Cara Mengajukan Visa Australia 2026: Syarat, Biaya & Langkahnya

Pelajari cara mengajukan visa Australia online, mulai dari syarat, biaya, jenis visa, hingga langkah pengajuan lengkap terbaru 2026.

Dealls
Ditulis oleh
Dealls May 23, 2026
Dealls App
Lamar Loker Prioritas. Dilirik HR Lebih Cepat.
Peluang kerja eksklusif dari perusahaan top, hanya di Dealls. Mulai karier impianmu hari ini!
Lihat Lowongan Prioritas

Table of Contents

Kalau kamu sedang berencana liburan, studi, atau bahkan mencari peluang kerja ke luar negeri, Australia sering jadi salah satu tujuan yang paling banyak dipilih.

Namun sebelum berangkat, ada satu hal penting yang perlu dipahami terlebih dahulu, yaitu proses pengajuan visa Australia.

Banyak orang masih bingung bagaimana cara mengajukan visa Australia, dokumen apa saja yang dibutuhkan, sampai berapa lama proses persetujuannya.

Padahal, saat ini sebagian besar proses cara mengajukan visa Australia online sudah bisa dilakukan secara digital melalui sistem resmi pemerintah Australia.

Supaya prosesnya lebih jelas dan tidak membingungkan, berikut panduan lengkap yang bisa kamu pahami sebelum mulai mengajukan visa.

Apa Itu Visa Australia?

Visa Australia

Visa Australia adalah izin resmi yang diberikan oleh Pemerintah Australia kepada warga negara asing agar dapat masuk, tinggal sementara, atau melakukan aktivitas tertentu di Australia dalam jangka waktu dan tujuan yang telah ditentukan.

Berbeda dengan visa tempel yang ditempel pada paspor seperti di beberapa negara lain, visa Australia saat ini terhubung secara digital ke nomor paspor pemohon.

Artinya, setelah visa disetujui, kamu tidak akan menerima stiker visa fisik karena data izin masuk tersimpan dalam sistem imigrasi Australia.

Umumnya, setiap visa Australia memiliki aturan yang berbeda, mulai dari tujuan kedatangan, lama tinggal, hak yang dimiliki selama berada di Australia, hingga dokumen yang perlu dipenuhi saat pengajuan.

Misalnya, ada visa untuk liburan, studi, kunjungan keluarga, perjalanan bisnis, sampai visa untuk bekerja.

Karena itu, memahami jenis dan fungsi visa sejak awal menjadi langkah penting sebelum mulai mencari tahu bagaimana cara mengajukan visa Australia atau melakukan cara pengajuan visa Australia online.

Baca Juga: Cara Kerja di Australia: Syarat, Gaji, & Tips sampai Dapat Kerja

Apakah WNI Perlu Visa ke Australia?

Ya, Warga Negara Indonesia (WNI) wajib memiliki visa sebelum berangkat ke Australia.

Australia tidak menyediakan fasilitas bebas visa (visa free) maupun Visa on Arrival (VoA) untuk pemegang paspor Indonesia.

Artinya, visa harus sudah diajukan dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu sebelum kamu melakukan penerbangan ke Australia.

Kabar baiknya, mayoritas proses sekarang sudah dilakukan secara online melalui akun resmi ImmiAccount.

Jadi, untuk sebagian besar kategori visa, kamu tidak perlu datang langsung ke kedutaan hanya untuk mengurus pengajuan.

Karena itu, kalau kamu berencana liburan, kuliah, mengunjungi keluarga, atau mencari tahu cara mengajukan visa kerja di Australia, pastikan proses pengajuan dilakukan jauh sebelum tanggal keberangkatan.

Baca Juga: Cara Daftar WHV Australia Terbaru: Syarat, Biaya, & Tahapannya

Jenis-Jenis Visa Australia

Jenis-Jenis Visa Australia

Sebelum mulai mengajukan visa, kamu perlu menentukan dulu jenis visa yang sesuai dengan tujuan perjalanan.

Hal ini penting karena setiap visa memiliki fungsi, syarat, masa berlaku, biaya, dan proses pengajuan yang berbeda. Dengan memilih kategori yang tepat sejak awal, proses cara mengajukan visa Australia biasanya akan terasa lebih jelas dan terarah.

1. Visitor Visa (Subclass 600)

Visitor Visa digunakan untuk keperluan kunjungan sementara ke Australia, seperti liburan, mengunjungi keluarga, atau perjalanan bisnis singkat.

