Di era digital yang terus berkembang pesat, Data Scientist menjadi salah satu profesi yang konsisten menjadi incaran banyak perusahaan besar.
Bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF), digitalisasi menjadi pendorong utama perubahan besar di pasar kerja Indonesia.
Bahkan, 83% perusahaan di Indonesia menyatakan bahwa tren digitalisasi sudah berdampak langsung pada cara mereka bekerja dan berkembang.
Dengan perubahan sebesar ini, tidak heran jika Data Scientist termasuk dalam profesi dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia hingga tahun 2030.
Tapi di tengah semua itu, satu pertanyaan yang paling sering muncul: sebenarnya, berapa gaji Data Scientist di Indonesia?
Nah, artikel ini akan menjawabnya secara tuntas, mulai dari kisaran gaji per level, per industri, per kota, sampai perbandingan di luar negeri. Yuk, kita bahas!
Siapa Itu Data Scientist?

Data Scientist adalah orang yang bertugas mengolah data mentah dalam jumlah besar menjadi informasi yang bisa digunakan perusahaan untuk mengambil keputusan bisnis.
Sederhananya, mereka membantu perusahaan memahami apa yang sebenarnya terjadi dari data yang ada, lalu mengubahnya menjadi insight yang berguna.
Dalam pekerjaannya, Data Scientist menggunakan kombinasi statistik, pemrograman, dan pemahaman bisnis untuk menemukan pola, tren, hingga membuat prediksi dari data.
Beberapa tugas dan tanggung jawab Data Scientist biasanya meliputi:
- Mengumpulkan dan membersihkan data dari berbagai sumber
- Menganalisis data untuk menemukan pola atau insight
- Membuat model prediksi menggunakan machine learning
- Menguji dan mengevaluasi hasil model agar tetap akurat
Lalu, mungkin kamu bertanya, apa bedanya Data Scientist dengan Data Analyst atau Data Engineer? Walaupun sama-sama bekerja dengan data, ketiganya punya fokus yang berbeda.
- Data Analyst: fokus mengolah data yang sudah ada dan menyajikannya dalam bentuk laporan atau visualisasi.
- Data Scientist: fokus membangun model prediktif dan menggunakan machine learning untuk menjawab pertanyaan yang lebih kompleks.
- Data Engineer: fokus membangun sistem dan pipeline data agar data bisa dipakai oleh tim lain.
Di perusahaan seperti Gojek, Tokopedia, atau BCA misalnya, Data Scientist bisa membantu memprediksi perilaku pengguna, mengoptimalkan sistem rekomendasi produk, hingga mendeteksi potensi fraud secara otomatis.
Baca Juga: Gaji Data Analyst di Indonesia 2026 di Berbagai Perusahaan & Kota
Rata-Rata Gaji Data Scientist di Indonesia
Berdasarkan survei kompensasi dari ERI Economic Research Institute, rata-rata gaji Data Scientist di Indonesia berada di kisaran Rp513 juta per tahun, atau setara sekitar Rp42 juta per bulan (termasuk tunjangan).
Namun angka ini bisa sangat bervariasi tergantung level pengalaman. Berikut gambaran lebih detailnya:
Level Pengalaman | Kisaran Gaji/Bulan |
| Entry Level (0–2 tahun) | Rp8 juta – Rp12 juta |
| Mid Level (3–5 tahun) | Rp15 juta – Rp30 juta |
| Senior Level (5+ tahun) | Rp30 juta – Rp50 juta+ |
CARI LOKER DATA SCIENTIST TERBARU DI DEALLS SEKARANG!

Gaji Data Scientist Berdasarkan Industri
Salah satu faktor yang paling memengaruhi kisaran gaji data scientist adalah industri tempat kamu bekerja.
Perusahaan yang sangat bergantung pada data, seperti fintech dan e-commerce, biasanya menawarkan gaji yang lebih tinggi dibanding industri yang baru mulai menggunakan data.
Berikut adalah gambaran gaji data scientist berdasarkan 10 industri utama di Indonesia:
1. Gaji Data Scientist di Industri Fintech & Perbankan Digital
Industri fintech dan perbankan digital termasuk yang paling tinggi dalam memberikan gaji untuk Data Ccientist. Hal ini karena peran mereka sangat penting dalam menjaga keamanan transaksi dan meningkatkan pendapatan perusahaan.
