Berapa Gaji Dirut KAI? Cek Rincian & Tunjangan Terbarunya!

Cari tahu gaji Dirut KAI di Indonesia, lengkap dengan tunjangan, hingga faktor penentunya. Simak juga perbandingannya dengan gaji Dirut BUMN lainnya.

Dealls
Ditulis oleh
Dealls May 08, 2026

Dirut KAI merupakan pemimpin tertinggi di PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang bertanggung jawab atas operasional hingga arah bisnis perusahaan.

Sebagai salah satu BUMN transportasi terbesar di Indonesia, banyak orang penasaran dengan gaji Dirut KAI dan bagaimana besarannya dibandingkan dengan gaji Dirut BUMN lainnya.

Selain nominal gaji, posisi ini juga menarik perhatian karena memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola layanan transportasi publik yang digunakan masyarakat setiap hari.

Tidak sedikit pula yang ingin mengetahui bagaimana perjalanan karier hingga seseorang bisa mencapai posisi tersebut.

Nah, melalui artikel Dealls kali ini, kamu akan mengetahui gambaran lengkap tentang gaji Dirut KAI, tunjangan, faktor yang memengaruhi besarannya, hingga jenjang karier untuk mencapai posisi tersebut.

Yuk, simak sampai tuntas!

Apa Itu Dirut KAI?

dirut kai
Potret Dirut KAI (Bobby Rasyidin) | Sumber: Langgam.id

Sebelum membahas lebih jauh tentang gaji Dirut KAI, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu posisi Dirut KAI dan apa saja tanggung jawabnya di perusahaan.

Dirut KAI adalah singkatan dari Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), yaitu jabatan tertinggi dalam jajaran direksi PT KAI.

Posisi ini memegang peran penting dalam mengelola operasional, strategi bisnis, hingga pengembangan layanan transportasi kereta api di Indonesia.

Sebagai pimpinan tertinggi perusahaan, Dirut KAI memiliki beberapa tanggung jawab utama, seperti:

  • Memastikan operasional kereta api berjalan aman dan efisien
  • Meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang
  • Memimpin pengembangan bisnis dan inovasi perusahaan
  • Mendorong digitalisasi layanan transportasi
  • Menjaga kinerja perusahaan sebagai BUMN transportasi nasional

Karena tanggung jawabnya cukup besar dan berkaitan langsung dengan layanan publik, tidak heran jika posisi ini sering menjadi perhatian masyarakat, termasuk dalam pembahasan mengenai gaji Dirut BUMN di Indonesia.

Baca Juga: Gaji BUMN 2026 di PLN, Pertamina, Telkom, KAI, Wika, & 5 Lainnya

Dasar Hukum Penetapan Gaji Dirut KAI

Secara umum, penghasilan Direktur Utama PT KAI ditetapkan melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan mengacu pada regulasi dari Kementerian BUMN.

Besaran gaji ini juga disesuaikan dengan tanggung jawab, kondisi perusahaan, hingga kinerja bisnis yang dicapai.

Berikut beberapa dasar hukum yang menjadi acuan penetapan gaji Dirut BUMN, termasuk Dirut KAI:

1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 menjadi dasar pengelolaan perusahaan milik negara di Indonesia, termasuk kewenangan Menteri BUMN dalam mengatur penghasilan direksi perusahaan BUMN.

2. Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-13/MBU/09/2021

Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-13/MBU/09/2021 mengatur pedoman penetapan penghasilan direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas BUMN. Aturan tersebut merupakan perubahan dari regulasi sebelumnya, yaitu PER-04/MBU/2014.

Dalam aturan ini dijelaskan bahwa gaji Direktur Utama ditetapkan sebesar 100%, sementara anggota direksi lainnya menerima sekitar 85% dari nilai tersebut.

3. Keputusan RUPS atau Menteri BUMN

Besaran final gaji dan tunjangan biasanya ditetapkan melalui RUPS atau keputusan Menteri BUMN sebagai pemegang saham perusahaan. Penetapan ini dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja perusahaan dan kondisi bisnis terkini.

4. Anggaran Dasar PT KAI

Selain regulasi pemerintah, PT KAI juga memiliki anggaran dasar perusahaan yang menjadi pedoman internal dalam pengelolaan perusahaan, termasuk sistem remunerasi direksi.

