Berapa Gaji Notaris di Indonesia 2026? Cek Besaran & Tunjangannya!

Gaji notaris di Indonesia bisa mencapai ratusan juta per bulan. Simak rata-rata gaji notaris, sumber penghasilan, hingga cara menjadi notaris di sini!

Dealls
Ditulis oleh
Dealls April 24, 2026
Dealls App
Lamar Loker Prioritas. Dilirik HR Lebih Cepat.
Peluang kerja eksklusif dari perusahaan top, hanya di Dealls. Mulai karier impianmu hari ini!
Lihat Lowongan Prioritas

Kalau kamu sedang mencari tahu tentang profesi hukum yang punya prestise tinggi sekaligus peluang penghasilan yang menarik, maka notaris sering jadi salah satu yang paling banyak dicari informasinya.

Tidak sedikit calon pekerja yang penasaran, sebenarnya berapa gaji notaris perbulan, bagaimana cara menjadi notaris, sampai dari mana sumber pendapatan profesi ini berasal.

Di sisi lain, profesi notaris juga sering dikaitkan dengan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah), sehingga muncul pertanyaan seperti gaji notaris PPAT dan apakah keduanya punya penghasilan yang sama.

Nah, artikel ini akan membahasnya secara lengkap, supaya kamu punya gambaran utuh sebelum masuk ke dunia kerja hukum atau profesi terkait!

Apa Itu Notaris?

gaji notaris.webp

Dalam sistem hukum Indonesia, notaris adalah pejabat umum yang diberi kewenangan oleh negara untuk membuat akta otentik yang memiliki kekuatan hukum paling kuat sebagai alat bukti.

Dasar hukum profesi ini diatur dalam Undang-Undang Jabatan Notaris (UU No. 30 Tahun 2004 jo. UU No. 2 Tahun 2014).

Undang-undang tersebut menegaskan bahwa notaris berperan dalam memberikan kepastian hukum, terutama untuk dokumen penting seperti perjanjian, pendirian perusahaan, transaksi jual beli, hingga urusan warisan.

Secara sederhana, notaris bisa kamu anggap sebagai pihak netral yang memastikan setiap kesepakatan atau dokumen hukum dibuat sesuai aturan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Jadi, ketika terjadi sengketa di kemudian hari, akta yang dibuat notaris dapat menjadi bukti yang sah dan kuat di pengadilan.

Baca Juga: 5 Tugas Notaris beserta Gaji & Perbedaannya dengan PPAT

Rata-rata Gaji Notaris di Indonesia

Kalau kamu bertanya berapa gaji notaris perbulan, jawabannya tidak tetap seperti karyawan kantoran. Penghasilan notaris berasal dari honorarium jasa pembuatan akta, yang besarannya dipengaruhi nilai transaksi yang ditangani.

Aturan honorarium ini juga sudah ditetapkan, di mana persentasenya menurun seiring naiknya nilai transaksi, tetapi nominal akhirnya tetap bisa besar.

Gambaran umumnya sebagai berikut:

  • Nilai di bawah Rp100.000.000: maksimal 2,5% dari nilai transaksi
  • Nilai Rp100.000.000–Rp1.000.000.000: maksimal 1,5% dari nilai transaksi
  • Nilai di atas Rp1.000.000.000: maksimal 1% atau sesuai kesepakatan para pihak

Jika dilihat dari level pengalaman, rata-rata gaji notaris di Indonesia seperti ini:

  • Notaris Pemula: Berkisar antara Rp10.000.000–Rp20.000.000 per bulan.
  • Notaris Senior: Bisa mencapai ratusan juta rupiah per bulan, terutama bagi yang menangani banyak transaksi bernilai tinggi.

Dengan skema ini, penghasilan notaris sangat bergantung pada besar kecilnya transaksi yang ditangani. Semakin tinggi nilai transaksi, semakin besar pula potensi pendapatannya, sehingga gaji notaris tertinggi bisa mencapai angka ratusan juta per bulan pada kasus tertentu.

Pendapatan ini juga bisa berbeda jika notaris merangkap sebagai PPAT, sehingga muncul istilah gaji notaris PPAT yang umumnya lebih besar karena cakupan pekerjaan yang lebih luas.

