Banyak orang masih menganggap bahwa kuliah sambil kerja adalah dua hal yang sulit dijalankan bersamaan.
Padahal di dunia kerja saat ini, terutama dengan semakin banyaknya pekerjaan fleksibel seperti part-time, remote, dan freelance, semakin banyak mahasiswa yang mulai membuktikan bahwa keduanya bisa berjalan beriringan.
Mereka tidak hanya tetap aktif kuliah, tapi juga mulai membangun pengalaman kerja lebih awal, mengembangkan skill, dan mendapatkan penghasilan sebelum lulus.
Kalau kamu sedang mempertimbangkan hal yang sama, artikel ini akan membantu kamu memahami semuanya dengan lebih jelas.
Mulai dari apa itu kuliah sambil kerja, program kuliah yang cocok, jurusan kuliah sambil kerja, hingga cara agar bisa kuliah sambil kerja tanpa kewalahan atau burnout.
Yuk, simak sampai selesai supaya kamu bisa menemukan gambaran yang lebih realistis sebelum mulai langkah ini!
Apa Itu Kuliah Sambil Kerja?

Kuliah sambil kerja adalah kondisi ketika kamu menjalani pendidikan tinggi sambil tetap aktif bekerja, baik sebagai pekerja penuh waktu, paruh waktu, maupun freelancer.
Dalam praktiknya, konsep ini semakin relevan di dunia kerja saat ini karena banyak pekerjaan sudah tidak lagi terikat ruang dan waktu, seperti pekerjaan remote, freelance, hingga part-time berbasis proyek.
Artinya, kuliah sambil kerja bukan lagi hal yang terbatas pada pekerjaan tertentu saja, tetapi sudah menjadi bagian dari pola transisi banyak orang menuju dunia profesional.
Menurut Survei Biaya Hidup Mahasiswa 2024 oleh UPN Veteran Yogyakarta bekerja sama dengan Bank Indonesia, lebih dari 25% mahasiswa di Yogyakarta tercatat menjalani kuliah sambil bekerja.
Profesi yang dijalani pun beragam, mulai dari wirausaha kecil, freelancer digital, hingga asisten dosen.
Data ini menunjukkan bahwa fenomena kuliah sambil kerja bukan lagi kasus yang jarang terjadi, tetapi sudah menjadi bagian dari realitas dunia pendidikan dan dunia kerja di Indonesia.
Baca Juga: 20 Kerja Remote Tanpa Pengalaman, Gaji Tembus 7 Juta!
Alasan Orang Memilih Kuliah Sambil Kerja
Kuliah sambil kerja bukan hanya soal pilihan gaya hidup, tetapi lebih sering dipengaruhi oleh kondisi nyata yang dihadapi banyak orang di Indonesia.
Faktor ekonomi, kebutuhan karier, hingga sistem pendidikan yang semakin fleksibel membuat banyak mahasiswa dan pekerja akhirnya menjalani dua peran sekaligus.
Berikut beberapa faktor utama yang mendorong fenomena ini:
1. Biaya Kuliah dan Biaya Hidup yang Terus Meningkat
Kenaikan biaya pendidikan dan kebutuhan hidup menjadi salah satu alasan paling umum. Banyak mahasiswa tidak sepenuhnya bergantung pada orang tua, sehingga memilih bekerja untuk membantu membiayai kuliah, tempat tinggal, dan kebutuhan harian lainnya.
2. Persaingan Kerja yang Semakin Ketat
Di dunia kerja saat ini, ijazah saja tidak selalu cukup. Banyak perusahaan lebih mempertimbangkan kandidat yang sudah memiliki pengalaman kerja nyata.
Kondisi ini membuat mahasiswa terdorong untuk mulai bekerja lebih awal agar lebih siap bersaing di pasar kerja.
3. Tuntutan Kualifikasi Pendidikan dalam Karier
Sebaliknya, tidak sedikit pekerja yang sudah bekerja tetapi belum memiliki gelar sarjana. Dalam banyak kasus, gelar S1 menjadi syarat untuk kenaikan jabatan atau pengembangan karier, sehingga mereka memilih kembali kuliah sambil tetap bekerja.
