Memiliki SIM C bukan sekadar syarat agar bisa berkendara secara legal di jalan raya. Bagi kamu yang sedang aktif mencari kerja, SIM C aktif juga sering menjadi syarat dasar di banyak lowongan, mulai dari kurir, sales lapangan, field officer, hingga pengemudi ojek online.
Artinya, tanpa SIM C, kamu bisa saja gugur di tahap seleksi administrasi bahkan sebelum CV kamu benar-benar dipertimbangkan oleh rekruter.
Sayangnya, banyak orang masih meremehkan persiapan sebelum ujian. Padahal, contoh soal tes SIM C dan pemahaman materi dasar sangat menentukan kelulusan.
Hal ini juga tercermin dari temuan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY, yang mencatat bahwa dari 100 peserta yang gagal ujian praktik SIM, sekitar 50 persen memilih menggunakan jasa calo dibanding mengulang ujian secara mandiri.
Ini menunjukkan bahwa kurangnya persiapan menjadi salah satu penyebab utama kegagalan.
Nah, artikel ini akan membantumu memahami jenis tes SIM C, syarat dan biaya terbaru, hingga 100 contoh soal ujian SIM C dan jawabannya sebagai bahan latihan sebelum ujian. Yuk, simak sampai akhir!
Apa Itu Tes SIM C?

Tes SIM C adalah serangkaian ujian yang wajib kamu lalui untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus kendaraan roda dua.
Tes ini diselenggarakan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memastikan kamu paham aturan lalu lintas dan mampu mengendarai motor dengan aman di jalan raya.
Secara sederhana, tes ini bukan hanya soal formalitas administrasi, tetapi juga bentuk penilaian apakah kamu sudah siap berkendara dengan benar dan bertanggung jawab di jalan.
Tujuan utamanya adalah memastikan setiap pengendara tidak hanya bisa mengoperasikan motor, tetapi juga memahami risiko di jalan serta mampu mengambil keputusan yang aman saat berkendara.
Baca Juga: 100 Contoh Soal Tes Psikotes Kerja serta Jawaban & Pembahasannya
Jenis-Jenis Tes SIM C
Lantas, tes SIM C ada apa saja? Tahapan tes SIM C secara umum terdiri dari dua bagian utama, yaitu tes teori dan tes praktik. Berikut rinciannya:
1. Tes Teori (Ujian Tulis/Elektronik)
Tes teori adalah tahap pertama yang harus kamu kerjakan dalam proses contoh soal tes SIM C. Ujian ini menguji sejauh mana pemahaman kamu tentang peraturan lalu lintas, wawasan berkendara, serta persepsi bahaya.
Banyak yang meremehkan tahap ini, padahal berapa soal ujian teori SIM C yang harus dijawab dengan benar memiliki ambang batas kelulusan yang cukup ketat.
Berikut detail formatnya:
- Format soal: Pilihan ganda sebanyak 30–40 soal, dikerjakan menggunakan komputer atau tablet di Satpas
- Durasi: 15 menit untuk menyelesaikan seluruh soal
- Syarat lulus: Minimal 21 jawaban benar dari total soal
- Materi yang diujikan: Rambu lalu lintas, marka jalan, tata cara mendahului, batas kecepatan, etika berkendara, serta aturan hukum lalu lintas yang berlaku
Saat ini, sistem ujian teori SIM C sudah menggunakan format AVIS (Audio Visual Interactive System). Artinya, soal tidak hanya berbentuk teks, tetapi juga ditampilkan dalam bentuk gambar atau video simulasi situasi berkendara.
Kabar baiknya, saat ini juga tersedia modul belajar melalui aplikasi Digital Korlantas Polri, sehingga kamu bisa mempersiapkan diri dari rumah sebelum mengikuti ujian resmi.
2. Tes Praktik (Uji Keterampilan)
Setelah lulus tes teori, kamu akan melanjutkan ke tes praktik di lapangan atau sirkuit yang sudah disediakan.
Tahap ini sering menjadi tantangan utama dalam tes SIM C, bukan karena tidak bisa mengendarai motor, tetapi karena belum memahami pola lintasan.
Menariknya, skema ujian praktik sudah diperbarui. Jalur angka 8 dan zigzag yang dulu dianggap sulit kini sudah dihapus dan diganti dengan sirkuit terpadu yang lebih relevan dengan kondisi nyata di jalan.
Berikut detail tahap praktiknya:
- Bentuk lintasan: Sirkuit berbentuk huruf “S” yang lebih luas dan aplikatif
- Ukuran jalur: Sekitar 2,5 kali lebar kendaraan sehingga lebih mudah dilewati tanpa menyentuh pembatas
- Kesempatan ulang: Jika gagal, kamu mendapat 2 kali kesempatan di hari yang sama atau mengulang minggu berikutnya tanpa biaya tambahan
Dalam sirkuit ini, terdapat empat materi utama yang akan diuji:
- Uji Keseimbangan: Menjaga keseimbangan motor saat melintasi trek lurus dan lintasan berbentuk huruf S
- Uji Pengereman/Reaksi: Menjalankan motor pada kecepatan tertentu lalu melakukan pengereman berhenti tepat di titik yang ditentukan
- Uji U-Turn: Melakukan manuver putar balik tanpa menurunkan kaki ke tanah
- Uji Huruf S: Menavigasi motor melewati lintasan berbentuk huruf S secara mulus dan terkendali.
Dengan memahami format ini sejak awal, kamu bisa lebih fokus berlatih sesuai materi yang benar-benar diujikan dalam soal ujian SIM C.
Nah, sembari kamu mempersiapkan diri untuk ujian SIM C, kamu juga bisa mulai memikirkan langkah berikutnya, yaitu mencari peluang kerja yang membutuhkan SIM C seperti kurir, field officer, sales lapangan, hingga operasional.
Kalau kamu ingin mulai eksplor lowongan kerja terbaru, kamu bisa mencarinya lewat platform pencari kerja yang lebih praktis dan terpercaya seperti Dealls.

Syarat dan Biaya Pembuatan SIM C
Sebelum kamu lanjut ke contoh soal tes SIM C, ada beberapa syarat dan biaya yang perlu kamu siapkan terlebih dahulu. Hal ini penting agar proses pembuatan SIM C bisa berjalan lancar tanpa hambatan.
1. Syarat Administrasi dan Usia
Pada tahap ini, kamu perlu memastikan dokumen dan usia sudah sesuai ketentuan sebelum bisa mendaftar di Satpas.
- Usia minimal 17 tahun
- KTP asli yang masih berlaku beserta fotokopinya
- WNA wajib melampirkan dokumen keimigrasian yang sah
2. Syarat Kesehatan & Ujian
Selain dokumen, kamu juga harus lolos pemeriksaan kesehatan dan mengikuti rangkaian ujian yang sudah ditentukan.
- Surat keterangan sehat dari dokter (tes kesehatan jasmani)
- Surat lulus tes psikologi
- Ujian teori tentang rambu, aturan, dan etika berkendara
- Ujian praktik di sirkuit berbentuk huruf “S”
- Materi ini juga sering muncul dalam contoh soal tes SIM C
3. Rincian Total Biaya Pembuatan
Biaya pembuatan SIM C terdiri dari biaya resmi negara dan beberapa biaya tambahan di luar tarif utama.
- Penerbitan SIM C baru: Rp100.000
- Tes kesehatan: Rp35.000 – Rp50.000
- Tes psikologi: Rp50.000 – Rp100.000
- Asuransi (opsional): sekitar Rp30.000
Total biaya yang perlu kamu siapkan biasanya berada di kisaran Rp205.000 – Rp255.000, tergantung lokasi dan layanan tambahan di Satpas.
Baca Juga: 55 Contoh Soal Tes Psikotes Kepribadian: MBTI, EPPS, WAIS, hingga DISC
100 Contoh Soal Tes SIM C dan Jawabannya

Berikut adalah kumpulan contoh soal ujian teori SIM C dan psikologi beserta kunci jawaban yang bisa kamu gunakan untuk latihan. Soal-soal ini disusun berdasarkan materi dari Buku Panduan Latihan Ujian Teori SIM yang diterbitkan Korlantas Polri.
Jika kamu ingin berlatih soal ujian teori SIM C secara online, tersedia juga simulasi resmi melalui aplikasi Digital Korlantas Polri serta berbagai aplikasi latihan tes SIM di Play Store.
Soal 1: Rambu Berbentuk Segitiga Merah
Rambu lalu lintas berbentuk segitiga sama sisi dengan latar merah menandakan apa?
a. Perintah wajib
b. Larangan keras
c. Peringatan bahaya
d. Petunjuk arah
Jawaban: C Rambu segitiga dengan latar merah adalah rambu peringatan — menginformasikan adanya potensi bahaya di depan, bukan melarang atau memerintah.
