Saat ini topik terkait aturan WFH 2026 bagi ASN dan karyawan swasta tengah ramah di jagat maya.
Belum lama ini, pemerintah Indonesia berencana menerapkan sistem kerja dari rumah (WFH) satu hari dalam seminggu yang mulai setelah Lebaran 2026.
Kebijakan ini awalnya ditujukan untuk ASN, tetapi kini mulai diimbau juga untuk berbagai sektor swasta.
Lantas, apa yang dibahas dalam aturan WFH terbaru ini? Bagi kamu yang sedang mencari kerja atau sudah bekerja, mari pahami dulu memahami perubahan ini karena akan memengaruhi pola kerja ke depan!
Jangan Lewatkan Loker Terbaru Hari Ini! |
|
Apa Itu WFH?

WFH atau work from home adalah sistem kerja di mana kamu bisa menyelesaikan pekerjaan dari rumah tanpa harus datang ke kantor.
Sistem ini mulai populer sejak pandemi dan sekarang jadi salah satu model kerja yang banyak dipertimbangkan perusahaan.
Dengan pola kerja WFH, karyawan dapat bekerja secara remote tanpa ke kantor, sehingga dapat mengurangi waktu dan biaya transportasi.
Menariknya, menurut studi dari Indonesian Hindu University, WFH bisa meningkatkan produktivitas hingga 16.7% karena lingkungan kerja yang lebih nyaman dan minim distraksi.
Ini yang menjadi salah satu alasan kenapa kebijakan WFH masih terus dipertahankan hingga sekarang, bahkan menjadi benefit di beberapa perusahaan.
Baca Juga: 21 Ide Freelance untuk Ibu Rumah Tangga: Peluang Kerja yang Fleksibel
Aturan WFH Terbaru 2026
Aturan WFH terbaru 2026 ini muncul sebagai respons terhadap kondisi global yang sedang tidak stabil, khususnya akibat perang Israel-US-Iran yang berdampak pada kenaikan harga energi.
Harapannya melalui aturan ini, pemerintah dapat mengurangi mobilitas masyarakat untuk efisiensi. Meski begitu, aturan teknisnya masih terus disusun hingga artikel ini diterbitkan.
Adapun beberapa rincian terkait peraturan WFH terbaru yang sudah dikonfirmasi, yaitu:
1. Berlaku Setelah Lebaran 2026
Kebijakan ini akan mulai diterapkan setelah Idul Fitri 2026, sesuai pernyataan pemerintah. Artinya, kamu bisa mulai merasakan sistem kerja baru ini dalam waktu dekat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyebut implementasi akan dilakukan setelah masa libur Lebaran selesai.
2. WFH 1 Hari dalam Seminggu
Frekuensi WFH ditetapkan hanya satu hari dalam sepekan dari total hari kerja. Jadi, kamu tetap akan bekerja dari kantor selama 4 hari dan 1 hari dari rumah. Skema ini menjadi bagian dari aturan WFH WFO terbaru yang mengarah ke sistem hybrid.
3. Tidak Berlaku untuk Sektor Pelayanan Publik
Untuk saat ini, aturan WFH tidak diterapkan pada sektor pelayanan publik. Pasalnya sektor ini harus tetap melayani masyarakat secara langsung.
Dengan begitu, kualitas layanan tetap terjaga. Jadi, tidak semua profesi bisa mengikuti aturan ini.
4. Berlaku untuk ASN dan Diimbau ke Swasta
Kebijakan ini wajib untuk ASN, tetapi untuk perusahaan swasta masih berupa imbauan. Meski begitu, banyak perusahaan diprediksi akan ikut menyesuaikan. Ini membuat aturan WFH terbaru 2026 berpotensi berdampak luas ke dunia kerja.
5. Hari Pelaksanaan Masih Dikaji
Pemerintah masih membahas hari apa yang akan digunakan untuk WFH. Salah satu opsi yang muncul adalah hari Jumat agar tercipta long weekend. Usulan ini juga disebut dapat mendorong aktivitas ekonomi rumah tangga dan pariwisata.
6. Sistem Absensi dan Pengawasan Belum Final
Mekanisme absensi dan pengawasan kerja masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian.
Masalah terkait hal ini masih dikaji dan pemerintah ingin memastikan kinerja tetap optimal meskipun bekerja dari rumah. Oleh karenanya, pemerintah ingin sistem yang terkontrol.
7. Bagian dari Strategi Efisiensi Energi
Menurut Menteri Keuangan, kebijakan ini berpotensi menghemat konsumsi BBM hingga 20%. Namun, beberapa pengamat menilai dampaknya bisa saja tidak terlalu besar secara nasional.
8. Berawal dari Arahan Presiden
Kebijakan ini berasal dari arahan Presiden Prabowo dalam sidang kabinet. Ia menilai WFH pernah terbukti efektif saat pandemi dan bisa kembali digunakan untuk efisiensi. Pemerintah melihat ini sebagai solusi jangka pendek menghadapi kondisi global.
