Kerja di luar negeri masih menjadi impian banyak orang Indonesia, termasuk bekerja di Hongkong. Selain menawarkan gaji yang relatif lebih tinggi, Hongkong juga memiliki cukup banyak peluang kerja untuk tenaga kerja asing dari berbagai bidang pekerjaan.
Karena itu, tidak sedikit orang mulai mencari informasi tentang cara kerja di Hongkong, mulai dari syarat, proses pendaftaran, hingga jenis pekerjaan yang tersedia. Apalagi, peluang kerja di Hongkong masih cukup terbuka untuk laki-laki maupun wanita.
Namun, sebelum memutuskan untuk bekerja di sana, ada beberapa hal penting yang perlu kamu pahami terlebih dahulu. Mulai dari dokumen, proses keberangkatan, peluang kerja, hingga risiko kerja di Hongkong sebaiknya dipelajari agar kamu bisa lebih siap.
Nah, supaya tidak bingung, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Kenapa Banyak Orang Ingin Bekerja di Hongkong?

Mengutip dari Liputan6, banyak orang, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI), memilih Hongkong sebagai tujuan kerja karena kombinasi antara penghasilan yang tinggi, stabilitas ekonomi, dan perlindungan hukum yang cukup baik.
Adapun, berikut beberapa alasan kenapa banyak orang ingin kerja di Hongkong:
1. Gaji yang Ditawarkan Relatif Tinggi
Salah satu alasan utama banyak orang tertarik kerja di Hongkong adalah faktor gaji. Dibanding beberapa pekerjaan di Indonesia, penghasilan pekerja di Hongkong dinilai lebih besar sehingga peluang menabung juga lebih tinggi.
Berdasarkan kebijakan terbaru Pemerintah Hong Kong, gaji minimum untuk Pekerja Rumah Tangga (PRT) asing, termasuk TKW asal Indonesia, ditetapkan sebesar HK$ 5.100 per bulan (± Rp11.284.132 per bulan).
2. Kondisi Kerja Dinilai Lebih Stabil
Hongkong dikenal memiliki kondisi ekonomi dan lapangan kerja yang cukup stabil. Hal ini membuat banyak pekerja merasa peluang kerja di sana masih cukup menjanjikan.
Selain itu, beberapa sektor pekerjaan di Hongkong juga masih rutin membuka lowongan untuk tenaga kerja asing setiap tahunnya.
3. Perlindungan Hukum untuk Pekerja Cukup Jelas
Banyak pekerja migran memilih Hongkong karena aturan ketenagakerjaannya dinilai lebih jelas. Pemerintah Hong Kong melalui situs Labour Department Hong Kong juga memiliki aturan terkait kontrak kerja, hak pekerja, hingga standar upah minimum.
4. Lokasinya Tidak Terlalu Jauh dari Indonesia
Dibanding beberapa negara lain, lokasi Hongkong relatif lebih dekat dengan Indonesia. Hal ini membuat perjalanan dan komunikasi dengan keluarga menjadi lebih mudah.
Perbedaan waktu yang tidak terlalu jauh juga menjadi alasan kenapa banyak orang merasa lebih nyaman bekerja di Hongkong.
5. Komunitas Pekerja Indonesia di Hongkong Cukup Besar
Banyaknya pekerja Indonesia di Hongkong membuat calon pekerja merasa lebih tenang saat bekerja di sana. Kehadiran komunitas sesama PMI juga bisa membantu proses adaptasi di lingkungan baru.
Tidak sedikit pekerja yang saling berbagi informasi tentang tempat tinggal, pekerjaan, hingga kehidupan sehari-hari.
6. Infrastruktur dan Transportasi Publik Modern
Hongkong dikenal memiliki fasilitas publik dan transportasi yang tertata dengan baik. Hal ini memudahkan pekerja untuk bepergian dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Selain itu, fasilitas kesehatan dan layanan umum di Hongkong juga dinilai cukup baik.
7. Peluang Karier di Berbagai Sektor Masih Terbuka
Sebagai salah satu pusat bisnis dan perdagangan di Asia, Hongkong memiliki peluang kerja di berbagai bidang. Mulai dari sektor domestik, logistik, retail, hingga pekerjaan profesional masih cukup dibutuhkan.
Karena itu, lowongan atau job vacancy di Hongkong masih cukup banyak dicari sampai sekarang.