Gaji Notaris Berdasarkan Lokasi

Lokasi tempat notaris berpraktik punya pengaruh besar terhadap penghasilan yang didapat. Hal ini karena setiap daerah memiliki tingkat transaksi hukum, properti, dan bisnis yang berbeda, sehingga potensi honorarium juga ikut berubah.

Umumnya, semakin ramai aktivitas ekonomi di suatu wilayah, biasanya semakin tinggi juga peluang pendapatan notaris.

Nah, berikut gambaran gaji notaris berdasarkan lokasi di Indonesia:

1. Gaji Notaris di Jakarta

Sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, Jakarta menjadi kota dengan volume transaksi hukum paling tinggi di Indonesia. Mulai dari pendirian perusahaan, transaksi properti, hingga kerja sama bisnis besar banyak terjadi di wilayah ini.

  • Gaji Notaris Jakarta: Rp25.000.000 – Rp200.000.000+ per bulan.

2. Gaji Notaris di Surabaya

Surabaya dikenal sebagai pusat perdagangan di Jawa Timur dengan aktivitas ekonomi yang sangat aktif. Banyak transaksi bisnis skala menengah hingga besar yang membutuhkan jasa notaris secara rutin.

  • Gaji Notaris Surabaya: Rp20.000.000–Rp150.000.000 per bulan.

3. Gaji Notaris di Bandung

Bandung memiliki kombinasi sektor kreatif, UMKM, dan properti yang terus berkembang. Kebutuhan jasa notaris cukup stabil terutama untuk legalitas usaha dan transaksi properti.

  • Gaji Notaris Bandung: Rp15.000.000–Rp90.000.000 per bulan.

4. Gaji Notaris di Medan

Sebagai kota besar di Sumatera, Medan menjadi pusat perdagangan dan distribusi. Aktivitas bisnis di sektor ini membuat kebutuhan jasa notaris cukup tinggi.

  • Gaji Notaris Medan: Rp15.000.00–Rp85.000.000 per bulan.

5. Gaji Notaris di Semarang

Semarang berkembang sebagai kota industri dan pelabuhan, sehingga banyak transaksi terkait bisnis, logistik, dan properti yang memerlukan jasa notaris.

  • Gaji Notaris Semarang: Rp12.000.000–Rp75.000.000 per bulan.

6. Gaji Notaris di Makassar

Makassar menjadi pusat ekonomi kawasan Indonesia Timur dengan pertumbuhan bisnis yang cukup pesat, terutama di sektor perdagangan dan infrastruktur.

  • Gaji Notaris Makassar: Rp12.000.000–Rp70.000.000 per bulan.

7. Gaji Notaris di Yogyakarta

Yogyakarta memiliki aktivitas ekonomi yang didominasi oleh pendidikan, pariwisata, dan UMKM. Kebutuhan notaris tetap ada, meskipun skalanya tidak sebesar kota metropolitan.

  • Gaji Notaris Yogyakarta: Rp10.000.000–Rp60.000.000 per bulan.

8. Gaji Notaris di Denpasar (Bali)

Denpasar dan Bali secara umum memiliki aktivitas tinggi di sektor pariwisata dan properti, termasuk investasi asing yang sering membutuhkan jasa notaris.

  • Gaji Notaris Denpasar: Rp15.000.000–Rp100.000.000 per bulan.

9. Gaji Notaris di Palembang

Palembang terus berkembang sebagai pusat ekonomi Sumatera Selatan dengan sektor perdagangan dan properti yang cukup aktif.

  • Gaji Notaris Palembang: Rp10.000.000–Rp65.000.000 per bulan.

10. Gaji Notaris di Balikpapan

Balikpapan didorong oleh industri energi dan pembangunan infrastruktur yang membuat transaksi bisnis bernilai besar cukup sering terjadi.

  • Gaji Notaris Balikpapan: Rp15.000.000–Rp90.000.000 per bulan.

Kalau kamu tertarik dengan dunia kerja profesional seperti ini, kamu juga bisa mulai melihat jalur karier yang sesuai dengan latar belakang kamu. Banyak orang memulai dari posisi entry level sambil mencari lowongan kerja terbaru dan membangun pengalaman.

Untuk itu, kamu bisa eksplorasi peluang kerja lewat Dealls yang menyediakan berbagai lowongan kerja dan job vacancy di Indonesia. Kamu pun bisa pakai Dealls AI CV Reviewer supaya CV kamu lebih siap melamar kerja.

