Persaingan dunia kerja makin ketat, dan kamu butuh strategi yang tepat. Di bawah ada berbagai tips mendapatkan kerja yang praktis dan bisa langsung kamu terapkan. Wajib baca kalau kamu serius ingin dapet posisi yang sesuai!
1. Pahami Arah Karirmu Sebelum Terjun ke Dunia Kerja
Penting untuk tahu ke mana arah karirmu sebelum mulai melamar. Banyak orang terburu-buru apply tanpa paham apakah posisi atau industrinya cocok dengan minat dan keahlian mereka.
Padahal, memilih dengan sadar akan membantumu fokus pada peluang yang relevan dan menjanjikan dalam jangka panjang.
Kalau kamu mulai mempertimbangkan kerja di luar negeri, ada baiknya pahami juga berbagai keuntungan kenapa banyak yang tergiur untuk work abroad.
2. Bangun Personal Branding Sejak Dini
Di era digital, personal branding bukan hanya milik selebritas atau influencer. Sebagai pencari kerja, kamu perlu menunjukkan citra profesional yang konsisten, baik di dunia nyata maupun online.
Mulailah dari hal sederhana seperti memperbarui profil LinkedIn secara berkala, menulis tentang topik seputar keahlianmu, atau membagikan insight dari pengalaman magang atau freelance.
Personal branding yang kuat bisa jadi pembeda ketika perekrut dihadapkan dengan ratusan CV.
Jangan tunggu sampai lulus untuk mulai membangun jejak profesionalmu.
3. Pelajari Kebutuhan Industri yang Kamu Tuju
Setiap negara dan industri punya standar dan ekspektasi yang berbeda.
Misalnya, jika kamu tertarik kerja di Australia, penting untuk tahu skill yang sedang dicari, seperti tenaga kerja di sektor pertanian, hospitality, hingga engineering.
Hal serupa berlaku juga untuk industri digital atau teknologi di negara lain, sering kali perusahaan mencari kandidat yang sudah punya pengalaman praktis, bukan sekadar gelar akademis.
Maka, pelajari dengan detail kebutuhan dan tren dari industri yang kamu incar.
4. Perkuat Portofolio, Bukan Hanya CV
Kalau CV itu seperti daftar menu, maka portofolio adalah penampakan makanannya.
Perekrut butuh bukti, bukan janji. Untuk profesi kreatif, portofolio sudah jadi standar. Tapi untuk bidang lain seperti analisis data, konten digital, hingga customer service, kamu juga bisa membuat portofolio berbasis proyek.
Tampilkan studi kasus, hasil kerja, atau pencapaian yang bisa divalidasi. Ini akan jauh lebih meyakinkan daripada sekadar mencantumkan "mampu bekerja di bawah tekanan".
5. Manfaatkan Relasi dan Jaringan Profesional
Banyak peluang kerja yang tidak pernah muncul di situs lowongan, tapi tersebar lewat jaringan.
Oleh karena itu, penting untuk membangun dan menjaga koneksi, baik dengan teman kuliah, dosen, senior, maupun rekan kerja saat magang.
Jangan ragu untuk memperkenalkan diri saat menghadiri acara, seminar, atau konferensi. Bersikap terbuka dan antusias saat berdiskusi akan meninggalkan kesan positif.
Ingat, jaringan yang kamu bangun hari ini bisa jadi pembuka pintu karir di masa depan.
6. Kuasai Skill yang Dicari, Bukan Sekadar Ikuti Tren
Skill yang paling dicari seringkali bukan yang paling keren, tapi yang paling relevan dan aplikatif.
Contohnya, kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan literasi digital adalah skill yang terus dibutuhkan lintas bidang. Kamu bisa memperkuat skill tersebut melalui pelatihan online, proyek pribadi, atau pengalaman kerja part time.
Jangan hanya ikut-ikutan belajar sesuatu karena sedang tren, pastikan skill itu memang dibutuhkan dalam bidang yang kamu minati, dan kamu benar-benar menguasainya, bukan sekadar tahu permukaannya.
7. Buat Lamaran yang Spesifik dan Berorientasi Solusi
Satu kesalahan umum adalah membuat surat lamaran yang terlalu umum dan terkesan "asal kirim." Padahal, perusahaan ingin tahu apa yang bisa kamu tawarkan, bukan hanya apa yang kamu cari.
Maka dari itu, sesuaikan isi lamaranmu dengan kebutuhan posisi dan perusahaan tersebut. Tunjukkan bahwa kamu memahami tantangan yang mereka hadapi, dan kamu punya solusi atau keahlian yang relevan.
Surat lamaran yang berorientasi solusi akan terasa lebih meyakinkan daripada sekadar pengulangan isi CV.
8. Latih Kemampuan Wawancara dengan Teknik STAR
Wawancara adalah momen krusial untuk membuktikan dirimu, dan salah satu teknik yang paling efektif adalah STAR (Situation, Task, Action, Result).
Teknik ini membantumu menjawab pertanyaan dengan struktur yang jelas dan berbasis pengalaman.
Misalnya, ketika ditanya tentang pengalaman menyelesaikan konflik tim, kamu bisa menjelaskan situasinya, tugas yang kamu emban, langkah konkret yang kamu ambil, dan hasil akhirnya.
Jawaban seperti ini lebih meyakinkan karena menunjukkan kemampuan problem solving dan refleksi diri.
9. Evaluasi dan Adaptasi Setelah Setiap Proses
Setelah menjalani seleksi kerja baik lolos maupun belum luangkan waktu untuk evaluasi.
Apa yang sudah berjalan baik? Apa yang bisa diperbaiki? Sikap reflektif ini akan membantumu tumbuh lebih cepat dibandingkan sekadar menyalahkan keadaan.
Jika perlu, catat pertanyaan wawancara yang sering muncul, feedback dari recruiter, atau kesalahan kecil yang bisa dihindari di lain waktu.
Dunia kerja terus berubah, dan kemampuan beradaptasi adalah kunci agar kamu tetap relevan dan siap menghadapi tantangan karir ke depan.
Intinya, peluang kerja itu banyak, tapi yang berhasil adalah mereka yang tahu cara mainnya. Semoga 9 tips tadi bisa jadi bekal kuat untuk perjalanan karirmu ke depan.
Siap Bersaing di Pasar Kerja Global? Pastikan Hal Ini Terpenuhi!
Dalam mencari pekerjaan, tantangan bukan hanya sebatas diterima atau tidak, tetapi juga memenuhi seluruh persyaratan yang diminta.
Banyak perusahaan ternama, khususnya yang membuka peluang di luar negeri, menetapkan skor IELTS atau TOEFL minimum sebagai syarat utama.
Bahkan, untuk bekerja di Australia umumnya diperlukan skor IELTS minimal 6.0, di Kanada 6.5, dan di Inggris bisa mencapai 7.0.
Kobi Education hadir untuk membantu mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris agar sesuai standar tersebut, melalui program persiapan IELTS & TOEFL yang terstruktur dan efektif.
Dengan persiapan yang matang, peluang diterima di perusahaan impian akan semakin besar, tanpa terhambat kendala bahasa maupun masalah keamanan kerja.
*Artikel ini adalah bagian dari kerja sama antara Kobi Education dan Dealls.