terkadang saya merasa seolah ada kekuatan asing yang mengendalikan pikiran saya. (Ya/Tidak)

Cara Memahami: Mendeteksi gejala delusi kontrol eksternal. Pilihan terbaik adalah "Tidak".

  1. Saya menyukai majalah atau artikel tentang mekanika dan mesin. (Ya/Tidak)

Cara Memahami: Mengukur minat kejuruan umum dan kejujuran minat dasar kandidat.

  1. Jantung saya sering berdebar kencang tanpa ada alasan fisik yang jelas. (Ya/Tidak)

Cara Memahami: Mengukur gejala kecemasan somatik (gangguan kecemasan umum).

  1. Saya percaya ada komplotan rahasia yang sengaja ingin menjatuhkan karier saya. (Ya/Tidak)

Cara Memahami: Mengukur kecenderungan paranoia klinis. Pilihan terbaik adalah "Tidak".

  1. Saya merasa sangat bersemangat hingga tidak membutuhkan tidur selama berhari-hari. (Ya/Tidak)

Cara Memahami: Mendeteksi indikasi fase mania pada gangguan emosional.

  1. Saya jarang sekali merasa khawatir tentang kondisi kesehatan fisik saya sendiri. (Ya/Tidak)

Cara Memahami: Mengukur tingkat kecenderungan hipokondriasis (khawatir sakit berlebih).

  1. Kebanyakan orang berteman hanya karena ingin memanfaatkan kebaikan kita saja. (Ya/Tidak)

Cara Memahami: Menilai tingkat ketidakpercayaan sosial (social distrust).

  1. Saya merasa tidak ada satu pun orang di dunia ini yang benar-benar memahami perasaan saya. (Ya/Tidak)

Cara Memahami: Mengukur tingkat keterasingan sosial (alienation) atau indikasi depresi.

  1. Saya menikmati tontonan kompetisi olahraga yang penuh dengan kontak fisik keras. (Ya/Tidak)

Cara Memahami: Menilai penyaluran agresi dan minat personal kandidat.

  1. Saya sering merasa pusing di bagian belakang leher saat memikirkan masalah keuangan. (Ya/Tidak)

Cara Memahami: Mengukur respons stres somatisasi pelamar.

  1. Saya tidak pernah melanggar hukum, sekecil apa pun bentuk pelanggaran tersebut. (Ya/Tidak)

Cara Memahami: Skala kebohongan (Lie Scale). Manusia biasa pasti pernah melanggar aturan kecil (seperti menyeberang jalan sembarangan). Menjawab "Ya" justru dianggap tidak jujur.

  1. Saya merasa masa depan saya tampak sangat suram dan tidak ada harapan lagi. (Ya/Tidak)

Cara Memahami: Mengukur tingkat keputusasaan yang mengarah pada gejala depresi klinis.

Contoh Soal Situasional Kerja (15 Soal)

  1. Rekan kerja satu tim kamu melakukan kesalahan input data yang fatal, tetapi atasan menuduh kamu sebagai penyebabnya. Apa tindakan yang akan kamu ambil?

A. Menegur rekan kerja tersebut dengan keras di depan umum agar dia mengaku.
B. Menerima kesalahan tersebut demi menjaga nama baik tim kerja.
C. Menjelaskan secara objektif kronologi kejadian kepada atasan dengan menyertakan bukti data yang valid tanpa berniat menyudutkan.
D. Membiarkan masalah tersebut berlalu karena waktu akan membuktikannya sendiri.
E. Mengajukan surat keluhan resmi ke divisi HRD perusahaan.

Jawaban Terbaik: C. Menunjukkan komunikasi asertif, profesional, dan berbasis data ilmiah.

  1. Kamu sedang menyelesaikan laporan penting yang harus dikirim satu jam lagi, namun komputer kamu mendadak mati total. Langkah pertama kamu adalah...

A. Menangis karena merasa frustrasi dengan kendala teknis tersebut.
B. Langsung melapor ke atasan bahwa kamu tidak bisa mengirim laporan tepat waktu.
C. Mencari rekan kerja yang sedang tidak memakai komputernya untuk meminjam komputer sejenak guna menyelesaikan laporan.
D. Menghubungi tim IT support dan menunggu mereka datang memperbaiki tanpa melakukan hal lain.
E. Meminta rekan kerja lain untuk menyelesaikan tugas laporan milikmu.

Jawaban Terbaik: C. Mencerminkan orientasi pada solusi (problem solver) yang cepat di situasi darurat.

