Apa itu Beasiswa LPDP? Cek Syarat, Tahapan, & Cara Daftarnya!

LPDP adalah beasiswa pemerintah untuk studi lanjut. Syaratnya WNI, ijazah, sertifikat bahasa, LoA; tahapannya administrasi, skolastik, dan substansi.

Dealls
Ditulis oleh
Dealls January 06, 2026

Beasiswa LPDP 2026 telah resmi dibuka pada awal Januari. Salah satu skema yang lebih dulu dibuka adalah Beasiswa Fellowship LPDP Dokter Spesialis, yang ditujukan bagi dokter spesialis ber-STR dan SIP aktif.

Program ini difokuskan pada peningkatan kompetensi melalui fellowship yang kurikulumnya menjadi bagian dari subspesialis terkait, dengan pendanaan mencakup biaya pendidikan dan dana pendukung.

Untuk tahun 2026, pendaftaran seleksi dibuka pada 1–12 Januari 2026, dilanjutkan dengan tahapan seleksi administrasi dan substansi hingga pengumuman akhir pada 13 Februari 2026, dengan intake studi paling cepat Maret 2026.

Jika kamu sedang mencari peluang untuk melanjutkan studi di jenjang magister atau doktoral, Beasiswa LPDP bisa menjadi pilihan yang tepat untukmu. 

Program beasiswa unggulan dari pemerintah Indonesia ini bertujuan untuk mendukung pendidikan tinggi dan pengembangan SDM berkualitas. 

Dalam artikel ini, Dealls akan membahas secara mendalam tentang Beasiswa LPDP, mulai dari jenis-jenis beasiswa yang tersedia, cakupan manfaat yang diberikan, hingga tahapan seleksi dan pendaftaran.

Dengan memahami berbagai informasi terkait Beasiswa LPDP, kamu dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dan memaksimalkan kesempatan untuk meraih beasiswa ini. Simak artikel di bawah ini sampai tuntas!

Apa Itu LPDP?

lpdp adalah

LPDP adalah singkatan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, sebuah lembaga yang bertanggung jawab mengelola dana abadi yang digunakan untuk mendanai beasiswa bagi pelajar Indonesia. 

Berada di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), LPDP berfungsi sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang. 

Sesuai dengan UUD 1945, setidaknya 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dialokasikan untuk fungsi pendidikan, dan LPDP adalah salah satu lembaga yang mengelola dana tersebut.

Sejak pembentukannya pada tahun 2011, LPDP telah mengelola berbagai program beasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. 

Lembaga ini bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk mengelola dana abadi pendidikan, termasuk Dana Abadi Penelitian, Dana Abadi Kebudayaan, dan Dana Abadi Perguruan Tinggi.

Apa itu Beasiswa LPDP?

Beasiswa LPDP adalah salah satu beasiswa yang paling diminati oleh para pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri yang telah bermitra dengan LPDP.

Berdasarkan data dari LPDP Kemenkeu, total penerima beasiswa ini sejak tahun 2013 berjumlah lebih dari 49 ribu orang.

Saat pertama kali dibuka, beasiswa LPDP telah menerima 1.555 orang. Angka tersebut terus bertambah hingga puncaknya sejumlah 7.205 pada 2016.

Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah penerima beasiswa LPDP berfluktuatif. Pada tahun 2024 misalnya, angka penerima beasiswa LPDP berjumlah 4.313.

Beasiswa LPDP untuk Siapa?

Beasiswa LPDP ditujukan untuk warga negara Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikan minimal pada jenjang D4 atau S1 dan ingin melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2) atau Doktor (S3). 

Program ini terbuka bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk pegawai negeri sipil (CPNS/PNS), anggota TNI, dan POLRI, asalkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh LPDP.

LPDP menawarkan beberapa program beasiswa, di antaranya:

1. Beasiswa Targeted

Jenis beasiswa ini menyasar pada kelompok dengan profesi tertentu, mulai dari PNS, TNI, POLRI, wirausahawan, calon ulama, hingga dokter

2. Beasiswa Afirmasi

Beasiswa afirmasi lebih difokuskan kepada kelompok penyandang disabilitas, daerah afirmasi, putra-putri Papua, atau masyarakat dengan latar belakang ekonomi kurang mampu.

