Jumlah pelaku usaha mandiri di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data BPS, hingga 2024 terdapat sekitar 4,4 juta pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang berarti hampir seluruh pelaku usaha di Indonesia (99,8%) berasal dari sektor ini.
Pada 2025, rasio kewirausahaan nasional berada di kisaran 3,35–3,47%, artinya sekitar 3–4 orang wirausaha dari setiap 100 penduduk usia kerja.
Tidak mengherankan jika jalur karier ini semakin diminati, terutama oleh kamu yang menginginkan kebebasan, fleksibilitas waktu, dan kemandirian dalam bekerja.
Jika kamu mulai mempertimbangkan jalur tersebut, mari simak apa itu wiraswasta dan contohnya!
Apa Itu Pekerjaan Wiraswasta?
Pekerjaan wiraswasta adalah jenis pekerjaan yang dilakukan secara mandiri, di mana kamu tidak berada di bawah struktur atasan seperti dalam pekerjaan formal.
Secara umum, wiraswasta merujuk pada individu yang menciptakan atau menjalankan usaha sendiri, mengelola aktivitas bisnis, serta menanggung risiko sekaligus menikmati hasilnya.
Lantas, apakah petani termasuk wiraswasta? Ya, petani termasuk wiraswasta jika ia mengelola lahan miliknya sendiri atau menyewa lahan secara mandiri tanpa bergantung pada atasan.
Namun jangan tertukar dengan pekerjaan non-formal, karena penyebutan keduanya saling tertukar. Adapun perbedaannya:
- Wiraswasta adalah seseorang yang bekerja secara mandiri tanpa arahan atasan.
- Non-formal adalah seseorang yang tidak terdaftar secara resmi atau tidak memiliki struktur hukum tertentu.
Artinya, kamu bisa menjadi wiraswasta non-formal (seperti pedagang kaki lima), tetapi ada juga wiraswasta formal, misalnya pemilik usaha berbadan hukum seperti PT atau CV.
Adapun karakteristik dari seorang wiraswasta yaitu:
- Tidak bergantung pada atasan atau struktur organisasi formal.
- Berorientasi pada penghasilan langsung.
- Fokus pada satu bidang.
- Mengandalkan keterampilan dan pengalaman pribadi.
Perbedaan Wiraswasta vs Wirausaha
Berbicara soal wiraswasta, kamu harus tahu bahwa terdapat perbedaan antara wiraswasta vs wirausaha, yaitu:
- Wiraswasta fokus pada pemanfaatan keterampilan pribadi untuk menghasilkan pendapatan langsung.
- Wirausaha (Entrepreneur) fokus pada inovasi, menciptakan nilai baru, dan membangun sistem yang bisa direplikasi atau diperbesar skalanya (scaling up).
20 Contoh Pekerjaan Wiraswasta
Berikut ini adalah 20 contoh pekerjaan wiraswasta dan wirausaha beserta simulasi proyeksi keuntungannya, cocok jadikan referensi jika kamu tertarik menekuni bidang karier ini:
1. Jasa Desain Grafis Mandiri (Freelance Graphic Designer)

Ini adalah contoh pekerjaan karyawan wiraswasta, karena bisa kamu kerjakan sebagai sampingan di luar jam kantor.
Untuk menjadi freelance graphic designer, kamu harus mempunyai kreativitas dan keahlian teknis dalam menggunakan perangkat lunak desain (seperti Photoshop, Illustrator, Canva, dll).
Pekerjaan ini dapat dilakukan secara remote dan memiliki pasar yang luas, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar yang membutuhkan materi promosi.
a. Bidang Usaha: Industri Kreatif dan Desain Visual.
b. Produk yang Dijual:
- Desain logo dan branding.
- Konten media sosial (Feed & story).
- Desain cetak (Kartu nama, Brosur, Banner).
c. Target Customer:
- Pemilik UMKM/startup baru.
- Influencer atau personal brand.
- Event organizer.
d. Model Bisnis:
- Proyek lepas (Freelance) berbasis portofolio.
- Paket retainer (Kontrak bulanan untuk jumlah desain tertentu).
e. Simulasi Proyeksi Keuntungan (Bulanan):
- Rata-rata Harga per Proyek: Rp500.000 (Paket Logo/Branding).
- Target Penjualan: 8 Proyek per bulan.
- Total Omzet: 8 x Rp500.000 = Rp4.000.000.
