Kalau kamu sedang mencari contoh CV performance marketing, berarti kamu kemungkinan sedang bersiap masuk ke dunia digital marketing yang sangat berbasis data dan hasil.
Di posisi ini, CV kamu bukan hanya soal pengalaman, tapi tentang seberapa jelas kamu bisa menunjukkan dampak kerja seperti CTR, ROAS, CPA, atau conversion rate.
Saat ini, banyak perusahaan juga mengandalkan sistem ATS (Applicant Tracking System) untuk menyaring CV secara otomatis sebelum sampai ke recruiter. Artinya, CV kamu harus bisa terbaca dengan baik oleh sistem jika ingin lolos ke tahap berikutnya.
Menurut laporan Jobscan (2023), lebih dari 98% perusahaan besar menggunakan ATS dalam proses rekrutmen awal.
Karena itu, CV untuk posisi performance marketing tidak bisa dibuat sembarangan dan perlu disusun dengan struktur serta keyword yang tepat.
Nah, di artikel ini, kamu akan menemukan contoh CV performance marketing lengkap, mulai dari fresh graduate sampai yang sudah berpengalaman, plus tips supaya CV-mu makin dilirik HRD.
Yuk, simak sampai selesai!
Struktur & Komponen CV Performance Marketing
Sebelum kamu melihat berbagai contoh CV performance marketing, penting untuk memahami dulu struktur dasarnya.
CV untuk posisi ini harus rapi, jelas, dan fokus pada hasil kerja karena banyak perusahaan menyaring kandidat lewat website cari kerja yang sudah memakai sistem ATS.
1. Informasi Kontak dan Profil Profesional
Bagian ini berisi identitas dasar kamu yang harus mudah dihubungi oleh recruiter. Pastikan semua informasi ditulis dengan rapi dan profesional karena ini adalah kesan pertama di CV kamu.
Hal yang perlu dicantumkan biasanya nama lengkap, nomor HP aktif, email profesional, dan link LinkedIn. Kalau kamu punya portfolio campaign, kamu juga bisa menambahkannya di bagian ini.
Contoh penulisan:

2. Ringkasan Diri (Professional Summary)
Bagian ini adalah paragraf singkat di awal CV yang menjelaskan siapa kamu dan apa value utama yang kamu tawarkan. Ini penting karena recruiter biasanya membaca bagian ini terlebih dahulu sebelum lanjut ke detail lain.
Jika kamu fresh graduate, fokus pada skill dasar dan ketertarikan di performance marketing. Jika sudah berpengalaman, tonjolkan hasil kerja yang bisa diukur.
Contoh penulisan:
Performance marketing enthusiast dengan pengalaman mengelola campaign digital menggunakan Google Ads dan Meta Ads. Berhasil meningkatkan conversion rate hingga 25% melalui optimasi funnel dan A/B testing.
3. Pengalaman Kerja dengan Hasil Terukur
Ini adalah bagian paling penting dalam contoh CV performance marketing karena recruiter lebih fokus pada hasil dibandingkan tugas harian. Jadi, hindari hanya menulis jobdesk tanpa angka.
Gunakan data seperti peningkatan CTR, penurunan CPA, atau jumlah leads yang dihasilkan untuk menunjukkan dampak kerja kamu.
Contoh penulisan:
- Mengelola campaign Google Ads dengan budget Rp50 juta/bulan dan meningkatkan ROAS sebesar 3,5x
- Melakukan optimasi Meta Ads yang berhasil menurunkan CPA hingga 20% dalam 2 bulan
- Menjalankan A/B testing pada landing page yang meningkatkan conversion rate sebesar 18%
4. Skill Teknis dan Tools
Bagian ini menunjukkan kemampuan teknis kamu dalam menggunakan tools yang relevan dengan performance marketing. Bahkan, semakin spesifik, semakin baik.
Biasanya recruiter juga akan mencocokkan bagian ini dengan keyword di sistem ATS, jadi pastikan kamu menuliskan tools yang benar-benar kamu kuasai.
Contoh penulisan:
Google Ads, Meta Ads Manager, Google Analytics 4, TikTok Ads, Looker Studio, A/B Testing, Funnel Analysis, Conversion Tracking
5. Pendidikan dan Sertifikasi
Bagian ini berisi riwayat pendidikan terakhir dan sertifikasi yang relevan dengan dunia digital marketing. Ini sangat membantu terutama untuk kamu yang belum punya banyak pengalaman kerja.
Sertifikasi seperti Google Ads atau Meta Blueprint bisa menjadi nilai tambah besar di mata recruiter.
Contoh penulisan:
S1 Manajemen – Universitas Indonesia (2020–2024)
Sertifikasi: Google Ads Search Certification, Meta Blueprint Certified
Baca Juga: 10 Contoh CV Format Word & PDF, Plus Template Download Gratis!
Skill dan Tools yang Wajib Ada di CV Performance Marketing