Dalam kategori ini, terdapat beberapa tujuan kunjungan, termasuk Tourist Stream untuk wisata dan Business Visitor Stream untuk kegiatan bisnis seperti menghadiri pertemuan atau konferensi.

2. Transit Visa (Subclass 771)

Visa ini ditujukan untuk kamu yang hanya singgah sementara di Australia sebelum melanjutkan perjalanan ke negara lain.

Biasanya digunakan untuk transit dalam waktu singkat sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Student Visa (Subclass 500)

Student Visa diperuntukkan bagi kamu yang ingin menempuh pendidikan di Australia.

Visa ini umumnya membutuhkan dokumen tambahan, seperti bukti penerimaan dari institusi pendidikan dan persyaratan kemampuan finansial selama masa studi.

4. Student Guardian Visa (Subclass 590)

Visa ini diberikan kepada orang tua atau wali yang mendampingi pelajar internasional yang masih di bawah umur selama masa pendidikan di Australia.

Jenis visa ini hanya berlaku untuk pendamping dengan ketentuan tertentu.

5. Work and Holiday Visa (Subclass 462)

Visa ini cukup populer di kalangan anak muda Indonesia karena memungkinkan pemegangnya untuk berlibur sekaligus bekerja di Australia dalam periode tertentu.

Kalau kamu sedang mencari tahu cara mengajukan visa WHV Australia, jenis visa inilah yang biasanya menjadi tujuan utama.

6. Temporary Skill Shortage Visa (Subclass 482)

Visa ini ditujukan untuk tenaga kerja asing yang memiliki keahlian tertentu dan mendapatkan sponsor dari perusahaan di Australia.

Banyak pencari kerja mencari informasi cara mengajukan visa kerja di Australia melalui kategori ini karena menjadi salah satu jalur kerja yang cukup umum.

7. Temporary Work (Short Stay Specialist Activity) Visa (Subclass 400)

Visa ini digunakan untuk pekerjaan jangka pendek yang bersifat khusus atau membutuhkan keahlian tertentu.

Biasanya digunakan untuk proyek sementara atau kebutuhan profesional dalam periode terbatas.

8. Employer Nominated Scheme Visa (Subclass 186)

Visa ini termasuk kategori visa permanen yang memungkinkan pekerja terampil tinggal dan bekerja di Australia dalam jangka panjang.

Pengajuan visa ini umumnya membutuhkan nominasi langsung dari pemberi kerja di Australia.

9. Partner Visa (Subclass 820/801)

Visa ini ditujukan bagi pasangan sah atau pasangan de facto dari warga negara Australia atau penduduk tetap Australia.

Melalui visa ini, pemohon dapat tinggal bersama pasangannya di Australia sesuai tahapan izin yang berlaku.

Nah, karena tiap kategori memiliki syarat dan alur yang berbeda, pastikan kamu sudah menentukan tujuan keberangkatan sebelum mulai melakukan pengajuan visa Australia.

Kalau tujuanmu adalah bekerja di Australia, kamu juga bisa mulai menyiapkan pengalaman dan memantau lowongan kerja terbaru melalui platform seperti Dealls sebagai langkah awal membangun karier.

TEMUKAN PELUANG KERJA TERBARU SESUAI MINATMU DI DEALLS!

button buat akun & lamar loker sekarang

Syarat Mengajukan Visa Australia

Melansir dari laman resmi Direktorat Jenderal Imigrasi, setiap pemohon visa Australia wajib memenuhi sejumlah persyaratan administrasi yang sudah ditentukan oleh pihak imigrasi dan Kedutaan Besar Australia di Indonesia.

Berikut beberapa syarat mengajukan visa australia yang perlu kamu ketahui:

1. Formulir Pengajuan Visa

Kamu perlu mengisi formulir resmi yang tersedia di situs Kedutaan Besar Australia di Indonesia.

Isinya harus sesuai dengan data pribadi dan tidak boleh ada perbedaan dengan dokumen pendukung lainnya.

2. KTP dan Kartu Keluarga

Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) diperlukan sebagai dokumen identitas dasar untuk verifikasi data pemohon.

3. Pas Foto

Biasanya diminta 2 lembar pas foto ukuran 4x6 dengan latar belakang putih sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Paspor yang Masih Berlaku

Fotokopi paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan sangat penting untuk proses pengajuan visa.