Data Scientist di sektor ini biasanya bekerja pada credit scoring, deteksi fraud, hingga personalisasi produk keuangan.
- Entry Level: Rp10 juta – Rp20 juta/bulan
- Mid Level: Rp20 juta – Rp35 juta/bulan
- Senior Level: Rp35 juta – Rp55 juta+/bulan
Perusahaan seperti OVO, Dana, Kredivo, Bank Jago, dan SeaBank termasuk yang aktif merekrut di bidang ini.
2. Gaji Data Scientist di Industri E-commerce & Marketplace
Industri e-commerce adalah salah satu penghasil data terbesar di Indonesia. Karena itu, kebutuhan data scientist di sektor ini juga sangat tinggi.
Tugasnya biasanya meliputi sistem rekomendasi produk, analisis perilaku pengguna, hingga optimasi harga.
- Entry Level: Rp8 juta – Rp16 juta/bulan
- Mid Level: Rp16 juta – Rp28 juta/bulan
- Senior Level: Rp28 juta – Rp45 juta+/bulan
Perusahaan seperti Tokopedia (TikTok Shop), Lazada, dan Blibli termasuk pemain utama di industri ini. Di beberapa sumber, gaji Data Scientist Shopee dan e-commerce besar lain juga berada di kisaran kompetitif ini.
3. Gaji Data Scientist di Industri Startup Teknologi
Startup teknologi, terutama yang sudah berkembang seperti unicorn, dikenal memberikan kompensasi yang menarik untuk data scientist.
Selain gaji, kamu juga bisa mendapatkan ESOP (Employee Stock Option Program), yaitu potensi kepemilikan saham perusahaan.
- Entry Level: Rp8 juta – Rp18 juta/bulan
- Mid Level: Rp18 juta – Rp30 juta/bulan
- Senior Level: Rp30 juta – Rp50 juta+ (+ ESOP)/bulan
Contohnya Gojek, yang menurut Glassdoor memiliki kisaran Rp8–25 juta per bulan dengan total kompensasi tahunan sekitar Rp204 juta.
4. Gaji Data Scientist di Industri Kesehatan & Healthtech
Industri kesehatan dan healthtech sedang berkembang pesat, terutama sejak layanan kesehatan mulai banyak beralih ke digital.
Data Scientist di sektor ini biasanya bekerja pada analisis pasien, prediksi penyakit, hingga optimasi layanan rumah sakit.
- Entry Level: Rp7 juta – Rp14 juta/bulan
- Mid Level: Rp14 juta – Rp25 juta/bulan
- Senior Level: Rp25 juta – Rp40 juta+/bulan
Perusahaan seperti Halodoc, Alodokter, dan KlikDokter termasuk yang aktif mengembangkan tim data.
5. Gaji Data Scientist di BUMN & Pemerintahan
BUMN dan sektor pemerintahan menawarkan stabilitas kerja yang tinggi dengan berbagai tunjangan tambahan.
Walaupun gaji pokoknya tidak setinggi startup, total benefit bisa tetap menarik.
- Entry Level: Rp6 juta – Rp12 juta/bulan
- Mid Level: Rp12 juta – Rp20 juta/bulan
- Senior Level: Rp20 juta – Rp35 juta/bulan
Contohnya Telkom Indonesia, yang berdasarkan Glassdoor menawarkan kisaran Rp8–14 juta untuk fresh graduate dan bisa naik hingga Rp23 juta untuk level senior.
6. Gaji Data Scientist di Industri Telekomunikasi
Industri telekomunikasi mengolah data dalam jumlah sangat besar setiap harinya, mulai dari panggilan hingga penggunaan internet.
Data scientist di sini biasanya fokus pada churn pelanggan, optimasi jaringan, dan segmentasi pengguna.
- Entry Level: Rp7 juta – Rp14 juta/bulan
- Mid Level: Rp14 juta – Rp22 juta/bulan
- Senior Level: Rp22 juta – Rp35 juta/bulan
Perusahaan seperti Telkom, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XL Axiata termasuk pemain utama di sektor ini.
7. Gaji Data Scientist di Perusahaan Konsultan & Agensi Data
Di industri ini, kamu bisa mengerjakan berbagai proyek dari banyak klien berbeda, sehingga pengalaman berkembang lebih cepat.
Namun, biasanya jam kerja lebih padat karena deadline proyek yang ketat.