Soal 2: Marka Garis Putus-Putus di Tengah Jalan
Apa arti marka jalan berupa garis putus-putus di tengah jalan?
a. Dilarang menyalip dalam kondisi apapun
b. Boleh menyalip jika kondisi aman
c. Jalur khusus sepeda motor
d. Batas kecepatan minimum
Jawaban: B Garis putus-putus menandakan bahwa pengendara boleh berpindah lajur atau menyalip asalkan kondisi jalan aman dan tidak ada kendaraan dari arah berlawanan.
Soal 3: Lampu Kuning Menyala
Ketika lampu lalu lintas berwarna kuning menyala, pengendara harus…
a. Segera mempercepat kendaraan
b. Berhenti jika masih memungkinkan, atau bersiap berhenti
c. Langsung berhenti di mana pun berada
d. Menyalip kendaraan di depan
Jawaban: B Lampu kuning adalah tanda transisi. Pengendara harus bersiap berhenti jika masih memungkinkan, bukan mempercepat laju untuk "mengejar" sebelum merah.
Soal 4: Arti Rambu Lingkaran Merah dengan Angka 40
Rambu berbentuk lingkaran dengan warna merah di tepinya dan angka "40" di tengah berarti…
a. Kecepatan minimum 40 km/jam
b. Kecepatan maksimum 40 km/jam
c. Jarak aman 40 meter
d. Dilarang masuk kecuali kendaraan bertonase 40 ton
Jawaban: B Rambu lingkaran merah dengan angka adalah rambu larangan kecepatan, artinya pengendara dilarang melebihi batas kecepatan yang tertera, dalam hal ini 40 km/jam.
Soal 5: Garis Marka Penuh (Solid) di Tepi Jalan
Garis marka penuh di tepi kiri jalan berfungsi sebagai…
a. Batas minimum kecepatan
b. Batas tepi jalur yang tidak boleh dilanggar kendaraan
c. Tanda jalur khusus
d. Penanda jalan berbayar
Jawaban: B Garis marka penuh di tepi jalan menandai batas jalur lalu lintas, kendaraan tidak boleh melewatinya kecuali dalam kondisi darurat.
Soal 6: Rambu Dilarang Parkir
Rambu larangan parkir ditandai dengan…
a. Lingkaran biru dengan tanda panah
b. Segitiga kuning dengan huruf P
c. Lingkaran merah dengan huruf P dicoret
d. Persegi panjang biru dengan tulisan "Dilarang Parkir"
Jawaban: C Rambu larangan parkir berbentuk lingkaran merah dengan huruf P yang disilang. Rambu ini mengharuskan pengendara tidak menghentikan kendaraan di area tersebut untuk parkir.
Soal 7: Jarak Aman Mengikuti Kendaraan di Depan
Saat berkendara di jalan biasa dengan kecepatan 60 km/jam, berapa jarak aman minimum yang sebaiknya dijaga dari kendaraan di depan?
a. 5 meter
b. 10 meter
c. Minimal 3 detik waktu reaksi (sekitar 30–50 meter)
d. Tergantung kondisi cuaca saja
Jawaban: C Prinsip jarak aman menggunakan hitungan waktu reaksi (minimal 3 detik) bukan jarak tetap. Pada kecepatan 60 km/jam, 3 detik setara dengan sekitar 50 meter.
Soal 8: Lampu Hazard
Kapan pengendara motor boleh menyalakan lampu hazard?
a. Saat berkendara dalam kecepatan tinggi
b. Saat berhenti darurat atau kendaraan bermasalah di tepi jalan
c. Saat hujan deras agar lebih terlihat
d. Kapan saja jika merasa perlu
Jawaban: B Lampu hazard hanya digunakan saat kendaraan dalam kondisi darurat atau berhenti di tepi jalan karena gangguan teknis, bukan untuk digunakan saat berkendara normal.
Soal 9: Arti Zebra Cross
Apa kewajiban pengendara saat mendekati zebra cross yang sedang digunakan pejalan kaki?
a. Memperlambat kecepatan tanpa harus berhenti
b. Memberikan klakson peringatan agar pejalan kaki bergegas
c. Wajib berhenti dan memberikan prioritas kepada pejalan kaki
d. Melanjutkan perjalanan jika tidak ada lampu merah
Jawaban: C Berdasarkan aturan lalu lintas, pejalan kaki yang sedang menyeberang di zebra cross memiliki hak prioritas penuh. Pengendara wajib berhenti.
Soal 10: Berkendara di Tikungan
Apa yang harus dilakukan pengendara saat akan melewati tikungan tajam?
a. Mempercepat untuk segera melewati tikungan
b. Mengurangi kecepatan sebelum masuk tikungan, bukan saat di dalam tikungan
c. Membunyikan klakson panjang
d. Berpindah ke jalur kanan agar lebih leluasa
Jawaban: B Pengereman di dalam tikungan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan ban selip. Pengendara harus mengurangi kecepatan sebelum masuk ke tikungan.
Soal 11: Rambu Perintah Belok Kiri
Rambu berbentuk lingkaran biru dengan tanda panah mengarah ke kiri berarti…
a. Dilarang belok kiri
b. Wajib belok kiri
c. Boleh belok kiri atau lurus
d. Jalur satu arah ke kiri
Jawaban: B Lingkaran biru adalah rambu perintah, pengendara wajib mengikuti arah yang ditunjukkan, dalam hal ini belok kiri.
Soal 12: Batas Kecepatan di Jalan Perkotaan
Berdasarkan aturan lalu lintas, berapa batas kecepatan maksimum kendaraan bermotor di jalan dalam kawasan perkotaan?
a. 40 km/jam
b. 50 km/jam
c. 60 km/jam
d. 80 km/jam
Jawaban: C Batas kecepatan di kawasan perkotaan adalah 60 km/jam sesuai peraturan yang berlaku, kecuali ada rambu khusus yang menetapkan batas berbeda.
Soal 13: Mendahului Kendaraan di Persimpangan
Apakah pengendara diperbolehkan mendahului kendaraan lain tepat di persimpangan jalan?
a. Boleh, asalkan lampu hijau menyala
b. Boleh, asalkan tidak ada kendaraan dari arah berlawanan
c. Tidak boleh — mendahului di persimpangan dilarang
d. Boleh jika kendaraan di depan berjalan terlalu lambat
Jawaban: C Mendahului kendaraan di persimpangan dilarang karena berpotensi menyebabkan kecelakaan akibat kendaraan yang datang dari berbagai arah.
Soal 14: Fungsi SIM
Apa fungsi utama Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pengendara?
a. Tanda identitas sebagai pengguna jalan
b. Bukti bahwa pengendara telah memenuhi kompetensi dan lulus tes berkendara secara resmi
c. Syarat untuk mendaftarkan kendaraan bermotor
d. Dokumen untuk klaim asuransi kendaraan
Jawaban: B SIM adalah bukti legal bahwa pemegangnya telah dinyatakan kompeten berkendara oleh otoritas yang berwenang, bukan sekadar kartu identitas.
Soal 15: Garis Marka Penuh di Tengah Jalan
Apa arti garis marka penuh (tidak putus-putus) di tengah jalan?
a. Boleh menyalip jika pandangan bebas
b. Dilarang melewati atau menyalip kendaraan lain
c. Tanda jalan satu arah
d. Batas jalur khusus kendaraan berat
Jawaban: B Garis penuh di tengah jalan adalah tanda larangan mutlak untuk melewati atau menyalip, tidak peduli kondisi jalan tampak kosong.
Soal 16: Kewajiban Menyalakan Lampu Siang Hari
Apakah pengendara motor wajib menyalakan lampu utama saat berkendara di siang hari?
a. Tidak wajib, hanya dianjurkan
b. Wajib, sesuai peraturan lalu lintas yang berlaku
c. Hanya wajib saat hujan atau berkabut
d. Hanya wajib di jalan tol
Jawaban: B Sesuai UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengendara sepeda motor wajib menyalakan lampu utama meskipun di siang hari untuk meningkatkan visibilitas.
Soal 17: Situasi Darurat (Ban Bocor saat Berkendara)
Apa yang harus dilakukan jika ban motor bocor saat sedang berkendara di jalan?
a. Langsung berhenti mendadak di tengah jalan
b. Mempertahankan kecepatan dan mencari bengkel
c. Pegang setang dengan kuat, kurangi kecepatan secara perlahan, dan arahkan ke tepi jalan
d. Segera membunyikan klakson dan berpindah jalur
Jawaban: C Pengereman mendadak saat ban bocor sangat berbahaya. Cara yang benar adalah menjaga keseimbangan, mengurangi gas secara bertahap, dan mengarahkan motor ke sisi jalan dengan tenang.