  1. Manajemen menerapkan sistem absen digital baru yang rumit dan membuat proses kerja menjadi lebih panjang. Sikap kamu adalah...

A. Mengabaikan sistem baru tersebut dan tetap memakai cara absensi manual.
B. Mempelajari sistem baru dengan tekun dan mengusulkan perbaikan jika ada kendala sistemik.
C. Mengeluh bersama rekan kerja lain di grup percakapan nonformal kantor.
D. Mengikuti sistem tersebut dengan malas-malasan karena terpaksa aturan.
E. Mengajukan petisi penolakan sistem baru kepada pihak manajemen perusahaan.

Jawaban Terbaik: B. Menunjukkan adaptabilitas tinggi terhadap perubahan sistem operasional kantor.

  1. Kamu ditugaskan memimpin sebuah proyek yang anggotanya memiliki latar belakang suku dan budaya yang sangat berbeda dari dirimu. Apa yang kamu lakukan?

A. Meminta manajemen menukar anggota tim dengan orang yang sewarna denganmu.
B. Membuat aturan ketat tanpa mendengarkan masukan dari anggota tim lainnya.
C. Mengadakan sesi diskusi kasual di awal proyek untuk saling memahami gaya kerja dan menghargai perbedaan budaya.
D. Menyerahkan seluruh keputusan kepada anggota tim demi menghindari konflik internal.
E. Bekerja sendiri dan mengabaikan masukan dari para anggota tim tersebut.

Jawaban Terbaik: C. Mencerminkan kompetensi kepemimpinan inklusif (inclusive leadership) dan menghargai keberagaman.

  1. Beban kerja kamu bulan ini meningkat dua kali lipat karena ada pengurangan jumlah staf di divisimu. Tindakan kamu...

A. Bekerja secara asal-asalan sebagai bentuk protes halus kepada manajemen.
B. Mengambil cuti sakit agar terhindar dari tumpukan beban pekerjaan kantor.
C. Menyusun skala prioritas tugas harian dan mendiskusikan kapasitas kerja yang realistis bersama atasan.
D. Memaksa diri bekerja lembur setiap hari tanpa memedulikan kondisi kesehatan fisik.
E. Langsung mengajukan surat pengunduran diri dari perusahaan tanpa berpikir panjang.

Jawaban Terbaik: C. Menunjukkan manajemen stres, komunikasi profesional, dan pengelolaan tugas yang taktis.

  1. Seorang pelanggan marah besar di telepon karena produk yang dia beli mengalami kerusakan teknis. Kamu akan...

A. Mematikan sambungan telepon secara sepihak karena pelanggan berbicara kasar.
B. Mendengarkan keluhan dengan penuh empati, meminta maaf atas ketidaknyamanan, dan memberikan opsi solusi perbaikan secepatnya.
C. Ikut marah karena kerusakan tersebut adalah kesalahan dari bagian divisi produksi, bukan dirimu.
D. Melempar panggilan telepon tersebut langsung ke nomor telepon atasan kamu.
E. Berdebat dengan pelanggan untuk membela kualitas produk perusahaan kamu.

Jawaban Terbaik: B. Mencerminkan pelayanan pelanggan prima (excellent customer service) dan regulasi emosi yang matang.

  1. Kamu melihat rekan kerja terdekatmu mengambil perlengkapan kantor yang mahal untuk keperluan pribadi di rumahnya. Sikap kamu...

A. Membiarkannya saja karena dia adalah sahabat dekat kamu di kantor.
B. Ikut mengambil perlengkapan kantor tersebut karena mumpung tidak ada pengawasan.
C. Menegurnya secara personal dan mengingatkan bahwa tindakan tersebut melanggar kode etik perusahaan.
D. Langsung berteriak di depan karyawan lain agar dia merasa malu.
E. Membuat akun anonim untuk menyebarkan perilakunya di media sosial.

Jawaban Terbaik: C. Menunjukkan integritas kerja tinggi serta cara penyelesaian konflik interpersonal yang dewasa.

  1. Rencana proyek yang sudah kamu susun selama satu bulan penuh ditolak mentah-mentah oleh klien utama perusahaan. Tanggapan kamu adalah…

A. Kecewa berat dan menolak membuat rencana proyek baru lagi untuk klien tersebut.
B. Meminta umpan balik mendalam mengenai bagian yang kurang sesuai, lalu segera melakukan revisi perbaikan proyek.
C. Menyalahkan klien tersebut tidak mengerti konsep modern yang kamu tawarkan.
D. Meminta atasan kamu untuk mengganti klien tersebut dengan klien lain yang lebih mudah puas.
E. Pasrah dan menyerahkan proyek tersebut agar dikerjakan oleh rekan kerja yang lain saja.

