Pernahkah kamu mendengar tentang tes buta warna? Tes ini sering kali menjadi salah satu tahapan yang harus dilewati dalam proses seleksi pekerjaan, terutama untuk posisi yang membutuhkan kepekaan warna tinggi.
Nah, jika kamu sedang mempersiapkan diri untuk tes buta warna, artikel ini akan memberikan panduan lengkap mengenai cara lolos tes buta warna dengan baik.
Di sini, kamu akan mempelajari tentang apa itu tes buta warna, jenis-jenisnya, serta cara agar kamu dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk tes tersebut.
Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Apa Itu Tes Buta Warna?

Tes buta warna adalah tes yang digunakan untuk mengidentifikasi sejauh mana kemampuan seseorang dalam membedakan warna tertentu.
Tes ini umumnya digunakan dalam proses rekrutmen kerja, terutama untuk bidang yang membutuhkan ketelitian visual seperti desain, kesehatan, teknik, atau transportasi.
Salah satu metode paling umum adalah tes buta warna Ishihara, yang menggunakan pola titik berwarna membentuk angka tertentu.
Menurut penelitian dari National Eye Institute, tes ini efektif untuk mendeteksi gangguan penglihatan warna, terutama merah dan hijau.
Secara umum, ada dua jenis buta warna yang umum terjadi, yaitu buta warna parsial dan buta warna total:
- Buta warna parsial lebih sering terjadi dan memungkinkan seseorang untuk mengenali beberapa warna, meski dengan kesulitan.
- Buta warna total menyebabkan seseorang tidak dapat melihat warna sama sekali.
Baca Juga: 7 Jenis Tes Psikotes Gambar & Contoh Soal: Wartegg, BAUM, dll
Jenis Tes Buta Warna
Sebelum membahas cara lolos tes buta warna, kamu perlu tahu dulu jenis tes yang biasanya digunakan saat seleksi kerja.
Dengan memahami jenisnya, kamu bisa menentukan strategi latihan yang tepat, termasuk mencoba tes buta warna online atau latihan dari buku tes buta warna. Berikut penjelasannya:
1. Tes Ishihara
Tes Ishihara adalah metode paling umum yang digunakan dalam proses rekrutmen kerja. Kamu akan diminta membaca angka yang tersembunyi dalam lingkaran titik berwarna.
- Biasanya digunakan untuk mendeteksi gangguan merah-hijau
- Sering muncul dalam format tes buta warna angka 1-100
- Termasuk yang sering dianggap sebagai tes buta warna tersulit
Tes ini sangat populer karena praktis dan cepat. Kamu juga bisa menemukan banyak contoh tes buta warna atau versi tes buta warna dan jawabannya PDF untuk latihan mandiri.
2. Tes Farnsworth-Munsell
Tes ini menguji kemampuan kamu dalam membedakan gradasi warna dengan cara menyusun warna secara berurutan.
- Mengukur sensitivitas terhadap perubahan warna
- Digunakan untuk evaluasi yang lebih detail dibanding Ishihara
- Cocok untuk mendeteksi kondisi seperti tes buta warna parsial
Jenis ini sering digunakan untuk posisi kerja yang membutuhkan ketelitian warna tinggi, seperti desain atau industri manufaktur.
3. Tes Anomaloscope
Tes ini menggunakan alat khusus untuk mengukur kemampuan membedakan warna secara lebih presisi.
- Fokus pada perbedaan warna merah dan hijau
- Hasilnya lebih akurat dibanding tes visual biasa
- Umumnya dilakukan di fasilitas medis atau klinik mata
Tes ini sering digunakan untuk memastikan diagnosis, terutama jika hasil dari tes lain masih meragukan.
4. Tes Cambridge (Computer-Based Test)
Tes ini berbasis komputer dan memiliki konsep mirip dengan Ishihara, tetapi dengan tampilan digital yang lebih modern.
- Bisa mendeteksi gangguan merah-hijau dan biru-kuning
- Banyak digunakan dalam penelitian dan pemeriksaan lanjutan
- Mirip dengan tes buta warna parsial online yang bisa kamu temukan di internet
Tes ini menjadi alternatif yang lebih fleksibel karena dapat dilakukan secara digital.
5. Tes Farnsworth Lantern
Tes ini menggunakan cahaya seperti lentera untuk menguji kemampuan membedakan warna.
- Sering digunakan dalam seleksi profesi tertentu (misalnya transportasi)
- Efektif untuk membedakan buta warna parsial vs total
- Menguji respons terhadap warna dalam kondisi cahaya tertentu
Tes ini biasanya muncul dalam seleksi kerja yang berkaitan dengan keselamatan.
6. Tes HRR (Hardy-Rand-Rittler)
Tes HRR (Hardy-Rand-Rittler) dirancang untuk mendeteksi berbagai jenis buta warna secara lebih lengkap.
- Bisa mendeteksi gangguan biru-kuning selain merah-hijau
- Cocok untuk pemeriksaan lanjutan atau anak-anak
- Memberikan hasil yang lebih detail dibanding Ishihara
Tes HRR sering digunakan sebagai pelengkap untuk memastikan diagnosis yang lebih akurat.
Baca Juga: Contoh Tes Kraepelin serta Penilaian, Interpretasi, & Cara Mengerjakannya
Cara Lolos Tes Buta Warna