Soal 18: Rambu Dilarang Memutar Balik
Rambu dilarang memutar balik ditandai dengan…
a. Segitiga kuning dengan gambar panah memutar
b. Lingkaran merah dengan gambar panah memutar yang disilang
c. Persegi panjang biru dengan tulisan "Dilarang Putar Balik"
d. Papan kuning dengan simbol U disilang
Jawaban: B Semua rambu larangan berbentuk lingkaran dengan garis tepi merah dan gambar yang disilang — termasuk larangan memutar balik.
Soal 19: Berkendara dalam Kondisi Hujan Deras
Apa yang sebaiknya dilakukan pengendara motor saat hujan deras dengan jarak pandang sangat terbatas?
a. Tetap berkendara dengan kecepatan normal agar tidak tertinggal
b. Mengurangi kecepatan, menyalakan lampu, dan menjaga jarak lebih jauh dari kendaraan di depan
c. Segera berpindah ke jalur paling kanan agar lebih aman
d. Membunyikan klakson terus-menerus sebagai tanda keberadaan
Jawaban: B Hujan deras mengurangi daya cengkeram ban dan jarak pandang. Pengendara wajib memperlambat kecepatan dan memperbesar jarak aman.
Soal 20: Helm yang Wajib Digunakan
Jenis helm apa yang sesuai dengan standar keselamatan dan wajib digunakan pengendara motor?
a. Helm apa pun asalkan menutupi kepala
b. Helm half-face yang nyaman
c. Helm yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI)
d. Helm full-face buatan luar negeri
Jawaban: C Sesuai peraturan yang berlaku, pengendara wajib menggunakan helm berlogo SNI (Standar Nasional Indonesia), bukan sekadar helm yang tampak aman.
Soal 21: Arti Rambu Segitiga dengan Gambar Orang Menyeberang
Rambu segitiga kuning dengan gambar siluet orang yang sedang menyeberang berarti…
a. Area pejalan kaki prioritas — pengendara wajib berhenti
b. Peringatan — ada area penyeberangan pejalan kaki di depan
c. Dilarang melintas bagi pejalan kaki
d. Kawasan sekolah — kecepatan maksimal 20 km/jam
Jawaban: B Segitiga kuning adalah rambu peringatan — menginformasikan bahwa ada potensi bahaya di depan, dalam hal ini area yang sering digunakan pejalan kaki untuk menyeberang.
Soal 22: Aturan Berkendara di Jalur Lambat
Kendaraan bermotor yang melaju dengan kecepatan rendah seharusnya menggunakan…
a. Jalur tengah agar lebih terlihat kendaraan lain
b. Jalur kanan
c. Jalur paling kiri
d. Semua jalur boleh digunakan secara bebas
Jawaban: C Kendaraan lambat wajib menggunakan jalur paling kiri. Jalur kanan diperuntukkan bagi kendaraan yang berjalan lebih cepat atau yang sedang mendahului.
Soal 23: Arti Rambu Lingkaran Biru dengan Panah ke Atas
Rambu lingkaran biru dengan gambar panah ke atas berarti…
a. Jalan satu arah — hanya boleh lurus
b. Dilarang berbalik arah
c. Kecepatan minimum di jalan tersebut
d. Jalur bebas hambatan
Jawaban: A Rambu lingkaran biru dengan panah lurus ke atas adalah rambu perintah untuk lurus — hanya berlaku satu arah.
Soal 24: Mendahului dari Sisi Kiri
Bolehkah pengendara mendahului kendaraan lain dari sisi kiri?
a. Boleh, asalkan lebih cepat
b. Tidak boleh dalam kondisi apapun
c. Boleh hanya jika kendaraan di depan akan belok kanan
d. Boleh jika jalur kiri lebih kosong
Jawaban: C Mendahului dari sisi kiri hanya diperbolehkan jika kendaraan di depan memberi tanda akan berbelok ke kanan. Dalam kondisi lain, mendahului harus dari sisi kanan.
Soal 25: Batas Kecepatan di Jalan Tol
Batas kecepatan maksimum untuk sepeda motor di jalan bebas hambatan (tol) adalah…
a. 100 km/jam
b. Sepeda motor tidak diperbolehkan masuk jalan tol
c. 80 km/jam
d. 120 km/jam
Jawaban: B Sepeda motor dilarang masuk dan melintas di jalan bebas hambatan (tol) di Indonesia.
Soal 26: Aturan Berkendara di Tikungan Tajam — Lampu
Apa yang wajib dilakukan pengendara saat mendekati tikungan tajam yang pandangannya terhalang?
a. Membunyikan klakson panjang
b. Menyalakan lampu jauh
c. Membunyikan klakson pendek sebagai tanda keberadaan sebelum memasuki tikungan
d. Berhenti sejenak dan mengecek kondisi
Jawaban: C Membunyikan klakson pendek sebelum tikungan adalah sinyal keberadaan bagi kendaraan dari arah berlawanan — merupakan praktik keselamatan yang dianjurkan.
Soal 27: Tata Cara di Persimpangan Tanpa Rambu
Di persimpangan yang tidak ada rambu dan tidak ada lampu lalu lintas, siapa yang mendapat prioritas jalan?
a. Kendaraan yang lebih besar
b. Kendaraan dari arah kanan
c. Kendaraan yang lebih cepat
d. Kendaraan yang datang dari jalan utama yang lebih lebar
Jawaban: B Aturan umum di persimpangan tanpa rambu adalah kendaraan dari arah kanan mendapat prioritas untuk jalan terlebih dahulu.
Soal 28: Kondisi Ban Motor Layak Jalan
Ciri ban motor yang sudah tidak layak digunakan di jalan adalah…
a. Tekanan angin terlalu tinggi
b. Tapak ban sudah aus hingga batas indikator keausan
c. Warna ban yang memudar
d. Ban terasa keras saat ditekan
Jawaban: B Ban yang tapaknya sudah aus hingga atau melewati tanda indikator keausan (TWI) harus segera diganti karena daya cengkeraman terhadap jalan sudah sangat berkurang.
Soal 29: Aturan Mengggunakan Ponsel saat Berkendara
Apakah pengendara motor diperbolehkan menggunakan ponsel saat berkendara meskipun menggunakan headset?
a. Boleh, asalkan menggunakan headset dan tidak melihat layar
b. Tidak boleh — penggunaan ponsel dalam kondisi apapun saat berkendara dilarang
c. Boleh jika kecepatan di bawah 30 km/jam
d. Boleh jika hanya menerima panggilan
Jawaban: B Menggunakan ponsel saat berkendara dalam kondisi apapun dilarang oleh hukum dan sangat berbahaya karena mengalihkan konsentrasi pengendara.
Soal 30: Dokumen Wajib Saat Berkendara
Dokumen apa saja yang wajib dibawa oleh pengendara sepeda motor setiap kali berkendara di jalan raya?
a. KTP dan BPKB
b. SIM C aktif dan STNK yang masih berlaku
c. SIM C, STNK, dan BPKB
d. KTP, SIM C, dan polis asuransi
Jawaban: B Dua dokumen wajib yang harus selalu dibawa saat berkendara adalah SIM C aktif dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) yang masih berlaku.
Soal 31: Arti Marka Chevron (Garis Serong)
Marka jalan berbentuk garis-garis serong (chevron) di tengah jalan berfungsi sebagai…
a. Jalur mendahului kecepatan tinggi
b. Area yang tidak boleh dimasuki kendaraan — biasanya di median jalan atau persimpangan
c. Tanda batas kecepatan
d. Petunjuk arah tikungan
Jawaban: B Marka chevron menandai area yang tidak boleh dilintasi oleh kendaraan, biasanya berada di median jalan, pulau lalu lintas, atau area berbahaya di persimpangan.
Soal 32: Kewajiban saat Didahului Kendaraan Lain
Ketika kendaraan lain sedang mendahului kendaraan kamu dari arah belakang, apa yang sebaiknya kamu lakukan?
a. Segera mempercepat agar tidak didahului
b. Menjaga kecepatan dan posisi jalur
c. Melambat dan memberi ruang agar kendaraan tersebut bisa mendahului dengan aman
d. Berpindah ke jalur kanan
Jawaban: C Memberi ruang dan memperlambat kendaraan adalah tindakan yang tepat dan aman agar proses mendahului berlangsung tanpa risiko tabrakan.
Soal 33: Arti Rambu Rombik (Belah Ketupat) Kuning
Rambu berbentuk belah ketupat dengan latar kuning umumnya berarti…
a. Larangan masuk
b. Peringatan — digunakan di beberapa negara, termasuk untuk menandai peraturan khusus
c. Petunjuk arah wisata
d. Area konstruksi jalan
Jawaban: B Bentuk belah ketupat (rombik) kuning umumnya digunakan sebagai rambu peringatan khusus — pengendara perlu waspada terhadap kondisi jalan atau situasi di depan.
