Sedang mencari contoh CV Business Analyst yang menarik dan mudah lolos seleksi? Kamu berada di tempat yang tepat.
CV menjadi salah satu dokumen pertama yang akan dilihat recruiter sebelum memutuskan apakah seorang kandidat layak melanjutkan ke tahap interview atau tidak. Karena itu, isi dan format CV perlu disusun secara jelas, relevan, dan mudah dibaca.
Hal ini juga didukung oleh penelitian dari Ladders yang menggunakan metode eye tracking terhadap recruiter. Penelitian tersebut menemukan bahwa recruiter rata-rata hanya menghabiskan sekitar 7,4 detik untuk melakukan penilaian awal pada sebuah CV.
Artinya, kamu hanya memiliki waktu singkat untuk menunjukkan pengalaman, kemampuan, dan pencapaian yang paling relevan.
Nah, di artikel ini, kamu akan menemukan contoh CV Business Analyst untuk berbagai level karier, lengkap dengan template dan tips membuat CV ATS friendly. Yuk, simak selengkapnya!
Apa Itu CV Business Analyst?

CV Business Analyst adalah dokumen yang berisi ringkasan mengenai profil, pengalaman kerja, pendidikan, keterampilan, sertifikasi, serta pencapaian yang relevan dengan posisi Business Analyst.
Melalui CV tersebut, recruiter dapat melihat bagaimana kemampuan kamu dalam menganalisis kebutuhan bisnis, mengolah data, menyusun solusi, hingga berkomunikasi dengan berbagai stakeholder.
Berbeda dengan CV pada umumnya, CV untuk posisi ini perlu menonjolkan kemampuan analitis, pemahaman proses bisnis, serta penguasaan tools data seperti SQL, Excel, atau Power BI.
Selain mencantumkan pengalaman kerja, CV Business Analyst juga biasanya menampilkan pencapaian yang didukung oleh data atau angka. Hal ini membantu recruiter memahami dampak nyata dari kontribusi yang pernah kamu berikan dalam suatu pekerjaan atau proyek.
Hal ini sejalan dengan 2025 Global State of Business Analysis Report yang mencatat bahwa 76% responden menilai peran business analysis semakin berdampak terhadap strategi perusahaan, sementara 81% melihat adanya pengakuan formal terhadap peran tersebut.
Karena itu, CV Business Analyst perlu mampu menunjukkan bahwa kamu bukan hanya pengolah data, tetapi juga bagian dari penggerak keputusan bisnis dalam perusahaan.
Baca Juga: Mengenal Business Analyst, ini Tugas, Peran, dan Jenjang Kariernya
Struktur CV Business Analyst
Struktur CV Business Analyst yang rapi membantu recruiter memahami profil kamu dengan cepat sekaligus memudahkan sistem ATS membaca informasi di dalamnya. Berikut adalah bagian-bagian penting yang perlu kamu cantumkan.
1. Informasi Kontak
Bagian ini berisi identitas dasar yang digunakan recruiter untuk menghubungi kamu. Pastikan semua informasi yang dicantumkan aktif dan profesional.
Contoh penulisan:

2. Ringkasan Profesional (Professional Summary)
Bagian ini berisi gambaran singkat tentang pengalaman, keahlian utama, dan nilai yang bisa kamu berikan kepada perusahaan. Biasanya terdiri dari 2–4 kalimat.
Contoh penulisan:
Business Analyst dengan pengalaman 3+ tahun dalam analisis data dan optimalisasi proses bisnis. Terampil menggunakan SQL, Excel, dan Power BI untuk mendukung pengambilan keputusan. Berhasil meningkatkan efisiensi proses operasional hingga 20% melalui otomatisasi laporan.
3. Pengalaman Kerja (Work Experience)
Bagian ini menjelaskan riwayat pekerjaan kamu secara kronologis terbalik, dimulai dari yang paling terbaru. Gunakan pencapaian berbasis data agar lebih meyakinkan.
Contoh penulisan:
Business Analyst – PT Contoh Perusahaan (2022–Sekarang)
- Menyusun BRD dan FRD untuk pengembangan sistem internal perusahaan
- Mengurangi waktu proses laporan hingga 25% melalui dashboard otomatis
- Berkoordinasi dengan 10+ stakeholder lintas divisi untuk kebutuhan sistem
4. Keterampilan Utama (Skills & Tools)
Bagian ini menunjukkan kemampuan teknis dan non-teknis yang kamu miliki sebagai Business Analyst. Sebaiknya dipisahkan agar lebih mudah dibaca.
Contoh penulisan:
Hard Skills:
- SQL
- Excel (Advanced)
- Power BI
- BPMN
- Agile & Scrum
Soft Skills:
- Problem Solving
- Communication
- Critical Thinking
- Stakeholder Management
Tools:
- Jira
- Trello
- Tableau
- Confluence
5. Sertifikasi & Pelatihan (Certifications)
Sertifikasi menunjukkan bahwa kamu memiliki kredibilitas tambahan di bidang Business Analysis. Bagian ini bisa menjadi nilai plus di mata recruiter.
Contoh penulisan:
- Certified Business Analysis Professional (CBAP) – IIBA (2024)
- Google Data Analytics Certificate – Coursera (2023)
- Scrum Fundamentals Certified (SFC) – SCRUMstudy (2023)
6. Riwayat Pendidikan (Education)
Bagian ini berisi latar belakang pendidikan formal yang kamu tempuh. Untuk fresh graduate, bagian ini bisa menjadi salah satu poin penting yang diperhatikan recruiter.
Contoh penulisan:
S1 Sistem Informasi – Universitas Indonesia (2018–2022)
IPK: 3.65 / 4.00
Baca Juga: Apa Saja Job Desk Business Analyst dan Gajinya Di Indonesia!
7 Contoh CV Business Analyst
Bagian ini berisi berbagai contoh CV Business Analyst yang bisa kamu jadikan referensi sesuai dengan level pengalaman dan bidang industri. Setiap contoh menunjukkan pendekatan yang berbeda agar kamu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan posisi yang kamu lamar.
1. Contoh CV Business Analyst Fresh Graduate
Contoh ini cocok untuk kamu yang baru lulus dan belum memiliki banyak pengalaman kerja. Fokus CV lebih ditekankan pada pendidikan, proyek, magang, dan kemampuan dasar yang relevan dengan Business Analyst.

2. Contoh CV Business Analyst Junior
Contoh ini ditujukan untuk kamu yang sudah memiliki pengalaman kerja kurang dari tiga tahun. CV biasanya mulai menonjolkan kontribusi nyata dalam pekerjaan serta penggunaan tools analisis data dalam proyek sehari-hari.

3. Contoh CV Business Analyst Senior
Contoh ini cocok untuk kamu yang sudah memiliki pengalaman lebih dari lima tahun di bidang Business Analysis. Fokus utama CV adalah pencapaian strategis, kepemimpinan tim, serta dampak besar terhadap proses bisnis perusahaan.

4. Contoh CV Business Analyst untuk Industri Perbankan
Contoh ini menggambarkan CV Business Analyst yang bekerja di sektor perbankan atau finansial. Biasanya CV menonjolkan pemahaman terhadap sistem keuangan, regulasi, serta analisis risiko bisnis.

5. Contoh CV Business Analyst dalam Bahasa Indonesia
Contoh ini digunakan untuk melamar ke perusahaan lokal yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama rekrutmen. Format dan isi tetap profesional dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

6. Contoh CV Business Analyst dalam Bahasa Inggris
Contoh ini cocok untuk melamar ke perusahaan multinasional atau startup global. CV disusun menggunakan bahasa Inggris profesional dengan fokus pada clarity, impact, dan measurable result.

7. Contoh CV IT Business Analyst
Contoh ini ditujukan untuk posisi yang menggabungkan bisnis dan teknologi. CV biasanya menonjolkan kemampuan analisis sistem, pemahaman SDLC, serta kolaborasi dengan tim developer.

Baca Juga: Tembus 2 Digit! Segini Gaji Business Analyst di Indonesia
Download Template CV Business Analyst Gratis