3. Beasiswa Umum

Berbeda dengan kedua jenis sebelumnya, beasiswa umum bisa diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia selama memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Pada jenis ini, terdapat beasiswa reguler (pembiayaan penuh selama 2–4 tahun), PUTD (khusus untuk yang telah memperoleh surat kelulusan/LoA dengan masa pembiayaan 2-5 tahun), dan parsial (skema pembiayaan parsial, yaitu LPDP dengan penerima beasiswa).

4. Beasiswa Kolaborasi

Ini adalah beasiswa kolaborasi antara LPDP dengan Kemdikbudristek yang bertujuan untuk mendukung kegiatan dari Kemendikbud, seperti beasiswa untuk guru, dosen, dan tenaga pendidik.

Baca Juga: 16 Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah Gratis

Apa Saja Dana yang Didapat Jika Lolos Beasiswa LPDP?

Menurut informasi dari laman LPDP, beasiswa LPDP menyediakan dua jenis dana utama untuk mendukung penerima beasiswa, yaitu dana pendidikan dan dana pendukung. Berikut rincian dari masing-masing jenis dana:

Dana Pendidikan

Dana pendidikan merupakan komponen pembiayaan yang difokuskan untuk menunjang seluruh kebutuhan akademik penerima beasiswa selama masa studi, mulai dari proses awal pendaftaran hingga penyelesaian penelitian dan publikasi ilmiah.

Jenis dana yang termasuk dalam kategori ini meliputi:

  • Dana Pendaftaran: Pembiayaan untuk biaya pendaftaran di perguruan tinggi.
  • Dana SPP/Tuition Fee/Uang Kuliah Tunggal: Dukungan untuk biaya kuliah yang mencakup seluruh periode studi.
  • Dana Tunjangan Buku: Bantuan untuk pembelian buku dan materi pendidikan.
  • Dana Penelitian Tesis/Disertasi: Dukungan finansial untuk biaya yang terkait dengan penelitian tesis atau disertasi.
  • Dana Seminar Internasional: Pembiayaan untuk mengikuti seminar atau konferensi internasional.
  • Dana Publikasi Jurnal Internasional: Dukungan untuk biaya publikasi hasil penelitian di jurnal internasional.

Dana Pendukung

Selain kebutuhan akademik, LPDP juga menyediakan dana pendukung yang bertujuan untuk membantu penerima beasiswa dalam memenuhi kebutuhan non-akademik selama masa studi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Dana ini mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari dan kebutuhan administratif, antara lain:

  • Dana Transportasi: Bantuan untuk biaya transportasi selama studi.
  • Dana Aplikasi Visa: Dukungan untuk proses aplikasi visa atau izin tinggal.
  • Dana Asuransi Kesehatan: Perlindungan kesehatan selama masa studi.
  • Dana Kedatangan: Bantuan untuk biaya awal kedatangan di negara tujuan studi.
  • Dana Hidup Bulanan: Uang saku bulanan untuk menutupi biaya hidup sehari-hari.
  • Dana Lomba Internasional: Pembiayaan untuk biaya terkait dengan partisipasi dalam lomba internasional.
  • Dana Tunjangan Keluarga (khusus untuk program Doktor): Bantuan tambahan untuk keluarga penerima beasiswa program Doktor.
  • Dana Keadaan Darurat: Dukungan tambahan jika terjadi keadaan darurat yang tidak terduga.

Untuk Program BPI Dokter Spesialis, terdapat tambahan dana khusus sebagai berikut:

  • Dana Pendidikan Khusus: Dukungan tambahan untuk kebutuhan pendidikan Dokter Spesialis.
  • Biaya Pendukung Khusus: Pembiayaan tambahan yang relevan dengan kebutuhan spesifik Dokter Spesialis.