Soal 34: Cara Benar Memberi Tanda Akan Berbelok
Kapan pengendara harus memberikan tanda isyarat (lampu sein) sebelum berbelok?
a. Tepat saat mulai berbelok
b. Setelah melewati persimpangan
c. Beberapa detik sebelum berbelok agar kendaraan lain bisa mengantisipasi
d. Hanya jika ada kendaraan di belakang
Jawaban: C Lampu sein harus dinyalakan beberapa detik sebelum berbelok — bukan saat sudah mulai menikung — agar pengendara lain punya waktu untuk bereaksi.
Soal 35: Aturan Parkir di Dekat Hidran
Bolehkah pengendara memarkir kendaraan di depan atau dekat hidran pemadam kebakaran?
a. Boleh, asalkan tidak menutup hidrannya
b. Boleh jika hanya sebentar
c. Tidak boleh — area di sekitar hidran harus selalu bebas dari kendaraan
d. Boleh jika tidak ada rambu larangan parkir
Jawaban: C Memarkir kendaraan di dekat hidran dilarang karena dapat menghalangi akses petugas pemadam kebakaran dalam situasi darurat.
Soal 36: Fungsi Lampu Rem
Apa fungsi lampu rem pada kendaraan bermotor?
a. Memberi tanda bahwa pengendara akan berbelok
b. Memberi tanda kepada kendaraan di belakang bahwa pengendara sedang memperlambat atau menghentikan kendaraan
c. Meningkatkan visibilitas di malam hari
d. Tanda darurat saat kendaraan mogok
Jawaban: B Lampu rem menyala secara otomatis saat pengendara menekan rem — berfungsi sebagai sinyal visual bagi kendaraan di belakang untuk ikut mengurangi kecepatan.
Soal 37: Pelanggaran Lajur Kanan
Bolehkah pengendara motor menggunakan lajur paling kanan untuk berkendara santai dalam waktu lama?
a. Boleh, karena lajur kanan lebih aman
b. Tidak boleh — lajur kanan hanya untuk mendahului atau kendaraan yang berjalan lebih cepat
c. Boleh jika lajur kiri padat
d. Boleh di jalan tol
Jawaban: B Penggunaan lajur kanan secara terus-menerus tanpa ada kendaraan yang hendak didahului merupakan pelanggaran lalu lintas dan berpotensi membahayakan.
Soal 38: Tindakan saat Rem Blong
Jika rem motor tiba-tiba tidak berfungsi saat berkendara, langkah pertama yang harus dilakukan adalah…
a. Mematikan mesin motor segera
b. Menggunakan engine braking — menurunkan gigi secara bertahap untuk mengurangi kecepatan
c. Menabrakkan motor ke pinggir jalan
d. Membunyikan klakson keras-keras
Jawaban: B Engine braking (menurunkan gigi secara bertahap) adalah teknik pertama yang harus dilakukan saat rem bermasalah — jauh lebih aman daripada langsung mematikan mesin.
Soal 39: Larangan di Rel Kereta Api
Apa yang dilarang pengendara lakukan saat mendekati perlintasan kereta api tanpa palang pintu?
a. Membunyikan klakson
b. Melanjutkan jalan jika tidak terlihat kereta datang dari kejauhan
c. Menerobos tanpa berhenti terlebih dahulu
d. Memperlambat kecepatan saja
Jawaban: C Di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, pengendara wajib berhenti penuh, memastikan tidak ada kereta yang melintas dari kedua arah, sebelum melanjutkan perjalanan.
Soal 40: Aturan Menyalip di Tanjakan
Apakah pengendara diperbolehkan menyalip kendaraan lain di jalan yang menanjak?
a. Boleh jika jalan cukup lebar
b. Tidak boleh — menyalip di tanjakan sangat berbahaya dan dilarang
c. Boleh jika menggunakan lampu sein
d. Boleh jika kendaraan di depan berjalan terlalu lambat
Jawaban: B Menyalip di tanjakan dilarang karena pandangan terbatas dan risiko tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan sangat tinggi.
Soal 41 (Psikologi): Tes Logika Aritmetika — Seri Angka
Lengkapi deret angka berikut: 2, 4, 8, 16, ...
a. 18
b. 24
c. 32
d. 28
Jawaban: C Pola deret ini adalah perkalian 2 (×2). Setiap angka dikalikan 2: 2→4→8→16→32. Tes ini mengukur kecepatan dan ketepatan berpikir logis.
Soal 42 (Psikologi): Tes Situasional — Reaksi di Jalan
Saat berkendara, pengendara lain tiba-tiba memotong jalurmu tanpa memberi tanda. Apa yang sebaiknya kamu lakukan?
a. Mengejar dan membunyikan klakson keras-keras sebagai peringatan
b. Marah dan mengikuti kendaraan tersebut untuk menegur
c. Tetap tenang, kurangi kecepatan, dan jaga jarak aman
d. Langsung berhenti di tengah jalan
Jawaban: C Tes ini mengukur kestabilan emosi di jalan. Pengendara yang mampu mengelola emosi dan tidak reaktif terbukti lebih aman dalam berkendara.
Soal 43 (Psikologi): Tes Penalaran Logis
Semua pengendara motor yang lulus tes SIM C wajib mematuhi rambu lalu lintas. Doni adalah pengendara motor yang sudah lulus tes SIM C. Apakah Doni wajib mematuhi rambu lalu lintas?
a. Tidak, tergantung situasi
b. Ya, karena Doni termasuk dalam kelompok tersebut
c. Hanya jika ada polisi yang berjaga
d. Tidak ada hubungannya
Jawaban: B Ini adalah tes silogisme logis — jika semua anggota kelompok A memiliki sifat X, maka individu yang termasuk kelompok A pasti memiliki sifat X.
Soal 44 (Psikologi): Tes Persepsi Visual — Simbol
Jika ▲ = 5, ■ = 3, dan ● = 2, berapakah nilai dari ▲ + ■ + ● + ▲?
a. 15
b. 13
c. 17
d. 10
Jawaban: A 5 + 3 + 2 + 5 = 15. Tes ini mengukur kemampuan memproses simbol dan berhitung secara cepat dalam waktu terbatas.
Soal 45 (Psikologi): Tes Kepribadian — Toleransi di Jalan
Kamu sedang terburu-buru dan jalanan macet. Kendaraan di depanmu berjalan sangat lambat meskipun jalan sudah mulai lengang. Apa yang kamu lakukan?
a. Terus membunyikan klakson hingga kendaraan itu minggir
b. Sabar dan menunggu kesempatan yang aman untuk mendahului secara benar
c. Langsung menyalip dari sisi kiri dengan kecepatan tinggi
d. Menekan gas dan memaksa menyalip dari sisi manapun
Jawaban: B Tes ini menilai kesabaran dan kontrol impuls — dua karakter penting yang sangat dibutuhkan pengendara yang bertanggung jawab di jalan.
Soal 46 (Psikologi): Tes Aritmetika Cepat
Hitung penjumlahan kolom berikut secara cepat: 7 + 4 + 3 + 6 + 5 = ?
a. 23
b. 24
c. 25
d. 26
Jawaban: C 7 + 4 = 11, 11 + 3 = 14, 14 + 6 = 20, 20 + 5 = 25. Tes ini mengukur kecepatan berhitung dasar secara berkesinambungan.
Soal 47 (Psikologi): Tes Situasional — Pengereman Mendadak
Seorang anak kecil tiba-tiba berlari melintas di depanmu dari sisi kiri. Apa reaksi pertama yang harus kamu ambil?
a. Membelokkan motor ke kanan dengan kecepatan penuh
b. Rem mendadak sekeras mungkin tanpa melihat situasi belakang
c. Kurangi gas, rem secara bertahap, dan waspada terhadap kendaraan di belakang
d. Bunyikan klakson panjang sebagai peringatan dan lanjutkan perjalanan
Jawaban: C Reaksi yang tepat adalah mengurangi kecepatan secara terkendali sambil tetap sadar terhadap kendaraan lain — menghindari tabrakan beruntun dari belakang.
Soal 48 (Psikologi): Tes Penalaran Pola
Melanjutkan pola: 3, 6, 12, 24, ...
a. 36
b. 48
c. 30
d. 42
Jawaban: B Pola adalah ×2: 3→6→12→24→48.
Soal 49 (Psikologi): Tes Situasional — Tekanan Sosial
Teman-temanmu mengajak balapan liar di jalan umum dan mengolok-olok kamu jika tidak ikut. Apa yang kamu lakukan?
