10 Contoh Business Plan & Cara Membuatnya [+Template Gratis!]

Temukan kumpulan contoh business plan makanan, minuman hingga fashion, lengkap dengan struktur, cara membuat, dan template PDF gratis!

Dealls
Ditulis oleh
Dealls February 03, 2026

Contoh business plan menjadi pondasi penting dalam membangun sebuah bisnis agar tidak mudah goyah saat menghadapi dinamika pasar. Kamu mungkin memiliki ide yang cemerlang, tetapi tanpa business plan tertulis, eksekusi bisnis berisiko kehilangan arah dan sulit berkembang secara terukur.

Suatu statistik menunjukkan bahwa dari 71% usaha kecil yang memiliki rencana bisnis, sekitar 30% lebih cepat tumbuh. Tandanya, business plan berpengaruh terhadap performa bisnis.

Jika kamu ingin menyusun business plan untuk memetakan strategi atau meyakinkan investor mengenai potensi keuntungan perusahaan, mari lihat beberapa contoh business plan berikut!

Apa Itu Business Plan?

Business plan adalah dokumen tertulis yang menjelaskan secara rinci bagaimana sebuah bisnis dijalankan, dikembangkan, dan menghasilkan keuntungan. 

Isinya terdapat sebuah ide bisnis, memetakan tujuan, strategi operasional, analisis posisi pasar, hingga proyeksi keuangan di dalam bisnis tersebut.

Fungsi business plan bagaikan peta jalan bisnis. Melalui dokumen ini, kamu bisa melihat arah usaha secara menyeluruh, mulai dari apa yang dijual, siapa target pasarnya, bagaimana cara memenangkan persaingan, sampai kapan bisnis mencapai titik impas (break even point).

Business plan juga menjadi alat komunikasi yang wajib dibuat, terutama ketika kamu mengajukan pendanaan ke investor, mengajak partner strategis bergabung atau menguji kelayakan ide bisnis sebelum dieksekusi.

Agar lebih mudah dipahami, berikut fungsi business plan:

  • Sebagai panduan operasional dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis.
  • Sebagai alat validasi ide, apakah bisnis layak dijalankan atau tidak.
  • Sebagai dokumen pitching untuk meyakinkan investor dan mitra.
  • Sebagai alat evaluasi, membandingkan rencana dengan realisasi di lapangan.

Untuk formatnya sendiri, tidak ada satu standar baku yang wajib digunakan. Namun secara umum, business plan terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Traditional Business Plan: Isinya detail, sistematis, dan bisa terdiri dari puluhan halaman. Biasanya digunakan untuk pendanaan dan bisnis skala menengah–besar.
  • Lean Startup Business Plan: isinya lebih ringkas, fokus pada poin inti, dan biasanya hanya satu halaman. Cocok untuk validasi awal ide bisnis.

Struktur Business Plan

Agar business plan mudah dipahami oleh pembaca, penulisannya perlu mengikuti struktur yang jelas. Secara umum, berikut struktur business plan yang paling sering digunakan.

1. Executive Summary (Ringkasan Inti)

Executive summary adalah ringkasan inti dari keseluruhan business plan supaya pembaca langsung memahami potensi bisnis dan tertarik membaca bagian selanjutnya. 

Meski posisinya di awal dokumen, bagian ini sebaiknya ditulis terakhir agar isinya benar-benar merepresentasikan seluruh rencana bisnis. 

Isi Utama:

  • Gambaran singkat bisnis
  • Tujuan bisnis
  • Alasan bisnis layak dijalankan
  • Ringkasan kebutuhan dan proyeksi keuangan

Contoh:

PT Kopi Nusantara adalah bisnis F&B yang fokus pada produk kopi siap minum berbahan biji kopi lokal Indonesia. Dalam 3 tahun pertama, perusahaan menargetkan ekspansi ke 20 kota besar dengan proyeksi omzet tahunan Rp12 miliar.

2. Deskripsi Bisnis

Deskripsi bisnis berfungsi menjelaskan identitas bisnis kamu secara mendalam. Di bagian ini, pembaca perlu memahami latar belakang pendirian bisnis dan bagaimana bisnis akan beroperasi secara jangka panjang.

Isi Utama:

  • Misi bisnis
  • Model pendapatan
  • Struktur kepemimpinan
  • Bentuk badan usaha dan legalitas

Contoh:

Kopi Nusantara beroperasi sebagai Perseroan Terbatas (PT) dengan sumber pendapatan utama dari penjualan retail dan langganan bulanan B2B. Bisnis ini dipimpin oleh tim manajemen yang memiliki pengalaman di industri F&B dan supply chain nasional.