CARI LOKER TERBARU SEKARANG!

button lamar loker lewat dealls.png

Tunjangan dan Benefit Notaris

Selain penghasilan utama dari honorarium, profesi notaris juga memiliki beberapa bentuk keuntungan atau benefit yang bisa didapatkan. Hal ini karena notaris tetap memiliki berbagai sumber tambahan yang mendukung pendapatan dan kenyamanan kerja.

Berikut beberapa tunjangan dan benefit notaris yang umum:

1. Honorarium Jasa Akta

Penghasilan utama notaris berasal dari pembuatan akta otentik, legalisasi dokumen, hingga pengesahan perjanjian. Semakin banyak klien dan transaksi yang ditangani, semakin besar pendapatan yang diperoleh.

2. Penghasilan Tambahan sebagai PPAT

Banyak notaris juga merangkap sebagai PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Dari sini, mereka bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari transaksi jual beli tanah dan properti, yang sering kali bernilai besar.

3. Jaringan Klien dan Relasi Bisnis

Seiring waktu, notaris biasanya membangun jaringan dengan pengusaha, developer, hingga perusahaan. Relasi ini bisa menjadi sumber klien tetap yang membantu menjaga stabilitas pendapatan.

4. Fleksibilitas Waktu Kerja

Notaris memiliki fleksibilitas dalam mengatur jadwal kerja sendiri, terutama jika sudah memiliki kantor dan tim. Hal ini berbeda dengan pekerjaan kantoran yang memiliki jam kerja tetap.

5. Potensi Membuka Kantor Sendiri

Notaris dapat membuka kantor sendiri dan mengelola bisnis jasa hukum secara mandiri. Ini memberikan peluang untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan penghasilan.

6. Reputasi dan Kredibilitas Profesional

Profesi notaris memiliki posisi yang cukup prestisius di masyarakat. Semakin tinggi reputasi yang dibangun, semakin besar pula kepercayaan klien dan peluang mendapatkan transaksi bernilai tinggi.

7. Peluang Kolaborasi dengan Perusahaan

Notaris sering bekerja sama dengan perusahaan untuk berbagai kebutuhan legal, seperti pendirian badan usaha, perubahan akta, hingga kerja sama bisnis. Ini bisa menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.

8. Pendapatan dari Konsultasi Hukum

Selain membuat akta, notaris juga bisa memberikan konsultasi hukum kepada klien, yang biasanya dikenakan biaya tambahan.

9. Stabilitas Permintaan Jasa

Kebutuhan akan jasa notaris cenderung stabil karena berkaitan dengan berbagai aktivitas penting, seperti bisnis, properti, dan administrasi hukum lainnya.

10. Peluang Penghasilan Jangka Panjang

Semakin lama pengalaman dan jaringan yang dibangun, semakin besar peluang notaris untuk mendapatkan klien besar dengan transaksi bernilai tinggi, sehingga penghasilannya juga terus meningkat.

Baca Juga: Apa Itu Advokat? Tugas, Gaji, dan Bedanya dengan Pengacara

Cara Menjadi Notaris

Cara Menjadi Notaris.webp

Menjadi notaris bukan proses yang instan. Profesi ini membutuhkan jalur pendidikan khusus, pengalaman praktik, serta tahapan administratif yang cukup panjang. Secara umum, waktu yang dibutuhkan untuk menjadi notaris bisa mencapai sekitar 8–9 tahun.

Hal ini juga menjawab pertanyaan seperti gaji notaris lulusan SMA, karena untuk menjadi notaris memang wajib melalui pendidikan hukum hingga jenjang tertentu, minimal S1 dan S2.

Berikut tahapan lengkap cara menjadi notaris di Indonesia:

1. Menempuh Pendidikan S1 Hukum

Langkah pertama adalah menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum (S1) yang biasanya ditempuh selama kurang lebih 4 tahun. Di tahap ini, kamu akan mempelajari dasar-dasar hukum yang menjadi fondasi profesi notaris.

Baca Juga: 20 Jurusan Hukum Terbaik di Indonesia 2026, Ada PTN & PTS!

2. Melanjutkan ke S2 Magister Kenotariatan

Setelah lulus S1, kamu wajib melanjutkan ke program Magister Kenotariatan (M.Kn.) selama kurang lebih 2 tahun. Jenjang ini memang menjadi syarat utama sebelum kamu bisa berpraktik sebagai notaris.

