Kalau kamu sedang mencari peluang kerja di luar negeri sambil mendapatkan pengalaman hidup yang berbeda, Working Holiday Visa (WHV) bisa jadi salah satu opsi yang menarik untuk dipertimbangkan.
Program ini sering menjadi pilihan banyak pencari kerja muda karena memungkinkan kamu bekerja sekaligus tinggal sementara di Australia.
Namun, prosesnya tidak bisa dilakukan sembarangan, karena ada syarat, kuota, dan tahapan resmi yang harus diikuti.
Karena itu, memahami cara daftar WHV dengan benar menjadi langkah awal yang penting sebelum kamu memutuskan untuk mencoba.
Nah, di artikel ini, kamu akan mempelajari cara daftar WHV secara lengkap, mulai dari syarat, proses pendaftaran, hingga hal-hal penting yang perlu kamu siapkan. Yuk, simak selengkapnya!
Apa Itu WHV?

WHV atau Working Holiday Visa adalah jenis visa yang memungkinkan kamu tinggal sementara di luar negeri, khususnya Australia, sambil bekerja dan berlibur dalam periode tertentu.
Visa ini biasanya ditujukan untuk anak muda berusia sekitar 18 hingga 30 tahun yang ingin mendapatkan pengalaman hidup dan kerja di luar negeri secara legal.
Program ini merupakan bagian dari skema Working Holiday Maker Program yang disediakan oleh pemerintah Australia sebagai bentuk pertukaran budaya dan pengalaman antarnegara.
Melalui program ini, kamu bisa mendapatkan kesempatan untuk tinggal di Australia sambil melakukan pekerjaan sementara untuk mendukung biaya hidup selama berada di sana.
Bagi Warga Negara Indonesia, WHV yang paling umum digunakan adalah Working Holiday Visa Australia (subclass 462) yang memang memiliki kerja sama resmi dengan pemerintah Indonesia.
Baca Juga: Cara Kerja di Australia: Syarat, Gaji, & Tips sampai Dapat Kerja
Jenis-Jenis WHV
Working Holiday Visa (WHV) pada dasarnya terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Subclass 417 dan Subclass 462.
Keduanya sama-sama memberikan kesempatan untuk tinggal sementara di Australia sambil bekerja dan berlibur dalam jangka waktu tertentu, biasanya hingga 12 bulan.
Namun, kedua jenis visa ini memiliki perbedaan dari segi negara asal pemegang visa dan persyaratan yang harus dipenuhi.
Subclass 462 (Work and Holiday Visa)
Kalau kamu dari Indonesia, jenis WHV yang relevan adalah Subclass 462 atau Work and Holiday Visa.
Visa ini memang dirancang untuk negara-negara tertentu yang memiliki kerja sama dengan Australia, termasuk Indonesia.
Untuk bisa mengajukan visa ini, kamu biasanya perlu memenuhi beberapa syarat tambahan, seperti:
- Bukti kemampuan bahasa Inggris (misalnya IELTS atau tes setara)
- Ijazah pendidikan atau status mahasiswa aktif
- Surat Dukungan untuk Working Holiday Visa (SDUWHV) dari Ditjen Imigrasi Indonesia
Karena itu, proses cara daftar visa WHV australia untuk subclass ini cenderung lebih ketat dibanding jenis lainnya.
Subclass 417 (Working Holiday Visa)
Sementara itu, Subclass 417 ditujukan untuk negara-negara tertentu seperti Inggris, Kanada, Jepang, dan beberapa negara Eropa lainnya. Visa ini umumnya memiliki persyaratan yang lebih sederhana dibanding subclass 462.
Beberapa perbedaan utamanya adalah:
- Tidak semua negara diwajibkan melampirkan sertifikat bahasa Inggris
- Tidak selalu membutuhkan bukti pendidikan
- Tidak memerlukan surat rekomendasi seperti SDUWHV
Namun, visa ini tidak berlaku untuk WNI, sehingga lebih bersifat informasi pembanding saja.