3. Analisis Kompetitor

Analisis kompetitor menunjukkan bahwa kamu memahami kondisi pasar dan peta persaingan. Analisis ini menjadi dasar dalam menentukan posisi bisnis kamu agar tidak tenggelam di tengah kompetisi.

Isi Utama:

  • Value proposition pesaing
  • Produk, harga, dan keunggulan kompetitor
  • Strategi pemasaran dan penjualan mereka

Contoh:

Kompetitor utama seperti Brand X unggul dalam distribusi modern trade, tetapi memiliki harga jual lebih tinggi. Kopi Nusantara memposisikan diri dengan kualitas rasa setara, tetapi menawarkan harga lebih kompetitif untuk menjangkau segmen pekerja muda.

4. Produk dan Layanan

Bagian ini berisi tentang apa yang kamu tawarkan kepada pasar dan apa yang diterima pelanggan. Dalam business plan, penjelasannya harus fokus pada manfaat nyata, bukan hanya spesifikasi teknis produk. 

Isi Utama:

  • Manfaat utama produk/jasa
  • Fitur pembeda dibanding kompetitor
  • Strategi harga

Contoh:

Produk utama berupa kopi botol 250 ml dengan varian gula aren dan tanpa gula, diformulasikan untuk konsumsi harian. Harga jual Rp18.000 diposisikan 10–15% lebih rendah dari rata-rata kompetitor untuk meningkatkan daya tarik pembelian berulang.

5. Rencana Marketing dan Penjualan

Bagian ini menjelaskan bagaimana bisnis kamu menjangkau calon pelanggan hingga akhirnya menghasilkan penjualan. Bagian ini menunjukkan bahwa strategi pertumbuhan bisnis didasarkan pada pemahaman perilaku konsumen, bukan asumsi. 

Isi Utama:

  • Profil target konsumen
  • Channel pemasaran
  • Strategi konversi penjualan

Contoh:

Target utama adalah pekerja usia 23–35 tahun di kota besar dengan mobilitas tinggi. Akuisisi pelanggan dilakukan melalui Instagram Ads, TikTok, serta kolaborasi dengan co-working space dan kantor startup.

6. Strategi Brand

Strategi brand membahas bagaimana bisnis kamu ingin dipersepsikan oleh pasar. Bagian ini berguna untuk memastikan komunikasi brand tidak berubah-ubah di setiap channel dan titik interaksi pelanggan. 

Isi Utama:

  • Nilai brand
  • Gaya visual
  • Tone komunikasi
  • Pernyataan positioning

Contoh:

Kopi Nusantara diposisikan sebagai kopi lokal modern yang praktis, jujur terhadap kualitas bahan, dan relevan dengan gaya hidup urban. Seluruh komunikasi brand menggunakan bahasa santai, ringan, tetapi tetap informatif.

7. Rencana Finansial

Rencana finansial adalah bagian krusial yang menunjukkan kelayakan bisnis dari sisi angka. Di sini kamu perlu membuktikan bahwa bisnis berpotensi menghasilkan keuntungan. Perencanaan keuangan yang rapi akan meningkatkan kepercayaan investor dan partner bisnis.

Isi Utama:

  • Proyeksi penjualan
  • Struktur biaya
  • Break even point
  • Kebutuhan modal

Contoh:

Target penjualan tahun pertama adalah 120.000 botol dengan estimasi omzet Rp2,1 miliar. Dengan struktur biaya saat ini, bisnis diproyeksikan mencapai break even point pada bulan ke-14 operasional.

Baca Juga: 35 Contoh Usaha Modal Kecil yang Belum Banyak Pesaing, Peluang Untung Besar! 

Cara Membuat Business Plan 

Mari simak langkah-langkah sistematis membuat business plan yang bisa kamu ikuti dari awal hingga siap digunakan:

1. Tentukan Format Business Plan

Tentukan terlebih dahulu format business plan sesuai kebutuhanmu. Pemilihan format akan memengaruhi kedalaman pembahasan, panjang dokumen, dan isi business plan secara keseluruhan. 

Untuk kebutuhan pendanaan, format tradisional lebih disarankan karena lebih detail dan komprehensif.

Perbandingan Business Plan Tradisional dan Lean Startup.webp
Perbandingan Business Plan Tradisional dan Lean Startup | Sumber: SBA

2. Tentukan Audiens

Pahami juga siapa yang akan membaca business plan tersebut. Jenis audiens bisa mempengaruhi fokus penulisan. Pasalnya, investor lebih menyoroti potensi profit dan risiko, sementara partner operasional akan memperhatikan eksekusi bisnis.