Meski secara genetik buta warna tidak dapat disembuhkan, ada langkah-langkah yang bisa membantu kamu meminimalkan kesalahan saat menghadapi tes warna. Berikut beberapa tips praktis:
1. Latihan dengan Tes Buta Warna Online
Membiasakan diri dengan tes buta warna online atau tes buta warna parsial online bisa membantu kamu mengenali pola soal sejak awal.
Kamu juga bisa mencoba versi tes buta warna dan jawabannya sebagai bahan latihan mandiri sebelum menghadapi tes sebenarnya.
2. Pahami Pola Tes Ishihara
Sebagian besar perusahaan menggunakan tes buta warna Ishihara, jadi penting untuk memahami cara kerjanya.
Biasanya soal berupa angka tersembunyi seperti pada tes buta warna angka 1-100, sehingga kamu perlu terbiasa membaca pola titik warna.
3. Fokus dan Jangan Terburu-buru
Saat tes berlangsung, usahakan tetap tenang dan tidak terburu-buru dalam menjawab. Kesalahan sering terjadi karena kurang fokus, bukan karena tidak bisa melihat warna.
4. Perhatikan Pencahayaan
Kondisi pencahayaan sangat memengaruhi hasil tes, terutama dalam membedakan warna yang mirip.
Pastikan kamu berada di ruangan dengan cahaya yang cukup agar warna terlihat lebih jelas.
5. Gunakan Trik Melihat Pola
Beberapa orang menggunakan trik melihat angka tes buta warna, seperti sedikit menyipitkan mata atau mengubah fokus pandangan. Cara ini bisa membantu pola angka terlihat lebih kontras.
6. Istirahatkan Mata Sebelum Tes
Hindari kelelahan mata sebelum tes karena bisa memengaruhi persepsi warna. Istirahat yang cukup membantu kamu lebih fokus saat membaca pola warna.
7. Kenali Batas Kemampuan Diri
Jika kamu memiliki tes buta warna parsial, penting untuk mengetahui batas kemampuan dalam membedakan warna.
Ini juga membantu kamu memahami perbedaan buta warna parsial vs total.
8. Konsultasi ke Profesional
Jika ragu dengan kondisi mata, kamu bisa melakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter.
Langkah ini juga bisa menjadi bagian dari cara mengatasi buta warna saat tes secara lebih tepat.
9. Kenali Pola Soal yang Sering Muncul
Beberapa soal memiliki pola yang berulang, terutama pada kategori tes buta warna tersulit. Dengan sering berlatih, kamu bisa lebih cepat mengenali pola tersebut tanpa harus menebak.
Baca Juga: 52 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Saat Interview & Cara Menjawabnya
Contoh Tes Buta Warna
Agar kamu lebih siap, berikut beberapa contoh yang sering muncul dalam tes buta warna:
Gambar 1: Identifikasi Bentuk

Pada gambar ini, kamu diminta menemukan beberapa bentuk seperti lingkaran, bintang, dan persegi dalam satu kartu demonstrasi.
Tes ini bertujuan mengukur kemampuan dasar dalam mengenali pola warna yang berbeda. Pada kondisi normal, semua bentuk tersebut seharusnya terlihat jelas.
Gambar 2: Membedakan Warna dan Bentuk