Tingkatkan peluang kamu mendapatkan panggilan interview dengan menggunakan struktur CV Business Analyst yang tepat dan sesuai standar recruiter. Template ini bisa membantu kamu menyusun CV yang lebih rapi, profesional, dan mudah dibaca oleh sistem ATS.
[Download Template CV Business Analyst Gratis]
Skill yang Sebaiknya Dicantumkan dalam CV Business Analyst
Skill dalam CV Business Analyst sangat penting karena menjadi salah satu hal utama yang dinilai recruiter dan sistem ATS. Dengan mencantumkan skill yang tepat, kamu bisa menunjukkan kesiapan kamu dalam menjalankan peran sebagai Business Analyst.
Hard Skill (Keterampilan Teknis)
Hard skill menunjukkan kemampuan teknis kamu dalam menganalisis data, memahami sistem, dan menggunakan tools yang dibutuhkan dalam pekerjaan Business Analyst.
- SQL: Digunakan untuk mengambil, mengolah, dan menganalisis data dari database perusahaan.
- Microsoft Excel (Advanced): Membantu dalam pengolahan data, membuat laporan, dan analisis sederhana hingga kompleks.
- Power BI / Tableau: Digunakan untuk membuat visualisasi data agar lebih mudah dipahami oleh stakeholder.
- BPMN (Business Process Model and Notation): Digunakan untuk memetakan alur proses bisnis secara sistematis.
- Agile & Scrum: Metodologi kerja yang umum digunakan dalam pengembangan produk dan proyek teknologi.
- Data Analysis: Kemampuan untuk membaca, mengolah, dan menarik insight dari data bisnis.
- Python (opsional): Digunakan untuk analisis data yang lebih lanjut dan otomatisasi proses.
Soft Skill (Keterampilan Non-Teknis)
Soft skill menunjukkan bagaimana kamu bekerja, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan tim maupun stakeholder dalam lingkungan kerja.
- Critical Thinking: Kemampuan untuk menganalisis masalah secara logis sebelum mengambil keputusan.
- Problem Solving: Kemampuan menemukan solusi yang efektif terhadap masalah bisnis yang kompleks.
- Communication Skill: Kemampuan menyampaikan ide dan hasil analisis dengan jelas kepada tim non-teknis maupun teknis.
- Stakeholder Management: Kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi dengan berbagai pihak dalam proyek.
- Time Management: Kemampuan mengatur waktu agar pekerjaan selesai sesuai deadline.
- Team Collaboration: Kemampuan bekerja sama dalam tim lintas divisi untuk mencapai tujuan bersama.
Baca Juga: 27 Contoh Isi ‘Tentang Saya’ di CV dan Tips Menulis agar Stand Out!
Tips Membuat CV Business Analyst agar Lolos ATS
Sebelum CV kamu sampai ke tangan recruiter, sebagian besar perusahaan saat ini menggunakan sistem ATS (Applicant Tracking System) untuk menyaring kandidat secara otomatis.
Karena itu, penting untuk memastikan CV kamu mudah dibaca oleh sistem agar peluang lolos ke tahap berikutnya semakin besar.
1. Gunakan Format Sederhana dan Satu Kolom
CV dengan format sederhana lebih mudah dipindai oleh sistem ATS dibandingkan desain yang terlalu kompleks. Hindari penggunaan banyak kolom, ikon, atau elemen visual berlebihan.
2. Sesuaikan Kata Kunci dengan Lowongan
Kata kunci dalam CV sebaiknya disesuaikan dengan deskripsi pekerjaan yang kamu lamar.
Menurut Jobscan 2025 ATS Usage Report, resume yang dioptimalkan dengan kata kunci yang sesuai memiliki peluang sekitar 3x lebih besar untuk dilihat oleh recruiter dibandingkan yang tidak dioptimalkan.
3. Hindari CV yang Sama untuk Semua Lamaran
Menggunakan satu CV untuk semua posisi bisa menurunkan peluang kamu dipanggil interview. Laporan CoverSentry 2026 menunjukkan bahwa CV yang tidak disesuaikan dengan lowongan dapat menurunkan tingkat callback hingga 60%.
4. Gunakan Format File yang Direkomendasikan
Simpan CV dalam format .docx atau PDF sederhana agar mudah dibaca oleh ATS. Hindari format gambar atau file dengan desain berat yang sulit diproses sistem.
5. Cantumkan Judul Posisi yang Relevan
Gunakan judul posisi yang sesuai dengan lowongan yang kamu lamar. ATS biasanya mencocokkan kesesuaian posisi sebagai salah satu indikator utama dalam proses screening.
6. Jaga Konsistensi Format CV
Pastikan penggunaan font, ukuran teks, dan struktur penulisan konsisten dari awal sampai akhir. Format yang tidak rapi bisa menyulitkan sistem maupun recruiter saat membaca CV kamu.
7. Hindari Tabel atau Kolom yang Terlalu Kompleks
Sistem ATS sering kesulitan membaca informasi yang ditulis dalam tabel atau layout multi-kolom. Sebaiknya gunakan format teks lurus agar semua informasi terbaca dengan benar.
8. Manfaatkan AI CV Reviewer dari Dealls
Setelah CV kamu disusun dengan struktur yang tepat, keyword yang sesuai, dan format yang ATS friendly, langkah terakhir adalah memastikan semuanya sudah benar-benar optimal sebelum dilamar.
Untuk membantu proses tersebut, kamu bisa menggunakan AI CV Reviewer dari Dealls untuk mengevaluasi CV secara otomatis dan cepat.
Fitur ini akan menganalisis penggunaan keyword, struktur CV, serta memberikan saran perbaikan agar CV kamu lebih sesuai dengan standar recruiter dan sistem ATS yang digunakan perusahaan.
Dengan begitu, kamu bisa meningkatkan peluang CV kamu untuk lolos ke tahap interview dengan lebih percaya diri.