9. Sudah Diterapkan di Negara Lain
Beberapa negara seperti Thailand juga sudah menerapkan kebijakan serupa untuk menghemat energi. Ini menunjukkan bahwa tren kerja fleksibel bukan hanya terjadi di Indonesia. Artinya, kamu juga perlu bersiap untuk mulai beradaptasi dengan sistem kerja ini.
Ingin merasakan pekerjaan dengan skema WFH juga? Coba mulai cek loker yang tersedia di Dealls, yaitu website lowongan kerja terpercaya yang menyediakan 100.000+ job vacancy setiap harinya.
Melalui Dealls, kamu bisa sortir berdasarkan tipe pekerjaan, baik loker remote, on-site, maupun hybrid.
Latar Belakang Kebijakan WFH

Kalau kamu bertanya kenapa kebijakan ini muncul, sebenarnya ada beberapa alasan besar di baliknya.
Alasan terbesarnya pemerintah sedang merespons kondisi global yang sedang tidak stabil. Alasan tersebut timbul dari beberapa faktor besar, di antaranya:
1. Kenaikan Harga Minyak Global
Konflik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak dunia meningkat tajam. Hal ini berdampak langsung pada ekonomi Indonesia. Karena itu, pemerintah mencari cara untuk menekan konsumsi energi.
2. Efisiensi Anggaran Negara
WFH dianggap sebagai salah satu strategi untuk menghemat pengeluaran negara. Dengan mobilitas yang berkurang, biaya operasional bisa ditekan.
Pemerintah mengambil langkah antisipasi ini sebagai respons terhadap kondisi ekonomi global yang tidak stabil.
3. Pengurangan Mobilitas Pekerja
Dengan bekerja dari rumah, perjalanan harian bisa berkurang. Dampak terbesarnya yaitu adanya penurunan penggunaan BBM secara keseluruhan. Selain itu, kemacetan juga bisa sedikit berkurang.
Baca Juga: 13 Usaha Sampingan Karyawan Sepulang Kerja, Bisa Modal Kecil
4. Adaptasi terhadap Kondisi Global
Pemerintah ingin lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan global. Kebijakan ini bisa disesuaikan tergantung situasi ekonomi dan geopolitik. Artinya, sistem kerja juga ikut beradaptasi.
5. Dorongan Digitalisasi Kerja
WFH mendorong perusahaan dan instansi untuk menggunakan teknologi digital. Ini menjadi langkah percepatan transformasi digital di dunia kerja. Dengan begitu, sistem kerja jadi lebih modern ke depannya.
Tujuan WFH 1 Hari Seminggu
Kebijakan ini memiliki tujuan jangka panjang yang cukup strategis. Untuk melihat lebih dalam terkait sistem penerapan WFH, mari simak beberapa tujuan diadakannya kebijakan ini:
1. Menghemat Energi Nasional
WFH diharapkan bisa menekan konsumsi BBM dan energi secara keseluruhan. Dengan berkurangnya mobilitas, penggunaan bahan bakar juga ikut turun. Justru ini tujuan utama yang ingin dicapai pemerintah.
2. Mendorong Work-Life Balance
Dengan adanya WFH, kamu punya lebih banyak waktu di rumah. Hal ini bisa meningkatkan adanya work-life balance yang menguntungkan sisi karyawan.
3. Meningkatkan Fleksibilitas Kerja
Model kerja hybrid membuat sistem kerja jadi lebih fleksibel. Kamu tidak harus selalu berada di kantor untuk tetap produktif.
Sistem hybrid dapat membuka peluang kerja yang lebih luas karena tidak terlalu dibatas oleh wilayah.
4. Mendukung Digitalisasi Kerja
Perusahaan akan semakin mengandalkan teknologi dalam operasionalnya. Contohnya mulai terlihat dari sekarang, misalnya meeting online hingga sistem kerja berbasis cloud yang memungkinkan pekerjaan selesai lebih cepat.
5. Mendorong Ekonomi Lokal
Tujuan diadakannya aturan WFH ini yaitu untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar rumah.
Misalnya, karena kamu WFH, terdapat kemungkinan kamu akan lebih sering membeli makanan atau kebutuhan dari UMKM sekitar. Hasilnya bisa membantu pertumbuhan ekonomi lokal.
Skema WFH yang Direncanakan
Walaupun aturan wfh terbaru masih dalam tahap finalisasi, pemerintah sudah memberikan gambaran skema yang kemungkinan akan diterapkan.
Skema ini dirancang agar tetap seimbang antara produktivitas dan efisiensi. Adapun beberapa skema yang direncanakan yaitu:
1. Sistem Hybrid (WFH + WFO)
Kamu akan bekerja dengan kombinasi antara WFH dan WFO dalam satu minggu kerja, biasanya 1 hari dari rumah dan 4 hari di kantor.
Sistem ini dirancang agar tetap menjaga produktivitas sekaligus memberikan fleksibilitas bagi pekerja.