Bagi penerima beasiswa dengan kebutuhan khusus (disabilitas), LPDP menyediakan tambahan biaya pendukung sebagai berikut:

  • Dana Aplikasi Visa Pendamping: Bantuan untuk aplikasi visa bagi pendamping.
  • Dana Transportasi Pendamping: Dukungan untuk biaya transportasi pendamping.
  • Dana Asuransi Kesehatan Pendamping: Perlindungan kesehatan untuk pendamping.
  • Dana Tunjangan bagi Pendamping: Bantuan finansial untuk mendukung pendamping.
  • Dana Pendukung Lainnya: Dukungan tambahan sesuai kebutuhan yang disetujui LPDP.

Syarat Mendaftar Beasiswa LPDP

Mendapatkan beasiswa LPDP adalah impian banyak pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, untuk mewujudkan impian tersebut, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi berikut ini.

  1. Warga Negara Indonesia: Pendaftar harus merupakan WNI.
  2. Kualifikasi Pendidikan:
    • Untuk beasiswa magister, pendaftar harus telah menyelesaikan studi D4 atau S1.
    • Untuk beasiswa doktor, pendaftar harus telah menyelesaikan studi S2, atau memiliki kualifikasi D4/S1 langsung doktor.
    • Pendaftar dari D4/S1 langsung doktor harus memiliki Letter of Admission (LoA) Unconditional dari perguruan tinggi tujuan dan memenuhi semua kriteria pendaftar beasiswa S3.
    • Pendaftar yang telah menyelesaikan studi S2 tidak diperbolehkan mendaftar untuk beasiswa magister, dan pendaftar yang telah menyelesaikan studi S3 tidak diperbolehkan mendaftar untuk beasiswa doktor.
  3. Kualifikasi Pendidikan Luar Negeri: Pendaftar dengan latar belakang pendidikan dari perguruan tinggi luar negeri harus melampirkan hasil penyetaraan ijazah dan konversi IPK dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui laman resmi LPDP.
  4. Status Studi: Pendaftar tidak boleh sedang menempuh studi di program magister (untuk program magister) atau doktor (untuk program doktor) di perguruan tinggi manapun, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
  5. Batas Usia:
    • Maksimal usia 35 tahun untuk pendaftar magister.
    • Maksimal usia 40 tahun untuk pendaftar doktor.
  6. Surat Rekomendasi: Pendaftar harus melampirkan surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi.
  7. IPK:
    • Untuk program magister, IPK minimal 3,00 dari skala 4,00 atau setara, dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau yang telah dilegalisir.
    • Untuk program doktor, IPK minimal 3,25 dari skala 4,00 atau setara.
    • Pendaftar jenjang doktor dari program Magister Penelitian tanpa IPK harus melampirkan surat keterangan dari perguruan tinggi asal.
  8. Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris:
    • Program Magister Dalam Negeri: TOEFL ITP minimal 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0.
    • Program Magister Luar Negeri: TOEFL iBT minimal 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5.
    • Program Doktor Dalam Negeri: TOEFL ITP minimal 530, TOEFL iBT 70, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0.
    • Program Doktor Luar Negeri: TOEFL iBT minimal 94, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0.
    • Sertifikat TOEFL ITP harus berasal dari lembaga resmi penyelenggara tes TOEFL ITP di Indonesia.
  9. Dokumen Khusus: Pendaftar CPNS/PNS, TNI, dan Polri harus melampirkan surat usulan dari pejabat yang berwenang.
  10. Beasiswa Lain: Pendaftar tidak boleh sedang mendaftar, menerima, atau menerima beasiswa lain yang berpotensi menyebabkan double funding selama menjadi penerima Beasiswa LPDP.
  11. LoA Unconditional: Jika pendaftar melampirkan LoA Unconditional dengan jadwal mulai studi yang tidak sesuai dengan ketentuan LPDP, mereka harus melampirkan surat keterangan penundaan jadwal perkuliahan dari perguruan tinggi.
  12. Pilih Perguruan Tinggi dan Program Studi: Pendaftar harus memilih perguruan tinggi dan program studi sesuai dengan ketentuan LPDP dan hanya untuk kelas reguler.
  13. Pernyataan Pendaftaran: Pendaftar harus menandatangani dan menyetujui surat pernyataan yang tercantum dalam aplikasi pendaftaran.
  14. Profil Diri dan Komitmen: Pendaftar perlu mengisi profil diri di formulir pendaftaran online, menulis komitmen untuk kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan kontribusi di Indonesia.
  15. Proposal Penelitian: Pendaftar untuk program doktor harus menulis proposal penelitian.
  16. Riwayat dan Publikasi Ilmiah: Pendaftar harus mencantumkan riwayat dan tautan publikasi ilmiah (jika ada).