- Biaya Operasional: (Listrik, Internet, Langganan Software) = Rp1.000.000.
- Laba Bersih: Rp4.000.000 - Rp1.000.000 = Rp3.000.000 per bulan.
Baca Juga: 15 Software Desain Grafis Terbaik: Opsi Gratis Hingga Premium!
2. Pemilik Apotek Mandiri
Kamu bisa menjalankan usaha perdagangan obat-obatan yang wajib memiliki izin praktik dan izin edar resmi.
Ini tergolong sebagai contoh pekerjaan wiraswasta formal, karena harus mengantongi izin resmi.
a. Bidang usaha: Perdagangan ritel kesehatan.
b. Produk yang dijual:
- Obat-obatan bebas dan resep dokter.
- Alat kesehatan dan suplemen.
c. Target customer:
- Masyarakat umum di sekitar lokasi apotek.
d. Model bisnis:
- Penjualan langsung melalui toko fisik berizin resmi.
e. Simulasi proyeksi keuntungan (bulanan):
- Total omzet: Rp45.000.000 (tergantung obat yang dijual)
- Biaya produksi (HPP): Rp32.000.000.
- Biaya operasional: Gaji asisten apoteker, listrik, pajak, sewa tempat = Rp7.000.000.
- Laba bersih: Rp6.000.000 per bulan.
3. Jasa Cuci dan Perawatan Sepatu (Shoe Cleaning)
Pekerjaan ini merupakan spesialisasi di bidang jasa pembersihan yang membutuhkan keahlian khusus mengenai material sepatu (suede, canvas, leather). Wiraswasta di bidang ini biasanya memulai dari skala rumahan sebelum membuka gerai fisik.
a. Bidang Usaha: Jasa perawatan gaya hidup.
b. Produk yang Dijual:
- Deep cleaning (Pencucian menyeluruh).
- Unyellowing (Menghilangkan warna kuning pada sol).
- Repaint/Recolor (Pengecatan ulang warna sepatu).
c. Target Customer:
- Kolektor sepatu.
- Pelajar dan Mahasiswa.
- Pekerja kantoran.
d. Model Bisnis:
- Drop-off (Pelanggan datang ke lokasi).
- Pick-up & Delivery (Jasa antar jemput sepatu).
e. Simulasi Proyeksi Keuntungan (Bulanan):
- Harga Jual Rata-rata: Rp50.000 per pasang.
- Target Penjualan: 5 pasang per hari x 26 hari kerja = 130 pasang/bulan.
- Total Omzet: 130 x Rp50.000 = Rp6.500.000.
- Biaya Produksi (HPP): (Sabun khusus, sikat, parfum) ± Rp10.000 per sepatu = Rp1.300.000.
- Biaya Operasional: (Pemasaran sosmed, listrik) = Rp700.000.
- Laba Bersih: Rp6.500.000 - (Rp1.300.000 + Rp700.000) = Rp4.500.000 per bulan.
4. Reseller Pakaian Anak Online
Untuk wiraswasta ini berperan sebagai perantara antara distributor besar atau produsen dengan konsumen akhir.
Skill penting yang harus kamu punya di sini adalah kemampuan kurasi produk yang menarik dan kemampuan pemasaran di platform digital, seperti e-commerce (Shopee, Tokopedia) maupun sosial media (TikTok Shop, Facebook Marketplace).
a. Bidang Usaha: Perdagangan ritel (Fashion).
b. Produk yang Dijual:
- Setelan baju harian anak.
- Baju tidur anak.
- Aksesori (Topi, kaos kaki).
c. Target Customer:
- Ibu muda usia 22–35 tahun.
- Pengguna aktif Instagram dan TikTok.
d. Model Bisnis:
- Stok barang sendiri (Inventory-based).
- Penjualan melalui marketplace dan live streaming.
e. Simulasi Proyeksi Keuntungan (Bulanan):
- Harga Jual Rata-rata: Rp75.000 per setel.
- Target Penjualan: 150 setel per bulan.
- Total Omzet: 150 x Rp75.000 = Rp11.250.000.
- Biaya Produksi (HPP): (Harga beli grosir + packing) ± Rp50.000 per setel = Rp7.500.000.
- Biaya Operasional: Internet, iklan sosmed, transportasi = Rp1.000.000.
- Laba Bersih: Rp11.250.000 - (Rp7.500.000 + Rp1.000.000) = Rp2.750.000 per bulan.