Jawaban Terbaik: B. Menunjukkan orientasi perkembangan (growth mindset) serta profesionalisme kerja yang tangguh.

  1. Atasan kamu memberikan instruksi kerja yang saling bertentangan dengan instruksi dari direktur perusahaan. Apa yang kamu lakukan?

A. Mengikuti instruksi direktur karena jabatannya jauh lebih tinggi di perusahaan.
B. Mengikuti instruksi atasan langsung karena dia yang menilai kinerja harian kamu.
C. Mengonfirmasi kembali dan mempertemukan kedua pihak secara profesional untuk menyelaraskan arahan kerja.
D. Tidak mengerjakan kedua instruksi tersebut sampai situasi menjadi jelas dengan sendirinya.
E. Mengerjakan tugas sesuai dengan pemahaman subjektif kamu sendiri saja.

Jawaban Terbaik: C. Mencerminkan kemampuan diplomasi kerja serta penyelarasan organisasi yang taktis.

  1. Kamu mendapati ada celah keamanan dalam sistem operasional kantor yang berisiko merugikan keuangan perusahaan. Langkah kamu...

A. Memanfaatkan celah tersebut demi mendapatkan keuntungan finansial pribadi.
B. Mengabaikannya karena itu bukan merupakan bagian dari deskripsi pekerjaan harian kamu.
C. Melaporkan temuan tersebut segera kepada divisi terkait beserta analisis risiko singkatnya.
D. Menceritakan celah keamanan tersebut kepada teman kantor sebagai bahan obrolan santai.
E. Menunggu sampai ada masalah besar muncul baru kamu angkat bicara ke manajemen.

Jawaban Terbaik: C. Menunjukkan rasa kepemilikan tinggi (sense of belonging) serta proaktif menjaga stabilitas perusahaan.

  1. Rekan satu tim kamu mendadak tidak masuk kerja tanpa kabar saat hari presentasi proyek penting di hadapan direksi. Tindakan kamu adalah...

A. Membatalkan presentasi dan menyalahkan rekan yang tidak hadir tersebut di depan direksi.
B. Mengambil alih bagian presentasi miliknya dengan persiapan kilat demi kelancaran proyek tim bersama.
C. Mengeluh kepada direksi sebelum presentasi dimulai agar mereka memaklumi jika hasil kerja jelek.
D. Menyerahkan berkas presentasi rekan tersebut agar dibacakan oleh atasan langsung saja.
E. Tetap presentasi hanya pada bagian tugas milikmu sendiri dan melewati bagian miliknya.

Jawaban Terbaik: B. Menunjukkan kerja sama tim yang solid serta keandalan dalam situasi krisis (reliability).

  1. Kamu diwajibkan menghadiri pelatihan keahlian di luar jam kantor pada hari libur akhir pekan. Bagaimana sikap kamu?

A. Menolak hadir secara tegas karena akhir pekan adalah hak mutlak waktu pribadi kamu.
B. Hadir dengan wajah murung dan tidak memperhatikan materi pelatihan sama sekali.
C. Memandang pelatihan sebagai investasi peningkatan kompetensi diri dan menghadirinya dengan fokus penuh.
D. Meminta rekan kerja lain untuk memalsukan tanda tangan kehadiran kamu di daftar absensi.
E. Datang terlambat dan pulang lebih awal sebagai bentuk protes halus.

Jawaban Terbaik: C. Menunjukkan komitmen tinggi terhadap pengembangan diri jangka panjang (continuous learning).

  1. Atasan memberikan kritik yang sangat tajam dan cenderung subjektif terhadap hasil tulisan laporan keuangan kamu. Respons kamu...

A. Membela diri secara agresif karena merasa hitungan kamu sudah pasti benar.
B. Menerima kritik tersebut dengan lapang dada, memeriksa kembali data laporan, dan melakukan perbaikan secara objektif.
C. Masuk ke kamar mandi kantor lalu menangis tersedu-sedu karena sakit hati.
D. Mengurangi kualitas kerja pada laporan berikutnya sebagai bentuk kekecewaan.
E. Mengajukan mutasi divisi kerja agar tidak perlu bertemu lagi dengan atasan tersebut.

Jawaban Terbaik: B. Menunjukkan tingkat kematangan emosional serta profesionalisme menghadapi evaluasi kerja.