4. Fleksibilitas Sistem Pendidikan Modern
Perubahan sistem pendidikan juga berperan besar. Saat ini sudah banyak tersedia kelas karyawan, kuliah malam, kuliah akhir pekan, program online, hingga RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) yang membuat kuliah sambil kerja jauh lebih memungkinkan.
5. Perubahan Pola Kerja di Dunia Profesional
Banyak pekerjaan sekarang tidak lagi bersifat konvensional. Sistem remote, freelance, dan project-based membuat waktu kerja lebih fleksibel, sehingga memungkinkan seseorang menjalani kuliah tanpa harus berhenti bekerja.
6. Dorongan untuk Lebih Mandiri Secara Finansial
Sebagian orang juga terdorong oleh keinginan untuk tidak bergantung penuh pada orang lain. Dengan bekerja saat kuliah, mereka bisa mulai membangun kemandirian finansial lebih awal di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Kalau kamu merasa alasan-alasan di atas juga sesuai dengan kondisimu, berarti kamu sedang berada di fase yang banyak dialami orang yang mulai mempersiapkan diri lebih awal ke dunia kerja.
Di tahap ini, yang terpenting bukan hanya soal kuliah sambil kerja atau tidak, tapi juga bagaimana kamu bisa menemukan pekerjaan yang fleksibel dan sesuai dengan situasimu.
Kamu bisa mulai mencari peluang tersebut lewat Dealls, untuk menemukan berbagai pilihan kerja seperti internship, part-time, hingga entry-level job yang lebih sesuai dengan ritme kuliah kamu.
YUK, CARI LOWONGAN KERJA TERBARU LEWAT DEALLS!

Program Kuliah yang Cocok untuk Karyawan dan Pekerja
Banyak orang yang ingin kuliah sambil kerja sering terkendala waktu kerja yang padat. Namun saat ini, sistem pendidikan sudah jauh lebih fleksibel sehingga kamu tidak harus memilih antara kerja atau kuliah saja.
Ada beberapa program kuliah yang memang dirancang untuk kamu yang sudah bekerja atau ingin mulai bekerja lebih awal tanpa meninggalkan pendidikan.
1. Kelas Karyawan
Kelas karyawan adalah program kuliah dengan jadwal yang disesuaikan untuk pekerja aktif. Umumnya perkuliahan dilakukan pada malam hari atau akhir pekan agar tidak mengganggu jam kerja utama kamu.
Program ini cocok untuk kamu yang sudah bekerja full-time dan tetap ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus berhenti kerja.
2. Kuliah Online / Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)
Kuliah online atau PJJ memungkinkan kamu mengikuti seluruh proses pembelajaran secara daring, mulai dari kelas, tugas, hingga ujian.
Kamu bisa belajar dari mana saja selama ada koneksi internet, sehingga program ini sangat fleksibel untuk kamu yang bekerja dengan mobilitas tinggi atau sistem kerja remote.
3. Program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau)
Program RPL memungkinkan pengalaman kerja kamu diakui sebagai bagian dari proses perkuliahan. Artinya, sebagian mata kuliah bisa dikonversi dari pengalaman kerja atau pelatihan yang sudah pernah kamu jalani.
Berdasarkan Kepdirjen Diktiristek Nomor 91/E/KPT/2024, pengakuan pembelajaran lampau dapat mencapai hingga 70% dari total SKS, sehingga kamu bisa menyelesaikan kuliah dengan lebih cepat dibanding jalur reguler.
4. Kuliah Blended Learning
Blended learning adalah sistem kuliah yang menggabungkan pembelajaran online dan tatap muka dalam satu program.
Kamu tidak perlu datang ke kampus setiap waktu, tetapi tetap mendapatkan sesi pertemuan langsung dengan dosen dan teman kelas secara berkala. Model ini banyak dipilih karena memberikan keseimbangan antara fleksibilitas dan interaksi langsung.
Baca Juga: Kuliah Kelas Karyawan: Arti, Manfaat, dan Daftar Universitas!