Baca juga: Beasiswa Unggulan 2025: Syarat, Biaya Hidup, dan Cara Daftar

Cara Mendaftar Beasiswa LPDP

Berikut langkah-langkah yang perlu diikuti untuk mendaftar beasiswa LPDP, mulai dari persiapan dokumen hingga proses pendaftaran online. 

Dengan mengikuti panduan ini, kamu bisa lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi proses seleksi, sehingga peluangmu untuk mendapatkan beasiswa semakin besar.

1. Akses Situs Pendaftaran

1.webp
Tampilan Laman LDP | Sumber: LPDP

Kunjungi situs resmi pendaftaran Beasiswa LPDP di https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/ dan login atau daftar jika belum memiliki akun.

2. Lengkapi Dokumen

Siapkan dan unggah semua dokumen yang diperlukan sesuai dengan persyaratan yang tercantum di aplikasi pendaftaran.

Berikut daftar dokumen yang umumnya dibutuhkan:

Dokumen Identitas dan Data Pribadi

  • Data pribadi lengkap (diisi melalui sistem)
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Dokumen Akademik

  • Ijazah asli atau legalisir
  • Surat Keterangan Lulus (SKL), bagi lulusan baru
  • Transkrip akademik S1 atau S2
  • Surat penyetaraan ijazah dan konversi IPK (bagi lulusan luar negeri) atau bukti pengajuan penyetaraan

Dokumen Pendukung Akademik

  • Sertifikat kemampuan bahasa asing (IELTS/TOEFL/TOEIC sesuai ketentuan program)
  • Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan (jika tersedia atau diwajibkan)

Dokumen Rekomendasi dan Karya Ilmiah

  • Surat rekomendasi dari akademisi, atasan, atau tokoh masyarakat
  • Proposal penelitian khusus pendaftar program doktor, dengan panjang minimal 1.500–2.000 kata
  • Publikasi ilmiah (jika ada dan relevan)

Pastikan seluruh dokumen masih berlaku, terbaca jelas, dan sesuai dengan ketentuan program beasiswa yang kamu pilih.

3. Pengisian Aplikasi

Isi formulir pendaftaran secara lengkap, pastikan semua informasi yang dimasukkan akurat dan sesuai.

Pada tahap ini, kamu akan diminta untuk:

  • Mengisi data diri dan latar belakang pendidikan
  • Memilih jenis dan tujuan program beasiswa
  • Mengisi esai komitmen, rencana studi, dan kontribusi untuk Indonesia
  • Mengunggah seluruh dokumen pendukung

Pastikan semua informasi yang diinput akurat, konsisten, dan sesuai dokumen resmi untuk menghindari kendala pada tahap seleksi administrasi.

4. Submit Aplikasi

Setelah semua dokumen diunggah dan formulir diisi, pastikan untuk melakukan submit aplikasi.

Jika sudah yakin:

  • Klik tombol Submit Aplikasi

  • Sistem akan menampilkan kode registrasi atau nomor pendaftaran sebagai bukti bahwa aplikasi kamu telah diterima

Simpan kode registrasi tersebut dengan baik karena akan digunakan pada tahapan seleksi berikutnya.

Tahapan Seleksi Beasiswa LPDP

Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP menerima pendaftaran sepanjang tahun. Berkas pendaftar akan ditinjau setiap tiga bulan, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.

1. Seleksi Administrasi

Pada tahap ini, pendaftar akan dinilai berdasarkan data dan dokumen yang dikirimkan. Pastikan semua berkas lengkap dan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.