Secara sederhana, perbedaan WHV Subclass 417 dan Subclass 462 bisa kamu pahami seperti ini:
Aspek | Subclass 462 | Subclass 417 |
Target negara | Termasuk Indonesia | Negara tertentu (misalnya Inggris, Jepang, Kanada, dll.) |
Ketersediaan untuk WNI | Tersedia | Tidak tersedia |
Syarat bahasa Inggris | Wajib (IELTS / setara) | Tidak selalu wajib |
Syarat pendidikan | Diperlukan (ijazah / mahasiswa aktif) | Tidak wajib |
Surat dukungan | Wajib (SDUWHV) | Tidak diperlukan |
Tujuan utama | Kerja + liburan + pertukaran budaya | Kerja + liburan |
Kalau kamu sedang mempertimbangkan WHV untuk cari pengalaman kerja di luar negeri, kamu juga bisa mulai bangun pengalaman dari sekarang lewat peluang kerja di Indonesia.
Di Dealls, kamu bisa menemukan berbagai lowongan kerja terbaru dari perusahaan ternama, bahkan sudah dipercaya oleh 7.000+ perusahaan dengan 100.000+ lowongan aktif yang bisa kamu akses kapan saja.
YUK, CARI LOKER TERBARU DI DEALLS!

Kapan WHV Australia Dibuka?
Untuk Warga Negara Indonesia, proses pengajuan WHV biasanya dimulai dari Surat Dukungan Work and Holiday Visa (SDUWHV) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia.
Pada umumnya, pendaftaran SDUWHV dibuka dalam gelombang tahunan (batch), dan berdasarkan pola beberapa tahun terakhir, proses ini sering berlangsung sekitar bulan Oktober.
Artinya, kalau kamu ingin mengikuti program ini, kamu perlu rutin memantau informasi resmi karena jadwal pembukaan bisa berubah setiap tahun tergantung kebijakan pemerintah Indonesia dan Australia.
Kuota WHV Australia untuk Indonesia
Kuota Working Holiday Visa (WHV) Australia untuk Indonesia ditetapkan sekitar 5.000 visa per tahun anggaran.
Kuota ini merupakan batas resmi yang diberikan oleh Department of Home Affairs Australia, yaitu lembaga imigrasi pemerintah Australia yang mengatur program Working Holiday Visa.
Namun, sebelum sampai ke tahap visa Australia, kamu juga harus melalui proses Surat Dukungan Work and Holiday Visa (SDUWHV) dari Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia.
Menariknya, jumlah SDUWHV yang diterbitkan biasanya sedikit lebih besar dibanding kuota visa Australia, yaitu sekitar 5.000+ slot.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya peserta yang gagal di tahap verifikasi atau tidak melanjutkan proses pengajuan visa.
Baca Juga: 13 Cara Kerja di Luar Negeri beserta Syarat dan Persiapannya
Syarat Daftar WHV Australia Terbaru

Sebelum masuk ke proses cara daftar visa WHV Australia, kamu perlu memastikan bahwa semua persyaratan dasarnya sudah terpenuhi.
Syarat ini ditetapkan oleh pemerintah Australia melalui Department of Home Affairs Australia serta didukung oleh ketentuan dari Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia untuk proses SDUWHV.
Syarat Utama WHV Australia
Berikut syarat utama yang ditetapkan oleh pemerintah Australia sebagai dasar kelayakan pengajuan WHV:
- Usia: Kamu harus berusia 18 hingga 30 tahun saat mengajukan visa WHV.
- Paspor: Paspor harus masih berlaku minimal 12 bulan dan dalam kondisi baik, tidak rusak atau penuh.
- Pendidikan: Kamu minimal merupakan lulusan diploma/sarjana, atau masih berstatus mahasiswa aktif sesuai ketentuan.
- Kemampuan bahasa Inggris: Kamu perlu menunjukkan kemampuan bahasa Inggris melalui salah satu tes, seperti IELTS (± 4.5), TOEFL iBT, PTE Academic, atau Cambridge English.