- a. Ikut balapan karena tidak mau dianggap pengecut
- b. Menolak dengan tegas karena balapan liar melanggar hukum dan membahayakan orang lain
- c. Ikut tetapi dengan kecepatan lebih rendah
- d. Diam saja dan pura-pura tidak dengar
Jawaban: B Tes ini menilai ketegasan dan integritas dalam menghadapi tekanan sosial — kualitas penting bagi pengendara yang tidak mudah dipengaruhi perilaku berbahaya orang lain.
Soal 50 (Psikologi): Tes Logika Verbal
Pernyataan: "Semua pengendara yang berkendara malam hari wajib menyalakan lampu." Budi berkendara malam hari. Apa kesimpulannya?
a. Budi mungkin menyalakan lampu
b. Budi wajib menyalakan lampu
c. Budi tidak perlu menyalakan lampu jika jalanan terang
d. Tidak bisa disimpulkan
Jawaban: B Jika semua pengendara malam wajib menyalakan lampu dan Budi adalah pengendara malam, maka secara logis Budi wajib menyalakan lampu.
Soal 51: Jarak Aman saat Mengikuti Truk Besar
Mengapa pengendara motor harus menjaga jarak yang lebih jauh saat berada di belakang truk atau kendaraan besar?
a. Karena truk lebih mahal dan harus diberi ruang lebih
b. Karena truk menutupi pandangan — pengendara tidak bisa melihat kondisi jalan di depan
c. Karena truk berkendara lebih cepat
d. Karena truk sering berpindah jalur
Jawaban: B Blind spot dan terhalangnya pandangan adalah alasan utama. Jika truk mengerem mendadak, pengendara di belakang tidak punya cukup waktu untuk bereaksi jika jaraknya terlalu dekat.
Soal 52: Arti Rambu Papan Persegi Panjang Biru
Rambu berbentuk persegi panjang dengan latar biru umumnya berfungsi sebagai…
a. Larangan melintas
b. Peringatan bahaya
c. Petunjuk arah atau informasi fasilitas umum
d. Perintah wajib
Jawaban: C Rambu persegi panjang biru adalah rambu petunjuk — memberikan informasi seperti arah, fasilitas umum, atau nama jalan.
Soal 53: Aturan di Jembatan
Hal apa yang dilarang saat melintas di atas jembatan?
a. Mengurangi kecepatan
b. Mendahului kendaraan lain
c. Menyalakan lampu sen
d. Berhenti di bahu jembatan
Jawaban: B Mendahului di atas jembatan dilarang karena ruang terbatas dan tidak ada tempat menghindar jika terjadi situasi darurat.
Soal 54: Kondisi yang Memperbolehkan Pengendara Melewati Bahu Jalan
Bahu jalan boleh digunakan kendaraan dalam kondisi…
a. Saat jalan utama padat dan macet
b. Hanya dalam keadaan darurat, seperti kendaraan mogok atau ban bocor
c. Saat kendaraan akan berbelok kiri
d. Kapan saja jika lebih cepat
Jawaban: B Bahu jalan bukan jalur lalu lintas biasa. Penggunaannya hanya diizinkan dalam keadaan darurat — bukan untuk menghindari kemacetan.
Soal 55: Tanda Kendaraan di Depan Akan Berbelok Kanan
Kamu melihat kendaraan di depanmu menyalakan lampu sein kanan. Apa yang sebaiknya kamu lakukan?
a. Segera mendahului dari sisi kanan sebelum kendaraan itu berbelok
b. Melambat dan memberi ruang kepada kendaraan tersebut untuk berbelok dengan aman
c. Membunyikan klakson agar kendaraan itu cepat berbelok
d. Langsung menyalip dari sisi kiri
Jawaban: B Saat kendaraan di depan memberi tanda belok kanan, pengendara di belakang wajib melambat dan memberi ruang — bukan mendahului atau memaksa lewat.
Soal 56: Aturan Berkendara saat Kabut Tebal
Saat berkendara dalam kondisi kabut tebal, apa yang sebaiknya dilakukan?
a. Menggunakan lampu jauh agar jarak pandang lebih baik
b. Mempercepat kendaraan agar segera keluar dari area berkabut
c. Menggunakan lampu dekat atau lampu kabut, memperlambat kecepatan, dan menjaga jarak aman
d. Mematikan lampu agar tidak menyilaukan kendaraan lain
Jawaban: C Lampu jauh justru memperburuk visibilitas saat kabut karena cahaya terpantul balik. Lampu dekat atau lampu kabut lebih efektif, dikombinasikan dengan kecepatan rendah dan jarak aman yang lebih besar.
Soal 57: Posisi Tangan yang Benar saat Berkendara
Posisi tangan yang benar saat mengendarai sepeda motor adalah…
a. Satu tangan di setang, satu tangan di samping tubuh untuk keseimbangan
b. Kedua tangan memegang setang dengan posisi rileks namun tetap siap bereaksi
c. Tangan sesekali dilepas dari setang untuk meregangkan otot
d. Tangan kanan memegang setang, tangan kiri bebas
Jawaban: B Kedua tangan harus selalu memegang setang saat berkendara — memastikan kontrol penuh atas arah dan pengereman kapanpun diperlukan.
Soal 58: Aturan Penggunaan Klakson
Kapan penggunaan klakson diperbolehkan?
a. Kapan saja untuk memberi peringatan atau mengungkapkan ketidakpuasan
b. Hanya saat kendaraan lain menghalangi jalan
c. Saat diperlukan sebagai sinyal peringatan keselamatan, seperti mendekati tikungan buta atau situasi berbahaya
d. Saat melewati sekolah atau rumah ibadah agar orang sadar ada kendaraan melintas
Jawaban: C Klakson adalah alat keselamatan, bukan ekspresi emosi. Penggunaannya diperbolehkan sebagai sinyal peringatan dalam situasi yang berpotensi berbahaya.
Soal 59: Arti Garis Kuning di Tepi Jalan
Garis kuning yang digambarkan di tepi jalan atau trotoar umumnya menandakan…
a. Jalur pejalan kaki
b. Area dilarang parkir atau berhenti
c. Batas kecepatan khusus
d. Jalur bus atau angkutan umum
Jawaban: B Garis kuning di tepi jalan adalah tanda larangan parkir atau berhenti di area tersebut.
Soal 60: Aturan Berkendara Satu Arah
Di jalan yang berlaku aturan satu arah, apa konsekuensi bagi pengendara yang melawan arah?
a. Hanya diberi peringatan lisan
b. Dikenai sanksi tilang sesuai ketentuan UU Lalu Lintas yang berlaku
c. Kendaraannya langsung disita
d. Hanya berlaku sanksi jika tertangkap kamera ETLE
Jawaban: B Melawan arah di jalan satu arah adalah pelanggaran lalu lintas yang dapat dikenai sanksi tilang sesuai UU No. 22 Tahun 2009, termasuk denda dan/atau pencabutan SIM.
Soal 61 (Psikologi): Tes Aritmetika — Pengurangan Cepat
Hitung: 100 – 17 – 13 – 25 = ?
a. 45
b. 50
c. 55
d. 48
Jawaban: A 100 – 17 = 83, 83 – 13 = 70, 70 – 25 = 45.
Soal 62 (Psikologi): Tes Situasional — Kelelahan
Kamu merasa sangat mengantuk di tengah perjalanan panjang. Apa yang paling tepat dilakukan?
a. Mempercepat perjalanan agar segera sampai tujuan
b. Membuka kaca helm penuh agar angin masuk dan membantu tetap terjaga
c. Berhenti di tempat yang aman, beristirahat sebentar, atau tidur sejenak
d. Minum kopi dan terus berkendara
Jawaban: C Mengantuk saat berkendara adalah salah satu penyebab kecelakaan terbesar. Satu-satunya solusi yang benar-benar efektif adalah berhenti dan beristirahat.
Soal 63 (Psikologi): Tes Logika Angka
Jika 4 × 5 = 25 dalam pola tertentu, dan 3 × 6 = 27, berapakah 5 × 4 dalam pola yang sama?
a. 25
b. 29
c. 81
d. 27
Jawaban: B Pola: (a × b) + (a – 1) = hasil. 4×5 = 20 + 5 = 25. 3×6 = 18 + 9 = 27. Maka 5×4 = 20 + 9 = 29. Tes ini mengukur fleksibilitas berpikir di luar pola yang biasa.
Soal 64: Rambu "Wajib Memakai Helm"
Apakah penumpang (berboncengan) yang duduk di belakang pengendara motor juga wajib memakai helm?
a. Tidak wajib, hanya pengendara utama
b. Wajib, helm berlaku untuk semua penumpang di kendaraan bermotor
c. Wajib hanya di jalan tol atau jalan raya besar
d. Hanya jika perjalanan lebih dari 10 km
Jawaban: B Kewajiban menggunakan helm berlaku untuk seluruh penumpang kendaraan bermotor, termasuk yang berboncengan — bukan hanya pengendara utama.
