Mencari contoh storyboard untuk konten sosial media atau film, tetapi bingung harus mulai dari mana?
Untuk kamu yang baru pertama kali membuat storyboard, wajar kalau masih bertanya-tanya, seperti apa saja yang perlu digambar, ditulis, atau direncanakan?
Apalagi kalau target kontennya TikTok, Instagram Reels, atau campaign brand, prosesnya bisa terasa rumit bagi yang belum familiar.
Namun tenang dulu, artikel ini menyediakan kumpulan contoh storyboard konten sosial media, film pendek, iklan dan lainnya yang bisa kamu gunakan atau modifikasi sendiri!
Apa Itu Storyboard?
Storyboard adalah representasi visual dari alur cerita atau urutan adegan yang disusun dalam beberapa panel.
Fungsi storyboard membantu kamu membayangkan bagaimana sebuah video, iklan, atau konten akan berjalan dari awal sampai akhir sebelum benar-benar diproduksi.
Konsep storyboard sendiri sudah lama digunakan di dunia film. Salah satu tokoh populernya yaitu Alfred Hitchcock yang dikenal detail saat membuat storyboard, bahkan seluruh film terasa sudah “selesai” di atas kertas.
Namun kamu tidak harus sedetail itu. Pada praktiknya, storyboard adalah alat bantu yang bentuknya tergantung kebutuhan dan gaya kerja masing-masing kreator.
Biasanya isi storyboard berupa:
- Sketsa, gambar, atau referensi visual tiap scene
- Deskripsi adegan dan aksi
- Catatan kamera atau transisi
- Arah pergerakan objek atau talent
Baca Juga: 4 Contoh Naskah Film serta Format Penulisan Script & Skenarionya
Struktur Storyboard
Dalam membuat storyboard, tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Apalagi, storyboard berfungsi sebagai peta visual untuk melakukan eksekusi teknis di lapangan. Oleh karena itu, ada struktur yang perlu kamu perhatikan agar alur cerita mudah dipahami, di antaranya:
1. Deskripsi Shot
Struktur pertama dalam storyboard adalah deskripsi setiap shot. Kamu perlu menuliskan deskripsi seperti nomor urutan dan estimasi durasi supaya memudahkan koordinasi tim.
Adapun penulisannya seperti:
- Nomor Shot: Ditulis secara berurutan, misalnya Shot 1, Shot 2, dan seterusnya.
- Deskripsi Singkat Isi Adegan: Menjelaskan apa yang terjadi di dalam shot tersebut.
- Estimasi Durasi Setiap Shot: Ditulis dalam detik atau menit, misalnya 30 detik, 1 menit, atau 3 menit.
Contoh:
Shot 1 – Karyawan datang ke kantor dan membuka laptop (Durasi: 5 detik)
Shot 2 – Close up layar aplikasi absensi online (Durasi: 4 detik)
2. Tampilan Visual
Bagian visual berfungsi untuk menggambarkan apa yang benar-benar akan terlihat di layar pada setiap shot.
Visual tidak harus berupa gambar yang detail. Sketsa sederhana, referensi foto, bahkan gambar orang stickman sudah cukup, selama mampu menjelaskan posisi objek.
Hal yang biasanya dicantumkan dalam bagian visual antara lain:
- Posisi objek atau subjek, misalnya karyawan, perangkat kerja, atau lingkungan kantor
- Framing kamera, seperti wide shot, medium shot, atau close-up
- Properti dalam adegan, seperti meja kerja, smartphone, laptop, mesin, atau alat tertentu
- Elemen mise-en-scène, yaitu semua elemen visual yang mendukung suasana dan konteks adegan
Contoh:

3. Teknik Kamera & Editing
Bagian ini berisi instruksi teknis tentang bagaimana shot akan diambil dan bagaimana transisinya saat diedit.
Tanpa ini, proses shooting dan editing berpotensi tidak konsisten, misalnya sudut kamera berubah-ubah atau transisi terasa tidak halus.
Informasi yang biasanya dicantumkan meliputi:
- Jenis shot, seperti close-up, wide shot, atau over-the-shoulder
- Angle kamera, misalnya eye level untuk kesan natural, high angle, atau low angle
- Pergerakan kamera, seperti pan, tilt, atau zoom
- Transisi editing, misalnya cut langsung, fade, atau dissolve
Contoh:

4. Audio Codes
Audio codes menjelaskan elemen suara yang menyertai setiap shot, baik itu dialog, voice over, efek suara, maupun musik latar.
Dalam storyboard, kamu perlu menjelaskan apakah audio tersebut bersifat:
- Diegetic, yaitu suara yang berasal dari dalam adegan (misalnya suara karyawan berbicara, bunyi notifikasi, atau langkah kaki)
- Non-diegetic, yaitu suara dari luar adegan, seperti musik latar atau narasi voice over
Contoh:

5. Kerangka Dasar Video
Kerangka dasar berfungsi untuk menjaga alur tetap runtut dan tidak melebar ke luar topik. Umumnya, kerangka storyboard terdiri dari:
- Perkenalan, untuk membuka konteks dan menarik perhatian
- Topik utama, berisi pesan utama atau penjelasan inti
- Kredit, untuk penutup dan informasi tambahan

Tahukah kamu? Skill membuat storyboard sangat dibutuhkan di industri perfilman hingga konten digital saat ini.
Kalau kamu terbiasa membuat storyboard, coba manfaatkan skill tersebut untuk melamar kerja melalui Dealls, yaitu website lowongan kerja terpercaya yang memiliki 100.000+ loker, termasuk loker social media specialist hingga content creator.
Cara Membuat Storyboard
Kalau ini pertama kalinya kamu membuat storyboard, wajar kalau terasa membingungkan, mulai dari harus menggambar apa, menulis apa, sampai khawatir idenya tidak terbayang. Untuk itu, mari ikuti panduan cara membuat storyboard langkah demi langkah berikut:
1. Tentukan Format Presentasi Storyboard
Sebelum mulai menggambar atau mengumpulkan visual, tentukan dulu format storyboard yang ingin kamu gunakan. Format ini akan memengaruhi seberapa detail storyboard kamu nantinya.
Beberapa pilihan format yang bisa kamu pakai:
- Beberapa panel dalam satu halaman (cocok untuk video pendek)
- Satu panel per halaman (lebih detail, cocok untuk pitch ke klien)
- Template storyboard digital
Untuk konten sosial media, format dengan beberapa panel per halaman biasanya sudah cukup. Namun kalau storyboard akan dipresentasikan ke klien atau tim, format panel besar bisa memberi kesan lebih profesional.

2. Baca dan Pahami Adegan atau Alur Cerita
Storyboard yang baik selalu berangkat dari pemahaman cerita. Di tahap ini, kamu perlu memahami tujuan pembuatan konten, pesan yang ingin disampaikan dan alur emosi dari awal sampai akhir
Untuk konten sosial media, fokus utama biasanya ada pada:
- Hook di awal video
- Penyampaian pesan inti
- Call to action di akhir
Pemahaman ini akan membantu kamu menentukan jenis shot, komposisi visual, dan urutan scene yang tepat.

Baca Juga: Apa Itu Script Writer? - Tugas, Gaji, & Bedanya dengan Copywriter
3. Buat atau Kumpulkan Visual Referensi
Setelah memahami alur cerita, saatnya membuat atau mengumpulkan visual. Kamu punya dua opsi, yaitu:
- Menggambar sketsa sendiri (sederhana saja sudah cukup)
- Menggunakan gambar referensi, foto, atau screenshot
Kebanyakan content creator menggunakan foto atau referensi visual agar lebih cepat dan konsisten. Selama visual tersebut bisa menjelaskan ide shot, cara ini sepenuhnya valid.

4. Susun Panel Storyboard
Setiap panel mewakili satu shot atau satu momen. Di tahap ini, kamu mulai menyusun visual sesuai urutan cerita.
Urutan panel harus logis dan mudah diikuti. Pastikan setiap panel punya fungsi yang jelas. Ingat, tidak semua detik harus digambar, cukup bagian pentingnya.

5. Tambahkan Panah untuk Menunjukkan Gerakan
Panah dalam storyboard digunakan untuk menunjukkan pergerakan, baik itu gerakan kamera (zoom, pan, tilt), gerakan talent atau perubahan framing dari satu shot ke shot berikutnya. Penggunaan panah membantu tim memahami dinamika visual tanpa perlu penjelasan panjang.

6. Sertakan Deskripsi, Catatan, dan Anotasi
Kemudian, dikarenakan storyboard tak hanya diisi oleh gambar, maka kamu wajib menyertakan catatan tertulis yang berguna untuk memperjelas maksud setiap panel.
Contoh catatan yang bisa kamu tambahkan seperti dialog atau teks di layar, durasi shot, keterangan jenis shot (close-up, medium, wide) hingga catatan tambahan untuk editor atau talent. Semakin jelas catatan ini, semakin kecil risiko miskomunikasi saat produksi.

