Banyak orang mengira integritas dalam bekerja hanyalah soal kejujuran, padahal maknanya jauh lebih dalam.
Integritas adalah tentang menjadi pribadi yang utuh dan konsisten, melakukan hal yang benar meskipun tidak ada satu pun orang yang melihat.
Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, karyawan yang memiliki integritas tinggi memiliki "nilai jual" yang jauh lebih mahal karena mereka adalah aset yang paling bisa dipercaya untuk menjaga reputasi dan keberlangsungan perusahaan.
Untuk itu, mari pahami apa itu integritas dan contohnya dalam bekerja!
Apa Itu Integritas dalam Bekerja?

Integritas adalah pondasi yang menjadi alasan mengapa seseorang dikenal memiliki reputasi yang dapat diandalkan, jujur, serta dihormati di lingkungan profesional.
Secara harfiah, integritas berarti memiliki prinsip moral yang kokoh dan bertindak selaras dengan nilai-nilai tersebut secara konsisten.
Dalam dunia kerja, integritas berarti melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada satu pun orang yang melihat atau mengawasi.
Pentingnya integritas dalam bekerja sangat ditekankan, karena integritas berarti komitmen untuk menjaga kualitas kerja, menghargai waktu, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan yang diambil tanpa mencari alasan atau menyalahkan orang lain.
Baca Juga: 5 Prinsip Etika Profesi beserta Pengertiannya menurut Para Ahli
Ciri-ciri Karyawan yang Memiliki Integritas dalam Bekerja
Setelah tahu apa itu integritas diri, kamu juga perlu mengenali ciri-cirinya supaya menjadi rekan kerja yang dihargai atau pemimpin yang dihormati. Berikut ciri-ciri karyawan yang berintegritas:
1. Selalu Berkata Jujur
Karyawan berintegritas tidak akan menutup-nutupi fakta meskipun informasi yang disampaikan adalah kabar buruk bagi atasan atau klien. Kejujuran ini membangun kepercayaan karena rekan kerja tahu bahwa informasi yang diberikannya tidak ada yang disembunyikan.
2. Memenuhi Janji dan Tenggat Waktu
Berintegritas berarti melakukan apa yang telah diucapkan atau disepakati sebelumnya. Jika berjanji menyelesaikan tugas tepat waktu, maka mereka akan mengupayakan hal tersebut.
3. Berani Mengakui Kesalahan
Alih-alih mencari kambing hitam, karyawan berintegritas akan mengakui kekurangan mereka dan fokus pada solusi. Sikap ini menunjukkan kematangan mental.
Daripada berkata:
“Saya tidak tahu kenapa datanya salah, sepertinya sistemnya yang bermasalah atau rekan tim saya yang salah input”.
Lebih baik diucapkan dengan kata-kata yang menunjukkan integritas dalam bekerja seperti:
"Mohon maaf, saya melakukan kesalahan pada laporan ini. Saya akan segera memperbaikinya dan memastikan hal ini tidak terulang”.
4. Memberikan Kredit kepada Rekan Kerja
Mereka tidak pernah mencoba mencuri ide dari hasil kerja keras orang lain. Sebaliknya, mereka akan secara terbuka mengakui kontribusi rekan satu tim dan memastikan semua orang yang terlibat mendapatkan apresiasi yang layak atas kesuksesan bersama.
5. Tidak Menyalahgunakan Wewenang
Meski memiliki jabatan tinggi, mereka tetap bekerja secara optimal tanpa menggunakan fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi. Misalnya disiplin dalam bekerja tanpa harus diawasi ketat oleh atasan.
6. Memberikan Rasa Hormat kepada Setiap Kolega
Mereka selalu menghargai pendapat orang lain meskipun berbeda pandangan. Ini yang menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, karena mereka mendengarkan masukan dan memberikan kritik yang membangun.
7. Berani untuk Menegakkan Standar Moral
Mereka tidak takut untuk bersuara ketika melihat adanya pelanggaran etika yang merugikan perusahaan di lingkungan kerja.
Bahkan HR biasanya menyaring kandidat untuk aspek ini saat interview. Misalnya HR memberikan pertanyaan tentang integritas dalam bekerja:
“Apa yang akan kamu lakukan jika melihat rekan kerja senior melakukan pelanggaran?”
Maka jawaban yang bisa kamu berikan yaitu:
“Saya akan mencoba mengingatkan rekan tersebut secara pribadi dengan cara yang sopan. Namun, jika tindakan tersebut terus berlanjut, saya akan melaporkannya melalui jalur resmi atau atasan sesuai dengan kebijakan whistleblowing yang berlaku di kantor”.
