Banyak yang bertanya “quality control adalah pekerjaan apa?”. Quality control adalah salah satu posisi penting di perusahaan, khususnya di perusahaan manufaktur, FMCG, farmasi, logistik, hingga teknologi.
Posisi ini berperan langsung dalam memastikan produk atau layanan yang dihasilkan sudah sesuai standar kualitas yang ditetapkan.
Jika kamu tertarik melamar posisi quality control, pastikan kamu memahami dulu apa saja tugasnya, bagaimana peran QC di perusahaan, hingga perbedaannya dengan quality assurance.
Dengan pemahaman ini, kamu bisa menilai apakah quality control tugasnya sesuai dengan minat dan rencana kariermu. Simak informasinya di bawah ini!
Apa Itu Quality Control?

Quality control adalah posisi yang bertugas memastikan bahwa produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan memenuhi standar kualitas tertentu.
Dalam praktiknya, quality control melibatkan proses pemeriksaan, pengujian, dan pengukuran untuk memastikan setiap output berada dalam spesifikasi yang telah ditetapkan.
Dengan quality control yang baik, perusahaan dapat meminimalkan risiko produk cacat, menjaga keamanan konsumen, dan mempertahankan kepercayaan pasar.
Peran quality control ini juga terbukti penting di perusahaan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa quality control berkontribusi sekitar 94,6% terhadap efektivitas proses produksi.
Jika dilakukan dengan baik, proses ini juga bisa mengungkap masalah sejak dini agar perbaikan bisa dilakukan sebelum produk sampai ke tangan pelanggan.
Adapun contoh penerapan quality control, antara lain:
- Industri Makanan dan Minuman: memastikan produk aman dikonsumsi melalui uji mikrobiologi dan kimia.
- Industri Elektronik: melakukan pengujian arus listrik, fungsi, dan ketahanan produk.
- Industri Penerbangan: melakukan inspeksi ketat dan dokumentasi detail di setiap tahap produksi.
- Industri Otomotif: memeriksa apakah komponen memenuhi spesifikasi dan toleransi teknis.
- Industri Jasa: mengevaluasi kualitas layanan melalui audit, survei kepuasan pelanggan, dan penilaian proses kerja.
Baca Juga: 15 Pertanyaan Interview QC (Quality Control) & Tips Menjawabnya
Fungsi Quality Control
Posisi ini memiliki beberapa fungsi yang berperan langsung dalam menjaga mutu produk maupun layanan, seperti:
1. Menjaga Kualitas
Quality control berfungsi menanamkan budaya kualitas di seluruh tim dan lini kerja. Dengan penerapan standar, QC membantu membangun kebiasaan kerja yang berorientasi pada hasil terbaik.
2. Mengoptimalkan Penggunaan Sumber Daya
Melalui quality control, perusahaan dapat menggunakan sumber daya secara lebih efektif, mulai dari bahan baku, mesin, hingga tenaga kerja.
Proses yang diawasi dengan baik membantu mengurangi pemborosan, kesalahan produksi, dan waktu henti, sehingga efisiensi operasional meningkat.
3. Menekan Biaya Operasional
Quality control juga bisa membantu menurunkan biaya dengan memastikan setiap proses berjalan sesuai fungsinya sejak awal.
Produk cacat, pengolahan ulang, hingga retur dapat diminimalkan, sehingga perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan akibat kesalahan kualitas.
4. Meningkatkan Metode Produksi
Dengan melakukan pengujian secara berkala, quality control berperan dalam memperbaiki metode produksi. Proses kerja menjadi lebih terstandarisasi dan menghasilkan output yang lebih konsisten.
5. Menjaga Standarisasi Produk dan Layanan
Quality control memastikan bahwa setiap produk atau layanan yang dihasilkan memiliki kualitas sesuai standar perusahaan maupun regulasi.
Standarisasi ini penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan dan reputasi bisnis dalam jangka panjang.
Tugas Quality Control
Setelah memahami fungsinya, kamu juga perlu tahu bahwa quality control memiliki beberapa tugas yang dijalankan sebelum, selama, hingga setelah proses produksi.