Jika kamu sedang menyusun contoh CV performance marketing, bagian skill dan tools menjadi elemen penting yang akan diperhatikan oleh recruiter.
Posisi ini bersifat sangat data-driven, sehingga setiap kemampuan yang dicantumkan harus relevan dengan kebutuhan analisis, eksekusi campaign, dan optimasi performa iklan.
Skill Wajib dalam CV Performance Marketing
Umumnya, recruiter akan menilai apakah kamu memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, pastikan beberapa skill berikut dicantumkan dalam CV apabila memang kamu kuasai.
- Analisis Data & Pengambilan Keputusan: Kemampuan membaca dan menginterpretasikan data seperti CTR, CPA, ROAS, dan conversion rate untuk menentukan strategi optimasi campaign yang tepat.
- Digital Advertising & Bidding Strategy: Pemahaman dalam menjalankan campaign pada platform seperti Google Ads, Meta Ads, dan TikTok Ads, termasuk pengaturan bidding serta alokasi anggaran iklan.
- Conversion Rate Optimization (CRO): Kemampuan mengoptimalkan landing page dan alur pengguna untuk meningkatkan persentase konversi dari traffic yang diperoleh.
- A/B Testing: Kemampuan melakukan pengujian terhadap berbagai elemen campaign seperti headline, visual, atau landing page untuk menemukan performa yang paling efektif.
- Copywriting untuk Iklan: Kemampuan menyusun teks iklan yang ringkas, jelas, dan mampu mendorong audiens untuk melakukan klik atau tindakan yang diinginkan.
- Attention to Detail: Ketelitian dalam pengaturan campaign, tracking, dan pelaporan data untuk meminimalkan kesalahan yang dapat memengaruhi hasil optimasi.
Tools yang Wajib Dikuasai
Selain skill, recruiter juga sering mencari kandidat yang sudah terbiasa menggunakan tools yang umum dipakai dalam aktivitas performance marketing sehari-hari.
Mencantumkan tools secara spesifik juga dapat membantu CV lebih mudah dikenali oleh sistem ATS yang digunakan banyak perusahaan.
- Google Analytics 4 (GA4): Digunakan untuk menganalisis traffic website, perilaku pengguna, serta alur konversi.
- Google Ads, Meta Ads Manager, TikTok Ads Manager: Platform utama yang digunakan untuk menjalankan dan mengoptimalkan campaign iklan digital.
- Google Tag Manager (GTM) & UTM Tracking: Digunakan untuk melakukan pelacakan performa campaign secara akurat melalui konfigurasi tracking yang tepat.
- Google Looker Studio: Digunakan untuk menyusun dashboard laporan performa campaign agar mudah dipahami oleh stakeholder.
- Microsoft Excel / Google Sheets: Digunakan untuk pengolahan data, analisis performa, serta perhitungan metrik campaign secara manual maupun otomatis.
Baca Juga: Contoh CV Digital Marketing, Tips Membuat, dan Template Gratis
8 Contoh CV Performance Marketing
Setiap perusahaan memiliki kebutuhan dan kriteria yang berbeda dalam mencari kandidat performance marketing. Oleh karena itu, format CV yang digunakan pun dapat disesuaikan dengan latar belakang, pengalaman, maupun posisi yang dilamar.
Sebagai referensi, berikut beberapa contoh CV performance marketing untuk berbagai situasi yang dapat kamu jadikan inspirasi sebelum melamar pekerjaan.
1. Contoh CV Performance Marketing Fresh Graduate
Fresh graduate tetap memiliki peluang untuk berkarier di bidang performance marketing selama mampu menunjukkan skill, pengalaman organisasi, magang, atau project yang relevan.
Pada contoh ini, fokus utama CV terletak pada potensi dan kemampuan yang dimiliki, bukan lamanya pengalaman kerja.