Jurusan Populer untuk Kuliah Sambil Kerja

Banyak orang yang mencari jurusan kuliah sambil kerja biasanya tidak hanya mempertimbangkan minat, tetapi juga fleksibilitas waktu dan relevansi dengan pekerjaan yang sedang atau ingin dijalani.
Karena itu, muncul pertanyaan seperti “jurusan apa saja yang bisa kuliah sambil kerja?” Jawabannya adalah jurusan yang punya keterkaitan langsung dengan dunia kerja dan banyak tersedia dalam format kelas fleksibel.
Berikut beberapa jurusan yang paling banyak dipilih oleh pekerja aktif maupun mahasiswa yang sudah mulai bekerja:
1. Manajemen Bisnis
Manajemen Bisnis adalah jurusan kuliah sambil kerja yang paling banyak dipilih. Kurikulumnya yang luas dan relevan lintas industri membuatnya cocok untuk hampir semua latar belakang pekerjaan.
Kamu yang bekerja di bidang operasional, retail, distribusi, atau bahkan wirausaha akan menemukan banyak materi yang langsung bisa diterapkan di tempat kerja.
2. Akuntansi
Jurusan Akuntansi menjadi pilihan populer bagi mereka yang sudah bekerja di bidang keuangan, perpajakan, atau administrasi. Gelar di bidang ini sering menjadi syarat untuk naik jabatan ke posisi yang lebih strategis.
Selain itu, banyak kampus yang menyediakan kelas karyawan untuk jurusan Akuntansi, sehingga kuliah sambil kerja jadi lebih mudah dijalani.
3. Ilmu Komunikasi
Bagi kamu yang bekerja di bidang pemasaran, hubungan masyarakat (humas), media, atau konten kreatif, jurusan Ilmu Komunikasi sangat relevan. Ilmu yang dipelajari di kelas akan langsung terasa kaitannya dengan pekerjaan sehari-hari.
Jurusan ini juga banyak tersedia dalam format online dan kelas karyawan di berbagai perguruan tinggi.
4. Teknologi Informasi
Di era digital seperti sekarang, Teknologi Informasi (TI) adalah salah satu jurusan dengan permintaan tertinggi di pasar kerja.
Bagi kamu yang sudah berkarier di bidang IT, pengembangan perangkat lunak, atau infrastruktur digital, kuliah TI bisa jadi pelengkap yang kuat untuk karier kamu.
Banyak program TI tersedia secara daring, yang membuatnya menjadi salah satu jurusan yang paling mudah dijalani sambil bekerja.
5. Hukum
Jurusan Hukum banyak diminati oleh profesional yang ingin bergerak ke posisi legal, compliance, atau manajemen risiko di perusahaan. Tidak sedikit juga pekerja yang mengambil jurusan ini untuk mempersiapkan diri masuk ke profesi advokat atau notaris.
Kuliah Hukum membutuhkan waktu yang cukup panjang, jadi pilihan program kelas karyawan atau blended learning menjadi sangat penting di sini.
6. Psikologi
Psikologi menjadi pilihan menarik, terutama bagi kamu yang bekerja di bidang sumber daya manusia (HR), rekrutmen, konseling, atau pendidikan.
Pemahaman tentang perilaku manusia yang didapat di bangku kuliah langsung terasa relevan saat berhadapan dengan tim atau kandidat di dunia kerja.
7. Sistem Informasi
Berbeda dari TI yang lebih ke arah teknis-teknis murni, Sistem Informasi menggabungkan ilmu teknologi dengan manajemen bisnis. Ini menjadikannya cocok bagi kamu yang bekerja sebagai analis sistem, konsultan IT, atau pengelola data perusahaan.
Jurusan ini juga tersedia luas dalam format online, sehingga termasuk dalam daftar jurusan kuliah sambil kerja yang banyak diambil.
8. Sains Data
Sains Data adalah jurusan yang relevansinya terus meningkat seiring berkembangnya kebutuhan perusahaan akan analisis data.
Bagi kamu yang sudah bekerja sebagai analis data, data engineer, atau di bidang riset, mengambil jurusan ini bisa memperkuat fondasi akademik yang kamu butuhkan untuk naik level.
