Reksadana Pasar Uang: Keuntungan, Risiko, dan Cara Investasi

Pelajari apa itu reksadana pasar uang, jenis instrumen yang digunakan, keuntungan, risiko, dan cara investasi untuk pemula di sini!

Dealls
Ditulis oleh
Dealls February 06, 2025

Reksadana pasar uang adalah salah satu jenis instrumen investasi yang memiliki risiko rendah dan likuiditas tinggi. Bagi kamu yang baru mulai berinvestasi, reksadana pasar uang bisa jadi pilihan yang tepat untuk memulai perjalanan investasi.

Keuntungan dari reksadana pasar uang cenderung stabil, meski tidak sebesar reksadana saham atau pendapatan tetap. Umumnya, reksadana pasar uang memberikan return sekitar 4%–6% per tahun, tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan suku bunga. 

Di artikel ini, Dealls akan membahas lebih lanjut tentang apa itu reksadana pasar uang, jenis instrumen yang digunakan, keuntungannya, serta cara berinvestasi di dalamnya. Yuk, simak informasi lengkapnya!

Apa Itu Reksadana Pasar Uang?

Reksadana pasar uang adalah salah satu jenis investasi yang mengumpulkan dana dari banyak investor untuk diinvestasikan dalam instrumen keuangan jangka pendek, seperti deposito berjangka, surat berharga pasar uang, dan obligasi dengan jatuh tempo pendek. 

Tujuan utama dari reksadana pasar uang adalah memberikan keuntungan yang stabil dan aman, dengan tingkat risiko yang rendah.

Menurut Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27), reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat yang kemudian dikelola oleh manajer investasi dalam portofolio efek. Dalam hal ini, manajer investasi akan mengalokasikan dana investor ke instrumen pasar uang yang likuid dan aman.

Dilansir dari Jurnal Trilogi, keunggulan utama dari reksadana pasar uang adalah tingkat likuiditas yang tinggi, yang memungkinkan investor untuk mencairkan dana kapan saja tanpa risiko besar. Hal ini menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang ingin berinvestasi jangka pendek atau mencari instrumen investasi dengan risiko rendah. 

reksadana pasar uang

Produk reksadana pasar uang dengan dana kelolaan terbesar di Indonesia | Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report February 2024 

Berikut contoh reksadana pasar uang terbaik:

  1. Batavia Dana Kas Maxima
  2. Mandiri Investa Pasar Uang
  3. Sucorinvest Money Market Fund
  4. Trim Kas Kelas A
  5. Bahana Dana Likuid 

reksadana pasar uang

Potensi risiko dan return reksadana | Sumber: BNI Asset Management

Meskipun potensi keuntungan dari reksadana pasar uang lebih kecil dibandingkan dengan reksadana saham atau pendapatan tetap, jenis investasi ini tetap menawarkan keuntungan yang stabil dan aman. Reksadana pasar uang sangat cocok untuk investor yang mengutamakan keamanan dan ingin meminimalisir risiko. 

Meskipun termasuk investasi dengan risiko rendah, reksadana pasar uang tetap memiliki kemungkinan kerugian, terutama jika ada perubahan kondisi pasar atau penurunan suku bunga yang memengaruhi hasil investasi. Namun, kerugian yang terjadi pada reksadana pasar uang cenderung lebih kecil jika dibandingkan dengan jenis investasi lain yang lebih berisiko tinggi.

Jenis-Jenis Instrumen dalam Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang berinvestasi pada instrumen keuangan yang memiliki tingkat risiko rendah dan jangka pendek. Berikut adalah beberapa jenis instrumen yang biasa digunakan dalam reksadana pasar uang.

1. Deposito Berjangka

Deposito berjangka adalah instrumen penyimpanan dana yang dikeluarkan oleh bank dengan bunga tetap dan jangka waktu tertentu. Deposito ini sangat aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

2. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)

Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) adalah surat utang jangka pendek yang diterbitkan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya. 

SBPU biasanya memiliki jangka waktu kurang dari satu tahun dan memberikan bunga yang kompetitif.

3. Commercial Papers

Commercial paper adalah surat utang jangka pendek yang diterbitkan oleh perusahaan besar untuk memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek. Biasanya memiliki jangka waktu 1 hingga 270 hari.

4. Obligasi Jangka Pendek

Obligasi jangka pendek adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan dengan tenor kurang dari satu tahun. Meskipun memberikan bunga lebih tinggi dari deposito, risikonya tetap terbilang rendah.

5. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

Sertifikat Bank Indonesia adalah instrumen investasi yang diterbitkan oleh Bank Indonesia untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar di masyarakat. 