Soal 65: Penggunaan Lampu Jauh (High Beam)
Kapan pengendara diperbolehkan menggunakan lampu jauh?
a. Setiap malam hari agar jalan terlihat lebih jelas
b. Hanya saat berkendara di jalan lurus yang sepi tanpa kendaraan dari arah berlawanan
c. Saat melewati persimpangan ramai
d. Saat hujan deras untuk visibilitas maksimal
Jawaban: B Lampu jauh hanya boleh digunakan di jalan sepi tanpa kendaraan dari arah berlawanan. Jika ada kendaraan lain di depan, lampu harus diredupkan ke mode dekat agar tidak menyilaukan.
Soal 66: Aturan Berkendara Kelompok (Konvoi)
Saat berkendara dalam rombongan atau konvoi, formasi yang paling aman adalah…
a. Berbaris satu per satu dengan jarak rapat agar tidak terpisah
b. Berbaris berdampingan (dua motor sejajar) untuk mengisi jalur
c. Berbaris zigzag bergantian dengan jarak aman antar motor
d. Semua motor boleh berkendara bebas tanpa formasi
Jawaban: C Formasi zigzag atau versatz (berselang-seling) adalah formasi standar konvoi — masing-masing pengendara tetap memiliki pandangan bebas ke depan dan jarak reaksi yang cukup.
Soal 67: Kewajiban Menyerahkan SIM saat Pemeriksaan
Saat polisi melakukan pemeriksaan di jalan dan meminta SIM, kamu wajib…
a. Menolak dan meminta surat tugas polisi terlebih dahulu
b. Menyerahkan SIM asli secara langsung kepada petugas
c. Menunjukkan foto SIM di ponsel sebagai pengganti
d. Memberikan fotokopi SIM
Jawaban: B Pada pemeriksaan resmi oleh petugas berwenang, pengendara wajib menyerahkan SIM asli. Foto di ponsel tidak diakui sebagai dokumen sah.
Soal 68: Larangan di Area Sekolah
Di kawasan sekolah yang ada rambu peringatannya, pengendara wajib…
a. Membunyikan klakson agar anak-anak waspada
b. Mengurangi kecepatan secara signifikan dan meningkatkan kewaspadaan
c. Menyalakan lampu hazard sebagai tanda kehati-hatian
d. Berhenti total hingga jam sekolah selesai
Jawaban: B Di kawasan sekolah, kecepatan harus dikurangi secara signifikan karena anak-anak cenderung tidak terduga gerakannya dan bisa tiba-tiba menyeberang.
Soal 69: Tata Cara Melewati Genangan Air di Jalan
Saat harus melewati genangan air yang dalam di jalan, apa yang sebaiknya dilakukan?
a. Melewatinya dengan kecepatan tinggi agar air tidak masuk ke mesin
b. Menghindarinya jika memungkinkan; jika tidak, lewati dengan kecepatan rendah dan konstan
c. Berhenti total dan menunggu genangan surut
d. Melompati genangan dengan mengangkat roda depan
Jawaban: B Melewati genangan dengan kecepatan rendah dan konstan meminimalkan risiko kehilangan kontrol, kerusakan mesin akibat air masuk, dan gelombang air yang mengganggu pengendara lain.
Soal 70: Pengertian Lajur (Lane) dalam Lalu Lintas
Apa yang dimaksud dengan "lajur" dalam konteks aturan lalu lintas?
a. Batas antara jalan raya dan trotoar
b. Bagian dari jalur jalan yang ditandai dengan marka untuk digunakan satu baris kendaraan
c. Area khusus untuk kendaraan darurat
d. Jalur yang dipisahkan oleh median jalan
Jawaban: B Lajur adalah bagian dari ruas jalan yang cukup untuk satu baris kendaraan, biasanya ditandai dengan marka jalan — berbeda dari "jalur" yang merupakan keseluruhan bagian jalan satu arah.
Soal 71 (Psikologi): Tes Konsentrasi — Urutan Simbol
Perhatikan urutan: ▲ ■ ● ▲ ■ ● ▲ ... simbol apa yang muncul berikutnya?
a. ▲
b. ●
c. ■
d. □
Jawaban: C Pola berulang setiap tiga simbol: ▲ ■ ● — ▲ ■ ● — ▲, lalu dilanjutkan dengan ■.
Soal 72 (Psikologi): Tes Situasional — Kondisi Darurat Orang Lain
Kamu melihat pengendara lain mengalami kecelakaan di depanmu. Apa yang paling tepat dilakukan?
a. Melambat, mengamati sebentar, lalu melanjutkan perjalanan
b. Berhenti di tempat aman, hubungi 112 atau 119 untuk bantuan darurat, dan bantu jika memungkinkan tanpa memperburuk kondisi korban
c. Langsung memindahkan korban ke tepi jalan tanpa mengecek kondisinya
d. Tidak ikut campur karena bukan tanggung jawabmu
Jawaban: B Tes ini mengukur tanggung jawab sosial dan ketenangan dalam krisis. Memindahkan korban tanpa prosedur justru bisa memperburuk cedera — prioritasnya adalah memanggil bantuan profesional.
Soal 73 (Psikologi): Tes Aritmetika Simbol
Jika ★ = 6, ♦ = 4, dan ♣ = 3, berapakah nilai ★ + ♦ − ♣?
a. 5
b. 7
c. 8
d. 9
Jawaban: B 6 + 4 = 10, 10 − 3 = 7.
Soal 74: Fungsi STNK
Apa fungsi STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) bagi pengendara?
a. Bukti kepemilikan kendaraan yang sah
b. Tanda registrasi resmi yang membuktikan kendaraan telah terdaftar dan memenuhi ketentuan administrasi yang berlaku
c. Izin operasional kendaraan komersial
d. Dokumen klaim asuransi kendaraan
Jawaban: B STNK adalah tanda registrasi resmi kendaraan yang membuktikan bahwa motor tersebut terdaftar secara legal — berbeda dari BPKB yang merupakan bukti kepemilikan.
Soal 75: Aturan Prioritas di Bundaran
Di bundaran (roundabout), kendaraan mana yang mendapat prioritas jalan?
a. Kendaraan yang masuk bundaran
b. Kendaraan yang sudah berada di dalam bundaran
c. Kendaraan yang lebih besar
d. Kendaraan dari arah kanan di luar bundaran
Jawaban: B Di bundaran, kendaraan yang sudah berada di dalam memiliki prioritas jalan. Kendaraan yang hendak masuk harus memberi jalan terlebih dahulu.
Soal 76: Aturan Penggunaan Jalur Busway
Bolehkah pengendara motor menggunakan jalur busway atau TransJakarta?
a. Boleh jika jalur tersebut kosong
b. Boleh di luar jam operasional bus
c. Tidak boleh dalam kondisi apapun — jalur busway adalah jalur eksklusif angkutan umum
d. Boleh untuk kendaraan darurat saja
Jawaban: C Jalur bus rapid transit (busway) adalah jalur eksklusif yang tidak boleh digunakan kendaraan selain bus yang berwenang — termasuk sepeda motor.
Soal 77: Cara Melewati Persimpangan dengan Aman
Urutan tindakan yang benar saat mendekati persimpangan berlampu adalah…
a. Langsung melintas jika tidak ada kendaraan lain
b. Amati lampu, kurangi kecepatan saat kuning atau merah, berhenti di belakang garis stop, dan lanjutkan saat hijau setelah memastikan aman
c. Bunyikan klakson dan langsung melintas
d. Dahulukan kendaraan dari kanan baru kemudian melintas
Jawaban: B Prosedur yang benar di persimpangan berlampu mencakup pengamatan, penyesuaian kecepatan, berhenti di belakang garis stop (bukan di atasnya), dan lanjut saat hijau setelah memastikan keamanan.
Soal 78 (Psikologi): Tes Penalaran — Analogi
Motor : SIM C = Mobil : ?
a. SIM A
b. SIM B
c. SIM C
d. KIR
Jawaban: A Seperti motor memerlukan SIM C, mobil penumpang pribadi memerlukan SIM A. Ini adalah tes analogi yang mengukur penalaran relasional.
Soal 79: Kewajiban Melapor Kecelakaan
Jika kamu terlibat dalam kecelakaan lalu lintas meskipun tidak ada korban jiwa, kamu sebaiknya…
a. Segera meninggalkan lokasi agar tidak menimbulkan kemacetan
b. Menyelesaikan masalah sendiri dengan pihak lain yang terlibat tanpa melapor ke polisi
c. Tetap di lokasi, mengamankan kendaraan ke tepi jalan, dan melapor ke polisi jika diperlukan
d. Hanya melapor jika ada pihak yang menuntut
Jawaban: C Terlibat kecelakaan dan meninggalkan tempat kejadian bisa berimplikasi hukum. Langkah yang tepat adalah tetap di lokasi, mengamankan situasi, dan melapor ke pihak berwenang jika diperlukan.