Contoh:

Dokumen ini ditujukan untuk investor tahap awal dan calon partner distribusi yang memiliki jaringan ritel di kota besar.

3. Tulis Company Overview

Company overview bertujuan memberikan gambaran awal tentang identitas bisnis kamu. Pada bagian ini, pembaca harus langsung memahami siapa kamu, apa yang kamu tawarkan, dan masalah apa yang ingin kamu selesaikan melalui bisnis tersebut.

Contoh:

Kopi Nusantara adalah bisnis minuman kopi siap minum yang menggunakan bahan baku biji kopi lokal Indonesia dan menyasar konsumen urban dengan mobilitas tinggi.

4. Jabarkan Produk dan Layanan

Di tahap ini, kamu perlu menjelaskan produk dan layanan secara detail, termasuk manfaat yang dirasakan pelanggan. Hindari hanya mencantumkan nama produk, tetapi jelaskan juga keunggulan, proses, dan alasan produk tersebut cocok dengan kebutuhan pasar.

Contoh:

Produk Kopi Nusantara diformulasikan menggunakan metode cold brew untuk menghasilkan rasa yang konsisten, rendah asam, dan cocok dikonsumsi sehari-hari oleh pekerja kantoran.

5. Lakukan Analisis Pasar

Analisis pasar membantu memastikan bahwa bisnis kamu memiliki pasar yang cukup besar dan potensial. Sebaiknya analisis didasarkan pada data industri, tren konsumen, dan observasi terhadap perilaku pasar.

Contoh:

Pasar kopi RTD di Indonesia tumbuh rata-rata 8% per tahun, dengan mayoritas konsumennya berasal dari kalangan pekerja urban berusia 23–35 tahun.

6. Susun Rencana Marketing

Rencana marketing menjelaskan bagaimana kamu memperkenalkan produk ke pasar dan mendorong terjadinya pembelian. 

Di bagian ini, kamu perlu menentukan pesan utama, saluran pemasaran, dan indikator keberhasilan yang ingin dicapai.

Contoh:

Strategi pemasaran difokuskan pada iklan digital dengan target cost per acquisition (CPA) maksimal Rp15.000 per pelanggan dari kanal Instagram dan TikTok.

7. Susun Operasional dan Logistik

Selanjutnya, bahas operasional dan logistik guna menunjukkan kesiapan bisnis kamu untuk dieksekusi. 

Contoh:

Proses produksi dilakukan melalui mitra manufaktur bersertifikat BPOM dengan sistem quality control di setiap batch produksi.

8. Buat Financial Plan

Financial plan berfungsi menunjukkan kelayakan bisnis dari sisi keuangan. Angka yang ditampilkan harus realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Contoh:

Total kebutuhan modal awal sebesar Rp750 juta dialokasikan untuk produksi awal, pemasaran digital, serta biaya operasional enam bulan pertama.

9. Tulis Executive Summary

Executive summary ditulis setelah seluruh bagian selesai agar ringkasannya benar-benar mencerminkan keseluruhan isi business plan

Bagian ini harus mampu menyampaikan inti bisnis dalam waktu singkat dan menarik minat pembaca untuk membaca lebih lanjut.

Contoh:

Kopi Nusantara adalah bisnis kopi siap minum berbasis bahan lokal dengan target pasar pekerja urban, proyeksi omzet Rp2,1 miliar di tahun pertama, dan potensi ekspansi nasional dalam tiga tahun.

10. Review dan Revisi Berkala

Business plan tidak hanya dibuat sekali, lalu selesai, melainkan alat kerja yang harus terus diperbarui. 

Seiring perubahan pasar, performa bisnis, dan strategi, kamu perlu menyesuaikan isi business plan agar tetap relevan.

Contoh:

Business plan akan dievaluasi setiap enam bulan untuk menyesuaikan proyeksi penjualan, strategi pemasaran, dan rencana ekspansi berdasarkan kinerja aktual.

Baca Juga: Business Model Adalah: Kenali Arti, Jenis, dan Cara Membuat! 

10 Contoh Business Plan

Agar kamu memahami seperti apa proposal business plan yang baik dan meyakinkan, mari lihat beberapa contoh dari berbagai kebutuhan dan jenis bisnis berikut:

1. Contoh Business Plan Sederhana

Contoh business plan sederhana ini dibuat ringkas, langsung ke inti, dan mudah dipahami oleh pembaca awam.