2. Contoh CV Performance Marketing dengan Pengalaman
Bagi yang sudah memiliki pengalaman kerja, CV sebaiknya lebih menonjolkan pencapaian yang dapat diukur, seperti peningkatan ROAS, penurunan CPA, atau pertumbuhan conversion rate. Hal ini akan membantu recruiter melihat dampak nyata dari pekerjaan yang pernah dilakukan.

3. Contoh CV Performance Marketing Tanpa Pengalaman
Belum pernah bekerja sebagai performance marketer bukan berarti tidak memiliki kesempatan untuk melamar posisi ini. Kamu dapat menonjolkan project pribadi, pelatihan, sertifikasi, atau pengalaman organisasi yang menunjukkan kemampuan di bidang digital marketing.

4. Contoh CV Performance Marketing untuk Career Switcher
Bagi yang ingin berpindah karier, CV perlu menunjukkan keterampilan yang dapat diterapkan di bidang performance marketing serta pengalaman sebelumnya yang masih relevan. Dengan begitu, recruiter dapat melihat potensi adaptasi yang kamu miliki.

5. Contoh CV Performance Marketing dalam Bahasa Inggris
Beberapa perusahaan multinasional atau startup global meminta kandidat mengirimkan CV dalam bahasa Inggris. Pastikan penggunaan istilah, struktur kalimat, dan deskripsi pengalaman tetap konsisten agar terlihat profesional.

6. Contoh CV Performance Marketing untuk Agensi Digital Marketing
Agensi digital marketing umumnya mencari kandidat yang terbiasa menangani berbagai jenis campaign dan industri. Oleh karena itu, CV sebaiknya menonjolkan fleksibilitas, kemampuan multitasking, serta pengalaman mengelola beberapa akun atau klien sekaligus.

7. Contoh CV Performance Marketing Word
Format Word menjadi pilihan yang mudah diedit dan disesuaikan dengan kebutuhan. Format ini cocok digunakan apabila kamu ingin memperbarui isi CV secara berkala sebelum mengirimkan lamaran ke berbagai lowongan kerja.

8. Contoh CV Performance Marketing PDF
PDF merupakan format yang paling sering diminta recruiter karena tampilannya lebih konsisten di berbagai perangkat. Selain terlihat lebih profesional, format ini juga membantu menjaga tata letak CV agar tidak berubah saat dibuka.