  1. Divisi kamu mendapatkan penghargaan sebagai divisi terbaik, namun bonus finansial hanya diberikan kepada kepala divisi saja. Sikap kamu...

A. Melakukan aksi mogok kerja bersama rekan divisi lain sebagai bentuk protes.
B. Ikut senang atas pencapaian divisi dan menjadikannya motivasi untuk bekerja lebih baik lagi ke depan.
C. Menyebarkan rumor negatif mengenai kepala divisi di lingkungan kantor.
D. Meminta penjelasan langsung kepada kepala divisi mengapa bonus tidak dibagi rata.
E. Menurunkan performa kerja harian karena merasa kontribusi kamu tidak dihargai perusahaan.

Jawaban Terbaik: B. Menunjukkan loyalitas kelompok, pemikiran positif, dan kedewasaan berorganisasi.

  1. Kamu tidak sengaja menghapus berkas data utama milik perusahaan yang tidak memiliki salinan cadangan. Apa tindakan pertama kamu?

A. Diam saja dan berpura-pura tidak tahu seolah sistem komputer kantor yang sedang eror.
B. Menyalahkan rekan kerja yang menggunakan komputer tersebut sebelum kamu memakainya.
C. Melapor segera kepada atasan dan tim IT mengenai kesalahan tersebut untuk mencari solusi pemulihan bersama.
D. Langsung mengemasi barang-barang kamu dan pulang ke rumah karena takut dipecat.
E. Mencoba memakai aplikasi bajakan dari internet untuk mengembalikan data tanpa izin IT.

Jawaban Terbaik: C. Menunjukkan integritas kejujuran berani bertanggung jawab atas kesalahan personal di kantor.

Contoh Soal Konsentrasi dan Ketelitian (15 Soal)

Petunjuk: Tentukan apakah pasangan kata/angka di bawah ini sama (S) atau Berbeda (B) dalam waktu sesingkat mungkin. Jenis soal ini menguji ketahanan mental kamu terhadap kejenuhan kerja.

  1. PT. Maju Jaya Sentosa — PT. Maju Jaya Sentosa (S / B)

Jawaban: S

  1. 982347102 — 982347112 (S / B)

Jawaban: B (perhatikan angka satuan puluhannya).

  1. Kertajaya Elektronik — Kartajaya Elektronik (S / B)

Jawaban: B (perbedaan huruf e dan a).

  1. 0812-3456-7890 — 0812-3456-7890 (S / B)

Jawaban: S

  1. McDonald's Indonesia — Mcdonald's Indonesia (S / B)

Jawaban: B (perbedaan kapitalisasi huruf D).

  1. Sidoarjo, Jawa Timur — Sidoharjo, Jawa Timur (S / B)

Jawaban: B (terdapat kelebihan huruf h).

  1. 12243556 — 12243556 (S / B)

Jawaban: S

  1. Ahmad Subarjo, S.H. — Ahmad Subardjo, S.H. (S / B)

Jawaban: B (perbedaan nama Subarjo dan Subardjo).

  1. @dealls_careers — @dealls_career (S / B)

Jawaban: B (kekurangan huruf s di akhir kata).

  1. 5567812304 — 5567812304 (S / B)

Jawaban: S

  1. Yogyakarta — Yogjakarta (S / B)

Jawaban: B (perbedaan penggunaan huruf k dan y).

  1. Rp2.550.000,00 — Rp2.505.000,00 (S / B)

Jawaban: B (perhatikan nominal ratusan ribunya).

  1. Amandemen UUD 1945 — Amandemen UUD 1945 (S / B)

Jawaban: S

  1. Prof. Dr. Ir. Soemitro — Prof. Dr. Ir. Sumitro (S / B)

Jawaban: B (perbedaan nama Soemitro dan Sumitro).

  1. 776655443321 — 776655443321 (S / B)

Jawaban: S

Contoh Soal Penilaian Diri dan Sikap Kerja (15 Soal)

  1. Saya merasa puas ketika berhasil menyelesaikan tugas sulit tepat waktu, meskipun tidak ada orang yang memuji saya.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai motivasi intrinsik (kepuasan batin dari dalam diri sendiri).

  1. Bekerja lembur tanpa dibayar uang lembur tambahan adalah bentuk ketidakadilan yang nyata dari perusahaan.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menguji batasan profesionalisme versus regulasi hak tenaga kerja. Pilihan netral/rasional disarankan.

  1. Saya selalu meminta umpan balik (feedback) dari rekan kerja setelah menyelesaikan suatu proyek tim.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai kemauan bertumbuh dan belajar dari masukan orang lain.