Baca Juga: 70 Contoh Jawaban Kelebihan dan Kekurangan Diri dalam Interview Kerja
Contoh Integritas dalam Bekerja
Memiliki integritas di lingkungan kerja bisa menjadi senjata tambahan agar kamu lebih dilirik oleh HR. Maka untuk menerapkannya dalam keseharian rutinitas sehari-hari, mari lihat 10 contoh sikap integritas dalam bekerja:
1. Membantu Rekan Tim yang Kesulitan
Menjadi pemain tim yang andal adalah salah satu cara tercepat untuk menunjukkan integritas karena kamu peduli pada kesuksesan bersama, bukan hanya beban kerja pribadi. Kamu bisa menunjukkan kepedulian dengan cara:
- Menanyakan kabar rekan kerja yang terlihat stres atau cemas.
- Membantu memberikan solusi teknis pada kendala yang dihadapi teman sejawat.
- Menjadi pendengar yang baik saat rekan kerja butuh tempat berkeluh kesah.
2. Meningkatkan Etos Kerja dan Produktivitas
Integritas juga berarti terus berusaha memperbaiki diri demi pertumbuhan pribadi dan memberikan manfaat maksimal bagi perusahaan.
Dalam kasus ini, berikut contoh integritas dalam bekerja yang bisa kamu terapkan:
- Selalu hadir tepat waktu dan berpartisipasi aktif dalam setiap rapat.
- Fokus pada kualitas hasil kerja di atas kuantitas semata.
- Menawarkan diri untuk mengambil tugas tambahan jika kapasitasmu masih memungkinkan.
3. Membantu Menciptakan Lingkungan Kerja Positif
Budaya perusahaan bukan hanya tanggung jawab pemimpin, melainkan kontribusi setiap individu untuk membuatnya menjadi tempat yang menyenangkan.
Beberapa hal kecil yang bisa kamu lakukan antara lain:
- Merayakan pencapaian atau keberhasilan kecil yang diraih rekan kerja.
- Bersedia menggantikan (back up) tugas rekan yang sedang berhalangan secara mendesak.
- Berusaha mengenal rekan kerja secara personal agar komunikasi lebih cair.
4. Menjaga Kerahasiaan Informasi Perusahaan
Menjaga informasi rahasia adalah tanggung jawab besar yang memerlukan tingkat integritas tinggi untuk menghindari konsekuensi hukum dan etika.
Kamu menunjukkan integritas ini dengan cara:
- Tidak membagikan data finansial perusahaan kepada pihak luar yang tidak berwenang.
- Menyimpan rahasia pribadi yang diceritakan rekan kerja secara konfidensial.
- Menghindari gosip kantor yang bisa merusak reputasi orang lain atau perusahaan.
5. Mengedepankan Komunikasi yang Terbuka dan Hormat
Budaya komunikasi yang terbuka dapat meningkatkan semangat kerja dan menciptakan lingkungan yang lebih hangat bagi semua orang. Praktikkan hal ini melalui:
- Memberikan umpan balik (feedback) yang jujur tetapi disampaikan secara diplomatis.
- Menghindari percakapan negatif atau merendahkan rekan kerja di belakang mereka.
- Mendengarkan ide orang lain tanpa memberikan reaksi yang merendahkan atau meremehkan.
6. Bertanggung Jawab atas Kesalahan Sendiri
Mengakui kesalahan mungkin menyakitkan bagi ego, tetapi ini adalah bukti dari karakter yang kuat dan kejujuran profesional.
Cara yang tepat untuk melakukannya adalah:
- Langsung mengakui kekeliruan tanpa mencari alasan atau menyalahkan orang lain.
- Fokus mencari solusi untuk memperbaiki dampak dari kesalahan tersebut.
- Berani meminta bantuan jika merasa kesulitan dengan tugas tertentu daripada menutup-nutupinya.
Baca Juga: 12 Cara Menghadapi Atasan yang Selalu Mencari Kesalahan, Catat!
7. Menunjukkan Sifat yang Dapat Dipercaya dan Diandalkan
Kepercayaan adalah pondasi dari kerja sama tim yang baik, di mana rekan kerja tahu bahwa mereka bisa mengandalkanmu kapan saja.
Kamu bisa membangun sifat ini dengan:
- Konsisten memenuhi deadline proyek yang telah disepakati.
- Menepati setiap janji, sekecil apa pun janji tersebut kepada rekan kerja.
- Berkomunikasi secara transparan jika ada kendala yang menghambat pekerjaanmu.
8. Menyelaraskan Diri dengan Nilai-Nilai Perusahaan
Kebijakan perusahaan dibuat untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif, sehingga setiap karyawan wajib mengikutinya.
Kamu bisa menunjukkan keselarasan ini melalui:
- Mengikuti prosedur operasional standar (SOP) meskipun tidak diawasi atasan.
- Menjunjung tinggi misi dan visi perusahaan dalam setiap interaksi dengan klien.
- Melaporkan tindakan tidak etis seperti pencurian atau bullying yang terjadi di kantor.
9. Menjadi Role Model yang Baik bagi Orang Lain
Setiap orang, mulai dari level junior hingga CEO, bisa menjadi contoh positif di tempat kerja dengan konsisten menjaga sikap profesional. Jadilah panutan dengan cara:
- Tetap ramah dan meluangkan waktu untuk memberikan saran karier bagi junior.