- Entry Level: Rp8 juta – Rp15 juta/bulan
- Mid Level: Rp15 juta – Rp25 juta/bulan
- Senior Level: Rp25 juta – Rp40 juta+/bulan
Perusahaan seperti Accenture dan Deloitte termasuk pemain besar di sektor ini.
8. Gaji Data Scientist di Industri Manufaktur & Logistik
Industri ini mulai banyak menggunakan data untuk meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi.
Data scientist biasanya membantu dalam predictive maintenance dan optimasi supply chain.
- Entry Level: Rp6 juta – Rp12 juta/bulan
- Mid Level: Rp12 juta – Rp20 juta/bulan
- Senior Level: Rp20 juta – Rp32 juta+/bulan
Contohnya Astra International yang mencatat kisaran Rp9–13 juta untuk posisi data scientist.
9. Gaji Data Scientist di Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional biasanya menawarkan gaji tertinggi karena standar mereka mengikuti benchmark global.
Perusahaan seperti Google, Microsoft, hingga McKinsey termasuk yang paling kompetitif di pasar ini.
- Entry Level: Rp12 juta – Rp22 juta/bulan
- Mid Level: Rp22 juta – Rp40 juta/bulan
- Senior Level: Rp40 juta – Rp80 juta+/bulan
Bahkan menurut ERI Economic Research Institute, level senior bisa mencapai sekitar Rp59 juta per bulan atau lebih.
10. Gaji Data Scientist di Industri Media & AdTech
Industri media dan AdTech sangat bergantung pada data untuk mengoptimalkan iklan dan konten.
Data scientist di sini biasanya bekerja pada analisis engagement, targeting iklan, hingga algoritma rekomendasi.
- Entry Level: Rp7 juta – Rp14 juta/bulan
- Mid Level: Rp14 juta – Rp24 juta/bulan
- Senior Level: Rp24 juta – Rp38 juta+/bulan
Perusahaan media digital, platform streaming, dan startup AdTech termasuk dalam kategori ini.
Baca Juga: Daftar Gaji CRM Specialist Terbaru di Indonesia Berbagai Posisi
Gaji Data Scientist Berdasarkan Lokasi

Selain industri, lokasi kerja juga jadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh terhadap besaran gaji Data Scientist. Kota-kota dengan ekosistem teknologi yang lebih berkembang dan biaya hidup yang lebih tinggi umumnya menawarkan kompensasi yang lebih besar.
Berikut kisaran gaji Data Scientist di berbagai kota di Indonesia:
1. Gaji Data Scientist di Jakarta
Jakarta adalah pusat bisnis dan teknologi terbesar di Indonesia, sehingga wajar jika gaji data Scientist di sini termasuk yang paling tinggi. Sebagian besar perusahaan teknologi, fintech, dan multinasional memang berpusat di ibu kota.
- Kisaran gaji: Rp10 juta – Rp60 juta+/bulan
2. Gaji Data Scientist di Bandung
Bandung dikenal sebagai kota dengan ekosistem teknologi yang aktif, didukung oleh banyaknya kampus teknik ternama dan komunitas developer yang solid.
- Kisaran gaji: Rp7 juta – Rp35 juta/bulan
3. Gaji Data Scientist di Tangerang
Kawasan Tangerang, terutama BSD dan Tangerang Selatan, semakin banyak dipilih perusahaan besar sebagai lokasi kantor karena aksesibilitasnya yang tinggi dan infrastruktur yang terus berkembang.
- Kisaran gaji: Rp8 juta – Rp40 juta/bulan
4. Gaji Data Scientist di Surabaya
Sebagai kota bisnis terbesar kedua di Indonesia, Surabaya memiliki permintaan data scientist yang terus tumbuh, terutama di sektor manufaktur, ritel, dan logistik.
- Kisaran gaji: Rp7 juta – Rp32 juta/bulan
5. Gaji Data Scientist di Bogor
Bogor mulai dilirik perusahaan sebagai lokasi alternatif di kawasan penyangga Jakarta, terutama di sektor riset, agritech, dan manufaktur.
- Kisaran gaji: Rp6 juta – Rp28 juta/bulan
6. Gaji Data Scientist di Sidoarjo
Sidoarjo adalah kawasan industri dan bisnis yang berdekatan dengan Surabaya, dengan konsentrasi tinggi di sektor manufaktur dan logistik.