3. Menjadi Anggota Luar Biasa (ALB) INI

Setelah lulus S2, kamu perlu mendaftar sebagai Anggota Luar Biasa (ALB) di Ikatan Notaris Indonesia (INI). Tahap ini menjadi pintu awal untuk masuk ke dunia profesi notaris secara resmi.

4. Menjalani Masa Magang

Kamu wajib menjalani magang sebagai bentuk praktik langsung di lapangan, yang terdiri dari:

  • Magang mandiri: minimal 24 bulan (2 tahun) di kantor notaris
  • Magang bersama: mengikuti program dari INI (biasanya 4 semester)

Di tahap ini, kamu juga perlu mengumpulkan poin dari seminar atau pelatihan yang diselenggarakan organisasi profesi.

5. Mengikuti Ujian Kode Etik Notaris (UKEN)

Setelah memenuhi syarat magang dan poin, kamu harus mengikuti Ujian Kode Etik Notaris (UKEN) yang diselenggarakan oleh INI. Ujian ini bertujuan untuk memastikan kamu memahami etika dan tanggung jawab profesi notaris.

6. Mengikuti Pelatihan PPKJN

Selanjutnya, kamu perlu mengikuti Pelatihan Peningkatan Kualitas Jabatan Notaris (PPKJN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan HAM sebagai bagian dari proses pengangkatan.

7. Pengangkatan oleh Kemenkumham

Setelah semua syarat terpenuhi, kamu bisa mengajukan permohonan pengangkatan melalui sistem AHU (Administrasi HUkum) Online milik Kemenkumham. Jika disetujui, kamu akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) sebagai notaris.

8. Sumpah Jabatan Notaris

Tahap terakhir adalah pengambilan sumpah jabatan di Kantor Wilayah Kemenkumham. Setelah ini, kamu resmi menjadi notaris dan bisa mulai menjalankan praktik.

9. Memenuhi Syarat Umum Notaris

Selain tahapan di atas, ada beberapa syarat umum yang harus dipenuhi menurut UU Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris, di antaranya:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Berusia minimal 27 tahun
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Tidak pernah dipidana dengan ancaman 5 tahun atau lebih
  • Tidak merangkap jabatan yang dilarang

Skill yang Harus Dimiliki Notaris

Menjadi notaris tidak hanya soal pendidikan tinggi, tetapi juga membutuhkan kombinasi keterampilan teknis dan kemampuan interpersonal.

Secara umum, skill notaris bisa dibagi menjadi dua, yaitu hard skill dan soft skill berikut ini:

1. Hard Skill Notaris

Hard skill adalah kemampuan teknis yang wajib dikuasai karena berkaitan langsung dengan pekerjaan sehari-hari sebagai notaris.

  • Pemahaman hukum yang mendalam: Menguasai hukum perdata, hukum agraria, dan peraturan terkait kenotariatan
  • Keterampilan penyusunan akta (legal drafting): Mampu membuat akta otentik dengan bahasa hukum yang jelas dan sesuai aturan
  • Ketelitian tinggi: Teliti dalam memeriksa dokumen agar tidak terjadi kesalahan yang bisa berdampak hukum
  • Due diligence & fact-finding: Mampu memverifikasi keabsahan dokumen dan data klien secara menyeluruh
  • Prosedur legalisasi dan administrasi: Memahami alur pengesahan dokumen dan pendaftaran resmi
  • Manajemen arsip dokumen: Mengelola penyimpanan akta dan dokumen penting secara rapi dan sistematis

2. Soft Skill Notaris

Selain kemampuan teknis, notaris juga perlu memiliki soft skill untuk menunjang interaksi dengan klien dan menjaga profesionalisme.

  • Komunikasi efektif: Mampu menjelaskan istilah hukum yang kompleks menjadi mudah dipahami
  • Integritas dan etika profesi: Bersikap jujur, netral, dan mematuhi kode etik notaris
  • Kemampuan mendengar: Memahami kebutuhan dan tujuan klien dengan baik sebelum membuat akta
  • Manajemen waktu: Mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tenggat waktu yang ketat
  • Kemampuan negosiasi dasar: Membantu menjembatani kesepakatan antar pihak
  • Manajemen kantor: Mengelola operasional kantor, staf, dan alur kerja secara profesional

Dengan menguasai kedua jenis skill ini, notaris tidak hanya mampu menjalankan tugas secara teknis, tetapi juga membangun kepercayaan klien dalam jangka panjang.