5. Jasa Penulisan Konten (Freelance Content Writer)
Seorang penulis konten (content writer) wiraswasta menyediakan jasa pembuatan tulisan yang informatif dan menarik untuk berbagai platform digital, baik media sosial, email, maupun website.
Ini adalah contoh pekerjaan wiraswasta kecil, karena kamu tidak perlu modal untuk memulai, hanya perangkat untuk mengetik, bisa dari HP atau laptop.
a. Bidang Usaha: Jasa penulisan dan pemasaran digital.
b. Produk yang Dijual:
- Artikel blog/Website (SEO friendly).
- Copywriting untuk iklan.
- Ghostwriting untuk buku atau e-book.
c. Target Customer:
- Pemilik website bisnis.
- Agensi pemasaran digital.
- Media online.
d. Model Bisnis:
- Berbasis per kata atau per artikel.
- Paket bulanan untuk pengelolaan konten website.
e. Simulasi Proyeksi Keuntungan (Bulanan):
- Harga Jual Rata-rata: Rp150.000 per artikel (1000 kata).
- Target Penjualan: 30 artikel per bulan.
- Total Omzet: 30 x Rp150.000 = Rp4.500.000.
- Biaya Operasional: (Internet, langganan tools SEO/AI, listrik) = Rp800.000.
- Laba Bersih: Rp4.500.000 - Rp800.000 = Rp3.700.000 per bulan.
Baca Juga: 6 Tips Contoh Portofolio Content Writer dan Cara Membuatnya
6. Usaha Bar Jus Sayur & Buah (Cold-Pressed Juice)

Pekerjaan wiraswasta ini fokus pada produksi dan penjualan minuman kesehatan murni tanpa tambahan air, gula, atau pengawet.
Berbeda dengan jus biasa, cold-pressed juice menggunakan teknologi pemerasan yang menjaga nutrisi tetap utuh.
Berikut adalah detail profil usahanya:
a. Bidang Usaha: Makanan dan Minuman (F&B) Kesehatan.
b. Produk yang Dijual:
- Jus buah
- Jus sayur
- Jus kombinasi (contoh: Kale + Apel + Lemon).
- Wellness shots (minuman konsentrat jahe atau kunyit dalam botol kecil).
- Paket program "Detox" (paket 6-8 botol untuk konsumsi satu hari).
c. Target Customer:
- Pekerja kantoran usia 25–45 tahun yang sibuk tetapi ingin tetap sehat.
- Komunitas olahraga (Gym, Yoga, atau komunitas lari).
- Orang yang sedang menjalankan program diet atau pemulihan kesehatan.
d. Model Bisnis:
- Direct-to-Consumer (D2C): Mendirikan stand jus, juice bar, toko online (Instagram/WhatsApp).
- Sistem Langganan: Pengiriman rutin setiap pagi ke kantor atau rumah pelanggan.
- Konsinyasi: Menitipkan produk di pusat kebugaran (Gym) atau kafe organik.
e. Simulasi Proyeksi Keuntungan (Bulanan):
- Harga Jual Rata-rata: Rp35.000 per botol (250ml).
- Target Penjualan: 20 botol per hari x 26 hari kerja = 520 botol/bulan.
- Total Omzet: 520 x Rp35.000 = Rp18.200.000.
- Biaya Produksi (HPP): (Buah segar, botol, label) ± Rp18.000 per botol = Rp9.360.000.
- Biaya Operasional: (Listrik, pemasaran, transportasi) = Rp2.500.000.
- Laba Bersih: Rp18.200.000 - (Rp9.360.000 + Rp2.500.000) = Rp6.340.000 per bulan.
Baca Juga: 35 Contoh Usaha Modal Kecil yang Belum Banyak Pesaing, Peluang Untung Besar!
7. Jasa Cuci Kendaraan Panggil
Contoh pekerjaan wiraswasta ini bisa kamu pilih jika merasa memiliki kemampuan mencuci kendaraan.
Kamu cukup membawa peralatan ke lokasi pelanggan untuk melakukan pembersihan menyeluruh, baik interior maupun eksterior kendaraan.
a. Bidang usaha: Jasa perawatan otomotif.
b. Produk yang dijual:
- Cuci eksterior dan interior mobil/motor.
- Waxing dan poles bodi kendaraan.
- Pembersihan jamur kaca dan mesin.
c. Target customer:
- Pemilik kendaraan pribadi yang sibuk.