SBI memiliki jangka waktu yang relatif singkat dan memberikan imbal hasil yang tetap.

Keuntungan Berinvestasi di Reksadana Pasar Uang

Berinvestasi di reksadana pasar uang menawarkan sejumlah keuntungan yang menarik, terutama bagi mereka yang mengutamakan keamanan dan likuiditas. Berikut beberapa keuntungan utama yang bisa didapatkan.

1. Risiko Rendah

Reksadana pasar uang umumnya berinvestasi pada instrumen keuangan berisiko rendah seperti deposito, surat berharga pasar uang (SBPU), dan obligasi jangka pendek. Hal ini membuat jenis reksadana ini relatif aman, cocok untuk investor yang menghindari risiko tinggi.

2. Likuiditas Tinggi

Reksadana pasar uang menawarkan likuiditas yang tinggi karena instrumen yang digunakan memiliki jangka waktu pendek dan mudah dicairkan. Investor bisa mencairkan dananya dalam waktu singkat jika dibutuhkan.

3. Imbal Hasil yang Stabil

Meskipun tidak memberikan keuntungan sebesar saham atau reksadana saham, reksadana pasar uang memberikan imbal hasil yang lebih stabil dan tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi pasar. Cocok bagi investor yang mencari kestabilan.

4. Akses yang Mudah

Investasi di reksadana pasar uang cukup mudah diakses, baik oleh investor pemula maupun yang sudah berpengalaman. 

Banyak platform investasi yang memungkinkan investor untuk membeli reksadana pasar uang dengan modal awal yang terjangkau, seperti Bibit atau Bareksa.

5. Diversifikasi Portofolio

Reksadana pasar uang mengumpulkan dana dari banyak investor dan mengalokasikannya ke berbagai instrumen keuangan yang aman. Ini memberikan diversifikasi yang bisa mengurangi risiko investasi.

6. Pengelolaan Profesional

Reksadana pasar uang dikelola oleh manajer investasi yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam memilih instrumen investasi yang tepat. Hal ini memudahkan investor yang tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan analisis pasar.

7. Cocok untuk Tujuan Jangka Pendek

Bagi investor yang memiliki tujuan keuangan jangka pendek, seperti menabung untuk dana darurat atau biaya pendidikan, reksadana pasar uang bisa menjadi pilihan yang tepat karena memberikan hasil yang relatif stabil dalam waktu singkat.

Risiko yang Dihadapi dalam Reksadana Pasar Uang

Meskipun reksadana pasar uang dianggap sebagai investasi yang relatif aman, tetap ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan oleh para investor. Berikut adalah beberapa risiko yang dapat dihadapi dalam investasi reksadana pasar uang.

1. Risiko Pasar (Market Risk) 

Reksadana pasar uang berinvestasi pada instrumen keuangan yang terpengaruh oleh kondisi pasar, seperti suku bunga dan kondisi ekonomi. 

Ketika suku bunga naik, harga instrumen pasar uang seperti obligasi bisa turun, yang dapat mempengaruhi kinerja reksadana pasar uang.

2. Risiko Likuiditas 

Meskipun reksadana pasar uang umumnya memiliki likuiditas yang tinggi, dalam beberapa kondisi pasar yang tidak stabil, likuiditas instrumen tertentu bisa terpengaruh. Ini bisa menyebabkan keterlambatan dalam pencairan dana atau perubahan nilai investasi yang tidak diinginkan.

3. Risiko Inflasi 

Inflasi dapat mempengaruhi daya beli hasil investasi. Jika tingkat inflasi lebih tinggi dari hasil yang diperoleh dari reksadana pasar uang, maka nilai riil dari investasi bisa menurun, meskipun nominalnya tetap.

4. Risiko Kredit 

Reksadana pasar uang sering berinvestasi pada instrumen yang diterbitkan oleh lembaga keuangan atau perusahaan. 

Jika terjadi kegagalan bayar atau default dari penerbit surat berharga, hal ini dapat mengurangi nilai investasi dalam reksadana pasar uang.

5. Risiko Pengelolaan 

Keberhasilan investasi di reksadana pasar uang sangat bergantung pada keputusan manajer investasi. 

Jika manajer investasi salah dalam memilih instrumen atau strategi investasi yang tepat, hal ini bisa berdampak pada kinerja reksadana yang dikelola.

6. Risiko Suku Bunga 

Reksadana pasar uang berinvestasi pada instrumen, seperti deposito atau surat berharga jangka pendek yang suku bunganya sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter dan kondisi ekonomi. Perubahan suku bunga dapat mempengaruhi imbal hasil yang diterima oleh investor.