Lantas, quality control ada berapa tugasnya? Secara umum terdapat 6 tugas utama. Berikut rincian job desc quality control:
- Memeriksa kualitas bahan baku sebelum digunakan dalam proses produksi, baik melalui pengecekan visual, pengukuran spesifikasi, atau pengujian laboratorium.
- Melakukan monitoring selama proses produksi berlangsung melalui pemeriksaan berkala di lini produksi guna memastikan mesin dan metode kerja sesuai standar.
- Menginspeksi produk akhir untuk diuji. Dari hasil ini, quality control berwenang menentukan apakah produk layak dipasarkan, perlu diperbaiki, atau harus ditolak karena tidak sesuai standar kualitas.
- Mencatat dan menganalisis data hasil pemeriksaan sebagai bahan evaluasi kualitas dan identifikasi cacat produk.
- Berkoordinasi dengan tim terkait, seperti tim produksi, quality assurance, dan manajemen, untuk melaporkan temuan kualitas.
- Menindaklanjuti produk cacat dengan memisahkannya dari produk layak jual dan memberikan rekomendasi apakah produk tersebut dapat diperbaiki, diproses ulang, atau harus dimusnahkan.
Baca Juga: 5 Jobdesk Utama Quality Assurance dan Gajinya di Indonesia!
Prospek Karier Quality Control
Prospek karier quality control di Indonesia tergolong menjanjikan seiring berkembangnya berbagai sektor industri.
Perusahaan di Indonesia semakin menyadari bahwa menjaga kualitas produk dan layanan adalah kunci kepuasan pelanggan dan keberlanjutan bisnis.
Karena itu, kebutuhan akan profesi quality control terus meningkat, baik di sektor manufaktur maupun non-manufaktur.
Di sektor manufaktur, seperti industri makanan dan minuman, farmasi, serta otomotif, posisi quality control dibutuhkan untuk memastikan setiap produk sesuai standar.
Dalam hal ini, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor pengolahan pada triwulan terakhir 2025 tumbuh ke angka 5,54%
Artinya, Indonesia terus membutuhkan tenaga kerja di bidang quality control untuk memastikan produk dan layanan perusahaan memenuhi standar yang berlaku.
Di banyak perusahaan, fungsi quality control bukan lagi sekadar pemeriksa akhir produk, tetapi menjadi bagian strategis dalam sistem manajemen mutu yang terintegrasi dengan proses produksi, riset, dan pengembangan.
Secara umum, jalur karier di bidang quality control dapat berkembang secara bertahap sebagai berikut:
1. QC Inspector/QC Staff
Bertugas melakukan pemeriksaan kualitas bahan baku, proses produksi, hingga produk jadi sesuai standar yang ditetapkan.
2. QC Analyst
Fokus pada analisis data kualitas, pengujian laboratorium, penyusunan laporan, serta identifikasi akar masalah jika terjadi penyimpangan mutu.
3. QC Supervisor
Mengawasi tim QC, memastikan prosedur pengendalian mutu berjalan konsisten, serta berkoordinasi dengan bagian produksi dan engineering.
4. QC Manager
Bertanggung jawab atas keseluruhan sistem pengendalian mutu, penyusunan standar operasional, audit internal, hingga peningkatan berkelanjutan (continuous improvement).
5. Quality Assurance Manager/Head of Quality
Berperan di level strategis, mengelola sistem manajemen mutu perusahaan secara menyeluruh, termasuk sertifikasi internasional seperti ISO, GMP, HACCP, dan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah.
Perbedaan QC dan QA
Masih banyak yang salah kaprah dan menganggap Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) adalah hal yang sama.
Padahal, keduanya memiliki peran yang berbeda dalam manajemen mutu. Mari pahami perbedaan keduanya, yaitu:
1. Tugas
Perbedaan pertama dapat dilihat dari fokus tugas utama masing-masing dalam menjaga mutu produk maupun proses kerja, seperti:
- Quality Control: Memastikan pemenuhan standar kualitas melalui inspeksi dan pengujian produk atau hasil kerja.