- Penghuni apartemen atau perumahan padat.
d. Model bisnis:
- Jasa panggilan (on-call) via WhatsApp.
- Paket langganan cuci mingguan.
e. Simulasi proyeksi keuntungan (bulanan):
- Harga jual rata-rata: Rp60.000 per kunjungan (mobil).
- Target penjualan: 3 mobil per hari x 26 hari kerja = 78 mobil/bulan.
- Total omzet: 78 x Rp60.000 = Rp4.680.000.
- Biaya produksi (HPP): (shampoo, semir ban, lap microfiber) = Rp700.000.
- Biaya operasional: (bensin motor, kuota internet) = Rp500.000.
- Laba bersih: Rp4.680.000 - (Rp700.000 + Rp500.000) = Rp3.480.000 per bulan.
8. Pedagang Sayur Keliling
Ini adalah contoh pekerjaan wiraswasta nonformal ini, karena bekerja secara mandiri dengan menjemput bola ke pemukiman warga.
Pekerjaan ini menuntut mobilitas tinggi dan jam kerja yang dimulai sangat dini hari untuk mendapatkan bahan segar dari pasar induk.
a. Bidang usaha: Perdagangan ritel makanan.
b. Produk yang dijual:
- Sayuran segar, bumbu dapur, dan lauk mentah.
c. Target customer:
- Ibu rumah tangga di area perumahan atau kampung.
d. Model bisnis:
- Penjualan harian secara berkeliling menggunakan motor atau gerobak.
e. Simulasi proyeksi keuntungan (bulanan):
- Total omzet: Rp9.000.000 (Rata-rata Rp300.000 per hari).
- Biaya produksi (HPP): Rp6.500.000.
- Biaya operasional: (Bensin, perawatan motor, kantong plastik) = Rp700.000.
- Laba bersih: Rp1.800.000 per bulan.
9. Jasa Penitipan Hewan Rumahan
Bagi pecinta hewan, wiraswasta ini memberikan solusi bagi pemilik peliharaan yang ingin bepergian.
Kamu menyediakan tempat tinggal sementara yang nyaman serta memastikan kebutuhan makan dan kebersihan hewan terjaga selama pemiliknya tidak ada.
a. Bidang usaha: Jasa perawatan hewan peliharaan (pet services).
b. Produk yang dijual:
- Jasa penginapan harian untuk kucing atau anjing.
- Jasa memandikan hewan (grooming dasar).
- Layanan ajak jalan anjing (dog walking).
c. Target customer:
- Pemilik hewan peliharaan yang sedang liburan atau dinas luar kota.
d. Model bisnis:
- Tarif harian per ekor hewan.
- Penjemputan dan pengantaran hewan ke rumah pemilik.
e. Simulasi proyeksi keuntungan (bulanan):
- Harga jual rata-rata: Rp50.000 per hari per ekor.
- Target penjualan: Rata-rata 4 ekor per hari x 30 hari = 120 pet days.
- Total omzet: 120 x Rp50.000 = Rp6.000.000.
- Biaya produksi (HPP): Pasir kucing, camilan hewan, disinfektan kandang = Rp1.200.000.
- Biaya operasional: Listrik AC/kipas, air, iklan = Rp800.000.
- Laba bersih: Rp6.000.000 - (Rp1.200.000 + Rp800.000) = Rp4.000.000 per bulan.
10. Usaha Camilan Keripik Pedas Kemasan
Menjadi wiraswasta camilan mengharuskan kamu memiliki resep bumbu yang khas agar bisa bersaing di pasar.
Prosesnya meliputi pengolahan bahan mentah (seperti singkong atau makaroni), penggorengan, pemberian bumbu, hingga pengemasan yang menarik.
a. Bidang usaha: Industri makanan (kuliner).
b. Produk yang dijual:
- Keripik singkong pedas berbagai level.
- Makaroni goreng dan basreng (bakso goreng).
c. Target customer:
- Pelajar, mahasiswa, dan pekerja kantoran penyuka camilan.
d. Model bisnis:
- Penjualan langsung ke konsumen via media sosial.
- Menitipkan produk di kantin atau minimarket lokal (konsinyasi).
e. Simulasi proyeksi keuntungan (bulanan):
- Harga jual rata-rata: Rp15.000 per bungkus.
- Target penjualan: 20 bungkus per hari x 26 hari = 520 bungkus.
- Total omzet: 520 x Rp15.000 = Rp7.800.000.