Bagian yang biasanya diminta meliputi halaman identitas, halaman belakang, halaman stempel, dan visa sebelumnya jika ada.

5. Bukti Keuangan

Kamu perlu melampirkan bukti keuangan seperti rekening tabungan 3 bulan terakhir. Dalam beberapa kasus, laporan kartu kredit dan slip gaji juga bisa diminta sebagai pendukung.

Adapun, umumnya estimasi minimal yang diperlukan ialah setara Rp50–80 juta, bergantung pada lama tinggal.

6. Dokumen Pendukung Perjalanan

Dokumen ini bisa berupa rencana perjalanan (itinerary), bukti pemesanan hotel, atau rencana aktivitas selama di Australia.

7. Surat Keterangan atau Rekomendasi

Beberapa pemohon juga perlu menyertakan surat rekomendasi dari keluarga, teman, atau rekan kerja yang menjelaskan dukungan terhadap perjalanan tersebut.

Selain itu, surat pernyataan kesediaan untuk kembali ke Indonesia setelah masa kunjungan juga sering menjadi bagian dari dokumen pendukung.

Baca Juga: Pengertian Working Holiday Visa (WHV) Australia, Syarat Hingga Cara Membuatnya

Cara Mengajukan Visa Australia

Cara Mengajukan Visa Australia

Setelah kamu memahami jenis dan syaratnya, sekarang saatnya masuk ke proses inti yaitu bagaimana cara mengajukan visa Australia secara lengkap.

Proses ini bisa dilakukan secara online maupun melalui jalur layanan resmi, dan semuanya tetap mengikuti sistem imigrasi Australia yang sudah terintegrasi secara digital.

Agar lebih mudah dipahami, berikut langkah-langkahnya yang bisa kamu ikuti dari awal sampai akhir:

1. Menentukan Jenis Visa yang Sesuai

Langkah pertama dalam cara mengajukan visa Australia online adalah memilih jenis visa sesuai tujuan perjalananmu.

Apakah untuk liburan, studi, kerja, atau sekadar transit, setiap kategori memiliki aturan yang berbeda.

Pemilihan ini penting karena akan memengaruhi dokumen, biaya, dan proses verifikasi yang kamu jalani.

2. Membuat Akun ImmiAccount

Setelah menentukan jenis visa, kamu perlu membuat akun di ImmiAccount melalui situs resmi Departemen Dalam Negeri Australia.

Akun ini akan menjadi pusat seluruh proses pengajuan, mulai dari pengisian formulir sampai pemantauan status visa.

Semua notifikasi juga akan dikirim langsung ke email yang kamu daftarkan.

3. Mengisi Formulir Aplikasi Visa

Pada tahap ini, kamu akan mengisi data diri secara lengkap sesuai paspor.

Informasi seperti nama, tanggal lahir, dan nomor paspor harus benar-benar sama dengan dokumen asli.

Kesalahan kecil di tahap ini bisa memengaruhi proses evaluasi saat pengajuan berlangsung.

4. Mengunggah Dokumen Pendukung

Setelah formulir selesai, kamu perlu mengunggah seluruh dokumen yang diminta dalam format digital seperti PDF atau JPG.

Biasanya meliputi paspor, identitas, bukti keuangan, hingga dokumen pendukung sesuai tujuan perjalanan.

Pastikan file yang diunggah jelas, tidak buram, dan sesuai ketentuan ukuran yang diminta.

5. Melakukan Pembayaran Visa

Setelah dokumen lengkap, kamu akan diarahkan untuk melakukan pembayaran biaya visa.

Pembayaran biasanya dilakukan menggunakan kartu kredit atau debit internasional, tergantung metode yang tersedia di sistem ImmiAccount.

Setelah pembayaran berhasil, aplikasi kamu akan masuk ke proses peninjauan oleh pihak imigrasi.

6. Proses Evaluasi oleh Imigrasi Australia

Di tahap ini, pihak imigrasi akan memeriksa seluruh data dan dokumen yang kamu ajukan.

Mereka akan memastikan apakah kamu memenuhi syarat sesuai jenis visa yang dipilih.

Proses ini bisa memakan waktu berbeda-beda tergantung jenis visa dan kondisi aplikasi.

7. Menunggu Hasil Keputusan Visa

Jika pengajuan disetujui, kamu akan menerima Visa Grant Notice melalui email.