- Bukti dana: Kamu harus memiliki dana sebesar AUD 5.000 atau sekitar Rp63 juta untuk biaya hidup awal selama di Australia.
- Kesehatan dan karakter: Kamu bisa diminta menjalani medical check-up dan, dalam beberapa kasus, melampirkan SKCK sebagai bukti catatan kepolisian.
- Ketentuan tambahan: Kamu tidak diperbolehkan membawa anak tanggungan selama mengikuti program WHV.
Dokumen untuk SDUWHV (Indonesia)
Selain syarat utama, kamu juga perlu mengurus Surat Dukungan Work and Holiday Visa (SDUWHV) terlebih dahulu ke Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia dengan beberapa syarat berikut:
- Pas foto: Pas foto terbaru dengan latar belakang putih.
- Paspor: Paspor aktif dengan masa berlaku minimal 12 bulan.
- Identitas diri: E-KTP atau surat keterangan domisili jika belum memiliki KTP.
- Bukti pendidikan: Bisa berupa ijazah, KHS, KTM, atau kombinasi sesuai status pendidikan kamu.
- Sertifikat bahasa Inggris: Sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku sesuai ketentuan pengajuan visa.
- Bukti dana: Bukti kepemilikan dana minimal sebesar AUD 5.000 atau sekitar Rp63 juta. Jika rekening atas nama orang tua/wali, perlu tambahan dokumen pendukung seperti KTP, KK, dan surat pernyataan bermaterai.
- Surat pernyataan: Surat pernyataan bahwa semua data dan dokumen yang kamu berikan benar dan sah, biasanya dibubuhi materai Rp10.000.
Baca Juga: Apa Itu Ausbildung? Program Belajar dan Kerja Gratis di Jerman
Cara Daftar WHV Indonesia
Dikutip dari Direktorat Jenderal Imigrasi, proses cara daftar WHV Indonesia tidak bisa langsung dilakukan ke pemerintah Australia, karena kamu harus melalui dua tahap utama terlebih dahulu.
Secara umum, alurnya dimulai dari pengajuan SDUWHV terlebih dahulu sebelum kamu bisa melanjutkan ke tahap pengajuan Working Holiday Visa Australia for Indonesian (subclass 462).
Tahap 1: Pengajuan SDUWHV (Direktorat Jenderal Imigrasi)
Pada tahap pertama, kamu perlu mendapatkan Surat Dukungan Work and Holiday Visa (SDUWHV) sebagai syarat wajib sebelum mengajukan visa ke Australia.
Proses ini dilakukan secara online melalui laman resmi Direktorat Jenderal Imigrasi pada periode pendaftaran yang telah ditentukan.
1. Registrasi akun
Kamu perlu membuat akun terlebih dahulu di situs SDUWHV (https://sduwhv.imigrasi.go.id/) sebelum periode pendaftaran dibuka.
2. Pengisian formulir dan unggah dokumen
Saat pendaftaran dibuka, kamu harus mengisi formulir dan mengunggah dokumen berikut:
- Pas foto latar belakang putih
- Paspor aktif minimal 12 bulan
- E-KTP atau surat keterangan domisili
- Bukti pendidikan (ijazah, KHS, atau KTM)
- Sertifikat bahasa Inggris
- Bukti dana minimal AUD 5.000 atau sekitar Rp63 juta
- Surat pernyataan bermaterai
3. Verifikasi data
Setelah pengajuan, seluruh dokumen akan diverifikasi oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.
4. Penerbitan SDUWHV
Jika pengajuan disetujui, kamu dapat mengunduh SDUWHV yang akan digunakan untuk tahap berikutnya.
Tahap 2: Pengajuan Visa WHV ke Australia
Setelah mendapatkan SDUWHV, kamu dapat melanjutkan ke tahap pengajuan visa ke Pemerintah Australia melalui WHV website atau sistem online ImmiAccount.
1. Pembuatan akun ImmiAccount
Kamu perlu membuat akun di situs resmi imigrasi Australia.