Pada tahap ini, LPDP akan menilai:

  • Kelengkapan dokumen persyaratan
  • Kesesuaian data dengan ketentuan program
  • Keabsahan dan masa berlaku dokumen
  • Konsistensi informasi antara formulir dan berkas pendukung

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Dokumen harus diunggah sesuai format dan ukuran file
  • Data pribadi dan akademik harus akurat

Dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai dapat menyebabkan gugur administrasi

2. Seleksi Bakat Skolastik

Tes bakat skolastik merupakan tahapan baru yang diperkenalkan dalam proses seleksi LPDP. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif dan potensi akademik pendaftar.

Tes ini digunakan untuk menilai:

  • Kemampuan berpikir logis
  • Daya analisis dan pemecahan masalah
  • Kemampuan memahami informasi tertulis dan numerik

Terdapat tiga jenis soal dalam tes bakat skolastik, yaitu:

a. Tes Verbal

Tes verbal adalah bagian yang dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa dan pemahaman teks tertulis. Jenis tes ini penting karena mencerminkan kemampuan pendaftar dalam memahami informasi akademik, literatur ilmiah, serta menyampaikan gagasan secara tepat.

  • Mengukur kemampuan memahami bacaan
  • Menguji penguasaan kosakata dan makna kata
  • Menilai kemampuan penalaran bahasa

b. Tes Penalaran Masalah

Tes penalaran masalah bertujuan untuk menilai kemampuan berpikir logis dan kritis dalam menghadapi berbagai situasi. Pada bagian ini, pendaftar diuji bagaimana cara menganalisis persoalan dan menentukan solusi yang paling tepat.

  • Menguji kemampuan berpikir kritis
  • Menilai cara mengambil keputusan
  • Mengukur ketepatan dalam menyelesaikan persoalan kompleks

c. Tes Penalaran Numerik

Tes penalaran numerik berfokus pada kemampuan mengolah angka dan data secara logis. Tes ini tidak hanya menguji kemampuan berhitung, tetapi juga ketelitian dalam membaca dan menganalisis informasi numerik.

  • Menguji kemampuan berhitung dasar
  • Menilai pemahaman data dan angka
  • Mengukur ketelitian dalam analisis numerik

Baca Juga: 100 Contoh Soal Tes Psikotes Kerja serta Jawaban & Pembahasannya

3. Seleksi Substansi

Seleksi substansi merupakan tahap lanjutan yang dirancang untuk menilai kualitas personal, visi masa depan, serta kesiapan akademik dan non-akademik pendaftar secara menyeluruh. Pada tahap ini, LPDP tidak hanya melihat kemampuan akademik, tetapi juga karakter, cara berpikir, dan potensi kontribusi pendaftar bagi Indonesia.

Tahap seleksi substansi umumnya dilakukan melalui beberapa metode penilaian sebagai berikut:

a. Wawancara

Wawancara adalah metode penilaian yang bertujuan untuk menggali motivasi, komitmen, serta kesesuaian tujuan studi pendaftar dengan visi LPDP. Melalui sesi ini, pewawancara akan menilai cara berpikir, kedewasaan sikap, dan kesiapan pendaftar dalam menjalani studi lanjutan.

Secara umum, wawancara digunakan untuk:

  • Menggali motivasi memilih program studi
  • Menilai rencana studi dan tujuan karier
  • Menguji komitmen kontribusi untuk Indonesia
  • Menilai kesiapan mental dan akademik

Pada tahap wawancara, pendaftar biasanya akan mendapatkan pertanyaan yang berkaitan dengan:

  • Bidang studi yang dipilih dan alasan pemilihannya
  • Rencana pengabdian setelah menyelesaikan studi
  • Dampak studi terhadap pembangunan Indonesia
  • Nilai integritas, kepemimpinan, dan nasionalisme

b. On-the-Spot Essay

On-the-spot essay merupakan metode penilaian yang menguji kemampuan menulis dan berpikir secara spontan dalam waktu terbatas. Tes ini bertujuan untuk melihat bagaimana pendaftar menyusun gagasan secara logis, sistematis, dan relevan terhadap topik yang diberikan.

