Macam-Macam Love Language: 5 Versi Chapman vs 7 Versi Truity

Temukan macam-macam love language dan artinya, mulai dari 5 love language menurut Dr. Gary Chapman hingga 7 love language versi Truity di sini!

Dealls
Ditulis oleh
Dealls March 25, 2025

Kamu pernah merasa sudah menunjukkan kasih sayang, tetapi pasangan atau orang terdekat justru tidak merespons seperti yang kamu harapkan? 

Nah, bisa jadi, kalian memiliki love language yang berbeda.

Love language artinya cara seseorang mengekspresikan dan menerima kasih sayang dalam hubungan. 

Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Gary Chapman dalam bukunya The 5 Love Languages, yang membagi macam-macam love language menjadi lima kategori utama, seperti Words of Affirmation, Physical Touch, dan Acts of Service. 

Namun, seiring berkembangnya penelitian, muncul juga teori tentang 7 Love Language, yang dikembangkan oleh Truity sebagai versi yang lebih modern.

Lantas, 7 Love Language apa saja? Apa bedanya 5 Love Language klasik dengan versi terbaru? Dan bagaimana cara menyesuaikan love language dalam hubungan, baik dengan pasangan maupun dalam interaksi sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja? 

Yuk, simak pembahasannya di bawah ini!

Apa Itu Love Language?

Love language adalah cara seseorang mengekspresikan dan menerima kasih sayang dalam sebuah hubungan. 

Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Gary Chapman dalam bukunya The 5 Love Languages yang terbit pada 1992. 

Menurut Chapman, setiap orang memiliki bahasa cinta utama yang membuat mereka merasa paling dihargai dan dicintai.

Awalnya, teori love language ini lebih banyak diterapkan dalam hubungan romantis. Namun, seiring waktu, konsep ini juga digunakan untuk memahami dinamika dalam berbagai jenis hubungan, termasuk persahabatan, keluarga, dan bahkan lingkungan kerja.

macam macam love language
Love Language versi Chapman | Sumber: Pinterest

Lalu, 5 love language apa saja? Ini adalah versi klasik yang diperkenalkan oleh Dr. Gary Chapman: 

  • Words of Affirmation (Kata-Kata Afirmasi)
  • Acts of Service (Tindakan Melayani) 
  • Receiving Gifts (Menerima Hadiah)
  • Quality Time (Waktu Berkualitas)
  • Physical Touch (Sentuhan Fisik) 

Sedangkan jika kamu penasaran, 4 bahasa cinta apa saja? Umumnya, ini hanya merujuk pada empat dari lima love language Chapman di atas, tergantung pada sumber yang digunakan.

macam macam love language
Love Language versi Trinity | Sumber: Pinterest

Sementara itu, menurut Truity, konsep love language berkembang lebih luas. Trinity melakukan riset ulang dan menemukan kalau ada lebih banyak variasi dalam cara seseorang mengekspresikan dan menerima cinta. 

love language apa saja? Berikut daftarnya:

  • Activity (Berbagi Aktivitas)
  • Appreciation (Apresiasi dan Penghargaan)
  • Emotional (Kedekatan Emosional)
  • Financial (Dukungan Finansial)
  • Intellectual (Koneksi Intelektual)
  • Physical (Sentuhan Fisik)
  • Practical (Tindakan Nyata)

Kenapa Memahami Love Language Itu Penting?

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menunjukkan perhatian dan kasih sayang.

Ketika love language seseorang tidak dipahami, bisa muncul kesalahpahaman atau perasaan kurang dihargai. 

Dalam hubungan romantis, ini bisa menyebabkan pasangan merasa tidak dicintai meskipun sebenarnya mereka menerima kasih sayang dengan cara yang berbeda dari yang mereka harapkan.

Di lingkungan kerja, memahami love language juga bisa membantu membangun hubungan profesional yang lebih harmonis, lho

Misalnya, ada rekan kerja yang lebih menghargai pujian (Words of Affirmation), sementara yang lain lebih senang jika dibantu dalam pekerjaan (Acts of Service). 

Dengan mengetahui love language masing-masing, interaksi kerja bisa menjadi lebih efektif dan menyenangkan.