Kamu akan diminta mengidentifikasi warna dan bentuk tertentu dalam gambar, seperti kotak berwarna kuning dan lingkaran berwarna hijau.
Soal seperti ini menguji ketelitian dalam membedakan warna yang kontras maupun yang mirip.
Gambar 3: Mengenali Objek Tersembunyi

Pada gambar ini, kamu diminta menebak objek yang terbentuk dari kumpulan warna.
Jawaban yang benar adalah perahu berwarna cokelat, yang menunjukkan kemampuan mengenali bentuk dari kombinasi warna.
Gambar 4: Membaca Angka dalam Pola

Kamu diminta menyebutkan angka yang terlihat pada pola titik berwarna.
Jawaban yang benar adalah angka 16, yang merupakan contoh umum dalam tes buta warna Ishihara.
Gambar 5: Identifikasi Angka Sederhana

Soal ini menampilkan pola warna dengan angka yang relatif jelas.
Jawaban yang terlihat adalah angka 2, biasanya digunakan sebagai tahap awal dalam tes.
Gambar 6: Identifikasi Angka Menengah

Pada gambar ini, kamu diminta melihat angka yang sedikit lebih kompleks dibanding sebelumnya.
Jawaban yang benar adalah angka 42, yang membutuhkan fokus lebih untuk dikenali.
Gambar 7: Identifikasi Angka Tunggal

Kamu akan melihat pola dengan angka sederhana yang tersembunyi dalam titik warna.
Jawaban yang muncul adalah angka 7, sering digunakan untuk menguji ketajaman awal penglihatan warna.
Gambar 8: Identifikasi Angka Kompleks

Soal ini menampilkan angka yang lebih sulit dikenali karena kombinasi warna yang lebih mirip.
Jawaban yang benar adalah angka 57, termasuk dalam kategori tes buta warna tersulit bagi sebagian orang.
Gambar 9: Identifikasi Angka dengan Kontras Rendah

Pada gambar ini, angka disamarkan dengan warna yang hampir serupa dengan latar belakangnya.
Jawaban yang tepat adalah angka 6, yang menguji kemampuan membedakan warna dengan kontras rendah.
Gambar 10: Menentukan Warna Huruf