Cara Kerja Reksadana Pasar Uang

reksadana pasar uang

Cara kerja reksadana | Sumber: Blogspot

Sistem reksadana pasar uang bekerja dengan menghimpun dana dari berbagai investor yang kemudian dikelola oleh manajer investasi. Dana yang terkumpul ini akan diinvestasikan dalam instrumen keuangan jangka pendek, seperti deposito berjangka, surat berharga pasar uang, dan obligasi dengan jatuh tempo pendek. Keuntungan yang dihasilkan dari investasi ini kemudian dibagikan kepada investor sesuai dengan porsi kepemilikannya. Berikut langkah-langkahnya.

1. Investor Menyetorkan Dana

Kamu sebagai investor membeli unit reksadana pasar uang melalui platform investasi atau langsung ke manajer investasi. 

Setoran awal biasanya terjangkau, mulai dari Rp10.000–Rp100.000, tergantung platform yang digunakan.

2. Pengelolaan Dana oleh Manajer Investasi

Manajer investasi bertugas mengelola dana yang terkumpul dari banyak investor. Dana tersebut ditempatkan pada instrumen keuangan jangka pendek yang memiliki risiko rendah, seperti:

  • deposito bank;
  • surat berharga negara (SBN);
  • obligasi dengan jatuh tempo di bawah satu tahun.

3. Perolehan Keuntungan

Instrumen-instrumen tersebut memberikan imbal hasil dalam bentuk bunga atau keuntungan lain. Pendapatan ini akan meningkatkan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana.

4. Pembagian Keuntungan ke Investor

Kenaikan NAB mencerminkan pertumbuhan investasi kamu. Kamu bisa terus memegang unit reksadana untuk mendapatkan keuntungan lebih besar atau menjualnya kapan saja sesuai kebutuhan.

5. Likuiditas yang Fleksibel

Reksadana pasar uang menawarkan likuiditas tinggi. Artinya, kamu bisa mencairkan investasi dengan mudah melalui platform yang digunakan. Proses pencairan biasanya membutuhkan waktu 1–2 hari kerja.

6. Pengawasan oleh OJK

Semua reksadana di Indonesia, termasuk pasar uang, diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan keamanan investasi.

Tips Memilih Reksadana Pasar Uang yang Tepat

Memilih reksadana pasar uang yang tepat memerlukan pertimbangan yang matang. Berikut adalah beberapa tips yang bisa membantu kamu dalam memilih reksadana pasar uang yang sesuai dengan kebutuhan investasi.

1. Cek Kinerja Historis

Meskipun kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan, melihat rekam jejak kinerja reksadana pasar uang dalam beberapa tahun terakhir dapat memberikan gambaran tentang seberapa baik manajer investasi dalam mengelola dana. Pilih yang memiliki kinerja stabil dan positif.

2. Pilih Manajer Investasi yang Terpercaya

Pastikan reksadana yang kamu pilih dikelola oleh manajer investasi yang kredibel dan memiliki reputasi baik. 

Manajer investasi yang profesional akan memastikan dana kamu dikelola dengan hati-hati dan sesuai dengan prinsip kehati-hatian yang berlaku.

3. Perhatikan Biaya dan Fee

Setiap reksadana memiliki biaya pengelolaan, seperti biaya manajemen dan biaya pembelian (subscription fee). 

Pilih reksadana pasar uang dengan biaya yang wajar dan sesuai dengan keuntungan yang ditawarkan. Biaya yang terlalu tinggi bisa mengurangi return investasi kamu.

4. Cek Tingkat Likuiditas

Karena reksadana pasar uang biasanya digunakan untuk investasi jangka pendek, pastikan bahwa reksadana yang kamu pilih memiliki tingkat likuiditas yang baik, artinya mudah dicairkan saat kamu membutuhkan dana.

5. Tinjau Tingkat Risiko

Walaupun reksadana pasar uang dikenal dengan risiko yang rendah, pastikan bahwa instrumen yang digunakan dalam reksadana tersebut sesuai dengan profil risiko kamu. 

Setiap produk reksadana bisa memiliki sedikit variasi dalam hal risiko, tergantung pada kebijakan investasi dan instrumen yang digunakan.

6. Sesuaikan dengan Tujuan Investasi

Tentukan tujuan investasi kamu. Jika kamu membutuhkan dana dalam waktu dekat, reksadana pasar uang bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun, pastikan bahwa produk yang kamu pilih sesuai dengan jangka waktu yang diinginkan.