2. Pengisian formulir visa
Lengkapi formulir Work and Holiday Visa (subclass 462) secara online.
3. Unggah dokumen pendukung
Dokumen yang biasanya diperlukan meliputi:
- SDUWHV
- Paspor
- Sertifikat bahasa Inggris
- Bukti dana
- Dokumen pendukung lain sesuai permintaan
3. Pembayaran biaya visa
Pembayaran dilakukan secara online sesuai ketentuan pemerintah Australia.
4. Pemeriksaan kesehatan
Dalam beberapa kasus, kamu akan diminta melakukan medical check-up di klinik yang ditunjuk.
5. Menunggu hasil visa
Setelah seluruh proses selesai, kamu tinggal menunggu keputusan dari pihak imigrasi Australia.
Baca Juga: Cara Kerja di Amerika: Syarat, Peluang, dan Gajinya
Biaya Mengajukan WHV Australia
Proses pengajuan WHV Australia tidak hanya mencakup biaya visa saja, tetapi juga beberapa biaya lain seperti tes bahasa Inggris, pemeriksaan kesehatan, hingga dana hidup awal yang wajib dimiliki sebelum berangkat.
Secara umum, total biaya yang perlu kamu siapkan bisa bervariasi tergantung kondisi masing-masing, namun kamu perlu memahami gambaran komponen biayanya terlebih dahulu.
1. Biaya Aplikasi Visa
Biaya utama yang wajib kamu bayarkan adalah biaya visa Working Holiday Visa (subclass 462) sebesar AUD 670 atau sekitar Rp7.0–Rp7.2 juta (tergantung kurs).
Biaya ini dibayarkan langsung saat kamu mengajukan visa melalui sistem ImmiAccount pemerintah Australia.
2. Biaya Tes dan Dokumen Pendukung
Selain biaya visa, kamu juga perlu menyiapkan biaya untuk persyaratan tambahan, seperti:
- Tes bahasa Inggris (IELTS / TOEFL / PTE): sekitar Rp3.000.000 – Rp3.500.000
- Pemeriksaan kesehatan (medical check-up): sekitar Rp1.500.000 – Rp2.500.000
- Biometrik (jika diminta): sekitar Rp300.000 – Rp400.000
Biaya ini bisa berbeda tergantung kota dan penyedia layanan yang kamu gunakan.
3. Biaya Keberangkatan
Sebelum berangkat ke Australia, kamu juga perlu mempersiapkan biaya awal seperti:
- Tiket pesawat Indonesia–Australia (one way): sekitar Rp4.000.000 – Rp8.000.000
- Asuransi kesehatan internasional: sekitar Rp4.500.000 – Rp7.000.000 per tahun
Asuransi ini penting karena menjadi salah satu perlindungan wajib selama kamu tinggal di Australia.
4. Bukti Dana Wajib (Saldo Tabungan)
Selain biaya pengeluaran, kamu wajib memiliki bukti dana minimal AUD 5.000 atau sekitar Rp52.000.000 – Rp55.000.000 di rekening bank.
Dana ini bukan biaya yang dibayarkan, tetapi syarat untuk membuktikan kamu mampu membiayai kebutuhan hidup awal di Australia.
5. Gambaran Total Biaya WHV
Jika semua komponen dijumlahkan, total biaya yang perlu kamu siapkan secara realistis berada di kisaran Rp60.000.000 – Rp110.000.000
Rentang ini tergantung:
- kurs rupiah terhadap dolar Australia
- pilihan layanan (tes, asuransi, agen atau mandiri)
- gaya hidup dan kebutuhan awal di Australia
Baca Juga: Berapa Biaya Hidup di Australia? Begini Perhitungannya!
Tips Agar Peluang Lolos WHV Lebih Besar

Proses pengajuan Working Holiday Visa (WHV) cukup kompetitif karena ada kuota dan seleksi dokumen yang harus dipenuhi dengan benar. Karena itu, kamu perlu menyiapkan semuanya dengan lebih teliti agar peluang lolos semakin besar.