- Kisaran gaji: Rp5 juta – Rp26 juta/bulan
7. Gaji Data Scientist di Bekasi
Bekasi adalah salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia yang juga semakin banyak ditempati perusahaan teknologi skala nasional.
- Kisaran gaji: Rp7 juta – Rp32 juta/bulan
8. Gaji Data Scientist di Semarang
Semarang mulai berkembang sebagai kota dengan ekosistem startup yang cukup aktif, didukung keberadaan beberapa universitas besar dan kedekatan dengan kawasan industri Jawa Tengah.
- Kisaran gaji: Rp6 juta – Rp28 juta/bulan
9. Gaji Data Scientist di Denpasar atau Bali
Bali semakin diminati sebagai lokasi kerja, terutama oleh pekerja remote dan digital nomad. Gaji bisa lebih kompetitif jika kamu bekerja secara remote untuk perusahaan Jakarta atau global.
- Kisaran gaji: Rp7 juta – Rp35 juta/bulan
10. Gaji Data Scientist di Makassar
Makassar adalah kota terbesar di Indonesia Timur yang terus berkembang sebagai pusat bisnis, dengan permintaan talenta data yang perlahan tapi pasti terus meningkat.
- Kisaran gaji: Rp5 juta – Rp25 juta/bulan
Baca Juga: Apa Itu Data Engineer? Tugas, Skill, Prospek Kerja, dan Gajinya
Gaji Data Scientist di Luar Negeri
Kalau kamu penasaran seberapa tinggi potensi penghasilan Data Scientist di luar negeri, angkanya memang cukup jauh dibanding Indonesia.
Berikut gambaran perbandingan singkat gaji Data Scientist di berbagai negara:
Negara | Rata-rata Gaji/Tahun (Estimasi IDR) |
| Amerika Serikat | Rp2,4 miliar – Rp3 miliar |
| Singapura | Rp700 juta – Rp1,5 miliar |
| Australia | Rp900 juta – Rp1,4 miliar |
| Jerman | Rp1,1 miliar – Rp1,5 miliar |
| Indonesia (Senior) | Rp300 juta – Rp700 juta |
Yang menarik, tren kerja remote membuat peluang semakin terbuka. Saat ini, beberapa perusahaan luar negeri sudah mulai merekrut Data Scientist dari Indonesia secara remote.
Artinya, kamu bisa mendapatkan standar gaji global tanpa harus pindah negara, meskipun tentu tetap sangat bergantung pada skill dan pengalaman yang kamu miliki.
Baca Juga: 15 Kerja Remote dari Rumah Bergaji Besar, di Atas UMR!
Faktor yang Mempengaruhi Gaji Data Scientist
Besaran gaji data scientist tidak selalu sama untuk setiap orang. Ada beberapa faktor penting yang membuat gaji di posisi ini bisa berbeda cukup jauh, meskipun jabatan dan perannya terlihat sama.
1. Pengalaman Kerja
Semakin lama pengalaman kamu di bidang data, biasanya semakin tinggi juga gaji yang kamu terima. Hal ini karena pengalaman menunjukkan kemampuan kamu dalam menangani masalah yang lebih kompleks di dunia nyata.
2. Skill Teknis yang Dimiliki
Skill seperti Python, SQL, machine learning, dan data visualization sangat memengaruhi besaran gaji. Semakin lengkap dan dalam skill yang kamu kuasai, semakin besar nilai kamu di mata perusahaan.
3. Industri Tempat Bekerja
Industri seperti fintech dan e-commerce biasanya memberikan gaji lebih tinggi dibanding industri lain. Ini karena mereka sangat bergantung pada data untuk menjalankan bisnisnya.
4. Lokasi Perusahaan
Gaji data scientist di kota besar seperti Jakarta biasanya lebih tinggi dibanding kota lain. Hal ini dipengaruhi oleh biaya hidup dan konsentrasi perusahaan teknologi di wilayah tersebut.
5. Kompleksitas Pekerjaan
Semakin kompleks data dan model yang kamu kerjakan, semakin tinggi juga potensi gajinya. Pekerjaan yang melibatkan machine learning tingkat lanjut biasanya dihargai lebih tinggi dibanding analisis dasar.
Tunjangan dan Benefit Data Scientist
Gaji pokok bukan satu-satunya hal yang perlu kamu perhatikan saat melihat tawaran kerja sebagai Data Scientist. Di banyak perusahaan, total benefit yang diberikan bisa membuat nilai kompensasi jauh lebih besar daripada gaji bulanan saja.