Visa ini berbentuk elektronik dan langsung terhubung dengan paspor kamu, sehingga tidak memerlukan stiker fisik di paspor.

Namun, biasanya disarankan untuk menyimpan salinan digital atau mencetaknya sebagai antisipasi saat perjalanan.

8. Alternatif Pengajuan Melalui AVAC (Opsional)

Selain online, beberapa pemohon juga bisa mengajukan melalui Australia Visa Application Centre (AVAC), terutama jika membutuhkan bantuan tambahan atau pengumpulan dokumen tertentu.

Lokasi AVAC biasanya berada di kota besar seperti Jakarta dan Bali, namun sebagian besar proses tetap bisa dilakukan secara online melalui ImmiAccount.

Setelah semua proses ini selesai, kamu hanya perlu memastikan dokumen perjalanan sudah siap dan menunggu waktu keberangkatan.

Baca Juga: 8 Syarat Kerja di Australia untuk WNI: Visa, Pendidikan, Skill Bahasa

Biaya Mengajukan Visa Australia Terbaru & Estimasi Waktu Proses

Sebelum kamu benar-benar mengajukan visa, penting untuk memahami dulu berapa biaya yang perlu disiapkan dan berapa lama prosesnya akan berlangsung.

Hal ini karena setiap jenis visa Australia memiliki biaya dan waktu pemrosesan yang berbeda, tergantung tujuan perjalanan, dokumen, serta tingkat evaluasi dari pihak imigrasi.

Dengan memahami estimasi ini sejak awal, kamu bisa lebih siap secara finansial dan tidak kaget dengan waktu tunggu saat menjalani proses cara mengajukan visa Australia online.

Biaya Visa Australia Terbaru

Berikut gambaran biaya visa Australia untuk beberapa kategori yang paling umum diajukan:

Jenis Visa

Subclass

Estimasi Biaya (AUD)

Estimasi Rupiah

Visitor Visa

600

190 – 200

± Rp1,8 – 2 juta

Transit Visa

771

Gratis / sangat rendah

± Rp0 – 500 ribu

Student Visa

500

± 710

± Rp7 – 8 juta

Work and Holiday Visa

462

± 635

± Rp6 – 7 juta

Temporary Skill Shortage

482

± 1.455

± Rp14 – 15 juta

Employer Nomination Scheme

186

± 4.640

± Rp45 juta+

Partner Visa

820/801

± 8.850

± Rp85 juta+

 

Biaya di atas bisa berubah mengikuti kebijakan terbaru dari Department of Home Affairs Australia serta nilai tukar mata uang.

Estimasi Waktu Proses Visa Australia

Selain biaya, kamu juga perlu mempertimbangkan waktu pemrosesan visa karena setiap kategori memiliki durasi yang berbeda.

Berikut perkiraan waktu pemrosesan visa berdasarkan jenisnya:

Jenis Visa

Subclass

Estimasi Waktu Proses

Visitor Visa

600

15 – 30 hari kerja

Student Visa

500

1 – 3 bulan

Work and Holiday Visa

462

2 – 6 minggu

Transit Visa

771

Beberapa hari – 2 minggu

Temporary Skill Shortage

482

1 – 4 bulan

Employer Nomination Scheme

186

6 – 12 bulan

Partner Visa

820/801

6 bulan – 12+ bulan

 

Estimasi ini bisa lebih cepat atau lebih lama tergantung kelengkapan dokumen, volume aplikasi, dan hasil verifikasi dari imigrasi Australia.

Baca Juga: 13 Cara Kerja di Luar Negeri beserta Syarat dan Persiapannya

Kesalahan Umum Saat Mengajukan Visa Australia

Saat kamu menjalani proses cara mengajukan visa Australia online, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi dan sebenarnya bisa dihindari sejak awal.

Kesalahan-kesalahan ini cukup penting untuk diperhatikan karena bisa memengaruhi hasil pengajuan, bahkan berpotensi menyebabkan visa ditolak atau prosesnya menjadi lebih lama.

Agar kamu lebih siap, berikut beberapa hal yang perlu dihindari saat mengajukan visa Australia:

1. Data Tidak Sesuai dengan Paspor

Kesalahan paling umum adalah perbedaan data antara formulir dan paspor. Hal ini bisa terjadi pada penulisan nama, tanggal lahir, atau nomor paspor yang tidak teliti.