Baca Juga: 13 Cara Kerja di Luar Negeri beserta Syarat dan Persiapannya
Gaji Kerja di Hongkong
Gaji kerja di Hongkong tahun 2026 terus mengalami peningkatan. Bahkan, upah minimum per jam di Hongkong saat ini mencapai HK$43,10 (± Rp95 ribuan per jam).
Selain itu, Pemerintah Hong Kong juga menetapkan standar minimum gaji untuk pekerja rumah tangga asing sebesar HK$5.100 per bulan (± Rp10,5 juta) untuk kontrak terbaru 2025/2026. Pekerja juga mendapat tunjangan makan sekitar HK$1.236 per bulan (± Rp2,5 juta).
Meski begitu, besaran gaji yang diterima biasanya bisa berbeda tergantung jenis pekerjaan, pengalaman kerja, hingga sektor industri tempat kamu bekerja.
Berikut kisaran gaji kerja di Hongkong berdasarkan jenis pekerjaannya:
Jenis Pekerjaan | Kisaran Gaji per Bulan | Estimasi Rupiah |
Asisten rumah tangga | HKD 5.100–6.000 | ±Rp10,5–12 juta |
Caregiver lansia | HKD 5.500–8.000 | ±Rp11–16 juta |
Restoran dan layanan makanan | HKD 8.000–12.000 | ±Rp16–24 juta |
Gudang dan logistik | HKD 13.000–18.000 | ±Rp26–36 juta |
Retail dan toko | HKD 12.000–18.000 | ±Rp24–36 juta |
Teknisi | HKD 14.000–22.000 | ±Rp28–44 juta |
Konstruksi | HKD 15.000–25.000 | ±Rp30–50 juta |
Baca Juga: Gaji TKW Hongkong 2026: UMR & Rata-Rata Gaji untuk Berbagai Profesi
Bagaimana Cara Kerja di Hong Kong?
Bekerja di Hong Kong untuk Warga Negara Indonesia (WNI) secara umum terbagi menjadi dua jalur utama, yaitu Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik dan Pekerja Profesional.
Pada dasarnya, kamu juga wajib memiliki sponsor atau pemberi kerja terlebih dahulu sebelum bisa mengajukan visa kerja Hong Kong Indonesia.
Berikut penjelasan lengkap berdasarkan masing-masing jalur:
1. Pekerja Migran Indonesia (PMI) Sektor Domestik
Jalur ini merupakan yang paling banyak dipilih oleh WNI yang ingin bekerja di Hong Kong, terutama untuk pekerjaan seperti asisten rumah tangga (ART), caregiver lansia, dan pekerjaan domestik lainnya.
Pada jalur ini, keberangkatan biasanya dilakukan melalui agen resmi atau Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang terdaftar di BP2MI atau SISKOP2MI. Kamu tidak bisa berangkat mandiri karena seluruh proses harus melalui jalur resmi.
Setelah terdaftar, kamu akan melalui beberapa tahapan penting sebelum berangkat bekerja. Tahapan yang biasanya dijalani:
- Mengikuti pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK)
- Proses wawancara dengan calon majikan (biasanya online)
- Penandatanganan kontrak kerja
- Pengurusan visa oleh agen/P3MI
- Persiapan keberangkatan ke Hong Kong
Setelah semua proses selesai, kamu akan menandatangani kontrak kerja yang umumnya berlaku selama 2 tahun dan bisa diperpanjang sesuai kesepakatan.
2. Pekerja Profesional (Visa Kerja GEP)
Selain sektor domestik, Hong Kong juga membuka peluang kerja untuk tenaga profesional yang memiliki keahlian khusus atau latar belakang pendidikan tertentu.
Biasanya jalur ini ditujukan untuk pekerjaan seperti:
- Keuangan dan perbankan
- Teknologi informasi
- Manajemen dan bisnis
- Industri kreatif
Pada jalur ini, kamu tidak melalui agen seperti sektor domestik, tetapi melamar langsung ke perusahaan di Hong Kong. Jika kamu diterima, perusahaan tersebut akan menjadi sponsor untuk pengajuan visa kerja melalui skema General Employment Policy (GEP).
Untuk pencarian kerja, kamu bisa menggunakan platform seperti LinkedIn, JobsDB Hong Kong, atau website lowongan kerja terpercaya untuk menemukan peluang kerja yang sesuai dengan bidangmu.