Tips Membuat CV Performance Marketing agar Lolos ATS
Saat melamar pekerjaan, CV tidak selalu langsung dibaca oleh recruiter. Banyak perusahaan menggunakan Applicant Tracking System (ATS) untuk menyaring kandidat berdasarkan format dan keyword yang sesuai dengan posisi yang dibutuhkan.
Agar peluang lolos ke tahap berikutnya semakin besar, berikut beberapa tips yang dapat kamu terapkan:
1. Gunakan Format CV yang Sederhana dan Mudah Dibaca
Gunakan desain yang rapi dengan satu kolom, heading yang jelas, serta jenis huruf yang mudah dibaca.
Sebaiknya hindari penggunaan tabel yang kompleks, ikon berlebihan, atau elemen grafis yang dapat mengganggu proses pembacaan oleh sistem ATS.
2. Sesuaikan Keyword dengan Deskripsi Pekerjaan
Sebelum mengirim lamaran, baca kembali job description dan identifikasi skill, tools, atau kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Selanjutnya, masukkan keyword tersebut secara natural ke dalam CV agar sistem ATS dapat mengenali relevansi profilmu.
3. Tampilkan Pencapaian yang Dapat Diukur
Recruiter umumnya lebih tertarik pada hasil yang berhasil kamu capai dibandingkan daftar tugas sehari-hari.
Oleh karena itu, sertakan data seperti peningkatan ROAS, penurunan CPA, atau pertumbuhan conversion rate untuk menunjukkan dampak dari pekerjaanmu.
4. Simpan CV dalam Format yang Stabil
Gunakan format PDF atau Word yang mudah dibuka di berbagai perangkat dan platform lowongan kerja.
Selain menjaga tampilan tetap konsisten, format ini juga lebih mudah diproses oleh sebagian besar sistem ATS dibandingkan file gambar atau hasil scan.
5. Gunakan Nama File yang Profesional
Nama file yang jelas akan memudahkan recruiter menemukan dokumenmu di antara ratusan lamaran lainnya.
Gunakan format sederhana seperti CV_NamaLengkap_PerformanceMarketing.pdf agar terlihat lebih rapi dan profesional.
6. Periksa Kembali Tata Bahasa dan Penulisan
Kesalahan penulisan, penggunaan istilah yang tidak konsisten, atau informasi yang kurang lengkap dapat mengurangi kesan profesional pada CV.
Luangkan waktu untuk melakukan pengecekan ulang sebelum mengirimkan lamaran agar setiap informasi tersampaikan dengan baik.
7. Pastikan CV Sudah Relevan dengan Posisi yang Dilamar
CV yang baik bukan berarti digunakan untuk semua lowongan. Sebaiknya sesuaikan kembali ringkasan diri, pengalaman, hingga skill yang ditampilkan agar lebih relevan dengan posisi performance marketing yang sedang kamu lamar.
8. Manfaatkan AI CV Reviewer dari Dealls
Setelah menyusun CV, langkah berikutnya adalah memastikan isinya sudah sesuai dengan kebutuhan recruiter dan mudah dipahami oleh sistem ATS.
Kamu dapat memanfaatkan AI CV Reviewer dari Dealls untuk mengevaluasi CV secara otomatis dan mendapatkan berbagai masukan yang lebih spesifik.
Mulai dari kelengkapan informasi, penggunaan keyword yang relevan, struktur penulisan, hingga rekomendasi perbaikan agar CV lebih kompetitif.
Menariknya, fitur ini dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan awal secara gratis, sehingga kamu dapat memperbaiki CV sebelum mengirimkannya ke berbagai lowongan kerja terbaru.