Padahal, data harus benar-benar sama persis agar tidak menimbulkan masalah saat verifikasi.

2. Dokumen Tidak Lengkap

Banyak pengajuan visa tertunda karena dokumen yang diunggah belum lengkap.

Setiap jenis visa memiliki checklist yang berbeda, sehingga penting untuk mengikuti daftar persyaratan dengan teliti.

3. File Dokumen Buram atau Tidak Jelas

Dokumen yang di-scan terlalu gelap, blur, atau terpotong bisa membuat proses verifikasi terganggu.

Petugas imigrasi membutuhkan dokumen yang mudah dibaca untuk memastikan validitas data.

4. Tidak Menunjukkan Bukti Keuangan yang Cukup

Bukti finansial menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian visa.

Jika saldo atau riwayat keuangan tidak meyakinkan, hal ini bisa memengaruhi keputusan akhir pengajuan.

5. Salah Memilih Jenis Visa

Kesalahan memilih kategori visa sering terjadi pada pemohon pemula. Misalnya, tujuan bekerja tetapi memilih visa wisata, atau sebaliknya.

Hal ini bisa menyebabkan pengajuan tidak sesuai tujuan perjalanan.

6. Mengisi Formulir Terburu-buru

Mengisi formulir tanpa pengecekan ulang sering menyebabkan kesalahan kecil yang berdampak besar.

Padahal, beberapa bagian tidak bisa diedit setelah disubmit, sehingga perlu kehati-hatian sejak awal.

7. Tidak Menyimpan Bukti Pengajuan

Beberapa pemohon lupa menyimpan bukti pembayaran atau nomor aplikasi. Padahal dokumen ini penting untuk melacak status pengajuan visa.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, proses cara mengajukan visa Australia online bisa berjalan lebih lancar dan minim kendala.

Tips Agar Pengajuan Visa Australia Lebih Mudah Disetujui

Dalam proses cara mengajukan visa Australia online, ada beberapa hal sederhana yang bisa meningkatkan peluang pengajuanmu disetujui oleh pihak imigrasi.

Tips ini bukan jaminan pasti, tetapi bisa membantu memperkuat profil dan kelengkapan aplikasi kamu.

  • Pastikan data konsisten di semua dokumen: Semua informasi seperti nama, tanggal lahir, dan nomor paspor harus sama persis di setiap dokumen yang kamu unggah.
  • Lengkapi semua dokumen sejak awal: Jangan menunda atau mengunggah dokumen yang belum lengkap karena bisa memperlambat proses evaluasi.
  • Gunakan dokumen yang jelas dan terbaca: Hasil scan atau foto dokumen harus berkualitas baik agar mudah diverifikasi oleh pihak imigrasi.
  • Tunjukkan bukti keuangan yang stabil: Rekening tabungan dan dokumen finansial perlu menunjukkan kemampuan kamu selama berada di Australia.
  • Pilih jenis visa yang sesuai tujuan perjalanan: Kesalahan memilih visa bisa membuat aplikasi tidak relevan dengan rencana perjalananmu.
  • Jelaskan rencana perjalanan dengan jelas: Itinerary atau tujuan kunjungan yang terstruktur membantu memperkuat alasan pengajuan visa.
  • Ajukan jauh sebelum tanggal keberangkatan: Waktu pengajuan yang lebih awal memberi ruang untuk proses verifikasi dan kemungkinan revisi dokumen.
  • Simpan semua bukti pengajuan dengan rapi: Nomor aplikasi dan bukti pembayaran penting untuk melacak status visa jika diperlukan.

FAQ Seputar Cara Mengajukan Visa Australia

Kamu masih punya beberapa pertanyaan sebelum benar-benar mengajukan visa? Tenang, berikut beberapa pertanyaan dan jawaban yang bisa membantu kamu lebih siap dalam proses pengajuan.

1. Berapa tabungan yang harus dimiliki untuk visa Australia?

Persyaratan tabungan untuk visa Australia berbeda tergantung jenis visa yang kamu ajukan.

  • Visa Turis (Subclass 600): Disarankan memiliki tabungan sekitar Rp50–80 juta untuk kunjungan singkat, dengan estimasi kebutuhan biaya hidup sekitar AUD 1.000–1.500 per bulan selama di Australia.
  • Work and Holiday Visa (Subclass 462): Wajib menunjukkan bukti dana minimal sekitar AUD 5.000 atau kurang lebih Rp50–55 juta sebagai dana awal saat keberangkatan.
  • Student Visa (Subclass 500): Membutuhkan bukti dana sekitar AUD 29.710 per tahun untuk biaya hidup, ditambah biaya kuliah dan tiket pulang-pergi.