TEMUKAN PELUANG KERJA TERBARU SESUAI MINATMU DI DEALLS!

Syarat Utama Kerja di Hongkong
Pada dasarnya, untuk bisa bekerja di Hongkong kamu harus memiliki kontrak kerja resmi dari pemberi kerja di Hongkong serta visa kerja (Employment Visa) yang sah sebelum bisa berangkat dan mulai bekerja.
Syarat ini berlaku untuk semua calon pekerja, baik laki-laki maupun perempuan, sehingga hal seperti syarat kerja di Hongkong untuk wanita pada dasarnya tetap mengikuti aturan yang sama.
Untuk lebih jelasnya, berikut rincian syarat utama kerja di Hongkong dari berbagai jalu:
1. Syarat Umum Pekerja Migran Indonesia (PMI)
Untuk kamu yang ingin bekerja di sektor domestik seperti asisten rumah tangga (ART) atau caregiver, ada beberapa persyaratan dasar yang harus dipenuhi melalui agen resmi (P3MI) atau PT penyalur tenaga kerja ke Hongkong.
Syarat utama yang biasanya dibutuhkan:
- Usia minimal sekitar 21–45 tahun (tergantung ketentuan agen)
- Pendidikan minimal SMA atau sederajat
- Paspor aktif dengan masa berlaku yang masih cukup
- Lulus tes kesehatan (termasuk skrining HIV dan hepatitis)
- Memiliki kontrak kerja resmi dari majikan di Hongkong
- Kemampuan bahasa Inggris atau Kantonis dasar untuk komunikasi sehari-hari
Selain itu, seluruh proses keberangkatan wajib melalui agen resmi yang terdaftar di SISKOP2MI agar sesuai aturan pemerintah.
2. Syarat untuk Pekerja Profesional (GEP)
Jika kamu melamar kerja di bidang profesional seperti keuangan, teknologi, atau bisnis, maka syaratnya akan sedikit berbeda.
Pada jalur ini, kamu biasanya melamar langsung ke perusahaan di Hongkong yang kemudian akan menjadi sponsor visa kerja kamu.
Syarat utama yang biasanya dibutuhkan:
- Minimal lulusan Sarjana (S1) atau kualifikasi profesional terkait
- Memiliki pengalaman kerja yang relevan di bidang yang dilamar
- Memiliki job offer atau tawaran kerja resmi dari perusahaan Hongkong
- Gaji yang ditawarkan sesuai standar profesional di Hongkong
- Perusahaan harus membuktikan posisi tersebut tidak bisa diisi tenaga lokal
3. Dokumen dan Persyaratan Tambahan
Selain syarat utama di atas, ada beberapa dokumen tambahan yang juga biasanya diperlukan dalam proses pengajuan kerja dan visa.
Beberapa di antaranya:
- Tidak memiliki catatan kriminal
- Bukti kondisi kesehatan yang layak untuk bekerja
- Dokumen identitas lengkap dan valid
- Kartu kerja luar negeri (khusus PMI, jika diwajibkan)
- Bukti administrasi lain sesuai permintaan agen atau perusahaan
Semua proses kerja di Hongkong sangat bergantung pada kelengkapan dokumen dan jalur resmi yang kamu gunakan. Karena itu, pastikan kamu hanya mengikuti prosedur melalui agen resmi atau perusahaan terpercaya agar proses berjalan aman dan sesuai aturan.
Baca Juga: Cara Kerja di Amerika: Syarat, Peluang, dan Gajinya
Peluang Kerja di Hongkong
Peluang kerja di Hongkong untuk tenaga kerja Indonesia masih cukup terbuka, baik di sektor domestik maupun profesional. Setiap tahun, Hongkong terus membutuhkan tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai posisi yang tidak sepenuhnya bisa dipenuhi oleh tenaga kerja lokal.
1. Lowongan Kerja di Hongkong untuk Laki-laki

Untuk pekerja laki-laki, peluang kerja di Hongkong umumnya banyak tersedia di sektor yang membutuhkan tenaga fisik dan keterampilan teknis. Sektor ini cukup stabil karena terus dibutuhkan seiring perkembangan infrastruktur dan industri.
1. Konstruksi
Di sektor konstruksi, pekerjaan biasanya tidak hanya satu level saja. Ada pekerja umum atau helper yang membantu pekerjaan dasar di lapangan seperti mengangkat material atau membantu tukang utama.