Kesalahan yang Harus Dihindari saat Membuat CV Performance Marketing
CV yang baik tidak hanya memuat informasi yang lengkap, tetapi juga mampu menunjukkan nilai yang kamu tawarkan kepada recruiter. Sayangnya, masih banyak pelamar yang melakukan kesalahan sederhana sehingga CV mereka kurang menonjol dibandingkan kandidat lain.
Agar peluang dipanggil interview semakin besar, hindari beberapa kesalahan berikut:
1. Hanya Menulis Tugas Tanpa Menunjukkan Hasil
Recruiter lebih tertarik pada dampak yang berhasil kamu berikan daripada daftar pekerjaan sehari-hari. Oleh karena itu, sertakan pencapaian yang dapat diukur, misalnya peningkatan ROAS, penurunan CPA, atau pertumbuhan conversion rate selama mengelola campaign.
2. Menggunakan Skill yang Terlalu Umum
Menulis "menguasai digital marketing" atau "memahami media sosial" tanpa penjelasan yang lebih spesifik akan membuat CV terlihat kurang kuat.
Sebaiknya cantumkan skill dan tools yang benar-benar kamu kuasai, seperti Google Ads, Meta Ads Manager, Google Analytics 4, atau A/B Testing.
3. Membuat CV Terlalu Panjang dan Sulit Dipindai
CV yang berisi terlalu banyak informasi justru membuat recruiter kesulitan menemukan poin penting. Gunakan struktur yang rapi, heading yang jelas, dan prioritaskan pengalaman atau pencapaian yang paling relevan dengan posisi yang dilamar.
4. Mengirim CV yang Sama untuk Semua Lowongan
Setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga CV juga perlu disesuaikan dengan deskripsi pekerjaan. Menyesuaikan keyword, skill, dan pengalaman yang ditampilkan dapat meningkatkan peluang CV lolos sistem ATS maupun penilaian recruiter.
5. Tidak Memperbarui CV Sebelum Melamar
Banyak pelamar masih menggunakan CV lama tanpa menambahkan pengalaman, sertifikasi, project, atau skill terbaru yang dimiliki. Padahal, informasi yang lebih relevan dapat menjadi nilai tambah dan membuat profilmu lebih kompetitif di mata recruiter.
FAQ Seputar CV Performance Marketing
Masih memiliki pertanyaan seputar pembuatan CV performance marketing? Simak beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan berikut ini.
1. Apakah CV Performance Marketing harus ATS Friendly?
Ya, terutama jika kamu melamar melalui website lowongan kerja terpercaya atau platform rekrutmen yang menggunakan Applicant Tracking System (ATS).
Gunakan format yang sederhana, struktur yang jelas, serta keyword yang relevan agar CV lebih mudah dibaca oleh sistem.
2. Berapa panjang CV yang ideal?
CV yang ideal umumnya terdiri dari satu halaman untuk fresh graduate dan maksimal dua halaman untuk kandidat yang sudah memiliki pengalaman kerja. Pastikan hanya informasi yang paling relevan dengan posisi yang ditampilkan.
3. Fresh graduate boleh melamar Performance Marketing?
Tentu saja. Meskipun belum memiliki pengalaman kerja, kamu tetap dapat menunjukkan kemampuan melalui pengalaman magang, organisasi, sertifikasi, bootcamp, maupun project pribadi yang berkaitan dengan performance marketing.
4. Apakah wajib mencantumkan portfolio?
Tidak wajib, tetapi sangat disarankan. Portfolio dapat menjadi bukti nyata atas campaign, dashboard analisis, atau project yang pernah kamu kerjakan sehingga recruiter lebih mudah menilai kemampuanmu.
5. Apa perbedaan CV Performance Marketing dan Digital Marketing?
CV performance marketing lebih menonjolkan pencapaian yang dapat diukur, seperti CTR, CPA, conversion rate, atau ROAS.
Sementara itu, CV digital marketing umumnya memiliki cakupan yang lebih luas, termasuk strategi branding, social media, content marketing, dan aktivitas pemasaran digital lainnya.
Cek CV Performance Marketing Kamu Sebelum Lamar Kerja di Dealls!
Menyusun CV performance marketing yang menarik memang menjadi langkah awal untuk mendapatkan pekerjaan impian.
Namun, sebelum mengirimkannya ke recruiter, pastikan kembali bahwa setiap informasi yang kamu cantumkan sudah relevan, mudah dipahami, dan sesuai dengan posisi yang dilamar.
Sebab, CV yang baik bukan hanya memiliki desain yang rapi, tetapi juga mampu menunjukkan skill, pengalaman, serta pencapaian yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.
Untuk membantu proses tersebut, kamu dapat memanfaatkan AI CV Reviewer dari Dealls.
Fitur ini akan menganalisis CV secara otomatis dan memberikan berbagai masukan, mulai dari kelengkapan informasi, penggunaan keyword yang relevan, hingga rekomendasi perbaikan agar CV lebih siap bersaing di proses rekrutmen.
Setelah CV siap, kamu dapat langsung melanjutkan proses pencarian kerja melalui Dealls, sebuah website lowongan kerja terpercaya yang telah dipercaya oleh 7.000+ perusahaan ternama dan menyediakan 100.000+ lowongan kerja terbaru dari berbagai industri.
Melalui satu platform, kamu dapat menemukan berbagai job vacancy, info loker terdekat, hingga peluang kerja remote, internship, maupun full-time tanpa perlu membuka banyak website cari kerja sekaligus.
Jadi, tidak hanya memiliki contoh CV yang baik, kamu juga dapat memastikan CV tersebut sudah optimal sebelum menggunakannya untuk melamar di berbagai lowongan kerja terbaru yang sesuai dengan minat dan pengalamanmu.
Yuk, cek CV kamu melalui AI CV Reviewer dan temukan peluang karier berikutnya bersama Dealls!
LAMAR LOKER TERBARU SEKARANG!

Referensi
Applicant Tracking Systems: Everything You Need to Know | Jobscan