Semakin stabil bukti keuangan yang kamu tunjukkan, semakin kuat juga profil kamu dalam proses cara mengajukan visa Australia online.

2. Berapa biaya buat visa ke Australia?

Biaya visa Australia berbeda tergantung jenisnya. Untuk visa wisata (Subclass 600), biayanya sekitar AUD 190–200 atau kurang lebih Rp1,8–2 juta.

Sementara untuk visa kerja, pelajar, atau permanen, biayanya bisa jauh lebih tinggi tergantung kategori dan durasi izin tinggal.

3. Apa syarat membuat visa Australia?

Syarat utama biasanya meliputi paspor yang masih berlaku, formulir pengajuan, dokumen identitas, bukti keuangan, serta dokumen pendukung sesuai tujuan perjalanan.

Setiap jenis visa memiliki persyaratan tambahan yang berbeda, jadi penting untuk menyesuaikan dengan kategori yang kamu pilih saat melakukan cara pengajuan visa Australia online.

4. Wawancara visa Australia pakai bahasa apa?

Sebagian besar proses visa Australia tidak selalu memerlukan wawancara.

Namun jika ada, wawancara biasanya dilakukan dalam bahasa Inggris, karena mengikuti standar imigrasi Australia.

Meski begitu, tingkat kesulitannya biasanya menyesuaikan dengan tujuan dan kelengkapan dokumen yang sudah kamu ajukan.

5. Visa Australia ditolak karena apa?

Penolakan visa bisa terjadi karena beberapa alasan, seperti data tidak konsisten, dokumen tidak lengkap, bukti keuangan tidak mencukupi, atau tujuan perjalanan yang kurang jelas.

Selain itu, kesalahan dalam memilih jenis visa juga bisa menjadi salah satu faktor penolakan.

Karena itu, penting untuk memastikan semua data dan dokumen sudah benar sebelum mengajukan visa.

Siapkan Karier ke Australia dengan Mulai Mencari Pengalaman Kerja lewat Dealls!

Banyak orang yang ingin ke Australia untuk bekerja atau mencari pengalaman internasional, terutama setelah memahami proses cara mengajukan visa Australia online dan berbagai jenis visa yang tersedia.

Namun, sebelum sampai ke tahap tersebut, langkah paling penting yang bisa kamu mulai dari sekarang adalah membangun pengalaman kerja yang relevan terlebih dahulu.

Dengan pengalaman yang tepat, kamu akan lebih siap menghadapi persaingan, baik untuk peluang kerja di dalam negeri maupun ketika nantinya ingin mengejar kesempatan kerja di luar negeri seperti Australia.

Kalau kamu sedang mencari website lowongan kerja terpercaya, kamu bisa mulai eksplor berbagai lowongan kerja terbaru di Dealls. Platform ini membantu kamu menemukan berbagai peluang dari perusahaan ternama.

Di Dealls, kamu bisa mengakses 100.000+ lowongan kerja dari 7.000+ perusahaan ternama, mulai dari startup, perusahaan nasional, hingga perusahaan multinasional.

Dengan banyaknya pilihan ini, kamu jadi lebih mudah menemukan job vacancy yang sesuai dengan minat dan kemampuan kamu.

Selain mencari loker, kamu juga bisa memastikan CV kamu sudah siap bersaing lewat fitur AI CV Reviewer. Fitur ini membantu kamu mengevaluasi dan memperbaiki CV agar lebih sesuai dengan standar rekrutmen perusahaan.

Jadi, kalau kamu ingin mulai membangun karier yang lebih siap menuju peluang global seperti Australia, kamu bisa mulai dari langkah kecil hari ini lewat Dealls.

Yuk, temukan peluang terbaikmu sekarang di Dealls dan mulai perjalanan kariermu dari sini!

button lamar loker lewat dealls.png

Referensi

Mengajukan Visa di Indonesia | Kedutaan Besar Indonesia Australia

Syarat dan Cara Pembuatan Visa Australia yang Wajib Anda Ketahui

Tips Pengembangan Karir
Bagikan

Lamar ke Lowongan Kerja Terbaru Setiap Harinya