Karena itu, penetapan gaji direksi BUMN seperti KAI umumnya sudah melalui berbagai pertimbangan dan mekanisme resmi agar tetap sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik.

Baca Juga: Gaji PT KAI 2026 Lengkap: Masinis, Kondektur, Teknisi, Pramugari, & Tunjangannya

Kisaran Gaji Dirut KAI di Indonesia

Besaran gaji Dirut KAI memang tidak diumumkan secara detail ke publik setiap tahunnya. Namun, berdasarkan laporan tahunan PT KAI dan struktur penghasilan direksi BUMN, nominalnya diperkirakan sebesar:

  • ± Rp244 Juta - Rp250 Juta

Nominal tersebut sudah mencakup gaji pokok dan berbagai tunjangan jabatan yang diterima Direktur Utama PT KAI. Namun, angka tersebut belum termasuk tantiem atau bonus tahunan perusahaan.

Besaran penghasilan ini juga dapat berubah tergantung kebijakan perusahaan, hasil evaluasi kinerja, hingga kondisi bisnis PT KAI pada periode tertentu.

Nah, agar kamu memiliki gambaran yang lebih jelas, berikut adalah tabel perbandingan kisaran gaji direksi di beberapa BUMN lainnya:

Nama BUMN

Estimasi Gaji Dirut/Bulan

Total Pendapatan Tahunan (Termasuk Tantiem/Bonus)

PT Kereta Api Indonesia (KAI)± Rp244 Juta - Rp250 Juta± Rp4,5 Miliar
PT Bank Mandiri (Persero)± Rp3,5 Miliar - Rp3,67 Miliar

± Rp42 Miliar

 

 

PT Pertamina (Persero)± Rp4,6 Miliar± Rp55,9 Miliar
PT Telkom Indonesia± Rp2,2 Miliar - Rp4,23 Miliar± Rp27,3 Miliar
PT PLN (Persero)± Rp130 Juta - Rp277 Juta± Rp20 Miliar - Rp30 Miliar
PT Aneka Tambang (Antam)± Rp341 Juta± Rp4 Miliar - Rp6 Miliar

 

Tertarik punya peluang karier dengan penghasilan besar sesuai bidang yang kamu kuasai? Kamu bisa mulai mengeksplor berbagai lowongan kerja terbaru dari perusahaan yang sesuai dengan minat dan keahlian kamu.

Di Dealls, kamu bisa menemukan berbagai lowongan kerja (loker) dari perusahaan ternama di Indonesia, mulai dari posisi entry level hingga profesional di berbagai industri.

 BUAT AKUN DAN LAMAR LOKER TERBARU DI DEALLS!

button buat akun & lamar loker sekarang

Tunjangan dan Benefit Dirut KAI

image2 (16).webp
Kereta Api Indonesia (KAI) | Sumber: Liputan6

Selain menerima gaji, posisi Direktur Utama PT KAI juga mendapatkan berbagai tunjangan dan fasilitas tambahan.

Komponen ini sudah diatur dalam ketentuan BUMN dan disesuaikan dengan tanggung jawab serta kebutuhan jabatan strategis di perusahaan. Berikut di antaranya:

1. Tunjangan Jabatan dan Operasional

Tunjangan ini diberikan sebagai penunjang aktivitas kerja sehari-hari Dirut KAI yang memiliki mobilitas tinggi dan tanggung jawab operasional besar.

Tunjangan ini bersifat rutin dan menjadi bagian dari struktur penghasilan resmi direksi BUMN.

2. Fasilitas Kesehatan dan Perlindungan

Karena level jabatannya tinggi, Dirut KAI juga mendapatkan perlindungan kesehatan dan fasilitas pendukung lainnya.

  • Asuransi kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga
  • Penggantian biaya pengobatan sesuai ketentuan perusahaan
  • Jaminan perlindungan tambahan selama masa jabatan

Fasilitas ini bertujuan memastikan pemegang jabatan dapat fokus pada tugas tanpa khawatir terhadap risiko kesehatan.