- Biaya produksi (HPP): (bahan baku, bumbu, plastik kemasan) = Rp4.000.000.
- Biaya operasional: (gas, transportasi, stiker label) = Rp1.000.000.
- Laba bersih: Rp7.800.000 - (Rp4.000.000 + Rp1.000.000) = Rp2.800.000 per bulan.
11. Jasa Pembuatan Mahar dan Seserahan
Pekerjaan ini sangat musiman namun memiliki margin keuntungan tinggi. Kamu bertugas merangkai uang, perhiasan, atau barang hantaran pengantin menjadi hiasan yang estetik dalam bingkai atau kotak kaca khusus.
a. Bidang usaha: Jasa pernikahan (wedding services).
b. Produk yang dijual:
- Jasa hias mahar bingkai 3D.
- Jasa hias kotak seserahan bertema.
c. Target customer:
- Pasangan yang sedang menyiapkan pernikahan.
d. Model bisnis:
- Jasa per proyek sesuai kerumitan desain.
- Paket sewa kotak seserahan sekaligus jasa hias.
e. Simulasi proyeksi keuntungan (bulanan):
- Harga jual rata-rata: Rp350.000 per proyek (jasa + bingkai).
- Target penjualan: 10 proyek per bulan.
- Total omzet: 10 x Rp350.000 = Rp3.500.000.
- Biaya produksi (HPP): Bingkai, bunga dekorasi, lem, aksesori = Rp1.500.000.
- Biaya operasional: Transportasi belanja bahan, iklan sosmed = Rp500.000.
- Laba bersih: Rp3.500.000 - (Rp1.500.000 + Rp500.000) = Rp1.500.000 per bulan.
12. Jasa Dekorasi Pesta (Party Decorator)

Wiraswasta ini menjual kreativitas dalam menyusun ruang dan kemampuan mengelola anggaran yang terbatas menjadi hasil yang estetik.
Nantinya kamu akan melayani acara-acara intim seperti ulang tahun, bridal shower, atau aqiqah di rumah dengan menggunakan elemen dekorasi seperti balon, kain, dan lampu hias.
a. Bidang usaha: Industri kreatif dan jasa acara (event services).
b. Produk yang dijual:
- Dekorasi balon (garland/arch).
- Background foto (backdrop) tematik.
- Paket dekorasi meja makan (table setting).
c. Target customer:
- Ibu rumah tangga yang merayakan ulang tahun anak.
- Kelompok pertemanan yang mengadakan pesta kejutan.
d. Model bisnis:
- Jasa per proyek sesuai tema dan ukuran dekorasi.
- Paket sewa alat dekorasi sekaligus jasa pasang.
e. Simulasi proyeksi keuntungan (bulanan):
- Harga jual rata-rata: Rp800.000 per paket dekorasi rumah.
- Target penjualan: 5 acara per bulan.
- Total omzet: 5 x Rp800.000 = Rp4.000.000.
- Biaya produksi (HPP): (balon, gas helium, bunga tiruan, transportasi) = Rp1.800.000.
- Biaya operasional: (iklan Instagram, kuota internet, alat tulis) = Rp400.000.
- Laba bersih: Rp4.000.000 - (Rp1.800.000 + Rp400.000) = Rp1.800.000 per bulan.
Baca Juga: 18 Ide Bisnis 2026 yang Profitable, Peluang Usaha Menjanjikan!
13. Jasa Perbaikan Furnitur
Sebagai jasa perbaikan furnitur, kamu akan memberikan layanan untuk memperpanjang usia pakai furnitur lama dengan cara memperbaiki rangka, mengecat ulang (refinishing), atau mengganti lapisan sofa yang sudah rusak.
a. Bidang usaha: Jasa perbaikan rumah tangga dan interior.
b. Produk yang dijual:
- Jasa ganti kulit sofa (upholstery).
- Jasa cat ulang kayu furnitur (plitur/duco).
- Perbaikan engsel atau rangka furnitur rusak.
c. Target customer:
- Pemilik rumah tangga yang ingin menghemat biaya beli furnitur baru.
- Pengelola kantor, kafe, atau restoran.
d. Model bisnis:
- Jasa pengerjaan di tempat pelanggan atau dibawa ke bengkel sendiri.
- Jasa per proyek sesuai tingkat kerusakan dan material.
e. Simulasi proyeksi keuntungan (bulanan):
- Harga jual rata-rata: Rp800.000 per proyek (misal ganti kulit sofa mini).