Di level yang lebih tinggi, ada pekerja terampil seperti tukang besi atau tukang kayu yang sudah punya keahlian khusus. Sementara itu, operator alat berat bertugas mengoperasikan mesin seperti crane atau excavator di proyek besar.
2. Sopir atau Driver
Pekerjaan sopir di Hongkong juga memiliki beberapa tingkatan berdasarkan pengalaman. Sopir pemula biasanya menangani kendaraan operasional ringan atau bantuan.
Sopir berpengalaman biasanya sudah menangani pengiriman barang atau operasional rutin perusahaan. Sedangkan sopir profesional bekerja dengan kendaraan besar seperti bus atau truk logistik dengan tanggung jawab yang lebih tinggi.
3. Gudang dan logistik
Pekerjaan di sektor ini meliputi pengaturan barang di gudang. Ada pekerja yang fokus pada pengemasan dan penataan barang, serta ada juga yang menangani bongkar muat.
Selain itu, ada bagian yang bertugas mengatur stok dan pencatatan barang. Pekerjaan ini biasanya berjalan dengan sistem shift.
4. Teknisi listrik atau mekanik
Pekerjaan teknisi berhubungan dengan instalasi, perawatan, dan perbaikan mesin atau listrik. Biasanya dimulai dari posisi helper sebelum naik ke level teknisi yang lebih mandiri.
5. Pabrik atau manufaktur
Di sektor ini, pekerjaan mencakup operator produksi, quality control, hingga bagian packing. Setiap posisi punya peran masing-masing dalam proses produksi barang.
6. Pertamanan dan pemeliharaan fasilitas
Pekerjaan ini meliputi perawatan taman, kebersihan area publik, dan pemeliharaan lingkungan kerja. Beberapa tempat juga memiliki pengawas yang mengatur tim lapangan.
Lowongan Kerja di Hongkong untuk Wanita

Untuk wanita, peluang kerja di Hongkong banyak berada di sektor pelayanan dan pekerjaan domestik. Sektor ini menjadi salah satu yang paling besar menyerap tenaga kerja Indonesia.
1. Asisten rumah tangga (domestic helper)
Pekerjaan ini mencakup membersihkan rumah, memasak, mencuci, dan membantu kebutuhan harian majikan. Tugasnya terlihat sederhana, tapi memiliki tanggung jawab besar dalam keseharian keluarga.
2. Caregiver lansia
Pekerjaan ini fokus pada perawatan orang tua atau lansia. Tugasnya termasuk membantu aktivitas harian seperti makan, mandi, dan menjaga kondisi kesehatan dasar.
3. Babysitter atau pengasuh anak
Pekerjaan ini bertugas menjaga anak, mulai dari menemani aktivitas harian hingga memastikan keamanan dan kebutuhan dasar anak terpenuhi.
4. Housekeeping hotel
Pekerjaan ini berkaitan dengan menjaga kebersihan kamar hotel. Tugasnya meliputi membersihkan ruangan, mengganti linen, dan menjaga standar kebersihan hotel.
5. Staff retail atau toko
Pekerjaan ini melayani pelanggan di toko atau pusat perbelanjaan. Tugasnya juga mencakup mengatur barang dan membantu operasional harian toko.
6. Restoran dan layanan makanan
Pekerjaan ini mencakup pelayan, kitchen helper, atau barista di restoran dan kafe. Fokus utamanya adalah mendukung operasional layanan makanan.
Baca Juga: Cara Kerja di Australia: Syarat, Gaji, & Tips sampai Dapat Kerja
Hal yang Perlu Dipersiapkan untuk Kerja di Hongkong
Bekerja di luar negeri bukan hanya soal dokumen dan keberangkatan. Kamu juga perlu mempersiapkan diri secara mental, finansial, dan pemahaman dasar tentang sistem kerja di negara tujuan.
Berikut beberapa hal yang perlu kamu siapkan sebelum berangkat kerja ke Hongkong:
1. Kesiapan mental dan kemampuan adaptasi
Tinggal dan bekerja di negara lain tentu membutuhkan mental yang kuat. Kamu akan menghadapi lingkungan baru, budaya yang berbeda, dan rutinitas kerja yang mungkin tidak sama dengan di Indonesia.
Selain itu, kemampuan beradaptasi juga penting agar kamu bisa lebih cepat menyesuaikan diri dengan aturan dan kebiasaan di tempat kerja.