3. Kendaraan dan Fasilitas Dinas

Untuk mendukung mobilitas kerja, Dirut KAI juga memperoleh fasilitas operasional dari perusahaan.

  • Kendaraan dinas beserta sopir pribadi
  • Biaya bahan bakar dan perawatan kendaraan
  • Fasilitas penunjang perjalanan dinas

Fasilitas ini disediakan untuk mendukung kelancaran tugas yang berkaitan dengan operasional perusahaan di berbagai wilayah.

4. Premi Purna Jabatan dan Jaminan Masa Depan

Selain fasilitas aktif, ada juga jaminan setelah masa jabatan berakhir.

  • Premi purna jabatan sekitar 25% dari gaji tahunan
  • Jaminan perlindungan finansial setelah tidak menjabat

Komponen ini menjadi bagian dari skema jangka panjang untuk menjaga stabilitas finansial pejabat direksi BUMN.

5. Bonus Kinerja (Tantiem)

Selain gaji dan tunjangan tetap, Dirut KAI juga berpotensi menerima bonus kinerja atau tantiem.

  • Diberikan berdasarkan capaian laba bersih perusahaan
  • Mengacu pada Key Performance Indicator (KPI) yang disetujui dalam RUPS
  • Besarannya dapat meningkat jika kinerja perusahaan semakin baik

Sebagai gambaran, kinerja PT KAI yang mencatatkan laba bersih triliunan rupiah menjadi salah satu faktor penentu besarnya bonus tahunan direksi.

Baca Juga: Berapa Gaji Kondektur KAI? Apa Saja Jobdescnya?

Faktor Penentu Gaji Dirut KAI

Besaran gaji Dirut KAI tidak ditetapkan secara sembarangan. Ada beberapa faktor penting yang menjadi pertimbangan dalam menentukan kompensasi di level direksi BUMN seperti PT KAI.

1. Kinerja Perusahaan

Kinerja perusahaan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi besaran gaji dan bonus direksi. Semakin baik performa keuangan dan operasional KAI, semakin besar juga potensi penghasilan yang diterima.

2. Kebijakan Kementerian BUMN

Penetapan gaji direksi BUMN, termasuk Dirut KAI, mengikuti kebijakan dari Kementerian BUMN. Kebijakan ini dibuat untuk memastikan sistem remunerasi tetap adil, terukur, dan sesuai standar nasional.

3. Keputusan RUPS

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) memiliki peran penting dalam menetapkan besaran penghasilan direksi setiap tahunnya. Keputusan ini biasanya mempertimbangkan evaluasi kinerja perusahaan secara menyeluruh.

4. Skala dan Kompleksitas Perusahaan

PT KAI merupakan perusahaan dengan operasional yang luas dan kompleks, mencakup layanan transportasi nasional. Semakin besar skala perusahaan, semakin tinggi pula tanggung jawab yang melekat pada posisi Dirut.

5. Kondisi Industri dan Ekonomi

Situasi industri transportasi dan kondisi ekonomi nasional juga dapat memengaruhi kebijakan penghasilan direksi. Hal ini karena performa perusahaan sangat dipengaruhi oleh dinamika eksternal yang terjadi.

Baca Juga: Berapa Gaji Masinis KAI dan KRL? Ini Rincian Penghasilan dan Tunjangannya

Cara Menjadi Dirut KAI

Posisi Dirut KAI merupakan jabatan puncak di PT Kereta Api Indonesia yang tidak bisa dicapai secara instan. Dibutuhkan pengalaman panjang, kompetensi kepemimpinan, serta melalui proses seleksi ketat dari Kementerian BUMN.

1. Pendidikan dan Latar Belakang Profesional

Untuk bisa masuk ke jajaran direksi BUMN seperti KAI, kandidat umumnya memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan relevan.

  • Minimal lulusan S1 dari universitas terkemuka
  • Banyak kandidat melanjutkan ke jenjang S2 seperti MBA atau manajemen
  • Jurusan yang umum: Teknik, Ekonomi, atau Manajemen

Pendidikan ini menjadi dasar untuk memahami aspek bisnis, operasional, dan strategi perusahaan berskala besar.

2. Pengalaman Manajerial di Perusahaan Besar

Pengalaman kerja menjadi faktor penting sebelum seseorang bisa mencapai posisi Dirut KAI.