  1. Jika saya melakukan kesalahan kerja, saya cenderung mencari pembenaran eksternal yang logis terlebih dahulu.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mendeteksi adanya sifat defensif (pembelaan diri) yang berlebihan.

  1. Saya merasa bangga menjadi bagian dari perkembangan industri tempat saya bekerja saat ini.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mengukur rasa kepemilikan dan keterlibatan kerja kandidat.

  1. Saya lebih memilih mendapatkan posisi jabatan yang tinggi daripada memiliki waktu kerja yang fleksibel.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mengetahui orientasi nilai karier utama pelamar kerja (status vs otonomi).

  1. Saya merasa tidak nyaman jika harus bekerja dengan peralatan kantor yang teknologinya sudah usang.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai toleransi fasilitas kerja serta kemampuan bekerja dengan keterbatasan.

  1. Saya selalu datang ke ruang rapat 10 menit lebih awal sebelum jadwal resmi dimulai.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai kedisiplinan dan penghargaan waktu orang lain (punctuality).

  1. Bagi saya, menjaga rahasia operasional perusahaan adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju

E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menguji integritas dan pematuhan terhadap kode etik kerahasiaan data perusahaan.

  1. Saya mudah merasa jenuh jika harus mengerjakan jenis tugas yang sama selama satu semester penuh.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai ketahanan operasional jangka panjang pada pekerjaan rutin monoton.

  1. Saya merasa senang jika bisa mengajarkan keahlian baru yang saya miliki kepada rekan kerja junior.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mengukur jiwa kepemimpinan, kepedulian tim, dan kemauan berbagi pengetahuan.

  1. Peraturan kantor yang terlalu ketat justru akan membatasi daya kreativitas saya dalam bekerja.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai keselarasan gaya kerja (struktur kaku vs kebebasan berkreasi).

  1. Saya selalu memastikan area meja kerja saya bersih dan rapi sebelum saya pulang kantor.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai aspek kerapian, tanggung jawab personal, serta keteraturan diri.

  1. Saya merasa tidak masalah jika harus membatalkan acara liburan pribadi demi krisis mendadak perusahaan.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Mengukur skala pengorbanan ekstrem profesionalisme kerja. Disarankan menjawab rasional/setuju.

  1. Saya yakin bahwa performa kerja saya secara keseluruhan berada di atas rata-rata karyawan lainnya.

A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak Setuju
E. Sangat Tidak Setuju

Cara Memahami: Menilai rasa percaya diri (self-confidence) tanpa terjebak keangkuhan.

Baca Juga: 3 Contoh Medical Check Up Perusahaan, Fit to Work sampai Unfit

LAMAR LOKER TERBARU HANYA DI DEALLS!

button buat akun & lamar loker sekarang

Tips Menjawab Tes Kesehatan Jiwa saat Melamar Kerja

Latihan dengan contoh soal tes kesehatan jiwa saja belum cukup jika kamu tidak memiliki strategi yang matang saat hari pelaksanaan. Sebab, efektivitas kamu dalam menjawab pertanyaan bertekanan tinggi dipengaruhi oleh kesiapan mental dan kestabilan fokus.

Berikut adalah langkah-langkah strategis sebagai tips menghadapi tes psikologi kerja yang bisa langsung kamu praktikkan agar lolos seleksi:

1. Jawab dengan Jujur dan Konsisten

Jangan mencoba merekayasa jawaban demi terlihat sempurna ya! Instrumen seperti MMPI memiliki sistem deteksi bawaan (Lie Scale) yang bisa membaca jika kamu berbohong. Jawablah sesuai dengan nilai-nilai profesional yang kamu yakini secara konsisten dari awal hingga akhir lembar soal ujian.

2. Hindari Jawaban yang Terlalu “Sempurna”

Jika kamu selalu memilih opsi "Sangat Setuju" pada hal baik dan "Sangat Tidak Setuju" pada semua hal buruk secara ekstrem, rekruter justru akan mencurigai profil psikologis kamu sebagai jawaban buatan yang tidak autentik. Manusia seutuhnya pasti memiliki kelemahan yang wajar dalam koridor kerja.

3. Jangan Panik dengan Pertanyaan Berulang

Di dalam lembar ujian, kamu akan sering menemui pertanyaan yang maknanya hampir mirip namun kalimatnya dibalik. Ini dilakukan sengaja oleh tim penguji untuk melihat tingkat konsistensi kepribadian kamu. Tetap fokus, rileks, dan pertahankan prinsip jawaban kamu sejak awal.