9. Bisnis Digital
Bisnis Digital adalah jurusan yang relatif baru tapi tumbuh cepat. Jurusan ini membahas perpaduan antara strategi bisnis dan ekosistem digital, mulai dari e-commerce, pemasaran digital, hingga transformasi bisnis berbasis teknologi.
Cocok untuk kamu yang bekerja di startup, platform digital, atau industri kreatif dan ingin memiliki dasar akademik yang lebih kuat.
10. Administrasi Bisnis
Administrasi Bisnis adalah jurusan yang sangat praktis dan aplikatif. Materi yang diajarkan mencakup manajemen perkantoran, tata kelola organisasi, hingga komunikasi bisnis, semuanya langsung relevan dengan pekerjaan sehari-hari di hampir semua jenis perusahaan.
Banyak kampus menyediakan program Administrasi Bisnis dalam format D3 atau S1 kelas karyawan, menjadikannya salah satu pilihan yang paling mudah diakses.
Baca Juga: Cara Jadi AI Engineer untuk Mahasiswa dengan Roadmap Belajar Realistis
Manfaat Kuliah Sambil Kerja
Kuliah sambil kerja bukan pilihan yang mudah, tapi di dunia kerja saat ini, banyak orang justru mulai melihatnya sebagai strategi untuk mempercepat kesiapan karier. Kamu tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga langsung terlibat dalam situasi kerja yang nyata.
Manfaat ini tidak hanya terasa setelah lulus, tetapi juga selama kamu menjalaninya.
1. Punya Pengalaman Kerja Sebelum Lulus
Salah satu keuntungan terbesar dari kuliah sambil kerja adalah kamu sudah memiliki pengalaman kerja sebelum resmi lulus.
Kamu jadi lebih terbiasa dengan dunia profesional, seperti bekerja dalam tim, menghadapi deadline, atau berinteraksi dengan atasan dan klien secara langsung.
2. Lebih Mandiri Secara Finansial
Dengan bekerja saat kuliah, kamu bisa mulai mengurangi ketergantungan finansial dari orang tua.
Penghasilan dari pekerjaan bisa digunakan untuk biaya kuliah, kebutuhan harian, atau bahkan tabungan, sehingga kamu belajar mengelola keuangan lebih awal.
3. CV Lebih Kompetitif di Dunia Kerja
Saat kamu mulai melamar kerja setelah lulus, CV kamu sudah berisi pengalaman nyata.
Hal ini membuat kamu lebih menonjol dibanding kandidat yang belum pernah bekerja sebelumnya, karena perusahaan cenderung mencari orang yang sudah siap kerja.
4. Soft Skill Berkembang Lebih Cepat
Kuliah sambil kerja membantu kamu melatih banyak kemampuan penting seperti manajemen waktu, komunikasi, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja di bawah tekanan.
Skill seperti ini biasanya sulit didapat hanya dari pembelajaran di kelas.
5. Membangun Jaringan Profesional Lebih Awal
Dunia kerja memberi kamu kesempatan untuk bertemu banyak orang dari berbagai bidang.
Relasi ini bisa menjadi modal penting di masa depan, baik untuk mencari pekerjaan baru, peluang proyek, atau referensi karier yang lebih luas.
Baca Juga: 15 Cara Mendapatkan Pengalaman Kerja, Fresh Graduate Wajib Tahu!
Jenis Pekerjaan yang Cocok untuk Mahasiswa

Pada dasarnya, tidak semua pekerjaan bisa dijalankan bersamaan dengan kuliah. Tantangan utama dalam kuliah sambil kerja adalah menemukan pekerjaan yang fleksibel dan tidak mengganggu jadwal akademik kamu.
Karena itu, pilihan terbaik biasanya adalah pekerjaan yang bisa menyesuaikan waktu, bukan yang mengikat secara penuh.
Berikut beberapa jenis pekerjaan yang paling umum dipilih mahasiswa dan cukup realistis untuk dijalankan sambil kuliah:
1. Freelance (Pekerja Lepas)
Freelance menjadi pilihan paling fleksibel karena kamu bisa bekerja dari mana saja dan mengatur sendiri waktu kerja.