Macam-Macam Love Language Menurut Dr. Gary Chapman

macam macam love language
5 Love Language Chapman | Sumber: Medium

Dr. Gary Chapman memperkenalkan konsep The 5 Love Languages dalam bukunya yang terbit pada tahun 1992. 

Menurut Chapman, setiap orang memiliki cara utama dalam mengekspresikan dan menerima kasih sayang. 

Jika seseorang memahami love language pasangannya, keluarga, atau bahkan rekan kerjanya, maka hubungan akan menjadi lebih harmonis karena kebutuhan emosional masing-masing terpenuhi.

Berikut adalah Love Language menurut Dr. Gary Chapman beserta artinya dilansir dari Very Well Mind. 

1. Words of Affirmation (Kata-Kata Afirmasi)

Orang dengan love language ini merasa paling dihargai ketika mendengar kata-kata positif dan pujian. 

Ucapan seperti “Aku bangga padamu”, “Kamu luar biasa”, atau bahkan sekadar “Terima kasih” bisa sangat berarti bagi mereka.

Selain dalam bentuk pujian, ekspresi kasih sayang juga bisa disampaikan lewat tulisan, seperti surat cinta, pesan manis, atau catatan kecil berisi kata-kata penyemangat.

Sebaliknya, kritik yang keras atau komentar negatif bisa sangat menyakiti mereka, lho.

2. Acts of Service (Tindakan Melayani)

Bagi kamu yang memiliki love language ini, tindakan nyata lebih berarti daripada sekadar kata-kata.

Kamu akan merasa dicintai saat orang lain membantumu dalam hal-hal kecil maupun besar, seperti membuatkan sarapan, mengerjakan pekerjaan rumah, atau menemani mereka ketika sedang sibuk.

Acts of Service tidak harus berupa tindakan besar, tetapi lebih kepada kesediaan untuk membantu dan meringankan beban orang lain. 

Sebaliknya, sikap malas atau tidak mau membantu bisa membuat mereka merasa diabaikan.

3. Receiving Gifts (Menerima Hadiah)

Love language Receiving Gifts bukan hanya soal pemberian barang, tetapi lebih tentang makna di balik hadiah yang diberikan. 

Bagi seseorang dengan love language Receiving Gift, hadiah adalah simbol perhatian dan kasih sayang. 

Mereka merasa dihargai ketika menerima sesuatu yang menunjukkan kalau orang lain memikirkan mereka, terlepas dari harga atau ukurannya.

Hadiah yang diberikan tidak harus mahal, tetapi harus memiliki nilai emosional. Bahkan sesuatu yang sederhana, seperti kopi favorit atau surat kecil, bisa membuat mereka merasa istimewa. 

Sebaliknya, melewatkan momen penting tanpa memberikan tanda perhatian bisa membuat mereka merasa diabaikan atau tidak dihargai.

4. Quality Time (Waktu Berkualitas)

Jika kamu memiliki love language ini, kamu merasa paling dicintai saat mendapatkan perhatian penuh dari orang terdekat. 

Kamu lebih menghargai kehadiran dan waktu yang dihabiskan bersama daripada sekadar hadiah atau kata-kata.

Kunci dari love language ini adalah kualitas, bukan kuantitas. Menghabiskan waktu bersama tidak hanya berarti duduk di satu ruangan, tetapi benar-benar terlibat dalam interaksi yang personal, seperti berbincang dari hati ke hati (deep talk) atau melakukan aktivitas bersama. 

Kebalikannya, distraksi seperti bermain ponsel saat sedang bersama mereka bisa membuat mereka merasa tidak dihargai.

5. Physical Touch (Sentuhan Fisik)

Physical Touch adalah love language yang mengekspresikan kasih sayang melalui sentuhan fisik.

Bagi kamu yang memiliki love language ini, sentuhan seperti pelukan, genggaman tangan, atau tepukan di bahu adalah cara paling penting untuk menunjukkan cinta.

Physical Touch tidak hanya berlaku dalam hubungan romantis, tetapi juga dalam persahabatan dan keluarga. 