- Quality Assurance: Memastikan proses dan sistem berjalan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan.
2. Waktu Pelaksanaan
Dari sisi waktu, QC dan QA diterapkan pada tahapan yang berbeda dalam alur kerja atau produksi, seperti:
- Quality Control: Dilakukan setelah atau selama proses produksi berlangsung.
- Quality Assurance: Dilakukan sebelum dan selama proses berjalan, dengan tujuan mencegah terjadinya kesalahan sejak awal.
3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup penerapan QC dan QA juga menunjukkan perbedaan peran yang cukup signifikan, seperti:
- Quality Control: Merupakan bagian dari Quality Assurance dan berfokus pada pemeriksaan hasil akhir.
- Quality Assurance: Mencakup keseluruhan sistem manajemen mutu, termasuk kebijakan, prosedur, audit, dan perbaikan berkelanjutan.
4. Pendekatan Kerja
Pendekatan yang digunakan QC dan QA dalam menjaga kualitas memiliki karakter yang berbeda, yaitu:
- Quality Control: Lebih bersifat reaktif, yaitu menemukan dan memperbaiki cacat yang sudah terjadi.
- Quality Assurance: Lebih bersifat preventif, yaitu mencegah terjadinya cacat sejak awal proses.
5. Contoh Penerapan
Dalam praktiknya, perbedaan QC dan QA dapat dilihat dari aktivitas yang dijalankan sehari-hari. Contohnya yaitu:
- Quality Control: Inspeksi produk, pengujian sampel, pengecekan spesifikasi, serta pencatatan produk cacat.
- Quality Assurance: Penyusunan SOP, audit internal, pelatihan karyawan, dan evaluasi sistem manajemen mutu.
Lihat tabel perbedaan quality control dan quality assurance sebagai berikut agar lebih mudah memahaminya:
Aspek | Quality Control (QC) | Quality Assurance (QA) |
Tujuan | Memastikan produk memenuhi standar | Menjamin proses mampu menghasilkan kualitas |
Fokus | Produk atau hasil akhir | Proses dan sistem |
Sifat | Reaktif | Preventif |
Waktu | Saat atau setelah produksi | Sebelum dan selama proses |
Posisi dalam sistem mutu | Bagian dari QA | Payung besar manajemen mutu |
Baca Juga: 7 Perbedaan Quality Control dan Quality Assurance yang Wajib Kamu Tahu!
Contoh Penerapan Quality Control di Berbagai Industri
Posisi ini dapat ditemukan di hampir semua industri, meskipun metode dan fokusnya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sektor.
Tujuannya tetap sama, yaitu memastikan hasil akhir yang konsisten, aman, dan dapat diandalkan oleh pengguna.
Mari ketahui di mana saja posisi ini dibutuhkan, yaitu:
1. Industri Manufaktur
Perusahaan manufaktur, misalnya produsen mainan, menerapkan quality control dengan melakukan pemeriksaan ketat pada bahan baku, proses produksi, hingga ketahanan produk.
Sampel produk diuji secara acak untuk memastikan setiap barang memenuhi standar keamanan dan kualitas sebelum dipasarkan.
2. Industri Makanan dan Minuman
Di industri makanan, quality control dilakukan untuk memastikan produk bebas kontaminasi, memiliki tingkat kesegaran yang sesuai, dan label yang akurat.
Bahkan terdapat juga pengujian laboratorium, pengambilan sampel, dan audit kepatuhan menjadi bagian penting untuk melindungi kesehatan konsumen.
3. Industri Farmasi
Pada industri farmasi, quality control berfokus pada pengujian potensi, kemurnian, dan ketepatan dosis obat.
Setiap produk harus melalui pengujian ketat dan memenuhi standar regulator sebelum boleh diedarkan ke masyarakat.
4. Industri Teknologi dan Software
Dalam bidang IT, quality control dilakukan melalui pengujian sistem, pengecekan bug, dan uji fungsionalitas.