Jenis pekerjaan ini meliputi penulisan konten, desain grafis, editing video, social media management, hingga penerjemahan.
Berdasarkan penelitian Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (UNIMED) yang dipublikasikan dalam jurnal JPTAM (2024), pekerjaan berbasis desain dan konten digital menjadi yang paling diminati mahasiswa karena fleksibel dan tidak terikat jam kerja tetap.
2. Magang Berbayar (Paid Internship)
Magang berbayar menjadi pilihan ideal untuk kamu yang ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman kerja nyata.
Selain mendapat penghasilan, kamu juga bisa memahami alur kerja industri sesuai bidang yang kamu pelajari di kampus.
Saat ini, banyak job vacancy magang berbayar yang bisa kamu temukan melalui berbagai platform lowongan kerja dan website lamaran kerja terpercaya.
3. Pekerjaan Part-Time di Perusahaan
Beberapa perusahaan membuka posisi part-time dengan sistem shift, seperti barista, customer service, atau staf operasional toko.
Jenis pekerjaan ini cocok untuk kamu yang ingin penghasilan rutin tetapi tetap memiliki waktu untuk kuliah.
4. Tutor atau Guru Les Privat
Jika kamu memiliki kemampuan akademik tertentu, seperti matematika, bahasa Inggris, atau sains, menjadi tutor bisa menjadi pilihan yang fleksibel.
Kamu bisa mengatur jadwal sendiri berdasarkan waktu luang, sehingga tidak mengganggu kegiatan kuliah.
5. Asisten Penelitian atau Asisten Dosen
Bagi kamu yang tertarik di dunia akademik, posisi ini bisa menjadi langkah awal yang sangat baik.
Selain mendapatkan penghasilan, kamu juga bisa memperdalam materi kuliah sekaligus membangun relasi dengan dosen yang bisa berguna untuk karier ke depan.
Baca Juga: 12 Cara Mendapatkan Pekerjaan untuk Fresh Graduate
Tantangan Kuliah Sambil Kerja
Menjalani kuliah sambil kerja memang terlihat menarik dari luar, tetapi kenyataannya tidak selalu mudah. Ada banyak tantangan yang perlu kamu pahami sejak awal agar kamu tidak hanya semangat di awal, tetapi juga bisa konsisten sampai selesai.
Tujuannya bukan untuk membuat kamu ragu, tetapi agar kamu bisa lebih siap secara mental dan strategi.
1. Konflik Jadwal yang Sulit Diprediksi
Salah satu tantangan paling umum adalah bentroknya jadwal antara kuliah dan pekerjaan.
Di satu sisi, kamu punya jadwal kelas dan tugas akademik. Di sisi lain, pekerjaan bisa saja meminta lembur, meeting mendadak, atau deadline yang tidak bisa ditunda.
Kalau tidak diatur dengan baik, kondisi ini bisa membuat kamu kewalahan dan tertinggal di salah satu sisi.
2. Risiko Burnout Fisik dan Mental
Menjalani dua peran sekaligus dalam waktu yang lama bisa menguras energi secara signifikan.
Menurut Jurnal Simki Economic (2026) dari Universitas Nusantara PGRI Kediri, mahasiswa yang bekerja paruh waktu cenderung lebih rentan mengalami kelelahan, penurunan fokus belajar, dan tekanan mental akibat beban ganda.
3. Performa Akademik Bisa Terpengaruh
Salah satu resiko kuliah sambil kerja yang sering tidak disadari adalah turunnya fokus pada akademik.
Penelitian dalam Jurnal Relasi (2018) dari ITSM menunjukkan bahwa mahasiswa yang bekerja memiliki kecenderungan prestasi akademik yang lebih rendah dibandingkan yang tidak bekerja, terutama karena pembagian fokus yang tidak seimbang.
Namun hal ini bukan sesuatu yang pasti terjadi, karena manajemen waktu yang baik tetap bisa membantu menjaga performa di kedua sisi.
4. Waktu Istirahat dan Sosial Jadi Terbatas
Ketika kuliah dan kerja berjalan bersamaan, waktu luang sering menjadi hal yang sangat terbatas.