7. Bagikan dan Siapkan untuk Produksi
Setelah storyboard selesai, langkah terakhir adalah membagikannya ke tim atau klien. Storyboard bisa dibagikan dalam bentuk PDF, link online atau print out untuk produksi. Dengan storyboard yang rapi, proses produksi akan lebih efisien dan minim revisi.

10 Contoh Storyboard
Setelah memahami struktur dasarnya, sekarang kamu bisa melihat berbagai contoh storyboard yang umum digunakan.
Berikut beberapa contoh storyboard berdasarkan jenis kontennya:
1. Contoh Storyboard Film Pendek
Kalau kamu ingin membuat film pendek berdurasi sekitar 3 menit, bisa jadikan contoh berikut sebagai acuan sebelum membuat storyboard untuk film pendekmu.

2. Contoh Storyboard Video
Berikut ini adalah contoh storyboard film Jurassic Park versi lengkap yang bisa kamu akses sebagai referensi. Storyboard ini terdiri dari 168 shot yang menggambarkan alur visual film secara detail.
3. Contoh Storyboard Iklan
Contoh storyboard iklan ini berasal dari iklan Pocari Sweat dengan setting adegan di siang hari. Visual yang ditampilkan sangat detail untuk memperkuat suasana dan pesan iklan.

4. Contoh Storyboard Sederhana
Storyboard sederhana cocok untuk pemula yang membutuhkan alur visual dasar. Contoh storyboard sederhana berikut bisa kamu gunakan sebagai referensi awal sebelum membuat versi yang lebih kompleks.

5. Contoh Storyboard Konten Instagram Reels
Storyboard ini disusun khusus untuk format vertikal dengan visual cepat dan teks ringkas. Lihat contoh storyboard Instagram Reels berikut untuk memahami alurnya.

6. Contoh Storyboard Video TikTok
Storyboard TikTok menekankan hook di awal dan pacing yang cepat agar langsung menarik perhatian. Kamu bisa melihat contoh storyboard simple tentang produk jepit rambut berikut sebagai gambaran struktur kontennya:

7. Contoh Storyboard Campaign Brand
Berikut ini adalah contoh storyboard iklan brand makanan “Coffee Joy” yang terdiri dari 11 shot dan menampilkan alur promosi produk secara runtut.

8. Contoh Storyboard Game
Storyboard game membantu memvisualisasikan alur gameplay dan interaksi pemain sejak tahap perencanaan. Lihat contoh storyboard game dari The Last of Us berikut untuk memahami alurnya:

9. Contoh Storyboard Animasi 2D
Storyboard animasi 2D berfokus pada gerakan karakter dan transisi antar adegan. Lihat contoh storyboard Tom and Jerry berikut untuk referensimu:

10. Contoh Storyboard Flipbook
Storyboard flipbook digunakan untuk menyajikan informasi secara bertahap melalui gambar berurutan. Silakan lihat contoh storyboard flipbook berikut untuk melihat penerapannya.

Baca Juga: 7 Tugas Produser: Dari Konsep Hingga Menayangkan Karya
Download Contoh Storyboard
Jika kamu ingin download contoh storyboard PDF maupun template kosong siap pakai tanpa harus membuat dari nol, kamu bisa langsung mengunduh dari tautan di bawah gambar berikut!

Gunakan Skill Storyboard-mu untuk Berkarier sebagai Social Media Specialist, Lamar Lokernya di Dealls!
Di era digital sekarang, skill membuat storyboard bukan hanya berguna untuk filmmaker, tetapi juga dipakai oleh social media specialist dan content creator.
Storyboard membantu kamu merancang konten yang lebih terstruktur, yang mana suatu nilai plus yang dicari banyak perusahaan.
Kalau kamu ingin mulai karir di bidang ini, coba untuk lamar loker social media specialist melalui Dealls!
Melalui Dealls, kamu bisa menemukan 100.000+ loker terbaru dari 7.000+ perusahaan besar yang sedang membuka loker, seperti Torch.id, Reemotely, dan lain sebagainya.
Sebelum melamar lowongan impianmu, pastikan CV kamu sudah optimal. Coba review CV gratis dengan AI CV Analyzer gratis agar CV-mu tidak kalah saing dan punya peluang lebih besar lolos screening ATS.
Yuk, bangun karir sebagai social media specialist dengan modal skill storyboard yang kamu miliki.
Mulai dari cari info loker terdekat, buat akun, dan langsung lamar pekerjaan yang sesuai lewat Dealls!
Referensi:
How to Make a Storyboard: Ultimate Step-by-Step Guide | StudioBinder