Berikut beberapa tunjangan dan benefit yang umum didapatkan:
- Tunjangan kesehatan: mencakup BPJS, asuransi tambahan, hingga perlindungan kesehatan gigi dan mata di beberapa perusahaan
- Tunjangan transportasi dan makan: biasanya diberikan dalam bentuk uang tunai bulanan atau subsidi operasional harian
- Bonus kinerja tahunan: diberikan berdasarkan performa individu dan perusahaan, dan bisa mencapai nilai yang cukup besar
- ESOP (Employee Stock Option Program): memberi kesempatan kepemilikan saham perusahaan yang umum di startup tahap awal hingga unicorn
- Learning & development budget: dana khusus untuk kursus, sertifikasi, atau pelatihan guna meningkatkan skill profesional
- Fleksibilitas kerja: mencakup opsi remote working atau jam kerja fleksibel, terutama di perusahaan teknologi
- Tunjangan pensiun dan jaminan hari tua: lebih sering tersedia di BUMN dan perusahaan besar dengan sistem kerja jangka panjang
Dengan melihat seluruh komponen ini, kamu bisa memahami bahwa total kompensasi data scientist tidak hanya berasal dari gaji pokok, tetapi juga dari berbagai benefit tambahan yang menyertainya.
Baca Juga: Kenali Apa Itu Tunjangan Kesehatan, Manfaat, dan Contohnya!
Cara Menjadi Data Scientist

Untuk kamu yang mulai tertarik terjun ke dunia data science, kabar baiknya adalah jalurnya tidak sesulit yang dibayangkan. Bahkan, bagi yang bukan berasal dari jurusan komputer atau statistik sekalipun.
Nah, berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk memulai karier sebagai Data Scientist:
1. Mulai dari Fondasi Matematika dan Statistik
Pemahaman dasar tentang statistik deskriptif, probabilitas, dan aljabar linear sangat penting sebagai landasan. Kamu tidak perlu langsung mahir semuanya di awal, tapi memiliki fondasi yang kuat akan sangat membantu.
2. Pelajari Bahasa Pemrograman Python
Python adalah bahasa yang paling banyak digunakan di dunia data science saat ini. Mulai dari analisis data dengan Pandas, visualisasi dengan Matplotlib, hingga machine learning dengan Scikit-learn.
Hal ini karena hampir semua kebutuhan data science bisa dilakukan dengan Python.
3. Kuasai SQL
Sebagian besar data di dunia nyata tersimpan dalam database relasional. SQL adalah skill yang wajib dimiliki hampir semua data scientist, tanpa terkecuali.
4. Bangun Portofolio di GitHub atau Kaggle
Di dunia data science, portofolio adalah salah satu senjata terkuat saat melamar kerja, bahkan sering kali lebih berpengaruh dibandingkan ijazah. Selesaikan proyek nyata, ikuti kompetisi di Kaggle, dan dokumentasikan hasilnya dengan baik.
5. Ambil Kursus atau Bootcamp yang Terstruktur
Platform seperti Coursera, edX, atau bootcamp lokal dapat membantu mempercepat proses belajar kamu secara signifikan. Beberapa di antaranya bahkan menyediakan program dengan bimbingan mentor industri.
6. Cari Pengalaman Praktis
Magang, freelance project, atau kontribusi pada proyek open source bisa menjadi modal awal yang sangat berharga sebelum kamu melamar ke posisi full-time.
Skill yang Harus Dimiliki Data Scientist
Menjadi data scientist yang kompetitif di pasar kerja saat ini membutuhkan kombinasi skill teknis dan non-teknis yang solid.