Baca Juga: Kenali 10 Jobdesk Legal Staff dan Skill yang Wajib Dikuasai!

Jenjang Karier Notaris

Jenjang karier notaris sebenarnya sudah memiliki alur yang cukup jelas, mulai dari tahap pendidikan hingga masa pensiun. Berikut gambaran jenjang karier notaris di Indonesia:

1. Calon Notaris (Tahap Pendidikan dan Magang)

Ini adalah tahap awal sebelum kamu resmi menjadi notaris. Pada fase ini, kamu harus menyelesaikan pendidikan dan pengalaman dasar yang menjadi syarat utama.

  • Menyelesaikan S1 Hukum (Sarjana Hukum)
  • Melanjutkan S2 Magister Kenotariatan (M.Kn.)
  • Menjalani magang minimal 24 bulan
  • Terdaftar sebagai Anggota Luar Biasa (ALB) INI

2. Notaris Pratama (Tahap Pengangkatan)

Setelah semua syarat awal terpenuhi, kamu akan masuk ke tahap pengujian dan pengangkatan sebagai notaris.

  • Mengikuti Ujian Kode Etik Notaris (UKEN)
  • Mengikuti uji kompetensi (jika disyaratkan)
  • Diangkat oleh Menteri Hukum dan HAM
  • Mengucapkan sumpah jabatan sebelum mulai praktik

3. Notaris Aktif

Di tahap ini, kamu sudah resmi menjalankan profesi notaris dan memiliki kewenangan penuh dalam membuat akta otentik.

  • Menangani pembuatan akta hukum dan perjanjian
  • Bisa mengambil spesialisasi seperti PPAT atau NPAK
  • Berpeluang aktif di organisasi Ikatan Notaris Indonesia (INI)
  • Mulai membangun klien dan reputasi profesional

4. Notaris Senior dan Masa Pensiun

Seiring bertambahnya pengalaman, notaris akan masuk ke tahap senior dengan jaringan dan klien yang lebih luas.

  • Menangani transaksi bernilai besar dan kompleks
  • Memiliki reputasi dan kepercayaan tinggi dari klien
  • Batas usia jabatan hingga sekitar 70 tahun
  • Wajib menyerahkan protokol notaris saat pensiun

Secara keseluruhan, jenjang karier notaris berjalan secara bertahap dan berkelanjutan. Semakin tinggi pengalaman dan kepercayaan yang dibangun, semakin besar pula peluang untuk mendapatkan klien besar dan meningkatkan penghasilan.

Ingin Gaji Notaris Lebih Besar? Yuk, Lamar Kerja di Perusahaan Lain!

Kalau kamu merasa proyeksi gaji notaris belum sesuai dengan target finansialmu saat ini, tenang saja—masih banyak peluang kerja lain yang bisa kamu pertimbangkan.

Kamu bisa mulai mengeksplorasi berbagai lowongan kerja terbaru di bidang hukum, administrasi, hingga corporate yang menawarkan penghasilan lebih stabil.

Nah, kamu bisa cek berbagai job vacancy dan info loker terdekat melalui website lowongan kerja terpercaya Dealls.

Di Dealls, tersedia 100.000+ lowongan kerja dari 7.000+ perusahaan ternama di Indonesia, sehingga kamu punya banyak pilihan karier sesuai dengan minat dan pengalaman kamu.

Supaya peluang diterima kerja makin besar, kamu juga bisa cek kualitas CV kamu lewat Dealls AI CV Reviewer. Fitur ini membantu kamu memastikan CV sudah relevan dengan posisi yang dilamar dan siap bersaing di proses rekrutmen.

Yuk, mulai langkah kariermu sekarang dengan mencari lowongan kerja terbaru di Dealls!

LAMAR LOKER TERBARU SEKARANG!

button buat akun & lamar loker sekarang

Referensi

UU No. 30 Tahun 2004

UU No. 2 Tahun 2014

Tips Pengembangan Karir
Bagikan

Lamar ke Lowongan Kerja Terbaru Setiap Harinya