Melalui on-the-spot essay, LPDP menilai:

  • Kemampuan menulis secara spontan dan terstruktur
  • Alur berpikir serta logika argumentasi
  • Kedalaman pemahaman terhadap isu tertentu

c. Leaderless Group Discussion (LGD)

Leaderless Group Discussion (LGD) adalah metode diskusi kelompok tanpa pemimpin formal yang digunakan untuk menilai kemampuan interpersonal dan kepemimpinan alami pendaftar.

Dalam sesi ini, peserta akan diminta berdiskusi dan menyelesaikan suatu masalah secara bersama-sama.

Melalui LGD, tim penilai akan mengamati:

  • Kemampuan bekerja sama dalam tim
  • Cara menyampaikan pendapat secara efektif
  • Kepemimpinan tanpa struktur formal
  • Kemampuan menyelesaikan masalah bersama

Baca juga: 12 Beasiswa Luar Negeri Tanpa TOEFL, Yuk Kepoin! 

Sekian pembahasan mengenai Beasiswa LPDP dan berbagai informasi penting terkait. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang sedang mencari peluang melanjutkan studi, baik di dalam maupun luar negeri. 

Dengan memahami berbagai program, persyaratan, dan tahapan seleksi Beasiswa LPDP, semoga kamu dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dan meningkatkan peluangmu untuk diterima.

Selain LPDP, jenis beasiswa lainnya yang menarik untuk dicoba adalah SejutaCita Future Leaders (SFL). Beasiswa  ini memungkinkanmu untuk bisa memperoleh pengalaman belajar langsung di luar negeri dengan dibiayai penuh 100%.

Poster SFL 12.webp
SFL Chapter 12 ke Jepang

Itulah rangkuman informasi mengenai beasiswa LPDP yang bisa kamu manfaatkan. Kesempatan ini sangat sayang untuk dilewatkan, khususnya bagi kamu yang ingin melanjutkan pendidikan sekaligus merasakan pengalaman internasional di Jepang melalui SejutaCita Future Leaders (SFL) Chapter 12.

SFL merupakan program leadership trip internasional ke Jepang yang didanai sepenuhnya (100% fully funded).

Peserta terpilih tidak hanya memperoleh pengalaman global, tetapi juga berkesempatan mendapatkan beasiswa pendidikan untuk berbagai jenjang, mulai dari sekolah menengah, diploma, sarjana, magister, hingga kategori umum.

Menariknya, salah satu jalur seleksi SFL dilakukan melalui penulisan esai bertema Indonesia. Peserta dapat memilih salah satu dari dua topik studi kasus berikut:

  • Makna kepemimpinan dari sudut pandang Generasi Z
  • Membangun Indonesia 2045 melalui inspirasi teknologi dan etos kerja budaya Jepang

Untuk meningkatkan peluang lolos seleksi, peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu esai.

Peserta terpilih berhak memperoleh berbagai manfaat, antara lain:

  • Beasiswa pendidikan hingga Rp6 juta per semester untuk jenjang D4/S1 dan hingga Rp15 juta per semester untuk jenjang S2
  • Leadership trip selama 5 hari 4 malam ke Tokyo, Osaka, dan Kyoto, mencakup tiket pesawat, akomodasi, konsumsi, visa, serta uang saku
  • Kunjungan kampus ke University of Tokyo dan Osaka University
  • Wisata budaya ke berbagai destinasi ikonik seperti Disneyland, Shibuya, Akihabara, Fushimi Inari, dan Dotonbori
  • Workshop eksklusif serta pelatihan kepemimpinan bersama peserta terpilih dari seluruh Indonesia

Program ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa, hingga profesional muda dengan rentang usia 13–35 tahun.

Jika kamu berkomitmen untuk mengembangkan diri melalui jalur beasiswa dan kepemimpinan, SFL dapat menjadi langkah awal yang strategis.

Segera daftarkan dirimu dan jangan lewatkan peluang berharga ini!

BUTTON pelajari lebih lanjut tentang SFL ke Jepang

 

Sumber:

LPDP

LPDP - Scholarship Registration and Schedule

Edukasi
Bagikan

Lamar ke Lowongan Kerja Terbaru Setiap Harinya