Berikut beberapa hal penting yang bisa kamu perhatikan sebelum mengajukan WHV:
1. Siapkan Dokumen Sejak Jauh Hari
Kamu sebaiknya menyiapkan semua dokumen sebelum periode pendaftaran dibuka agar tidak terburu-buru saat proses pengajuan berlangsung.
Persiapan yang lebih awal membantu kamu menghindari kesalahan kecil yang bisa membuat dokumen ditolak.
2. Pastikan Kemampuan Bahasa Inggris Memenuhi Standar
Sertifikat bahasa Inggris seperti IELTS, TOEFL iBT, atau PTE menjadi salah satu syarat penting dalam WHV Australia.
Kamu perlu memastikan skor sudah sesuai ketentuan agar tidak perlu mengulang tes di tengah proses pendaftaran.
3. Jaga Bukti Dana Tetap Stabil
Bukti dana minimal sekitar AUD 5.000 harus berada di rekening dalam kondisi yang stabil saat pengajuan.
Kamu sebaiknya tidak melakukan transaksi besar yang bisa menurunkan saldo secara tiba-tiba sebelum proses verifikasi.
4. Lengkapi Semua Dokumen Tanpa Ada yang Terlewat
Kesalahan kecil seperti dokumen tidak lengkap atau format tidak sesuai bisa membuat pengajuan tertunda atau ditolak.
Kamu perlu memastikan semua berkas sudah sesuai ketentuan sebelum diunggah.
5. Daftar di Waktu Awal Pembukaan
Karena WHV menggunakan sistem kuota, pendaftaran biasanya akan ditutup ketika kuota sudah penuh.
Kamu sebaiknya melakukan pengajuan lebih awal saat periode dibuka agar peluang mendapatkan slot lebih besar.
6. Pastikan Data yang Diisi Sesuai dan Konsisten
Semua data yang kamu isi harus sesuai dengan dokumen resmi seperti paspor dan identitas diri.
Perbedaan kecil dalam data bisa menyebabkan proses verifikasi menjadi lebih lama atau bermasalah.
Baca Juga: UMR Australia 2026: Gaji, Biaya Hidup, & Peluang Kerja
Peluang Kerja yang Bisa Diambil Saat WHV
Salah satu alasan utama banyak orang mengikuti Working Holiday Visa (WHV) adalah kesempatan untuk bekerja sambil tinggal di Australia.
Jenis pekerjaan yang tersedia cukup beragam, umumnya bersifat kasual atau musiman sehingga lebih mudah diakses tanpa pengalaman kerja yang terlalu spesifik.
Berikut beberapa sektor pekerjaan yang paling umum diambil oleh pemegang WHV di Australia:
1. Sektor Hospitality dan Pariwisata
Sektor ini merupakan yang paling banyak menyerap tenaga kerja WHV, terutama di kota besar dan area wisata.
Pekerjaan yang tersedia biasanya tidak membutuhkan sertifikasi khusus, sehingga lebih mudah dimasuki oleh pemula.
Beberapa posisi yang umum adalah:
- barista
- waiter atau waitress
- kitchen hand
- housekeeping hotel
- bartender
Pekerjaan ini biasanya memiliki jam kerja fleksibel, namun kamu juga perlu siap bekerja di akhir pekan atau jam sibuk.
2. Sektor Pertanian dan Peternakan
Pekerjaan di sektor ini sangat identik dengan WHV karena sering menjadi syarat untuk perpanjangan visa tahun kedua.
Kamu bisa bekerja di area regional Australia dengan tugas yang bersifat fisik dan mengikuti musim panen.
Contoh pekerjaan yang umum:
- fruit picking atau memetik buah
- packing hasil panen
- pekerjaan di peternakan sapi atau domba
- perawatan tanaman
Kelebihan utama sektor ini adalah biaya hidup yang lebih rendah karena beberapa tempat menyediakan akomodasi.
3. Sektor Konstruksi dan Pekerjaan Lapangan
Sektor ini banyak dipilih karena menawarkan upah per jam yang relatif lebih tinggi dibanding beberapa pekerjaan lainnya.