Misalnya, seorang teman yang menepuk bahu sebagai bentuk dukungan atau seorang ibu yang mengusap kepala anaknya sebagai tanda kasih sayang.

Sebaliknya, kurangnya sentuhan fisik atau sikap yang terasa dingin bisa membuat mereka merasa diabaikan atau tidak dicintai.

Lalu, apa bedanya Act of Service dan Physical Touch?

Act of Service mengekspresikan kasih sayang melalui tindakan membantu, seperti menyiapkan makanan atau menyelesaikan pekerjaan rumah. 

Sementara itu, Physical Touch lebih berfokus pada kedekatan melalui sentuhan fisik, seperti pelukan atau genggaman tangan. 

Keduanya menunjukkan cinta, tetapi dengan cara yang berbeda.

Love Language Menurut Truity

macam macam love language
7 Love Language Truity | Sumber: Pinterest

Selain konsep 5 Love Languages dari Dr. Gary Chapman, ada juga teori 7 Love Language menurut Truity, yang dikembangkan berdasarkan penelitian terhadap lebih dari 500.000 orang.

Truity berpendapat kalau gaya cinta seseorang bisa lebih beragam daripada yang dikategorikan oleh Chapman.

Nah, kamu mungkin penasaran, 7 love language apa saja? Berikut penjelasan lengkapnya. 

1. Activity (Berbagi Aktivitas)

Bagi kamu yang memiliki love language Activity, cinta terasa lewat kebersamaan dalam melakukan aktivitas. 

Kamu merasa paling dihargai saat bisa menghabiskan waktu dengan pasangan atau orang terdekat, seperti memasak bareng, berolahraga, atau bahkan sekadar bekerja bersama.

Kalau dibandingkan dengan teori Chapman, love language ini mirip dengan Quality Time, tetapi lebih menekankan pada keseruan berbagi kegiatan.

2. Appreciation (Apresiasi dan Penghargaan)

Hampir sama dengan Words of Affirmation, tetapi love language Appreciation lebih fokus pada pengakuan dan penghargaan atas usaha seseorang. 

Kamu yang punya love language ini ingin merasa dihargai, bukan hanya dalam hubungan romantis, tetapi juga dalam pekerjaan atau lingkungan sosial. 

Kata-kata apresiasi seperti “Aku bangga sama kamu” atau “Usahamu luar biasa” bisa sangat berarti buatmu, lho.

3. Emotional (Kedekatan Emosional dan Empati)

Kalau kamu merasa paling dicintai saat pasangan atau orang terdekat benar-benar mendengarkan dan memahami perasaanmu, kemungkinan besar love language-mu adalah Emotional.

Kamu mengutamakan hubungan yang dalam dan penuh empati, di mana komunikasi terbuka dan dukungan emosional jadi kunci.

4. Financial (Dukungan Finansial dan Stabilitas)

Love language Financial bukan berarti kamu materialistis, tetapi lebih ke bagaimana keamanan finansial (financial stability) dianggap sebagai bentuk kepedulian.

Kamu merasa dicintai saat pasangan atau orang terdekat mendukung kestabilan finansialmu, entah dengan berbagi tanggung jawab keuangan, membantu saat butuh, atau sekadar menunjukkan perhatian lewat hal-hal kecil yang bernilai.

5. Intellectual (Stimulasi Intelektual dan Percakapan Mendalam)

Bagi kamu yang memiliki love language ini, koneksi emosional saja belum cukup—kamu butuh pasangan atau orang terdekat yang bisa diajak berdiskusi dan berbagi ide.

Kamu merasa paling terhubung saat bisa mengobrol panjang soal filosofi, politik, atau topik menarik lainnya. 

Bahkan, dalam hubungan kerja, kamu lebih nyaman dengan orang yang bisa memberikan wawasan baru dan mengajak berpikir kritis.

6. Physical (Sentuhan Fisik dan Kedekatan)

Love language Physical mirip dengan Physical Touch dalam teori Chapman, tetapi lebih luas cakupannya. 

Bukan hanya soal sentuhan, seperti pelukan atau genggaman tangan, tetapi juga kehadiran fisik yang bisa menenangkan.