- Target penjualan: 5 proyek per bulan.
- Total omzet: 5 x Rp800.000 = Rp4.000.000.
- Biaya produksi (HPP): Busa, kulit sintetis, cat, paku = Rp1.800.000.
- Biaya operasional: Bensin, kuota, alat kerja = Rp400.000.
- Laba bersih: Rp4.000.000 - (Rp1.800.000 + Rp400.000) = Rp1.800.000 per bulan.
14. Jasa Pembuatan Hantaran Bunga (Florist Mandiri)
Tugas pekerjaan ini adalah pada kemampuan merangkai bunga dan kepekaan terhadap estetika warna.
Sebagai wiraswasta, kamu harus mempunyai jaringan pemasok bunga segar yang stabil dan kemampuan menjaga kesegaran tanaman hingga sampai ke tangan pelanggan di momen-momen spesial mereka.
a. Bidang usaha: Industri kreatif dan dekorasi.
b. Produk yang dijual:
- Buket bunga segar atau preserved flowers.
- Bunga papan untuk ucapan selamat atau duka cita.
- Dekorasi bunga meja untuk acara kecil.
c. Target customer:
- Orang yang merayakan ulang tahun, wisuda, atau anniversary.
- Penyelenggara acara (EO) atau pemilik kafe.
d. Model bisnis:
- Penjualan sistem pre-order melalui Instagram/WhatsApp.
- Kerjasama dengan aplikasi pesan antar kilat.
e. Simulasi proyeksi keuntungan (bulanan):
- Harga jual rata-rata: Rp150.000 per buket standar.
- Target penjualan: 30 buket per bulan.
- Total omzet: 30 x Rp150.000 = Rp4.500.000.
- Biaya produksi (HPP): (bunga segar, kertas bungkus, pita) = Rp2.000.000.
- Biaya operasional: (iklan media sosial, ongkos kirim promosi) = Rp500.000.
- Laba bersih: Rp4.500.000 - (Rp2.000.000 + Rp500.000) = Rp2.000.000 per bulan.
15. Jasa Pembuatan Website (Freelance Web Developer)
Contoh pekerjaan wiraswasta selanjutnya bisa kamu coba kalau memiliki kemampuan teknis pemrograman dan desain antarmuka (UI/UX).
Kamu akan membantu pelaku usaha memiliki website profesional. Namun kamu harus bisa menerjemahkan kebutuhan bisnis klien ke dalam fitur website yang fungsional.
a. Bidang usaha: Jasa teknologi informasi.
b. Produk yang dijual:
- Pembuatan website profil perusahaan (company profile).
- Pembuatan landing page untuk promosi produk.
- Jasa perawatan dan pembaruan konten website.
c. Target customer:
- Pemilik UMKM yang ingin mulai berjualan online.
- Profesional yang ingin membangun portofolio pribadi.
d. Model bisnis:
- Jasa per proyek pembangunan website.
- Biaya langganan pemeliharaan bulanan atau tahunan.
e. Simulasi proyeksi keuntungan (bulanan):
- Harga jual rata-rata: Rp2.500.000 per website sederhana.
- Target penjualan: 2 proyek per bulan.
- Total omzet: 2 x Rp2.500.000 = Rp5.000.000.
- Biaya produksi (HPP): Pembelian domain, hosting, tema premium = Rp1.000.000.
- Biaya operasional: Listrik, internet, langganan tools = Rp500.000.
- Laba bersih: Rp5.000.000 - (Rp1.000.000 + Rp500.000) = Rp3.500.000 per bulan.
16. Jasa Titip Belanja (Personal shopper)

Wiraswasta ini berfokus untuk membantu pelanggan mendapatkan barang dari lokasi tertentu tanpa mereka harus datang langsung.
Barang ini bisa berupa pakaian, gadget, makanan, hingga barang limited edition. Dalam hal ini, pelanggan hanya mengandalkan kepercayaan, oleh karena itu kamu harus teliti dalam memilih kualitas produk.
a. Bidang usaha: Jasa perantara perdagangan.
b. Produk yang dijual:
- Jasa pembelian barang branded di pusat perbelanjaan.
- Jasa pembelian makanan khas daerah atau produk lokal tertentu.
- Jasa pembelian barang di pameran atau event terbatas.
c. Target customer:
- Orang yang tinggal di luar kota atau luar negeri.