Soal 80 (Psikologi): Tes Persepsi — Kelanjutan Pola Gambar
Perhatikan urutan bentuk: ○ ○ ● ○ ○ ● ○ ○ ... apa yang muncul berikutnya?
a. ○
b. ●
c. □
d. ◇
Jawaban: B Pola berulang setiap tiga elemen: ○ ○ ● — setelah dua ○, selalu diikuti ●.
Soal 81: Aturan Berkendara Saat Malam Hari
Selain lampu utama, lampu apa lagi yang wajib berfungsi dengan baik saat berkendara malam hari?
a. Lampu kabin
b. Lampu rem, lampu sein, dan lampu belakang
c. Hanya lampu sein
d. Lampu sein dan lampu hazard
Jawaban: B Lampu rem, sein, dan lampu belakang adalah komponen wajib yang harus berfungsi — memastikan kendaraanmu terlihat oleh pengendara lain dari berbagai sudut.
Soal 82: Sanksi Berkendara Tanpa SIM
Berdasarkan UU Lalu Lintas yang berlaku, sanksi bagi pengendara yang tidak memiliki SIM adalah…
a. Hanya ditegur dan disuruh pulang
b. Kendaraan langsung disita
c. Dikenai pidana kurungan dan/atau denda sesuai ketentuan UU No. 22 Tahun 2009
d. Hanya berlaku sanksi jika mengalami kecelakaan
Jawaban: C Berkendara tanpa SIM merupakan pelanggaran hukum yang dikenai sanksi pidana sesuai UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Soal 83: Aturan Membawa Barang Bawaan
Barang bawaan di atas motor boleh diletakkan di…
a. Mana saja selama talinya kuat
b. Bagian depan setang untuk keseimbangan
c. Bagasi atau tempat yang tidak menghalangi pandangan, mengubah keseimbangan, atau menghalangi lampu kendaraan
d. Di atas kepala penumpang belakang
Jawaban: C Barang bawaan harus diposisikan agar tidak mengganggu keseimbangan, pandangan pengendara, dan tidak menutupi lampu atau tanda kendaraan.
Soal 84 (Psikologi): Tes Situasional — Tekanan Waktu
Kamu terlambat masuk kerja dan lampu sedang merah. Tidak ada kendaraan lain yang terlihat. Apa yang kamu lakukan?
a. Menerobos lampu merah karena tidak ada yang melihat
b. Tetap berhenti dan menunggu lampu hijau — aturan tetap berlaku meskipun tidak ada yang mengawasi
c. Menerobos pelan-pelan agar tidak terlalu mencolok
d. Membunyikan klakson berharap lampu segera berganti
Jawaban: B Tes ini menilai kepatuhan terhadap hukum tanpa pengawasan — salah satu indikator terpenting karakter pengendara yang bertanggung jawab.
Soal 85 (Psikologi): Tes Logika Deduktif
Tidak ada pengendara yang boleh berkendara dalam keadaan mengantuk. Rini mengantuk. Kesimpulan yang benar adalah…
a. Rini mungkin masih boleh berkendara
b. Rini tidak boleh berkendara
c. Rini harus mengonsumsi kafein dulu
d. Rini boleh berkendara jika jaraknya dekat
Jawaban: B Kesimpulan logis: jika tidak ada pengendara yang boleh mengantuk saat berkendara, dan Rini mengantuk, maka Rini tidak boleh berkendara.
Soal 86: Kecepatan Minimum di Jalan Tol
Berapa kecepatan minimum yang umumnya berlaku di jalan tol Indonesia?
a. 40 km/jam
b. 60 km/jam
c. 80 km/jam
d. 100 km/jam
Jawaban: B Kecepatan minimum di jalan tol adalah 60 km/jam. Berkendara terlalu lambat di jalan tol juga berbahaya dan dapat dikenai sanksi.
Soal 87: Cara Melewati Terowongan
Saat memasuki terowongan, apa yang wajib dilakukan pengendara?
a. Mematikan lampu agar tidak mengganggu pengguna lain
b. Menyalakan lampu meskipun di siang hari karena kondisi dalam terowongan gelap
c. Membunyikan klakson panjang sebagai tanda masuk
d. Mempercepat kendaraan untuk segera keluar dari terowongan
Jawaban: B Di dalam terowongan, lampu wajib dinyalakan — tanpa memandang waktu — karena keterbatasan cahaya alami di dalamnya.
Soal 88 (Psikologi): Tes Aritmetika Cepat Lanjutan
Hitung: (8 × 3) – (12 ÷ 4) + 5 = ?
a. 24
b. 26
c. 29
d. 28
Jawaban: B (8×3) = 24, (12÷4) = 3, 24 – 3 + 5 = 26.
Soal 89: Tanda Kendaraan Mogok di Jalan
Jika kendaraanmu mogok di jalan, kamu wajib memasang…
a. Lampu hazard saja sudah cukup
b. Segitiga pengaman di belakang kendaraan pada jarak yang cukup sebagai peringatan
c. Tanda tangan kepada pengendara lain
d. Ranting atau batu di belakang kendaraan
Jawaban: B Segitiga pengaman wajib dipasang di belakang kendaraan yang mogok — memberi peringatan dini kepada kendaraan dari arah belakang agar tidak terjadi tabrakan.
Soal 90 (Psikologi): Tes Situasional — Konflik di Jalan
Seorang pengendara lain memukul spion motormu saat macet dan melanjutkan perjalanan tanpa meminta maaf. Apa yang kamu lakukan?
a. Mengejar dan meminta pertanggungjawaban secara paksa
b. Merasa kesal tapi memilih untuk melanjutkan perjalanan dan tidak mengambil tindakan gegabah
c. Langsung membalas dengan tindakan yang sama
d. Berteriak ke arah pengendara tersebut
Jawaban: B Tes ini mengukur kemampuan mengelola amarah — salah satu faktor psikologis terpenting dalam keselamatan berkendara. Reaksi impulsif di jalan adalah pemicu utama kecelakaan.
Soal 91: Rambu Larangan Masuk
Rambu berbentuk lingkaran merah penuh dengan garis putih horizontal di tengahnya berarti…
a. Dilarang parkir
b. Dilarang masuk untuk semua kendaraan
c. Jalan sedang dalam perbaikan
d. Batas kecepatan 0 km/jam
Jawaban: B Rambu lingkaran merah dengan palang putih horizontal adalah tanda dilarang masuk — tidak ada kendaraan yang boleh melintas dari arah tersebut.
Soal 92: Perbedaan Rambu Peringatan dan Larangan
Apa perbedaan mendasar antara rambu peringatan dan rambu larangan?
a. Bentuk — segitiga untuk peringatan, lingkaran untuk larangan
b. Warna — merah untuk peringatan, biru untuk larangan
c. Rambu peringatan berbentuk bulat, larangan berbentuk kotak
d. Tidak ada perbedaan, keduanya sama-sama mengharuskan berhenti
Jawaban: A Rambu peringatan berbentuk segitiga (biasanya kuning atau merah), sementara rambu larangan berbentuk lingkaran dengan garis tepi merah. Memahami perbedaan ini adalah dasar literasi rambu lalu lintas.
Soal 93 (Psikologi): Tes Memori Jangka Pendek
Perhatikan urutan angka ini selama beberapa detik, lalu tutup: 7 – 3 – 9 – 1 – 5. Angka ke-3 dari kiri adalah…
a. 3
b. 1
c. 9
d. 5
Jawaban: C Urutan: 7 (ke-1), 3 (ke-2), 9 (ke-3), 1 (ke-4), 5 (ke-5). Tes ini mengukur kemampuan memori jangka pendek yang dibutuhkan dalam mengingat rute dan situasi jalan.
Soal 94: Kewajiban di Pintu Perlintasan Kereta Api Berpalang
Saat palang pintu kereta api sedang tertutup, pengendara wajib…
a. Menunggu di depan palang dengan mesin menyala
b. Berhenti di belakang garis batas yang sudah ditandai, tidak menerobos dalam kondisi apapun
c. Menunggu kereta lewat lalu menerobos sebelum palang menutup sempurna
d. Berhenti jika ada petugas, boleh jalan jika tidak ada
Jawaban: B Saat palang menutup, semua kendaraan wajib berhenti di belakang garis batas — tanpa pengecualian. Menerobos perlintasan kereta adalah salah satu penyebab kecelakaan fatal paling sering.