Kamu mungkin merasa lebih nyaman saat seseorang menyentuh lembut tanganmu saat berbicara, atau memelukmu setelah hari yang panjang.

7. Practical (Tindakan yang Membantu dan Mendukung Secara Praktis)

Love language Practical mirip dengan Acts of Service, tetapi cakupannya lebih luas. 

Kamu merasa dihargai saat seseorang membantu menyelesaikan tugas atau memberikan dukungan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, pasangan yang membantumu menyelesaikan pekerjaan rumah tanpa diminta, atau rekan kerja yang sigap menawarkan bantuan ketika kamu kewalahan.

Apa Perbedaan 5 dan 7 Love Language?

Lalu, apa perbedaan antara Chapman dan Truity? Perbedaan utama antara 5 Love Language dan 7 Love Language ada pada cakupannya.

5 Love Language dari Dr. Gary Chapman berfokus pada cara seseorang mengekspresikan dan menerima cinta dalam hubungan, terutama hubungan romantis. 

Sebagaimana telah dijelaskan, ada lima jenis love language, yaitu Words of Affirmation (kata-kata dukungan), Acts of Service (tindakan membantu), Receiving Gifts (pemberian hadiah), Quality Time (waktu berkualitas), dan Physical Touch (sentuhan fisik).

Sementara itu, 7 Love Language dari Truity dikembangkan agar lebih relevan untuk berbagai jenis hubungan, termasuk pertemanan dan pekerjaan. 

Selain lima kategori tadi, ada tambahan Activity (kebersamaan dalam aktivitas), Financial (dukungan finansial), dan Intellectual (diskusi dan stimulasi intelektual).

Jadi, kalau 5 Love Language lebih klasik dan berfokus pada emosi, 7 Love Language lebih luas dan menyesuaikan dengan kebutuhan hubungan modern.

Cara Mengetahui Love Language Diri Sendiri dan Pasangan

macam macam love language
Cara menemukan love language diri | Sumber: My Wellness

Mengetahui love language diri sendiri dan pasangan bisa membantu memahami cara terbaik untuk memberi dan menerima kasih sayang, lho

Berikut adalah cara yang bisa kamu lakukan. 

1. Perhatikan Cara Kamu Mengekspresikan Cinta

Setiap orang punya cara dalam menunjukkan kasih sayang. 

Coba ingat kembali, apakah kamu lebih suka mengungkapkan perasaan lewat kata-kata, hadiah, atau tindakan? 

Jika kamu sering memberi kejutan kecil untuk pasangan, mungkin Receiving Gifts adalah love language utamamu. 

Atau jika kamu lebih sering membantu pasangan tanpa diminta, bisa jadi Acts of Service lebih dominan.

2. Perhatikan Hal yang Sering Kamu Keluhkan

Kadang, keluhan dalam hubungan bisa menunjukkan love language yang sebenarnya. 

Jika kamu merasa kesal karena pasangan jarang menghabiskan waktu bersama, bisa jadi Quality Time adalah prioritasmu. 

Jika kamu kecewa ketika pasangan jarang mengucapkan terima kasih, kemungkinan besar kamu butuh Words of Affirmation.

3. Tanyakan pada Diri Sendiri dan Pasangan

Coba tanyakan pertanyaan sederhana seperti, "Apa yang membuatku merasa paling dicintai?" atau "Hal apa yang paling aku butuhkan dalam hubungan?" 

Jawaban dari pertanyaan ini bisa memberi petunjuk tentang love language masing-masing.

Kamu juga bisa berdiskusi dengan pasangan untuk saling memahami kebutuhan satu sama lain.

4. Coba Tes Love Language Online

macam macam love language
Love Language Quiz | Sumber: 5lovelaguage.com

 Jika ingin hasil yang lebih akurat, kamu bisa mengikuti tes love language online. 

Untuk versi klasik dari Dr. Gary Chapman, kamu bisa mencoba The 5 Love Languages Quiz di 5lovelanguages.com. 

Sedangkan untuk versi yang lebih modern dengan 7 kategori, Truity menyediakan tes di truity.com.

Tips Menyesuaikan Love Language yang Berbeda dalam Hubungan

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mengekspresikan dan menerima kasih sayang.