Berdasarkan laporan Bureau of Labor Statistics AS dan tren rekrutmen yang sedang berkembang, berikut adalah skill yang paling banyak dicari perusahaan saat merekrut data scientist:
Skill Teknis (Hard Skills):
- Python: bahasa pemrograman utama untuk analisis data, machine learning, dan otomatisasi
- SQL: untuk mengakses, mengelola, dan menganalisis data dari database
- Machine Learning & Deep Learning: termasuk framework seperti TensorFlow dan PyTorch
- Statistik dan Probabilitas: fondasi dari semua analisis dan pemodelan data
- Cloud Computing: penguasaan AWS, Google Cloud, atau Azure semakin jadi standar
- Data Visualization: kemampuan membuat visualisasi data yang informatif dan mudah dipahami
- Generative AI & LLM: kemampuan bekerja dengan model bahasa besar sudah jadi pembeda nyata di antara kandidat
Skill Non-Teknis (Soft Skills):
- Komunikasi data: kemampuan menjelaskan temuan kompleks kepada audiens non-teknis
- Problem-solving: mindset analitis untuk mendefinisikan masalah sebelum mencari solusi
- Domain knowledge: pemahaman konteks bisnis di industri tempat kamu bekerja
- Kerja tim dan kolaborasi: data scientist jarang bekerja sendirian, mereka berkolaborasi erat dengan tim produk, engineering, dan bisnis
Baca Juga: Developer Roadmap: Skill, Alur Belajar, & Cara Jadi Developer
Jenjang Karier Data Scientist
Salah satu hal yang membuat profesi ini menarik adalah jenjang karier yang jelas dan terus berkembang. Berikut adalah jalur karier yang umum ditempuh oleh seorang Data Scientist:
1. Junior Data Scientist (0–2 tahun)
Di tahap ini, kamu akan banyak belajar sambil bekerja, mulai dari eksplorasi data, membersihkan data (data cleaning), hingga membangun model prediktif sederhana di bawah bimbingan senior.
Fokusnya adalah menguasai tools dan membangun pemahaman konteks bisnis.
2. Mid-Level Data Scientist (3–5 tahun)
Kamu sudah bisa bekerja secara mandiri dan mulai menangani proyek yang lebih kompleks. Di level ini, kamu biasanya sudah mulai mengembangkan model machine learning yang production-ready dan berkomunikasi langsung dengan stakeholder.
3. Senior Data Scientist (5+ tahun)
Tanggung jawabnya sudah mencakup mentoring junior, menentukan arah teknis proyek, dan menjadi jembatan antara tim data dengan manajemen. Keputusan yang dibuat di level ini berdampak langsung pada strategi bisnis.
4. Lead / Principal Data Scientist
Di posisi ini, kamu akan memimpin tim, menentukan metodologi dan standar kualitas, serta terlibat aktif dalam roadmap produk berbasis data.
5. Head of Data / Chief Data Officer (CDO)
Ini adalah puncak karier di jalur data science. Di jenjang ini, kamu akan bertanggung jawab atas seluruh strategi data perusahaan. Di level ini, kemampuan leadership dan business acumen sama pentingnya dengan skill teknis.
Selain jalur vertikal ini, kamu juga bisa berpindah jalur secara horizontal ke Machine Learning Engineer, AI Researcher, atau bahkan Product Manager dengan fokus data. Semuanya terbuka lebar dengan fondasi data science yang kuat.
Sedang Cari Loker Data Scientist dengan Gaji Tinggi? Yuk Lamar di Dealls!
Setelah memahami gambaran tentang gaji data scientist, mungkin kamu mulai bertanya: “Kalau sudah siap skill-nya, harus mulai cari kerja di mana?”
Tantangannya, tidak semua orang tahu di mana bisa menemukan lowongan kerja terbaru yang sesuai dengan skill dan level mereka, terutama di bidang data yang cukup kompetitif.
Kabar baiknya, kamu bisa menemukan berbagai peluang kerja di bidang data dan teknologi melalui platform lowongan kerja terpercaya, yaitu Dealls.
Di Dealls, kamu bisa menemukan berbagai job vacancy untuk posisi seperti Data Scientist, Data Analyst, Business Intelligence, hingga berbagai peran di industri teknologi dari perusahaan ternama di Indonesia.
Tidak hanya itu, kamu juga bisa mencari info loker terdekat, melihat detail pekerjaan secara lengkap, dan melamar langsung melalui satu platform lowongan kerja yang lebih praktis dan terpusat.
Kalau kamu ingin meningkatkan peluang dilirik recruiter, kamu juga bisa memanfaatkan AI CV Reviewer untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan CV kamu secara gratis sebelum melamar.
Yuk, mulai langkah karier kamu sekarang juga dan temukan lowongan kerja terbaru yang sesuai dengan skill kamu lewat Dealls.

Referensi
The Future of Jobs Report 2025 | World Economic Forum (WEF)
Data Scientist Salary in Indonesia (2026) | ERI Economic Research Institute