Pada soal ini, kamu diminta menebak warna dari huruf yang ditampilkan dalam gambar.
Jawaban yang benar meliputi beberapa warna seperti hijau, oranye, merah, ungu, cokelat, hingga merah muda, sehingga menguji kemampuan mengenali berbagai spektrum warna.
Baca Juga: 35 Contoh Soal Psikotes Indomaret & Jawabannya
Solusi Jika Tidak Lolos Tes Buta Warna
Tidak lolos tes buta warna memang bisa terasa menghambat, terutama jika kamu sedang mengejar pekerjaan tertentu. Namun, kondisi ini bukan akhir dari peluang kariermu, karena masih banyak opsi yang bisa kamu pertimbangkan ke depannya.
1. Lakukan Pemeriksaan Ulang Secara Profesional
Hasil dari tes buta warna online belum tentu akurat, sehingga penting untuk melakukan tes ulang di klinik atau rumah sakit.
Pemeriksaan profesional dapat memastikan apakah kamu mengalami buta warna parsial atau total.
2. Pahami Jenis Buta Warna yang Dialami
Mengetahui apakah kamu mengalami buta warna parsial vs total akan membantu menentukan langkah selanjutnya. Ini juga berkaitan dengan jenis pekerjaan yang masih bisa kamu jalani.
3. Pilih Karier yang Tidak Bergantung pada Warna
Beberapa bidang kerja tidak terlalu membutuhkan kemampuan membedakan warna secara detail.
Sebaliknya, kamu perlu menghindari pekerjaan yang tidak menerima buta warna seperti pilot atau teknisi tertentu.
4. Fokus pada Skill dan Kelebihan Lain
Kegagalan di satu tes tidak menentukan keseluruhan kemampuanmu dalam bekerja. Kamu tetap bisa unggul dengan keterampilan lain yang relevan dengan posisi yang dilamar.
5. Gunakan Alat Bantu Visual
Dalam beberapa kasus, alat bantu seperti kacamata khusus dapat membantu meningkatkan persepsi warna. Meskipun tidak menyembuhkan, alat ini bisa membantu aktivitas sehari-hari.
6. Konsultasi dengan Dokter Mata
Jika kamu merasa kesulitan, konsultasi dengan dokter bisa memberikan solusi yang lebih tepat.
Ini juga menjadi bagian dari upaya cara mengatasi buta warna saat tes secara medis.
7. Pertimbangkan Posisi Alternatif
Jika posisi yang kamu incar mensyaratkan tes ini, kamu bisa mencari alternatif posisi lain di perusahaan yang sama.
Banyak perusahaan memiliki pilihan lowongan kerja terbaru yang tidak mensyaratkan tes buta warna.
8. Tingkatkan Persiapan untuk Tes Ulang
Jika diberi kesempatan tes ulang, manfaatkan waktu untuk latihan dari berbagai contoh tes buta warna.
Kamu juga bisa menggunakan materi seperti tes buta warna dan jawabannya untuk meningkatkan kesiapan.
9. Gunakan Platform Pencarian Kerja yang Tepat
Mencari kerja melalui website lowongan kerja terpercaya akan membantumu menemukan posisi yang sesuai dengan kondisi kamu.
Dengan begitu, kamu juga bisa lebih mudah menemukan info loker terdekat yang relevan.
Baca Juga: 5 Contoh Perkenalan Diri saat Interview & Caranya agar Memikat HR
FAQ Seputar Tes Buta Warna
Bagian ini akan menjawab beberapa pertanyaan umum yang sering muncul terkait tes buta warna, terutama dalam konteks melamar kerja.
1. Apakah buta warna bisa disembuhkan?
Sebagian besar kasus buta warna bersifat genetik, sehingga belum bisa disembuhkan sepenuhnya hingga saat ini.
Namun, penggunaan alat bantu seperti kacamata khusus dapat membantu meningkatkan kemampuan dalam membedakan warna dalam aktivitas sehari-hari.
2. Pekerjaan yang tidak menerima buta warna?
Beberapa profesi memang mensyaratkan penglihatan warna normal karena berkaitan dengan keselamatan dan akurasi kerja.
Contohnya seperti pilot, masinis, tenaga medis tertentu, dan teknisi listrik, sehingga penting untuk mengetahui syarat sebelum melamar.
3. Apakah buta warna bisa lolos kerja?
Bisa, karena tidak semua pekerjaan mewajibkan tes buta warna sebagai syarat utama.
Selama posisi yang kamu lamar tidak bergantung pada kemampuan membedakan warna, peluang untuk lolos kerja tetap terbuka.
4. Berapa skor yang bagus saat tes buta warna?
Tidak ada standar skor yang benar-benar baku dalam tes ini, karena penilaian biasanya berdasarkan jumlah jawaban benar.
Pada tes buta warna Ishihara, semakin sedikit kesalahan yang kamu buat, semakin baik hasilnya dan peluang lolos pun lebih besar.
Cari Lowongan Kerja Lebih Cepat & Mudah lewat Dealls!
Sudah memahami cara lolos tes buta warna, tapi masih bingung cari pekerjaan yang sesuai? Tenang, kamu tetap bisa mencari lowongan kerja terbaru yang memang relevan dan tidak memberatkan dari sisi persyaratan.
Nah kamu bisa memanfaatkan Dealls sebagai website lowongan kerja terpercaya yang telah digunakan oleh 7.000+ perusahaan ternama dan menyediakan 100.000+ job vacancy dari berbagai industri.
Dengan Dealls, kamu bisa:
- Menemukan info loker terdekat sesuai lokasi tempat tinggal
- Menjelajahi berbagai pilihan kerja berdasarkan minat dan skill
- Mengakses lowongan kerja terbaru dengan lebih cepat dan praktis
Sebelum melamar, pastikan CV kamu sudah siap dan menarik di mata recruiter. Kamu bisa cek dan evaluasi CV-mu menggunakan AI CV Reviewer agar peluang lolos seleksi semakin besar.
Yuk, mulai eksplor peluang kerja sekarang lewat Dealls dan temukan pekerjaan yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu!

Referensi