Akibatnya, waktu untuk istirahat, keluarga, atau teman bisa berkurang, dan jika berlangsung lama dapat memengaruhi keseimbangan hidup kamu.
5. Sulit Fokus pada Dua Tanggung Jawab Sekaligus
Saat pekerjaan sedang padat, kamu bisa kesulitan fokus pada kuliah. Begitu juga sebaliknya, saat tugas kuliah menumpuk, produktivitas di tempat kerja bisa ikut terdampak.
Kondisi ini cukup umum terjadi karena otak harus terus berpindah fokus dalam dua dunia yang berbeda.
6. Tekanan untuk Selalu Tampil Optimal
Kamu dituntut untuk tetap profesional di tempat kerja sekaligus berprestasi di kampus.
Tekanan ini bisa terasa berat jika tidak diimbangi dengan strategi yang tepat, dan dalam beberapa kasus bisa membuat seseorang kehilangan motivasi di salah satu sisi.
Baca Juga: 9 Tips Mendapatkan Kerja yang Bukan Sekadar Gaji, Tapi Karir Panjang!
Tips Sukses Menjalani Kuliah Sambil Kerja
Menjalani kuliah sambil kerja memang membutuhkan komitmen yang lebih besar dibandingkan hanya fokus pada salah satunya. Namun, dengan strategi yang tepat, kamu tetap bisa menjaga performa akademik sekaligus berkembang di dunia kerja.
Kalau kamu masih mencari cara agar bisa kuliah sambil kerja dengan lebih teratur, beberapa tips berikut bisa menjadi langkah awal yang dapat diterapkan sejak sekarang.
1. Pilih Pekerjaan yang Sesuai dengan Jadwal Kuliah
Sebelum menerima pekerjaan, pastikan jam kerja yang ditawarkan masih memungkinkan kamu mengikuti perkuliahan dengan baik.
Kalau memungkinkan, prioritaskan pekerjaan dengan sistem part-time, internship, freelance, atau remote yang umumnya lebih fleksibel dibandingkan pekerjaan full-time.
2. Buat Jadwal Mingguan yang Realistis
Banyak orang hanya membuat to-do list harian, padahal jadwal kuliah dan kerja biasanya berubah setiap minggu.
Cobalah menyusun jadwal mingguan yang mencakup waktu kuliah, kerja, belajar mandiri, mengerjakan tugas, hingga waktu istirahat agar semua aktivitas bisa terlihat lebih jelas.
3. Gunakan Kalender atau Aplikasi Pengingat
Deadline tugas kuliah dan pekerjaan sering kali datang bersamaan.
Menggunakan kalender digital atau aplikasi pengingat dapat membantu kamu menghindari tugas yang terlewat dan mengurangi risiko bentroknya jadwal penting.
4. Komunikasikan Kondisimu Sejak Awal
Jika kamu bekerja sambil kuliah, jangan ragu menyampaikan kondisi tersebut kepada atasan atau dosen yang terkait.
Komunikasi yang terbuka sejak awal biasanya membantu menciptakan ekspektasi yang lebih realistis ketika ada perubahan jadwal atau kebutuhan akademik tertentu.
5. Belajar Menentukan Prioritas
Ada kalanya tugas kuliah dan pekerjaan sama-sama penting dalam waktu yang bersamaan.
Di situ kamu perlu menentukan mana yang paling mendesak untuk diselesaikan terlebih dahulu agar tidak menumpuk dan menjadi sumber stres di kemudian hari.
6. Manfaatkan Waktu Luang Sekecil Apa Pun
Waktu perjalanan, jam istirahat makan siang, atau jeda sebelum kelas dimulai bisa dimanfaatkan untuk membaca materi, mengecek tugas, atau membalas pesan pekerjaan yang penting.
Kebiasaan kecil seperti ini dapat membantu mengurangi beban pekerjaan yang menumpuk di malam hari.
7. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental
Kesibukan kuliah dan kerja sering membuat seseorang mengorbankan waktu tidur atau istirahat.