7. Diversifikasi Investasi

Meskipun reksadana pasar uang dianggap relatif aman, ada baiknya juga untuk mempertimbangkan diversifikasi investasi dengan menambah jenis reksadana lainnya, seperti reksadana saham atau campuran, untuk mengurangi risiko keseluruhan portofolio investasi.

Bagaimana Cara Investasi di Reksadana Pasar Uang?

Investasi di reksadana pasar uang cukup mudah dilakukan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kamu ikuti untuk mulai berinvestasi.

1. Pahami Tujuan Investasi 

Tentukan tujuan investasi kamu terlebih dahulu. Apakah untuk dana darurat, tabungan jangka pendek, atau keperluan lainnya. 

Reksadana pasar uang cocok untuk investasi jangka pendek karena relatif aman dan mudah dicairkan.

2. Pilih Platform atau Manajer Investasi 

Pilih platform investasi atau manajer investasi yang menyediakan produk reksadana pasar uang. 

Banyak perusahaan fintech, bank, atau perusahaan sekuritas yang menawarkan produk ini, seperti BibitMandiri Investasi, Ajaib. 

Pastikan platform tersebut terpercaya dan memiliki izin resmi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

3. Buka Akun Investasi 

Daftarkan diri kamu di platform yang dipilih. Kamu perlu memberikan beberapa data pribadi dan dokumen pendukung (seperti KTP dan NPWP) untuk membuka akun. Prosesnya biasanya cepat dan bisa dilakukan secara online.

4. Pilih Reksadana Pasar Uang 

reksadana pasar uang

Setelah akun aktif, cari produk reksadana pasar uang yang tersedia di platform tersebut. Cek kinerja, biaya, serta instrumen yang digunakan oleh reksadana tersebut untuk memastikan bahwa produk ini sesuai dengan tujuan dan profil risiko kamu.

5. Tentukan Jumlah Investasi 

Tentukan berapa banyak dana yang ingin kamu investasikan. Biasanya, reksadana pasar uang bisa dimulai dengan investasi yang relatif kecil, bahkan ada yang mulai dari Rp10.000 hingga Rp100.000. Sesuaikan jumlah investasi dengan kemampuan keuangan kamu.

6. Lakukan Pembelian (Investasi) 

Setelah memilih reksadana pasar uang yang diinginkan dan menentukan jumlah investasi, kamu bisa langsung melakukan pembelian atau penyetoran dana. 

Pembayaran bisa dilakukan melalui transfer bank, e-wallet, atau metode pembayaran lain yang disediakan oleh platform.

7. Pantau Kinerja Investasi 

Setelah melakukan investasi, kamu bisa memantau kinerja reksadana pasar uang melalui aplikasi atau dashboard yang disediakan oleh platform. 

Meskipun reksadana pasar uang cenderung stabil, penting untuk tetap memperhatikan pergerakan pasar dan kinerja reksadana secara berkala.

8. Cairkan Dana Ketika Diperlukan 

Salah satu keuntungan dari reksadana pasar uang adalah likuiditasnya yang tinggi. Jika kamu membutuhkan dana, kamu bisa mencairkan atau menjual unit penyertaan kapan saja. Biasanya, proses pencairan dana akan memakan waktu 1-3 hari kerja.

Baca Juga: Tips Investasi di Bibit untuk Pemula: Strategi Untung Maksimal 

Demikian penjelasan mengenai reksadana pasar uang, mulai dari pengertian, keuntungan, hingga risiko yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi. Reksadana pasar uang bisa menjadi pilihan yang tepat bagi kamu yang mencari investasi aman dengan likuiditas tinggi.

call to action apply job di Dealls

Kamu tertarik bekerja di dunia perbankan dan financial services? Di Dealls, tersedia lebih dari 2.000 lowongan kerja terbaru dari berbagai perusahaan ternama di Indonesia.

Ingin merancang karier dengan lebih terarah? Manfaatkan program mentoring langsung dari career mentor profesional yang siap membimbingmu.

Jangan lupa untuk menggunakan AI CV ATS Checker agar CV kamu sesuai dengan kriteria perusahaan.

Yuk, raih peluang kerja terbaik dan wujudkan karier impianmu bersama Dealls!

Sumber:

Reksa Dana Solusi Investasi Terpadu bagi Investor Pemula

Sosialisasi Pengenalan Reksadana Sebagai Wadah Investasi Bagi Ibu Rumah Tangga

Gaya Hidup
Bagikan

Lamar ke Lowongan Kerja Terbaru Setiap Harinya

Table of Contents

Dealls App
Kembangkan Karier Anda dengan Pekerjaan Prioritas & Mentoring
Dapatkan update live mengenai karier Anda dengan Aplikasi Dealls
Unduh Sekarang