Contoh desain brief adalah hal pertama yang harus dipahami sebelum memulai proses kreatif apa pun, karena dokumen inilah yang menjadi pondasi komunikasi antara klien dan tim desain.
Tanpa desain brief yang jelas, proses pengerjaan sering berjalan tidak fokus, hasil tidak sesuai ekspektasi, dan revisi bisa berulang kali terjadi.
Banyak masalah muncul hanya karena kebutuhan tidak tertulis dengan lengkap, target audiens tidak dijelaskan, atau gaya visual yang diminta masih ambigu.
Untuk menghindari kebingungan dan memastikan proyek berjalan lebih terarah, memahami seperti apa desain brief yang baik dan benar adalah langkah awal yang penting.
Jika kamu ingin melihat contoh desain brief yang rapi, lengkap, dan efektif, silakan temukan jawabannya di artikel ini.
Pengertian Desain Brief
Apa itu desain brief? Secara sederhana, pengertian desain brief adalah dokumen tertulis yang merangkum inti sebuah proyek desain. Di dalamnya, tercantum latar belakang, tujuan, target audiens, pesan inti, hingga output yang harus dihasilkan.
Dalam keseharian kerja, desain brief berfungsi sebagai kompas yang menyamakan arah antara pihak yang membutuhkan desain dan desainer yang mengerjakannya.
Dalam dunia kerja modern, desain punya pengaruh besar pada bagaimana kita beraktivitas. Creative Latitude pernah menjelaskan bahwa desain membantu kita mengekspresikan identitas personal, kultural, hingga profesional lewat berbagai objek dan visual yang kita temui setiap hari, mulai dari pakaian, perangkat kerja, hingga cara sebuah brand menampilkan dirinya.
Dampaknya, desain bisa membuat presentasi lebih mudah dipahami, proposal terlihat lebih kredibel, atau produk digital jadi lebih nyaman digunakan.
Karena itulah desain brief menjadi kunci komunikasi lintas tim. Dokumen ringkas ini membantu stakeholder menyampaikan kebutuhan bisnis secara jelas, sekaligus memberi arah yang tegas bagi desainer agar proses kreatif tetap fokus.
Dengan brief yang rapi, tim bisa mengurangi revisi yang sebenarnya bisa dihindari, mempercepat proses kolaborasi, dan memastikan hasil akhir benar-benar selaras dengan identitas brand maupun kebutuhan pengguna.
Tujuan Memberikan Desain Brief
Memberikan desain brief yang terstruktur memiliki banyak tujuan penting. Selain menjadi acuan utama, desain brief juga memastikan alur kerja lebih efisien dan terhindar dari kesalahpahaman.
Berikut adalah beberapa tujuan utama mengapa kamu harus menyusun dan memberikan desain brief:
1. Menetapkan Tujuan yang Jelas dan Terukur
Desain visual yang baik sudah semestinya mampu mencapai tujuan bisnis atau komunikasi tertentu.
Desain brief akan membantu kamu dan desainer menetapkan tujuan yang spesifik, seperti meningkatkan brand awareness, mendorong penjualan, atau mengomunikasikan informasi baru.
2. Mencegah Miskomunikasi
Desain brief juga berfungsi sebagai kontrak informasi. Semua rincian penting, mulai dari color palette hingga tone and manner, tercatat di sini.
Dengan adanya dokumen ini, ruang untuk interpretasi yang salah (miscommunication) antara kamu dan desainer dapat diminimalkan.
3. Menentukan Target Audiens
Seorang desainer perlu tahu apakah desain ini ditujukan untuk remaja, profesional, atau ibu rumah tangga. Informasi ini sangat vital karena akan memengaruhi gaya visual yang akan dipilih.
4. Menghemat Waktu dan Biaya
Sebuah proyek kreatif yang didukung oleh brief yang jelas, setidaknya mampu mengurangi revisi rata-rata sebanyak 25%.
Ini berarti waktu pengerjaan menjadi lebih singkat, dan biaya yang mungkin timbul akibat revisi berulang pun dapat dihemat.
Isi dan Komponen Desain Brief
Sebuah desain brief yang komprehensif adalah cerminan dari kebutuhan dan visi kamu terhadap proyek tersebut.
Ada beberapa komponen inti yang harus diisi secara detail agar desainer dapat memiliki gambaran menyeluruh, yaitu:
1. Latar Belakang Proyek
Bagian ini memberikan konteks mengapa proyek desain ini harus ada. Desainer perlu mengetahui apa yang akan mereka buat dan alasan mendasar di baliknya.