Proses ini memastikan aplikasi berjalan stabil, memenuhi standar performa, dan memberikan pengalaman pengguna yang konsisten.
5. Industri Jasa
Di sektor jasa seperti rumah sakit atau layanan kesehatan, quality control diterapkan melalui audit proses, survei kepuasan pasien, dan kepatuhan terhadap standar layanan.
Hal ini bertujuan menjaga keselamatan, konsistensi pelayanan, dan kepercayaan pengguna jasa.
Gaji Quality Control
Gaji quality control di Indonesia bervariasi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, dari posisi jabatan dan lokasi kerja.
Semakin besar tanggung jawabnya, semakin besar pula gaji yang ditawarkan. Mari intip gaji mereka berdasarkan posisi dan lokasi kerja sebagaimana dirangkum dari berbagai job portal:
1. Gaji Quality Control berdasarkan Posisi
Secara umum, semakin tinggi posisi quality control, semakin luas cakupan tugas dan tanggung jawabnya, sehingga gajinya pun lebih besar.
Posisi staf biasanya fokus pada inspeksi dan pengujian langsung, supervisor bertanggung jawab mengawasi tim dan proses QC, sedangkan manager berperan dalam perencanaan strategi mutu dan pengambilan keputusan.
Berikut estimasi gaji quality control berdasarkan posisi:
- Staf Quality Control: Mulai dari Rp5.098.717 per bulan
- Quality Control Supervisor: Mulai dari Rp5.836.821 per bulan
- Quality Control Manager: Mulai dari Rp13.543.232 per bulan
2. Gaji Quality Control berdasarkan Lokasi
Lokasi kerja juga berpengaruh besar terhadap besaran gaji quality control. Kota dengan aktivitas industri tinggi umumnya menawarkan gaji lebih besar, seperti:
- Jakarta: Rp6.985.824–Rp20.584.129 per bulan
- Bekasi: Rp5.606.255–Rp8.734.455 per bulan
- Semarang: Rp5.575.066–Rp22.094.561 per bulan
- Tangerang: Rp4.948.441–Rp23.320.087 per bulan
- Surabaya: Rp5.375.576–Rp5.375.576 per bulan
- Bandung: Rp4.565.940–Rp4.565.940 per bulan
- Bogor: Rp4.800.805–Rp6.088.014 per bulan
- Pasuruan: Rp18.416.070–Rp18.416.070 per bulan
- Badung: Rp14.599.928–Rp14.599.928 per bulan
Kisaran gaji di atas mencerminkan perbedaan level jabatan, mulai dari posisi staf hingga manajer.
Info Lowongan Quality Control Terbaru di Dealls
Jika kamu tertarik dengan gaji dan job quality control, kamu bisa mulai mencari info loker terdekat lewat Dealls!
Dealls telah menyediakan 100.000+ lowongan kerja terbaru, termasuk loker Quality Control, Quality Assurance, Software QA, Automation QA, dan berbagai posisi terkait lainnya dari 7.000+ perusahaan di Indonesia. Lebih lengkapnya, lihat daftar loker berikut:
Lowongan tersebut tersedia untuk berbagai jenjang, mulai dari fresh graduate, magang, hingga profesional berpengalaman, dengan pilihan sistem kerja on-site, hybrid, maupun kontrak.
Melamar kerja lewat Dealls juga lebih praktis karena kamu cukup 1x klik untuk mengirim lamaran tanpa mengisi formulir panjang.
Selain itu, kamu bisa mendapatkan review CV gratis menggunakan AI CV Analyzer agar CV-mu lebih berpeluang lolos screening HR saat melamar ke QC yang kamu incar.
Jika kamu tertarik membangun karier di bidang quality control, jangan menunda terlalu lama. Segera siapkan CV terbaikmu dan cari lokernya melalui Dealls sekarang!

Referensi:
Quality Control: What Is Its Function? Find Out How to Do It! | Sydle
Quality Control (QC): What It Is, How It Works, and QC Careers | Investopedia
Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global | Badan Pusat Statistik (BPS)