- Ibu rumah tangga atau pekerja sibuk yang tidak sempat belanja ke mal.
d. Model bisnis:
- Penarikan biaya jasa (fee) per item atau per transaksi.
- Sistem pembayaran di awal (DP) untuk memastikan keseriusan pelanggan.
e. Simulasi proyeksi keuntungan (bulanan):
- Harga jual rata-rata: Rp25.000 (biaya jasa per item).
- Target penjualan: 200 item per bulan.
- Total omzet: 200 x Rp25.000 = Rp5.000.000.
- Biaya produksi (HPP): Parkir, kantong plastik tambahan, biaya admin bank = Rp500.000.
- Biaya operasional: Bensin, kuota internet untuk live shopping, transportasi = Rp1.000.000.
- Laba bersih: Rp5.000.000 - (Rp500.000 + Rp1.000.000) = Rp3.500.000 per bulan.
17. Usaha Sablon Kaos Satuan (DTF Printing)
Kalau kamu senang membuat desain pada kaos, bisa jadikan contoh pekerjaan wiraswasta ini sebagai referensi.
Kamu akan menggunakan teknologi digital transfer film (DTF) untuk melayani konsumen yang ingin mencetak desain pribadi secara eksklusif dengan hasil warna yang tajam dan tahan lama.
a. Bidang usaha: Industri kreatif dan konveksi.
b. Produk yang dijual:
- Kaos dengan desain kustom (satuan).
- Cetak logo pada totebag atau hijab.
- Pembuatan seragam komunitas skala kecil.
c. Target customer:
- Individu yang ingin tampil beda (pakaian kustom).
- Komunitas hobi, angkatan sekolah, atau pemilik brand pakaian pemula.
d. Model bisnis:
- Penjualan sistem made-to-order (baru diproduksi setelah ada pesanan).
- Penjualan melalui marketplace dan media sosial.
e. Simulasi proyeksi keuntungan (bulanan):
- Harga jual rata-rata: Rp85.000 per kaos (kaos + cetak).
- Target penjualan: 60 kaos per bulan.
- Total omzet: 60 x Rp85.000 = Rp5.100.000.
- Biaya produksi (HPP): Kaos polos, tinta DTF, film, bubuk lem = Rp3.000.000.
- Biaya operasional: Listrik mesin press, internet, pemasaran = Rp600.000.
- Laba bersih: Rp5.100.000 - (Rp3.000.000 + Rp600.000) = Rp1.500.000 per bulan.
18. Jasa Admin Media Sosial Lepas (Freelance Social Media Admin)
Untuk menjadi wiraswasta ini, kamu harus memiliki pemahaman mendalam tentang algoritma media sosial dan kemampuan berinteraksi yang persuasif.
Pasalnya kamu akan membantu pemilik bisnis mengelola media sosial mereka, mulai dari membalas komentar, mengunggah konten, hingga menjaga hubungan baik dengan audiens.
a. Bidang usaha: Jasa pemasaran digital.
b. Produk yang dijual:
- Jasa pengelolaan akun Instagram/TikTok bulanan.
- Jasa interaksi audiens dan manajemen krisis komentar.
- Jasa riset tren konten dan kata kunci (hashtag).
c. Target customer:
- Pemilik UMKM yang sibuk memproduksi barang dan tidak sempat memegang akun.
- Toko online yang butuh respon cepat untuk menangani calon pembeli.
d. Model bisnis:
- Paket langganan bulanan per akun.
- Tambahan biaya untuk manajemen iklan (ads management).
e. Simulasi proyeksi keuntungan (bulanan):
- Harga jual rata-rata: Rp1.500.000 per klien (manajemen akun standar).
- Target penjualan: 3 klien per bulan.
- Total omzet: 3 x Rp1.500.000 = Rp4.500.000.
- Biaya produksi (HPP): (langganan alat penjadwalan konten, aset desain) = Rp500.000.
- Biaya operasional: (kuota internet, listrik, biaya komunikasi) = Rp500.000.
- Laba bersih: Rp4.500.000 - (Rp500.000 + Rp500.000) = Rp3.500.000 per bulan.
Baca Juga: 13 Usaha Sampingan Karyawan Sepulang Kerja, Bisa Modal Kecil
19. Usaha Hidroponik Rumahan (Microgreens)
Siapa sangka hanya dengan media air, kamu bisa menanam sayuran berkualitas tinggi di lahan terbatas.