Padahal, tubuh dan pikiran yang sehat merupakan modal utama agar kamu bisa menjalani kedua aktivitas tersebut dalam jangka panjang.
8. Evaluasi Kondisi Secara Berkala
Luangkan waktu setiap beberapa minggu atau beberapa bulan untuk melihat kembali perkembanganmu.
Perhatikan apakah nilai kuliah masih terjaga, pekerjaan tetap berjalan baik, dan kesehatan tidak mulai terganggu. Jika ada yang mulai menurun, jangan ragu melakukan penyesuaian sebelum masalah menjadi lebih besar.
9. Cari Peluang Kerja yang Mendukung Pengembangan Karier
Jika memungkinkan, pilih pekerjaan yang tidak hanya memberi penghasilan, tetapi juga membantu membangun pengalaman dan skill yang relevan dengan tujuan kariermu.
Dengan begitu, waktu yang kamu investasikan untuk bekerja bisa memberikan manfaat jangka panjang setelah lulus nanti.
Cari Kerja Fleksibel yang Bisa Kamu Jalani Sambil Kuliah? Temukan di Dealls Sekarang!
Menjalani kuliah sambil kerja akan terasa lebih mudah jika kamu menemukan pekerjaan yang sesuai dengan jadwal dan prioritasmu saat ini.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, salah satu cara agar bisa kuliah sambil kerja dengan lebih nyaman adalah memilih pekerjaan yang fleksibel, baik dari segi jam kerja maupun beban tanggung jawabnya.
Karena itu, penting untuk mencari peluang kerja dari platform yang memang memudahkan kamu menemukan posisi yang sesuai dengan kondisi sebagai mahasiswa atau calon pekerja.
Terutama jika kamu sedang mencari magang berbayar, part-time, freelance, atau posisi entry-level yang bisa membantu menambah pengalaman tanpa mengganggu perkuliahan.
Nah, kalau kamu sedang mencari website cari kerja yang lebih praktis dan terarah, kamu bisa mulai dari Dealls sebagai website lowongan kerja terpercaya.
Di Dealls, tersedia 100.000+ lowongan kerja terbaru dari 7.000+ perusahaan ternama, mulai dari startup, perusahaan nasional, hingga perusahaan multinasional.
Kamu juga bisa menemukan berbagai pilihan pekerjaan yang lebih fleksibel, termasuk internship, part-time, freelance, remote job, hingga entry-level position yang cocok untuk mahasiswa dan fresh graduate.
Selain itu, kalau kamu sedang mencari info loker terdekat, job vacancy, atau peluang kerja yang sesuai dengan minat dan skill yang sedang kamu kembangkan selama kuliah, Dealls membantu kamu menemukan berbagai pilihan tersebut dalam satu platform.
Sebelum mulai melamar, kamu juga bisa menggunakan AI CV Reviewer untuk mengecek kualitas CV dan mendapatkan masukan agar CV kamu lebih siap dilirik recruiter.
Yuk, temukan lowongan kerja terbaru yang lebih fleksibel dan sesuai dengan jadwal kuliahmu melalui Dealls, lalu mulai bangun pengalaman kerja yang bisa mendukung kariermu sejak sekarang!

Referensi
Mahasiswa Jogja Banyak yang Kuliah Sambil Kerja: 43 Persen Jadi Wirausahawan | Detik Edu
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 91/E/KPT/2024
Harahap, A. E. E., Panjaitan, A. D. N., Lianty, D. N., Prayogi, S., Ningsih, W., & Marbun, S. F. (2025). Analisis Persentasi dan Jenis Pekerjaan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Yang Kuliah Sambil Bekerja. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 33763–33769.
Rosita, R., Cathabella, T., Munparidi, M., Ridho, S. L. Z., & Riana, D. (2026). Kontribusi Manajemen Waktu dan Beban Kerja terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Pekerja Paruh Waktu. Jurnal Simki Economic, 9(1), 44-54.
Suwarso, S. (2018). Dampak Kuliah Sambil Bekerja Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri Dan Swasta di Kabupaten Jember Tahun 2017. Relasi : Jurnal Ekonomi, 14(2), 15-27.