Contohnya:
- Apa yang akan dibuat? Misalnya: desain logo baru, contoh desain brief poster promosi, atau desain kemasan produk.
- Mengapa proyek ini dibutuhkan? Misalnya: perusahaan sedang rebranding, atau ada peluncuran produk baru.
2. Gambaran Perusahaan/Klien
Desainer harus memahami siapa yang mereka representasikan. Tuliskan identitas dasar dan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh brand atau perusahaan kamu.
Contohnya:
- Nama Perusahaan/Brand: CV. Sejahtera Abadi.
- Apa yang dikerjakan: Perusahaan makanan ringan organik.
- Visi & Misi: Menjadi penyedia makanan ringan sehat dan terpercaya di Indonesia.
Baca Juga: 100+ Nama Perusahaan yang Bagus, Unik, & Berbahasa Inggris, Siap Pakai!
3. Tujuan Desain
Jelaskan secara spesifik apa hasil yang diharapkan dari desain tersebut. Tujuan ini harus terukur dan jelas, bukan hanya sekadar anggapan dan tampilan visual desain yang bagus semata.
Contohnya:
- Tujuan Utama: Meningkatkan penjualan produk minuman isotonik baru sebesar 15% di kuartal berikutnya.
- Pesan Kunci: Segar, mengembalikan energi, alami.
4. Target Audiens
Jika desainer tidak tahu siapa yang ditargetkan, desain akan kehilangan relevansinya. Pastikan kamu memuat data demografi dan psikografi.
Contohnya:
- Demografi: Pria & Wanita, usia 20-35 tahun, middle class, profesional muda.
- Psikografi: Peduli kesehatan, aktif berolahraga, menyukai produk alami.
5. Pesan & Tone of Voice
Desain harus mampu menyampaikan pesan brand lewat kepribadiannya. Karena itu, tentukan dulu karakter brand yang ingin ditampilkan, misalnya apakah desain perlu terlihat serius, ceria, elegan, atau ramah, agar visual yang dibuat punya tone yang konsisten.
Contohnya:
- Kesan yang ingin disampaikan: Modern, clean, energik, dan terpercaya.
- Perasaan yang ingin ditimbulkan: Rasa semangat dan fresh.
6. Anggaran dan Batas Waktu (Deadline)
Aspek praktis ini sangat krusial untuk manajemen proyek. Transparansi mengenai anggaran (jika ada batasan) dan jadwal sangat diperlukan.
- Anggaran Total: Rp X.XXX.XXX (Jika ada batas tertentu).
- Batas Waktu (Deadline): Sketsa awal 5 hari kerja, Final desain 12 hari kerja.
7. Deliverables (Hasil Akhir yang Diinginkan)
Daftar ini adalah output akhir yang wajib diserahkan desainer. Tentukan format dan ukuran file yang spesifik.
Daftar lengkap format file yang dibutuhkan, seperti file master (.AI atau .PSD), file untuk web (.PNG, .JPG), dan format cetak (print).
8. Do's & Don'ts (Batasan Desain)
Panduan Do’s & Dont’s adalah sebuah batasan visual yang menjadi pagar bagi kreativitas desainer, memastikan hasil akhir tidak menyimpang dari identitas brand yang sudah ada.
Contohnya:
- Do's: Harus menggunakan warna Orange dan Grey, memiliki unsur visual yang melambangkan kecepatan.
- Don'ts: Hindari ilustrasi kartun, tidak boleh menggunakan font Comic Sans atau warna Pink.
9. Kompetitor & Referensi
Tunjukkan kepada desainer siapa kompetitor brand kamu dan bagaimana kamu ingin memposisikan diri. Silakan masukkan contoh visual yang menginspirasi.
Contohnya:
- Kompetitor Utama: Sebutkan 2–3 kompetitor dan jelaskan mengapa desain mereka berhasil atau tidak berhasil.
- Referensi Gaya Visual: Berikan contoh desain yang kamu suka dari internet atau brand lain (misalnya moodboard atau link).
Baca Juga: 5 Contoh CV Desain Grafis & Tips Membuatnya Agar Dipanggil Interview
Contoh Desain Brief untuk Berbagai Konteks
Setelah mengetahui komponen-komponennya, mari kita lihat beberapa contoh desain brief yang spesifik sesuai jenis proyek yang berbeda. Setiap jenis proyek menuntut detail dan fokus yang berbeda, namun inti kerangkanya tetap sama.
Berikut contoh desain brief yang bisa kamu ikuti:
1. Contoh Desain Brief Logo Perusahaan
Untuk proyek yang melibatkan identitas fundamental brand, seperti logo, kamu harus fokus pada filosofi dan nilai jangka panjang.
Berikut adalah contoh desain brief logo perusahaan makanan yang sedang rebranding:

2. Contoh Desain Brief Poster
Desain brief untuk poster harus menekankan pada daya tarik visual yang tinggi dan kemampuan untuk menyampaikan pesan secara instan.
Berikut ini adalah contoh desain brief poster digital untuk promosi:

3. Contoh Desain Brief Baju
Saat membuat brief untuk fashion atau merchandise, fokusnya adalah pada tren, estetika yang unik, dan bagaimana desain itu akan dikenakan atau dilihat.
Berikut ini adalah contoh desain brief baju untuk koleksi baru:

4. Contoh Desain Brief Produk Makanan
Untuk kemasan produk, desainer harus memikirkan bagaimana produk tersebut bersaing secara visual di rak toko (disebut shelf appeal) dan informasi penting yang harus termuat.
Berikut ini adalah contoh desain brief produk makanan yang bisa kamu ikuti:

5. Contoh Desain Brief Minuman
Desain brief untuk minuman sering kali menitikberatkan pada kesan segar, energi, dan fungsi produk. Kamu harus mengarahkan desainer agar labelnya terasa dinamis.
Berikut ini adalah contoh desain brief minuman yang bisa kamu ikuti:

6. Contoh Desain Brief Perusahaan (Web/UI/UX)
Proyek digital biasanya memiliki fokus pada pengalaman pengguna (user experience) dan konversi. Brief-nya harus memasukkan metrik dan tujuan bisnis yang jelas.
Berikut ini adalah contoh desain brief perusahaan untuk proyek desain ulang website:

Baca Juga: 5 Contoh Portofolio Desain Grafis untuk Pemula & Cara Membuatnya
Penasaran Ingin Mengolah Desain Brief di Perusahaan Impian? Yuk Cari Loker Terbaru di Dealls!
Baik kamu seorang project manager, marketing executive, atau desainer, sejatinya desain brief adalah kunci sukses proyek yang sedang dibangun bersama-sama oleh tim kamu.
Jika kamu sudah memahami seluk-beluk desain brief ini dan merasa tertantang untuk membuat desain brief lainnya tapi di perusahaan impianmu, kini adalah saatnya mencari peluang yang tepat. Sebab, dunia kerja sangat menantikan bakat-bakat yang tidak hanya kreatif, tapi juga terorganisir.
Kabar baiknya, kamu bisa langsung mencari lowongan kerja terbaru di Dealls. Dealls telah dipercaya oleh 7.000+ perusahaan ternama dan tersedia 100.000+ lowongan kerja terbaru dari berbagai industri dan posisi, termasuk di bidang desain, marketing, dan posisi korporat lainnya.

Kemudian, jika kamu ingin memastikan apakah CV-mu sudah sesuai dengan kriteria HRD, kamu bisa memanfaatkan layanan CV Reviewer dari Dealls untuk mendapatkan masukan yang akurat dan meningkatkan peluang kamu dilirik perusahaan impian.
Yuk, tingkatkan kariermu dan temukan pekerjaan impianmu sekarang juga di Dealls!

Referensi:
Creative Latitude. Why Design Matters.
The School of Life. The Importance of Design in Everyday Life.