Kandidat biasanya sudah pernah memimpin unit bisnis atau perusahaan besar, terutama di sektor transportasi, logistik, infrastruktur, atau BUMN lainnya. Pengalaman ini menunjukkan kemampuan dalam mengelola organisasi kompleks dan pengambilan keputusan strategis.

3. Jalur Karier Internal atau Eksternal

Ada dua jalur utama untuk mencapai posisi ini:

  • Karier internal: memulai dari posisi awal di KAI lalu naik bertahap hingga level direksi
  • Profesional eksternal: direkrut dari luar berdasarkan pengalaman dan keahlian di industri terkait

Keduanya sama-sama memungkinkan, selama memiliki rekam jejak yang kuat dan sesuai kebutuhan perusahaan.

4. Seleksi oleh Kementerian BUMN

Penunjukan Dirut KAI tidak dilakukan secara langsung oleh perusahaan, tetapi melalui proses resmi dari pemerintah.

  • Seleksi dilakukan oleh Kementerian BUMN
  • Melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test)
  • Penilaian mencakup visi, kompetensi, dan integritas calon

Proses ini bertujuan memastikan hanya kandidat terbaik yang bisa memimpin BUMN strategis seperti KAI.

5. Kompetensi Kepemimpinan dan Strategi

Selain pengalaman, kemampuan kepemimpinan menjadi aspek yang sangat penting.

Seorang Dirut KAI harus mampu:

  • Merumuskan strategi jangka panjang perusahaan
  • Mengambil keputusan dalam situasi krisis
  • Mendorong inovasi dan digitalisasi layanan
  • Meningkatkan efisiensi operasional perusahaan

6. Integritas dan Rekam Jejak

Integritas menjadi syarat utama dalam proses seleksi direksi BUMN.

Calon Dirut KAI harus memiliki:

  • Rekam jejak profesional yang bersih
  • Tidak pernah terlibat kasus hukum berat
  • Reputasi baik di dunia kerja

Hal ini penting karena posisi Dirut berkaitan langsung dengan kepercayaan publik dan pengelolaan perusahaan negara.

Baca Juga: Berapa Gaji Pramugari Kereta Api? Ini Rinciannya!

Tertarik Memiliki Gaji yang Lebih Besar? Yuk, Lamar Kerja di Perusahaan Lain!

Melihat kisaran gaji Dirut KAI dan berbagai tunjangan di level direksi BUMN, kamu mungkin jadi semakin paham bahwa setiap posisi memiliki jenjang dan peluang penghasilan yang berbeda.

Kalau kamu sedang ingin mengejar peluang dengan penghasilan yang lebih besar atau ingin berkembang di bidang yang sesuai dengan kemampuan kamu, penting untuk mulai mencari peluang kerja yang tepat dari sekarang.

Nah, kalau kamu sedang mencari website lowongan kerja terpercaya, kamu bisa mulai dari platform yang membantu kamu menemukan peluang secara lebih relevan seperti Dealls.

Di Dealls, kamu bisa menemukan 100.000+ lowongan kerja terbaru dari 7.000+ perusahaan ternama di Indonesia, mulai dari startup, perusahaan nasional, hingga multinasional.

Kalau kamu sedang mencari info loker terdekat atau ingin langsung melihat berbagai lowongan kerja terbaru, Dealls juga bisa membantumu menemukan posisi yang sesuai tanpa perlu mencari di banyak tempat sekaligus.

Selain itu, sebelum melamar, kamu juga bisa menggunakan fitur AI CV Reviewer untuk mengecek dan meningkatkan kualitas CV kamu agar lebih siap bersaing di proses rekrutmen.

Yuk, mulai jelajahi berbagai peluang kerja dan temukan karier yang lebih sesuai dengan tujuan kamu lewat Dealls! Kamu juga bisa langsung cek lowongan kerja terbaru untuk mulai melamar posisi yang kamu inginkan.

button lamar loker lewat dealls.png

Referensi

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN

Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-13/MBU/09/2021

Tips Pengembangan Karir
Bagikan

Lamar ke Lowongan Kerja Terbaru Setiap Harinya