Terkadang, perbedaan ini bisa menimbulkan kesalahpahaman dalam hubungan, terutama jika kamu dan pasangan memiliki love language yang tidak sama. 

Namun, bukan berarti hubungan akan sulit dijalani. Dengan memahami dan menyesuaikan diri, kamu tetap bisa menciptakan hubungan yang harmonis. 

Berikut beberapa cara untuk menyesuaikan love language yang berbeda dalam hubungan.

1. Kenali dan Pahami Love Language Pasangan

Langkah pertama adalah memahami love language pasangan. 

Jangan hanya fokus pada cara kamu menunjukkan kasih sayang, tetapi juga perhatikan bagaimana pasangan ingin diperlakukan. 

Jika pasangan lebih menghargai Words of Affirmation, usahakan untuk sering memberikan pujian atau kata-kata dukungan, meskipun love language utamamu berbeda.

2. Komunikasikan Kebutuhan Masing-Masing

Love language bukan sesuatu yang bisa ditebak begitu saja, lho

Jika kamu merasa kurang diperhatikan karena pasangan tidak menunjukkan kasih sayang dengan cara yang kamu harapkan, coba komunikasikan dengan jujur. 

Sampaikan apa yang membuatmu merasa dicintai tanpa menyalahkan atau menuntut pasangan untuk berubah sepenuhnya.

3. Belajar Beradaptasi dengan Love Language Pasangan

Meskipun love language kalian berbeda, bukan berarti hubungan akan sulit. 

Jika pasangan lebih menyukai Acts of Service, kamu bisa menunjukkan perhatian dengan membantu tugas-tugas kecil sehari-hari. 

Begitu juga jika pasangan lebih mengutamakan Physical Touch, cobalah untuk lebih sering menggandeng tangannya atau memberikan pelukan, meskipun awalnya kamu tidak terbiasa.

4. Jangan Mengabaikan Love Language Sendiri

Beradaptasi dengan love language pasangan itu penting, tetapi bukan berarti kamu harus mengabaikan kebutuhan sendiri. 

Pastikan kamu dan pasangan sama-sama memahami kalau setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mengekspresikan dan menerima cinta. 

Dengan begitu, kalian bisa saling mendukung tanpa merasa terbebani.

5. Buat Kompromi yang Seimbang

Kuncinya adalah kompromi. Tidak semua orang bisa langsung berubah atau menyesuaikan diri dengan mudah. 

Cobalah untuk menemukan titik tengah yang bisa membuat kalian berdua nyaman. 

Jika pasangan lebih suka Quality Time, tetapi kamu cenderung menunjukkan kasih sayang lewat Receiving Gifts, mungkin kalian bisa mengombinasikannya dengan memberikan hadiah kecil saat sedang menghabiskan waktu bersama.

6. Bersikap Sabar dan Konsisten

Menyesuaikan love language bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dalam semalam.

Sebab, dibutuhkan waktu dan usaha untuk memahami serta membiasakan diri dengan cara pasangan menunjukkan dan menerima cinta. 

Yang terpenting adalah tetap konsisten dan saling mendukung, agar hubungan tetap harmonis dan langgeng.

Baca Juga: Apa Itu MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)? Kenali 16 Tipe Kepribadiannya

call to action apply job di Dealls

Demikian penjelasan tentang love language, cara mengetahuinya, dan tips menyesuaikannya. Memahami love language memang butuh usaha, tetapi dengan mengenali kebutuhan pasangan, hubungan bisa jadi lebih harmonis. 

Hal yang sama juga berlaku di dunia kerja—memahami cara komunikasi dan apresiasi di lingkungan profesional bisa menciptakan suasana yang lebih nyaman dan produktif.

Kalau kamu sedang mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion dan lingkungan kerja yang mendukung, langsung saja cek Dealls! 

Ada lebih dari 2.000 lowongan kerja terbaru yang bisa kamu lamar, mulai dari skema kerja remote hingga hybrid.  

Yuk, temukan pekerjaan impianmu sekarang di Dealls! 

Gaya Hidup
Bagikan

Lamar ke Lowongan Kerja Terbaru Setiap Harinya