Namun, beberapa posisi memerlukan sertifikasi keselamatan kerja seperti White Card sebelum mulai bekerja.
Contoh pekerjaan:
- construction labourer
- trade assistant
- helper di proyek bangunan
Pekerjaan ini cenderung lebih fisik dan membutuhkan stamina yang baik.
4. Sektor Perhotelan Regional
Di daerah regional atau pedalaman, kamu bisa menemukan pekerjaan yang lebih fleksibel dengan fasilitas tambahan dari tempat kerja.
Beberapa pekerjaan bahkan menyediakan makan dan tempat tinggal sehingga pengeluaran harian bisa lebih hemat.
Contohnya:
- staf pub atau bar lokal
- pekerja resor
- pekerja di farm stay atau outback station
5. Pekerjaan Administrasi dan Kasual Profesional
Jika kamu memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik atau pengalaman kerja sebelumnya, kamu juga bisa mencoba pekerjaan di sektor kantor atau layanan profesional.
Walaupun lebih kompetitif, peluang ini tetap terbuka bagi pemegang WHV.
Contoh posisi:
- admin staff
- data entry
- receptionist
- marketing assistant
Baca Juga: 8 Syarat Kerja di Australia untuk WNI: Visa, Pendidikan, Skill Bahasa
Gaji dan Biaya Hidup di Australia
Secara umum, Australia memiliki standar gaji yang tinggi, namun biaya hidupnya juga cukup besar terutama di kota-kota besar seperti Sydney, Melbourne, dan Brisbane.
Gaji Minimum di Australia
Rata-rata upah minimum nasional di Australia berada di kisaran AUD 24,10 per jam atau sekitar Rp250.000 per jam (tergantung kurs).
Jika dihitung secara penuh waktu, penghasilan bisa mencapai sekitar AUD 915,90 per minggu atau sekitar Rp9,5 juta per minggu.
Dengan standar ini, banyak pekerja WHV masih memiliki peluang untuk menabung, selama mampu mengatur jam kerja dan pengeluaran.
Rincian Biaya Hidup di Australia
Biaya hidup di Australia sangat bergantung pada kota dan gaya hidup. Berikut gambaran pengeluaran rata-rata per bulan:
Komponen | Estimasi Biaya (AUD) | Estimasi Biaya (Rupiah) | Keterangan |
Sewa tempat tinggal (pinggiran kota) | 800 – 1.500 | Rp8,4 juta – Rp15,7 juta | Lebih hemat, biasanya shared house |
Sewa tempat tinggal (pusat kota) | 2.000 – 3.700 | Rp21 juta – Rp39 juta | Lokasi strategis, lebih mahal |
Bahan makanan | 300 – 600 | Rp3,1 juta – Rp6,3 juta | Belanja supermarket / masak sendiri |
Makan di luar | 20 – 30 per porsi | Rp210 ribu – Rp315 ribu | Harga per sekali makan |
Transportasi umum | 135 – 217 | Rp1,4 juta – Rp2,3 juta | Tergantung kota dan mobilitas |
Utilitas (listrik, air, gas) | 150 – 250 | Rp1,6 juta – Rp2,6 juta | Bisa termasuk dalam sewa |
Internet & pulsa | 70 – 110 | Rp730 ribu – Rp1,1 juta | Tergantung provider |
Hiburan & lifestyle | ±375 | Rp3,9 juta | Nongkrong, streaming, dll |
Total estimasi biaya hidup per bulan
- Estimasi minimum: ± AUD 1.525 (≈ Rp16 juta)
- Estimasi maksimum: ± AUD 5.030 (≈ Rp53 juta)
Dengan memahami gambaran ini sejak awal, kamu bisa lebih siap sebelum melanjutkan proses cara daftar WHV Indonesia dan merencanakan keberangkatan dengan lebih realistis.