FAQ Seputar CV Business Analyst
Setelah memahami cara membuat CV Business Analyst, mungkin kamu masih punya beberapa pertanyaan terkait isi, format, maupun strategi penyusunannya. Berikut beberapa pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh para pencari kerja.
1. Apakah CV Business Analyst harus menyertakan portofolio?
Portofolio tidak wajib, tetapi sangat disarankan terutama jika kamu memiliki contoh hasil analisis, dashboard, atau proyek yang pernah dikerjakan. Hal ini bisa menjadi nilai tambah, khususnya untuk fresh graduate yang belum memiliki banyak pengalaman kerja formal.
2. Berapa halaman ideal CV Business Analyst?
Idealnya CV Business Analyst cukup dibuat dalam 1–2 halaman saja. Format ini membantu recruiter membaca informasi penting dengan lebih cepat tanpa kehilangan fokus pada pengalaman dan skill utama kamu.
3. Apakah perlu mencantumkan skill teknis IT meski bukan IT Business Analyst?
Tetap disarankan untuk mencantumkan skill teknis dasar seperti SQL, Excel, atau pemahaman sistem. Banyak perusahaan saat ini mencari Business Analyst yang tetap memiliki pemahaman teknis meskipun tidak berada di posisi IT sepenuhnya.
Tingkatkan Peluang Diterima Kerja dengan CV yang Tepat lewat Dealls!
Menyusun CV Business Analyst yang rapi, relevan, dan sesuai standar ATS adalah langkah awal yang penting sebelum kamu mulai melamar pekerjaan di bidang ini.
Namun sebelum CV tersebut benar-benar kamu kirim ke recruiter, pastikan kembali bahwa semua informasi di dalamnya sudah jelas, terstruktur, dan mampu menunjukkan kemampuan kamu dalam menganalisis data, memahami proses bisnis, serta memberikan solusi yang berdampak.
Sebab, CV yang baik bukan hanya terlihat lengkap, tetapi juga harus mampu menampilkan skill, pengalaman, dan pencapaian yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Terutama untuk posisi Business Analyst yang cukup kompetitif di berbagai industri.
Di tahap ini, banyak CV gagal bukan karena kandidat tidak memiliki kemampuan, tetapi karena belum dioptimalkan dengan baik untuk proses seleksi dan sistem ATS.
Untuk membantu kamu memastikan hal tersebut, kamu bisa menggunakan AI CV Reviewer dari Dealls.
Fitur ini akan menganalisis CV kamu secara otomatis, mulai dari struktur penulisan, kelengkapan informasi, penggunaan keyword seperti contoh CV Business Analyst, hingga memberikan rekomendasi perbaikan agar CV kamu lebih sesuai dengan standar rekrutmen.
Setelah CV kamu lebih optimal, kamu juga bisa langsung melanjutkan proses pencarian kerja melalui Dealls, sebuah website lowongan kerja terpercaya yang telah digunakan oleh 7.000+ perusahaan ternama dan menyediakan 100.000+ lowongan kerja terbaru dari berbagai industri.
Di dalamnya, kamu bisa menemukan berbagai lowongan kerja terbaru, job vacancy, platform lowongan kerja, hingga info loker terdekat untuk posisi Business Analyst maupun bidang lainnya yang sesuai dengan minat kamu.
Dengan satu platform, kamu tidak hanya bisa menemukan referensi contoh CV Business Analyst, tetapi juga langsung melangkah ke proses melamar kerja yang lebih praktis, terarah, dan efisien.
Jadi sebelum mengirim lamaran, pastikan CV kamu sudah benar-benar siap untuk bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Yuk, cek CV kamu lewat AI CV Reviewer dan temukan peluang karier terbaikmu bersama Dealls!
LAMAR LOWONGAN KERJA TERBARU SEKARANG DI DEALLS

Referensi