2. Dana cadangan atau dana darurat
Meskipun kamu sudah mendapatkan pekerjaan, dana cadangan tetap perlu disiapkan. Dana ini bisa digunakan untuk kebutuhan awal sebelum gaji pertama diterima atau kondisi darurat yang tidak terduga.
Persiapan finansial seperti ini akan membantu kamu lebih tenang saat baru memulai bekerja di luar negeri.
3. Memahami isi kontrak kerja
Sebelum menandatangani kontrak, pastikan kamu benar-benar memahami semua isinya. Jangan hanya fokus pada gaji, tapi juga detail lain yang penting.
Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan adalah besaran gaji, jam kerja, hari libur, fasilitas yang diberikan, dan durasi kontrak kerja.
4. Menyimpan kontak penting
Simpan nomor dan kontak penting sejak awal keberangkatan. Ini bisa membantu jika kamu mengalami kendala saat bekerja di Hongkong.
Kontak yang penting biasanya meliputi pihak agen resmi, keluarga di Indonesia, teman terpercaya, dan perwakilan kedutaan.
5. Memahami jalur dan prosedur resmi
Sebelum berangkat, kamu juga perlu memastikan semua proses dilakukan melalui jalur resmi. Hal ini penting untuk menghindari risiko penipuan atau keberangkatan ilegal.
Biasanya proses resmi melibatkan agen penyalur tenaga kerja yang terdaftar serta sistem seperti SISKOP2MI yang diawasi pemerintah.
6. Mempersiapkan kemampuan komunikasi dasar
Walaupun tidak selalu wajib mahir, kemampuan dasar bahasa Inggris atau Kantonis sangat membantu dalam pekerjaan sehari-hari.
Kemampuan ini akan memudahkan kamu dalam berkomunikasi dengan majikan maupun lingkungan kerja.
7. Mengetahui kondisi kerja di Hongkong
Sebelum berangkat, penting juga untuk memahami gambaran umum dunia kerja di Hongkong, termasuk jam kerja, sistem kerja, dan aturan ketenagakerjaan.
Dengan begitu, kamu tidak kaget saat sudah mulai bekerja dan bisa lebih siap menjalani kontrak kerja.
Baca Juga: 10 Cara Kerja di Singapura untuk Orang Indonesia
Risiko Kerja di Hongkong
Selain peluang kerja dan gaji yang menarik, ada juga beberapa risiko kerja di Hongkong yang perlu kamu pahami sejak awal. Mengetahui risikonya bukan untuk menakut-nakuti, tapi supaya kamu bisa lebih siap dan tidak mudah terjebak masalah.
Dengan persiapan yang tepat, sebagian besar risiko ini sebenarnya bisa diminimalkan.
1. Penipuan agen tidak resmi
Salah satu risiko yang paling sering terjadi adalah penawaran kerja dari agen ilegal. Biasanya mereka menjanjikan proses cepat, tanpa syarat rumit, atau gaji yang terlihat terlalu tinggi.
Padahal, proses kerja ke Hongkong harus melalui jalur resmi seperti P3MI atau agen berizin. Karena itu, kamu perlu memastikan semua proses tercatat dan legal agar terhindar dari penipuan. Pastikan juga platform lowongan kerja yang kamu cari valid dan kredibel.
2. Jam kerja yang cukup padat
Beberapa jenis pekerjaan di Hongkong memiliki jam kerja yang panjang dan sistem kerja yang ketat. Hal ini bisa menjadi tantangan terutama jika kamu belum terbiasa dengan ritme kerja di luar negeri.
Adaptasi biasanya dibutuhkan di awal masa kerja agar kamu bisa menyesuaikan diri dengan pola kerja tersebut.
3. Rasa rindu keluarga (homesick)
Tinggal jauh dari keluarga dalam waktu lama bisa memicu rasa kesepian atau homesick. Ini hal yang cukup umum dialami pekerja migran di luar negeri.
Menjaga komunikasi rutin dengan keluarga bisa membantu mengurangi tekanan emosional ini.
4. Perbedaan budaya dan kebiasaan kerja
Budaya kerja di Hongkong bisa berbeda dengan di Indonesia, terutama dalam hal kedisiplinan dan aturan kerja.
Kamu perlu beradaptasi dengan cara kerja yang lebih terstruktur agar bisa tetap nyaman dan produktif.