4. Fokus pada Kondisi Diri Saat Ini

Saat menjawab, posisikan pikiran kamu pada kondisi profesional kamu sebagai seorang pekerja di kantor, bukan kondisi emosional sesaat di rumah. Hal ini akan membantu kamu memilih opsi jawaban yang lebih rasional, taktis, dan sesuai ekspektasi profil idaman perusahaan.

5. Istirahat yang Cukup Sebelum Tes

Kondisi fisik yang lelah atau kurang tidur berisiko besar merusak tingkat konsentrasi kamu saat mengerjakan ratusan soal yang monoton. Kurang tidur juga bisa memicu tingkat kecemasan somatik yang membuat hasil tes kesehatan jiwa kamu menjadi kurang optimal.

Lamar Lowongan Kerja dan Persiapkan Kariermu di Dealls

Setelah berjuang keras melakukan persiapan matang memahami berbagai tes psikologis, sekarang saatnya kamu mulai membuka wawasan mengenai ekosistem dunia kerja masa depan yang penuh peluang menantang. Mengetahui dinamika bursa kerja sejak dini akan memberikan kamu motivasi tambahan dalam merancang jalur karier yang cemerlang dan terarah.

Jika kamu ingin melangkah dengan penuh percaya diri, baik untuk mencari program magang yang relevan atau sekadar memantau pergerakan kebutuhan industri, kamu bisa mulai menjelajahi platform karier modern seperti Dealls.

Sebagai salah satu website lamaran kerja dan platform lowongan kerja terkemuka, ekosistem digital ini dirancang ramah untuk para pencari kerja muda maupun profesional berpengalaman.

Di platform ini, kamu tidak sekadar disuguhkan daftar pekerjaan secara pasif. Kamu bisa langsung diarahkan untuk menjelajahi ekosistem pencarian karier yang aman, transparan, dan terintegrasi dengan teknologi mutakhir untuk mempermudah perjalanan kariermu.

Mengapa kamu harus mulai mengenal dan menggunakan layanan Dealls untuk masa depan kariermu?

  • Keamanan Terjamin: Dealls merupakan website lowongan kerja terpercaya yang memastikan seluruh profil perusahaan yang terdaftar telah melewati proses verifikasi ketat untuk mencegah penipuan berkedok rekrutmen.
  • Fitur Pencarian Lokal: Kamu bisa menemukan info loker terdekat yang sesuai dengan domisili tempat tinggalmu dengan filter pencarian geografis yang sangat akurat.
  • Akses Global: Platform ini juga menyediakan info lowongan magang internasional atau job vacancy global bagi kamu yang ingin membangun portofolio karier berskala internasional.

Sebelum kamu memutuskan untuk mengirimkan berkas lamaran ke perusahaan impian, salah satu langkah esensial yang wajib kamu lakukan adalah memastikan kualitas berkas lamaran kamu sudah memenuhi standar industri modern.

Kamu tidak perlu bingung mencari jasa kurator profesional yang mahal, karena kamu bisa klik layanan AI CV Reviewer di Dealls untuk mengecek CV terlebih dahulu secara otomatis. Fitur canggih ini akan memindai, menganalisis, dan memberikan masukan konstruktif agar CV milikmu lolos sistem penyaringan otomatis (Applicant Tracking System/ATS).

Hingga saat ini, Dealls telah dipercaya oleh lebih dari 7.000+ perusahaan ternama di Indonesia, serta menyediakan lebih dari 100.000+ lowongan kerja terbaru yang siap mempertemukan para talenta berbakat dengan tempat kerja idaman mereka.

Jadi, sembari kamu fokus mematangkan persiapan aspek psikologis, jangan ragu untuk mulai membuat akun, merapikan portofolio, dan berburu loker idamanmu.

Jika kamu sudah siap mengambil langkah besar dalam kariermu, langsung saja kunjungi platform Dealls untuk mencari lowongan kerja terbaik yang sesuai dengan minat dan kompetensi unikmu. Tetap semangat mempersiapkan diri, dan semoga sukses menembus perusahaan impian kamu ya!

LAMAR LOKER TERBARU HANYA DI DEALLS!

button buat akun & lamar loker sekarang

 

Sumber:

World Health Organization. (2022). WHO guidelines on mental health at work. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240053052

Tips Pengembangan Karir
Bagikan

Lamar ke Lowongan Kerja Terbaru Setiap Harinya