Soal 95: Aturan Berboncengan
Berapa jumlah maksimum penumpang yang diperbolehkan untuk sepeda motor roda dua?
a. Tiga orang jika jaraknya dekat
b. Dua orang — pengendara dan satu penumpang
c. Tidak ada batasan selama masih seimbang
d. Empat orang untuk motor berkapasitas besar
Jawaban: B Sepeda motor roda dua hanya diperbolehkan membawa maksimal satu penumpang berboncengan. Lebih dari itu adalah pelanggaran dan sangat berbahaya.
Soal 96 (Psikologi): Tes Kestabilan Emosi
Kamu baru saja dimarahi atasan di kantor. Dalam kondisi emosi seperti itu, berkendara bisa berbahaya karena…
a. Motormu mungkin bermasalah akibat hawa panas emosimu
b. Kondisi emosional yang tidak stabil menurunkan konsentrasi dan memperlambat waktu reaksi saat berkendara
c. Kamu mungkin lupa membawa helm karena terburu-buru
d. Tidak ada kaitannya — berkendara adalah kegiatan fisik, bukan mental
Jawaban: B Kondisi emosional yang tidak stabil terbukti mempengaruhi kemampuan kognitif dan waktu reaksi. Berkendara dalam keadaan marah atau sedih meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan.
Soal 97: Aturan Saat Kendaraan Darurat Mendekat
Saat mendengar atau melihat kendaraan darurat (ambulans, pemadam kebakaran, polisi) sedang bertugas, pengendara lain wajib…
a. Berhenti total di tempat masing-masing
b. Segera minggir ke sisi kiri jalan dan memberi ruang untuk kendaraan darurat melintas
c. Mengikuti kendaraan darurat agar tidak terjebak macet
d. Menyalakan hazard sebagai tanda solidaritas
Jawaban: B Kendaraan darurat yang sedang bertugas memiliki hak prioritas penuh. Pengendara lain wajib minggir ke kiri dan memberi jalan tanpa menghalangi.
Soal 98 (Psikologi): Tes Atensi — Konsentrasi Ganda
Saat berkendara, pengendara harus mampu memperhatikan beberapa hal sekaligus, yaitu…
a. Hanya kondisi jalan di depan
b. Kondisi jalan di depan, spion kanan dan kiri, rambu lalu lintas, dan kendaraan di sekitar secara bersamaan
c. Hanya rambu dan lampu lalu lintas
d. Hanya kendaraan di belakang yang ditampilkan spion
Jawaban: B Berkendara membutuhkan kemampuan membagi perhatian (divided attention) — memproses berbagai informasi secara bersamaan. Tes atensi dalam psikologi SIM mengukur kemampuan ini.
Soal 99: Kewajiban Pengguna Jalan saat Lampu Merah Mati
Saat lampu lalu lintas di persimpangan mati atau tidak berfungsi, pengendara harus…
a. Langsung melintas karena tidak ada lampu yang melarang
b. Berlaku seperti persimpangan tanpa rambu — waspada dan menerapkan aturan hak jalan
c. Menunggu hingga lampu berfungsi kembali
d. Membunyikan klakson panjang sebagai tanda akan melintas
Jawaban: B Saat lampu mati, persimpangan diperlakukan seperti tidak berlampu — pengendara wajib waspada, mengurangi kecepatan, dan menerapkan aturan prioritas jalan yang berlaku.
Soal 100 (Psikologi): Tes Evaluasi Diri
Setelah melewati ujian teori dan praktik, kamu merasa hasil ujian praktikmu belum sempurna meskipun lulus. Apa sikapmu?
a. Tidak masalah, yang penting lulus dan SIM sudah di tangan
b. Terus berlatih dan meningkatkan kemampuan berkendara meskipun sudah lulus tes
c. Menganggap ujian terlalu mudah dan tidak mencerminkan kemampuan nyata di jalan
d. Langsung mencari cara agar bisa naik golongan SIM lebih cepat
Jawaban: B Tes ini mengukur motivasi intrinsik untuk terus berkembang — pengendara yang baik tidak berhenti belajar hanya karena sudah lulus ujian. Keselamatan berkendara adalah proses yang berkelanjutan.
Baca Juga: 100 Contoh Soal Tes Kesehatan Jiwa untuk Kerja & Tips Menjawabnya
Tips Lulus Tes SIM C
Memahami contoh soal tes SIM C saja belum cukup untuk membuat kamu lulus ujian. Kamu tetap perlu strategi belajar dan persiapan yang tepat agar lebih siap menghadapi setiap tahap ujian.
Berikut beberapa tips yang bisa membantu kamu lebih mudah lulus tes SIM C:
1. Pelajari Materi Resmi dari Korlantas Polri
Kamu bisa mulai belajar dari sumber resmi agar materi yang kamu pelajari sesuai dengan ujian sebenarnya.
Korlantas Polri menyediakan buku panduan latihan ujian teori SIM dalam format e-book yang bisa diakses gratis melalui e-AVIS. Materi di dalamnya mencakup rambu lalu lintas, marka jalan, hingga etika berkendara.
2. Gunakan Aplikasi Simulasi Tes SIM
Karena ujian teori SIM C sekarang berbasis AVIS yang menampilkan gambar dan video, kamu perlu membiasakan diri dengan format tersebut.
Aplikasi simulasi tes SIM bisa membantu kamu memahami pola soal yang mirip dengan ujian asli sehingga tidak kaget saat hari-H.
3. Latihan Soal Secara Rutin
Kunci utama dalam cara lulus ujian teori SIM C adalah latihan yang konsisten. Luangkan waktu setiap hari untuk mengerjakan soal agar kamu semakin terbiasa dengan pola pertanyaan, terutama yang berkaitan dengan rambu dan situasi di jalan.
4. Persiapkan Tes Psikologi dengan Tenang
Tes psikologi juga menjadi bagian penting dalam ujian SIM C. Kamu perlu melatih fokus, logika sederhana, dan menjaga kondisi emosi tetap stabil agar bisa mengerjakan soal dengan baik tanpa terburu-buru.
5. Latihan untuk Tes Praktik
Untuk tes praktik, latihan langsung menggunakan motor akan jauh lebih efektif. Kamu perlu membiasakan diri dengan manuver dasar seperti belok, pengereman, dan menjaga keseimbangan agar lebih siap saat melewati lintasan ujian.
6. Siapkan Dokumen Sejak Awal
Pastikan semua dokumen seperti KTP dan surat keterangan sehat sudah kamu siapkan sejak sehari sebelum ujian. Hal ini penting agar proses di Satpas berjalan lancar tanpa hambatan administratif.
7. Datang Lebih Awal dan Tetap Tenang
Datang lebih awal ke lokasi ujian bisa membantu kamu beradaptasi dengan suasana dan mengurangi rasa gugup. Kondisi yang tenang akan membuat kamu lebih fokus saat mengerjakan setiap tahap ujian.
Temukan Peluang Kerja yang Sesuai dengan Skill dan Kesiapanmu di Dealls!
Setelah kamu memahami contoh soal tes SIM C, jenis ujian, hingga tips untuk lulus, langkah berikutnya adalah memikirkan bagaimana kesiapan ini bisa kamu arahkan ke peluang yang lebih nyata di dunia kerja.
Banyak posisi seperti kurir, field officer, sales lapangan, hingga operasional membutuhkan SIM C aktif sebagai salah satu syarat dasar. Artinya, kesiapan kamu bukan hanya membantu lulus ujian, tetapi juga membuka peluang lebih luas di berbagai lowongan kerja terbaru.
Di tahap ini, kamu butuh tempat yang bisa membantu kamu menemukan peluang kerja secara lebih cepat, relevan, dan terpercaya tanpa harus mencari di banyak sumber website cari kerja sekaligus.
Di sinilah Dealls bisa jadi langkah berikutnya untuk kamu.
Dealls adalah platform lowongan kerja terpercaya yang sudah digunakan oleh 7.000+ perusahaan ternama dan menyediakan lebih dari 100.000+ lowongan kerja terbaru dari berbagai industri.
Semua ini bisa kamu akses dalam satu website lamaran kerja, sehingga kamu tidak perlu lagi berpindah-pindah platform untuk mencari job vacancy atau info loker terdekat.
Sebelum mulai melamar, kamu juga bisa memastikan CV kamu sudah siap bersaing melalui fitur AI CV Reviewer, yang membantu mengevaluasi CV secara otomatis agar lebih sesuai dengan standar rekrutmen.
Kalau kamu sudah siap melangkah ke tahap berikutnya, saatnya mulai mencari lowongan kerja terbaru yang sesuai dengan kemampuan kamu.
Yuk, temukan peluang karier terbaik kamu melalui Dealls!
LAMAR LOKER TERBARU SEKARANG!

Referensi
Ujian SIM Susahnya Setengah Mati, ORI DIY: Ternyata Tak Ada Dasar Hukumnya