Banyak yang memilih sayur yang tumbuh secara hidroponik karena lebih bersih, segar, dan bebas pestisida dibandingkan sayur di pasar umum. Artinya, bisnis ini cukup potensial selagi menargetkan pelanggan yang tepat.
a. Bidang usaha: Pertanian modern (agribisnis).
b. Produk yang dijual:
- Sayuran daun segar (selada, kale, pakcoy).
- Tanaman mikro (microgreens) untuk hiasan makanan sehat.
- Paket nutrisi dan benih hidroponik pemula.
c. Target customer:
- Masyarakat perkotaan yang sadar kesehatan.
- Restoran lokal atau kafe yang menyajikan menu salad/jus.
d. Model bisnis:
- Sistem panen berdasarkan pesanan agar sayur tetap segar.
- Penjualan langsung atau sistem langganan mingguan.
e. Simulasi proyeksi keuntungan (bulanan):
- Harga jual rata-rata: Rp20.000 per ikat/kemasan.
- Target penjualan: 150 kemasan per bulan.
- Total omzet: 150 x Rp20.000 = Rp3.000.000.
- Biaya produksi (HPP): (benih, nutrisi AB mix, media tanam/rockwool) = Rp800.000.
- Biaya operasional: (listrik pompa air, air, plastik kemasan) = Rp400.000.
- Laba bersih: Rp3.000.000 - (Rp800.000 + Rp400.000) = Rp1.800.000 per bulan.
20. Jasa Perakitan PC (PC Builder Freelance)
Banyak yang kesulitan membuat PC sendiri karena khawatir menyebabkan masalah pada perangkat keras itu sendiri.
Namun jika kamu memiliki kemampuan teknis mengenai perangkat keras komputer dan pemahaman mendalam tentang kecocokan antar komponen, kamu bisa menawarkan jasa perakitan PC.
a. Bidang usaha: Jasa teknologi dan perangkat keras.
b. Produk yang dijual:
- Jasa konsultasi pemilihan spesifikasi komputer.
- Jasa perakitan komponen PC hingga menyala (cable management).
- Jasa instalasi sistem operasi dan optimasi perangkat lunak dasar.
c. Target customer:
- Pelajar, mahasiswa, atau pekerja kreatif yang butuh komputer performa tinggi.
- Gamers pemula yang tidak berani merakit sendiri.
d. Model bisnis:
- Biaya jasa rakit per unit komputer.
- Komisi dari pengadaan komponen jika pelanggan menitipkan pembelian.
e. Simulasi proyeksi keuntungan (bulanan):
- Harga jual rata-rata: Rp350.000 (biaya jasa rakit + instalasi per unit).
- Target penjualan: 8 unit per bulan.
- Total omzet: 8 x Rp350.000 = Rp2.800.000.
- Biaya produksi (HPP): (thermal paste, lisensi software dasar, kabel ties) = Rp300.000.
- Biaya operasional: (listrik untuk testing, internet, transportasi) = Rp400.000.
- Laba bersih: Rp2.800.000 - (Rp300.000 + Rp400.000) = Rp2.100.000 per bulan.
Ingin Jadi Pengusaha Tapi Kurang Modal? Yuk, Cari Kerja di Dealls!
Banyak orang ingin menjadi pengusaha, tetapi terhambat oleh keterbatasan modal. Jika itu yang kamu alami, tidak ada salahnya mengumpulkan modal dulu dengan bekerja di sektor formal, khususnya di perusahaan swasta.
Kamu bisa mencari lowongan kerja swasta melalui Dealls yang di dalamnya tersedia 100.000+ lowongan kerja terbaru dari 7.000+ perusahaan besar di Indonesia, seperti di BCA Digital, Astra International, Garuda Food, Orang Tua Group, dan masih banyak lagi.
Kamu bisa memanfaatkan filter berdasarkan gaji untuk menemukan loker dengan ekspektasi gaji yang sesuai, sehingga modal usaha bisa cepat terkumpul sesuai target.
Selain itu, Dealls juga menyediakan fitur review CV gratis agar peluang CV-mu lolos seleksi ATS lebih besar. Jangan sampai lewatkan pengecekan ini, apalagi jika melamar ke perusahaan besar.
Tenang, prosesnya praktis, tinggal drop CV kamu ke bawah dan tunggu 1 menit untuk mendapatkan hasilnya.
Yuk, bangun karier kamu lewat Dealls sekarang sambil menyiapkan usaha mandiri!