FAQ Seputar Cara Daftar WHV
Masih punya beberapa pertanyaan yang sering muncul sebelum benar-benar mengajukan visa? Berikut beberapa pertanyaan yang paling umum terkait cara daftar WHV Indonesia beserta jawabannya:
1. Berapa biaya mengurus visa WHV?
Biaya utama pengajuan Working Holiday Visa (subclass 462) adalah sekitar AUD 670 atau setara Rp7,0 – Rp7,2 juta (tergantung kurs).
Namun, jika dihitung secara keseluruhan termasuk tes bahasa Inggris, medical check-up, asuransi, dan biaya keberangkatan, totalnya bisa mencapai sekitar Rp60 juta – Rp110 juta.
2. Berapa minimal IELTS untuk WHV?
Umumnya, kemampuan bahasa Inggris untuk WHV Australia berada di level “functional English”.
Untuk IELTS, skor yang biasanya diminta adalah sekitar minimal 4.5 (rata-rata dari beberapa komponen tes), atau setara dengan TOEFL iBT, PTE Academic, maupun Cambridge English sesuai ketentuan.
3. Berapa saldo minimal WHV Australia?
Kamu wajib memiliki bukti dana minimal sekitar AUD 5.000 atau setara Rp52 juta – Rp55 juta di rekening bank.
Dana ini bukan biaya yang dibayarkan, tetapi sebagai bukti bahwa kamu memiliki cukup biaya untuk hidup di awal masa tinggal di Australia.
4. Apa yang membuat visa WHV ditolak?
Beberapa alasan umum penolakan WHV biasanya karena dokumen tidak lengkap, data tidak sesuai dengan identitas resmi, bukti dana tidak mencukupi, atau tidak memenuhi persyaratan bahasa Inggris.
Selain itu, keterlambatan atau kesalahan saat pengajuan SDUWHV juga bisa mempengaruhi hasil akhir.
5. Apakah setelah WHV bisa tinggal lebih lama di Australia?
Bisa, tetapi tidak otomatis. Kamu bisa memperpanjang WHV menjadi tahun kedua atau ketiga jika memenuhi syarat tertentu, seperti bekerja di sektor regional atau pekerjaan yang ditentukan pemerintah Australia dalam jangka waktu tertentu.
Ingin Bangun Karier Lebih Cepat Tanpa Harus Tunggu WHV? Lamar Lewat Dealls Sekarang!
Program Working Holiday Visa (WHV) memang bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan pengalaman kerja di luar negeri. Namun, prosesnya cukup panjang, memiliki kuota terbatas, dan membutuhkan persiapan dokumen yang tidak sedikit.
Kalau kamu ingin mulai membangun karier lebih cepat tanpa harus menunggu proses WHV, kamu tetap bisa menemukan banyak peluang kerja berkualitas di dalam negeri.
Saat ini, mencari kerja tidak lagi sulit karena sudah ada platform lowongan kerja terpercaya yang menghubungkan kamu langsung dengan perusahaan ternama di Indonesia, salah satunya adalah Dealls.
Di Dealls, kamu bisa menemukan 100.000+ lowongan kerja terbaru dari 7.000+ perusahaan ternama, mulai dari startup, perusahaan nasional, hingga perusahaan multinasional.
Ini membuat kamu punya lebih banyak pilihan untuk memulai karier sesuai minat dan keahlian tanpa harus menunggu kesempatan ke luar negeri.
Selain itu, kalau kamu masih ingin memastikan CV kamu sudah siap bersaing di proses rekrutmen, kamu juga bisa menggunakan fitur AI CV Reviewer untuk mengevaluasi CV secara otomatis dan mengetahui bagian mana yang perlu ditingkatkan.
Yuk, mulai langkah kariermu lewat Dealls sekarang dan temukan peluang terbaik tanpa harus menunggu WHV, karena kesempatan kerja yang bagus bisa kamu mulai dari dalam negeri terlebih dahulu!

Referensi
Working Holiday Maker (WHM) programStatus
Surat Dukungan Untuk Work and Holiday Visa Australia | Direktorat Jenderal Imigrasi