Download Contoh Business Plan Sederhana.webp
Download Contoh Business Plan Sederhana 

2. Contoh Business Plan PDF

Business plan PDF ini bisa digunakan untuk kebutuhan formal seperti pengajuan pendanaan atau proposal kerja sama. Format ini terlihat lebih rapi dan mudah dibagikan.

Download Contoh Business Plan PDF.webp
Download Contoh Business Plan PDF

3. Contoh Business Plan Template

Business plan template memudahkan kamu menyusun dokumen tanpa harus memulai dari nol. Template ini sudah memiliki struktur baku dan placeholder yang tinggal diisi.

Akses Business Plan Template.webp
Akses Business Plan Template | Sumber: Canva

4. Contoh Business Plan Rumah Sakit

Business plan rumah sakit memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena bersinggungan dengan regulasi dan investasi besar. Bisa lihat contoh berikut sebagai referensimu:

Akses Contoh Business Plan Rumah Sakit.webp
Akses Contoh Business Plan Rumah Sakit | Sumber: Scribd

5. Contoh Business Plan Laundry

Bisnis laundry kini tengah menjamur. Jika kamu juga ingin terjun ke bisnis ini, silakan buat terlebih dahulu business plan-nya seperti berikut:

Akses Contoh Business Plan Laundry.webp
Akses Contoh Business Plan LaundrySumber: Slideshare

6. Contoh Business Plan Makanan

Business plan makanan menekankan keunikan produk dan strategi penjualan. Biasanya digunakan untuk UMKM, restoran, atau brand F&B yang ingin berkembang.

Akses Contoh Business Plan Makanan.webp
Akses Contoh Business Plan Makanan | Sumber: Slideshare

7. Contoh Business Plan Lomba

Jika kamu membuatnya untuk mengikuti lomba, sebaiknya buat versi singkat dan persuasif. Tujuannya guna meyakinkan juri dalam waktu terbatas. Lihat contoh business plan menang berikut:

Akses Contoh Business Plan Lomba.webp
Akses Contoh Business Plan Lomba | Sumber: Scribd

8. Contoh Business Plan Fashion

Business plan fashion berfokus pada brand, tren, dan positioning pasar. Dalam membuatnya, penting untuk menonjolkan visual dan storytelling.

Akses Contoh Business Plan Fashion.webp
Akses Contoh Business Plan Fashion | Sumber: Slideshare

9. Contoh Business Plan Bakery

Bakery atau toko kue membutuhkan business plan yang harus menekankan pada perhitungan biaya bahan baku dan kapasitas produksi.

Akses Contoh Business Plan Bakery.webp
Akses Contoh Business Plan Bakery | Sumber: Slideshare

Baca Juga: 35 Ide Jualan Makanan Kekinian Modal Kecil Untung Besar di 2026

10. Contoh Business Plan Bahasa Inggris

Business plan dalam bahasa Inggris biasanya digunakan untuk investor asing atau kebutuhan internasional. Struktur tetap sama, tetapi bahasanya formal dan profesional.

Akses Contoh Business Plan Bahasa Inggris.webp
Akses Contoh Business Plan Bahasa Inggris | Sumber: Canva

Siapkan Modal Bisnismu dengan Kerja di Top Company Pilihan!

Tidak semua orang bisa langsung membangun bisnis sendiri dari nol. Kalau belum memiliki modal yang cukup, lebih baik bekerja di perusahaan swasta terlebih terlebih dahulu.

Ini adalah langkah yang tepat untuk mengumpulkan modal, sekaligus belajar langsung dari industri. Kamu bisa melamar ke 100.000+ loker terbaru seperti Business DevelopmentSales hingga lowongan kerja Product Specialist melalui Dealls.

Di dalamnya tersedia loker dari 7.000+ perusahaan swasta, termasuk Akulaku, RedDoorz, Accenture, BCA Digital dan lainnya.

Agar peluang lolos seleksi makin besar, kamu juga bisa review CV secara gratis menggunakan AI CV AnalyzerTools ini membantu mengecek apakah CV kamu sudah sesuai standar ATS yang digunakan perusahaan.

Yuk, bangun karir dari sekarang, kumpulkan modalnya, lalu realisasikan business plan yang sudah kamu susun dengan matang!

button buat akun & lamar loker sekarang

Referensi:

What Is a Business Plan? Definition and Essentials Explained | LivePlan

Write Your Business Plan | U.S. Small Business Administration

What is a Business Plan? How To Write Yours in 10 Steps (2026) | Shopify

Bagikan

Lamar ke Lowongan Kerja Terbaru Setiap Harinya