5. Masalah pemahaman kontrak kerja
Risiko lain yang sering terjadi adalah ketidaktahuan isi kontrak kerja. Ini bisa menyebabkan perbedaan ekspektasi antara pekerja dan pemberi kerja.
Karena itu, penting untuk membaca dan memahami setiap detail kontrak sebelum menandatangani.
FAQ Seputar Cara Kerja di Hongkong
Sebelum memutuskan untuk bekerja di Hongkong, kamu mungkin masih punya beberapa pertanyaan penting yang sering muncul. Nah, bagian ini merangkum pertanyaan yang paling umum ditanyakan calon pekerja.
1. Berapa biaya jadi TKW Hong Kong?
Biaya kerja ke Hongkong bisa berbeda tergantung agen, jenis pekerjaan, dan fasilitas yang diberikan. Umumnya, biaya ini mencakup pelatihan, administrasi dokumen, dan proses keberangkatan (berkisar antara Rp12 juta hingga Rp15 juta).
Namun, kamu perlu berhati-hati karena biaya resmi biasanya sudah diatur, dan tidak boleh ada pungutan yang tidak wajar di luar ketentuan.
2. Apakah bekerja di Hong Kong itu menguntungkan?
Bekerja di Hongkong bisa menguntungkan karena gaji yang ditawarkan umumnya lebih tinggi dibanding beberapa pekerjaan di Indonesia. Selain itu, ada juga peluang untuk menabung jika kamu bisa mengatur pengeluaran dengan baik.
Namun, keuntungan ini tetap bergantung pada jenis pekerjaan, gaya hidup, dan kemampuan mengelola keuangan selama bekerja.
3. Apakah kerja ke Hong Kong perlu visa?
Ya, kamu wajib memiliki visa kerja (Employment Visa) untuk bisa bekerja secara legal di Hongkong. Visa ini biasanya diproses setelah kamu mendapatkan kontrak kerja dari pemberi kerja. Tanpa visa kerja yang sah, kamu tidak bisa bekerja secara resmi di Hongkong.
4. Apakah kerja di Hong Kong harus lewat agen?
Untuk sebagian besar pekerjaan, terutama sektor Pekerja Migran Indonesia (PMI), proses keberangkatan memang harus melalui agen resmi atau P3MI yang terdaftar.
Hal ini dilakukan untuk memastikan proses kerja sesuai aturan dan melindungi hak pekerja.
5. Berapa lama proses kerja ke Hong Kong?
Proses kerja ke Hongkong biasanya memakan waktu sekitar 2 hingga 3 bulan. Waktu ini tergantung pada kelengkapan dokumen, proses kontrak kerja, dan pengurusan visa.
Semakin cepat dokumen lengkap dan proses berjalan lancar, biasanya waktu keberangkatan juga lebih cepat.
Ingin Gaji Tinggi Tidak Harus ke Hong Kong! Cari Lowongan Kerja di Perusahaan Ternama lewat Dealls!
Bekerja di Hongkong memang bisa menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi. Namun, peluang karier dengan gaji yang kompetitif sebenarnya juga bisa kamu temukan di dalam negeri.
Kalau kamu ingin tetap berkembang tanpa harus bekerja ke luar negeri, kamu bisa mulai mengeksplorasi berbagai lowongan kerja terbaru di perusahaan ternama yang sesuai dengan minat dan keahlianmu.
Sekarang, mencari kerja juga jauh lebih mudah lewat website cari kerja yang terpercaya dan sudah banyak digunakan oleh pencari kerja di Indonesia, seperti Dealls.
Di Dealls, kamu bisa menemukan 100.000+ lowongan kerja dari 7.000+ perusahaan ternama, mulai dari startup, perusahaan nasional, hingga multinasional. Ini membuatmu punya lebih banyak pilihan untuk membangun karier tanpa harus terbatas pada satu negara saja.
Selain itu, kalau kamu masih ragu dengan kualitas CV kamu, kamu juga bisa menggunakan fitur AI CV Reviewer untuk mengecek apakah CV kamu sudah sesuai standar rekrutmen dan lebih siap bersaing di proses seleksi kerja.
Yuk, mulai langkah kariermu sekarang dan temukan peluang terbaikmu lewat Dealls sebagai website lowongan kerja terpercaya untuk berbagai kebutuhan pencarian kerja kamu.

Referensi
Banyak Orang Indonesia Pilih Bekerja di Hong Kong, Ternyata Ini Alasannya