- Datang lebih awal agar bisa memulai shift kerja tepat pada waktunya.
- Menerima kritik konstruktif dengan lapang dada dan melakukan perbaikan nyata.
10. Membawa Diri yang Sebenarnya Setiap Hari
Integritas berarti memberikan upaya terbaikmu setiap hari, bukan sekadar melakukan batas minimum hanya karena tidak ada yang memperhatikan.
Caranya adalah dengan:
- Menjaga motivasi diri dengan mengingat tujuan karier dan kebutuhan finansialmu.
- Mengelilingi diri dengan orang-orang yang memiliki motivasi kerja tinggi.
- Tetap jujur pada prinsip moral pribadimu di tengah tekanan pekerjaan.
Cara Menumbuhkan Integritas dalam Bekerja

Menumbuhkan integritas dalam bekerja bisa dimulai dari hal-hal kecil dan usaha yang konsisten untuk memperbaiki budaya lingkungan kerja. Berikut beberapa cara untuk menumbuhkan integritas dalam bekerja:
1. Memimpin dengan Memberikan Contoh Nyata
Kamu perlu menjadi pelopor dengan menunjukkan sifat-sifat dalam setiap tindakanmu. Ketika rekan kerja melihat bahwa kamu serius menjaga standar moral, mereka secara tidak sadar akan terdorong untuk meniru kualitas positif yang kamu tunjukkan tersebut.
2. Menetapkan dan Mengomunikasikan Ekspektasi
Sulit membangun budaya integritas jika tidak ada standar yang jelas mengenai apa yang diharapkan dalam bekerja.
Kamu harus mampu menjelaskan seperti apa perilaku etis yang diinginkan dalam berbagai situasi, sehingga tidak ada kebingungan saat seseorang menghadapi dilema moral.
3. Mengembangkan Keterampilan Pengambilan Keputusan
Investasikan waktu untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah melalui berbagai program pelatihan.
Tujuannya supaya kamu lebih siap secara mental saat dihadapkan pada tantangan karier yang menguji integritasmu di masa depan.
4. Menciptakan Budaya Berani Berbicara (Speak up)
Dorong setiap orang di lingkungan kerja untuk berani menyampaikan kekhawatiran mereka tanpa rasa takut akan diskriminasi.
Adanya saluran pelaporan yang aman membuat setiap individu merasa didengar, sehingga memperkuat integritas di kantor.
5. Menerapkan Sistem Pengawasan yang Adil
Pastikan ada proses pengawasan yang adil. Jika seorang pemimpin bisa dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya, maka karyawan lain akan termotivasi untuk menjaga integritas dan mengikuti aturan yang ada.
6. Membangun Lingkungan Kerja yang Mendukung
Ciptakan budaya yang saling mendukung setiap perbedaan latar belakang. Lingkungan yang suportif memudahkan seseorang untuk berani jujur dan terbuka saat menghadapi kesulitan, daripada harus berbohong untuk menutupi kekurangan.
7. Membangun Budaya Belajar Terus-menerus
Tanamkan pola pikir untuk selalu belajar agar setiap lapisan organisasi memiliki pengetahuan terbaru mengenai etika kerja profesional.
Jika setiap karyawan fokus pada pertumbuhan pribadi dan pengembangan diri, mereka akan lebih mudah mengadopsi sifat-sifat berintegritas demi kemajuan karier bersama.
Baca Juga: Etika di Tempat Kerja: 10 Panduan untuk Karier yang Gemilang
Saatnya Bangun Karier di Lingkungan Kerja yang Sehat & Berintegritas!
Memiliki integritas dalam bekerja adalah aset yang berharga untuk pengembangan karir karena perusahaan menempatkan karakter ini sebagai nilai tambah saat menyeleksi kandidat.
Pasalnya, karyawan yang berintegritas bisa menjadi andalan perusahaan. Kalau kamu memiliki integritas yang baik, coba untuk mencari tantangan baru melalui Dealls.
Dealls menyediakan 100.000+ loker terbaru dari 7.000+ perusahaan besar, seperti BCA Digital, Mandiri, Manulife, AEON, MAP, dan lainnya.
Menariknya, kalau melamar kerja lewat Dealls, kamu bisa melakukan review CV gratis menggunakan AI CV Analyzer untuk memastikan CV-mu lebih ATS-friendly.
Selain itu, Dealls memungkinkan kamu untuk tracking lamaran dari awal sampai tahap offering, sehingga kamu lebih siap menghadapi masing-masing tahapannya.
Dengan banyaknya loker yang diunggah, kamu tidak akan kehabisan opsi untuk melamar. Yuk, dapatkan info loker terdekat di sekitarmu lewat Dealls dan dapatkan jawaban hanya dalam 14 hari!
Sumber:
What is Integrity and Why Is It Important? (+3 Workplace Examples) | Betterup