Model hybrid ini sudah banyak diterapkan perusahaan global karena dinilai mampu menyeimbangkan kenyamanan kerja individu.
2. Hari WFH Fleksibel
Hari pelaksanaan WFH belum ditetapkan secara nasional dan kemungkinan akan disesuaikan oleh masing-masing instansi atau perusahaan.
Salah satu opsi yang banyak dibahas adalah hari Jumat, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing organisasi.
3. Penggunaan Teknologi Digital
Seluruh aktivitas kerja saat WFH akan bergantung pada teknologi digital seperti video conference, aplikasi absensi online, dan tools kolaborasi.
Perusahaan juga perlu memastikan sistem kerja tetap terintegrasi agar komunikasi tim tidak terganggu.
4. Evaluasi Berkala
Pemerintah akan melakukan evaluasi secara berkala untuk menilai efektivitas kebijakan WFH ini.
Evaluasi ini mencakup produktivitas kerja, efisiensi energi, hingga dampaknya terhadap ekonomi. Jika diperlukan, aturan bisa disesuaikan atau bahkan diubah mengikuti kondisi yang berkembang.
5. Penyesuaian Berdasarkan Sektor
Tidak semua pekerjaan memungkinkan untuk dilakukan secara remote, sehingga kebijakan ini akan disesuaikan berdasarkan sektor industri.
Misalnya, sektor pelayanan publik, manufaktur, atau pekerjaan lapangan tetap membutuhkan kehadiran fisik. Oleh karena itu, implementasi WFH akan tidak bersifat seragam di semua bidang pekerjaan.
Baca Juga: 30 Contoh Industri Rumah Tangga Modal Minim, Bisa Untung Besar!
Dampak Kebijakan WFH bagi Perusahaan

Perubahan kebijakan WFH tentu akan memberikan dampak langsung kepada perusahaan dan pekerja.
Bagi banyak perusahaan, aturan ini menjadi langkah baru untuk mengurangi biaya operasional. Adapun dampak yang mungkin terjadi:
1. Perubahan Sistem Kerja
Perusahaan perlu menyesuaikan sistem kerja mereka agar lebih fleksibel dengan memasukkan WFH sebagai opsi.
Dampaknya, banyak perusahaan yang sebelumnya mengharuskan pekerjanya hadir setiap hari di kantor, kini harus merancang ulang kebijakan internal.
2. Adaptasi Teknologi
Seiring dengan penerapan WFH, perusahaan akan semakin bergantung pada teknologi digital untuk mendukung operasional sehari-hari.
Penggunaan platform meeting online hingga sistem absensi digital akan semakin meningkat. Keberhasilan adaptasi teknologi ini akan memengaruhi kelancaran alur kerja.
3. Tantangan Koordinasi Tim
Salah satu tantangan terbesar dari WFH adalah kesulitan dalam koordinasi tim. Perusahaan perlu memastikan adanya saluran komunikasi yang memadai untuk menjaga komunikasi tetap efektif.
Walaupun sistem ini fleksibel, tetap diperlukan pendekatan yang tepat untuk menjaga sinergi tim.
4. Efisiensi Biaya Operasional
Perusahaan berpotensi menghemat banyak biaya operasional, seperti biaya transportasi, listrik, dan pemeliharaan kantor.
Dengan mengurangi kebutuhan ruang kantor dan biaya fasilitas, perusahaan dapat mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.
5. Peluang Kerja Lebih Fleksibel
Untuk kamu yang sedang mencari pekerjaan, WFH membuka lebih banyak peluang kerja dengan sistem kerja hybrid atau remote.
Banyak perusahaan yang kini lebih terbuka dengan kandidat yang memiliki kemampuan untuk bekerja secara mandiri.
Cari Loker WFH di Perusahaan Impianmu lewat Dealls Sekarang!
Dengan adanya aturan WFH terbaru 2026, tren kerja fleksibel akan semakin berkembang dan membuka banyak peluang baru buat kamu.
Kalau kamu ingin mencari kerja dengan sistem WFH atau hybrid, kamu bisa mulai dengan menggunakan platform terpercaya seperti Dealls.
Dealls sudah dipercaya oleh 7.000+ perusahaan ternama dan menyediakan lebih dari 100.000+ lowongan kerja terbaru, baik untuk loker full-time, part-time maupun magang.
Sebelum melamar, kamu juga bisa review CV kamu dulu dengan fitur AI CV Reviewer supaya peluang lolos seleksi makin besar.
Setelah itu, kamu bisa langsung eksplor berbagai info loker terdekat yang sesuai dengan minat dan skill kamu.
Jadi, kalau kamu ingin mulai karier dengan sistem kerja fleksibel, langsung saja cek Dealls sekarang dan temukan peluang terbaikmu!
CARI LOKER TERBARU SEKARANG!

Referensi:
Ini Rincian Awal WFH untuk ASN Usai Lebaran, Aturan Lengkap Menyusul | Kompas
Pemerintah Terapkan WFH Satu Hari Demi Hemat BBM | BBC News Indonesia
