10 Alasan CV Ditolak Perusahaan & Cara Mengatasinya Agar Cepat Lolos Interview

Cari tahu alasan CV ditolak perusahaan yang paling sering terjadi, mulai dari format hingga ATS. Pahami penyebab CV tidak diterima dan cara memperbaikinya.

Dealls
Ditulis oleh
Dealls June 22, 2026
Dealls App
Lamar Loker Prioritas. Dilirik HR Lebih Cepat.
Peluang kerja eksklusif dari perusahaan top, hanya di Dealls. Mulai karier impianmu hari ini!
Lihat Lowongan Prioritas

Table of Contents

Mencari kerja sering kali terasa membingungkan, terutama ketika kamu sudah mengirim banyak lamaran tetapi tidak kunjung mendapat panggilan interview.

Bahkan, tidak sedikit pencari kerja yang merasa sudah memiliki pengalaman, pendidikan, atau keterampilan yang cukup, tetapi CV tetap tidak mendapatkan respons dari perusahaan.

Padahal, alasan CV ditolak perusahaan tidak selalu karena kurang kompeten. Dalam banyak kasus, penyebabnya justru berasal dari hal-hal yang tampak sederhana, mulai dari format yang kurang tepat, informasi yang tidak relevan, hingga CV yang sulit dibaca oleh sistem ATS.

Nah, memahami berbagai penyebab CV tidak diterima dapat membantu kamu memperbaiki strategi melamar kerja dan meningkatkan peluang lolos ke tahap berikutnya.

Menurut penelitian TheLadders yang dirangkum oleh HR Dive, rekruter rata-rata hanya menghabiskan sekitar 7,4 detik untuk melakukan screening awal CV.

Artinya, dalam waktu yang sangat singkat tersebut, rekruter harus memutuskan apakah kandidat layak dipertimbangkan lebih lanjut atau tidak.

Karena itu, penting untuk memahami apa saja yang membuat CV sering gagal menarik perhatian perusahaan.

Kenapa Perusahaan Jarang Memberi Tahu Alasan CV Ditolak?

Ketika tidak mendapat panggilan interview atau email lanjutan dari perusahaan, banyak pencari kerja bertanya-tanya apa penyebabnya. Sayangnya, sebagian besar perusahaan memang tidak memberikan penjelasan secara detail mengenai alasan CV ditolak.

Sebenarnya, ada beberapa faktor yang membuat hal ini cukup umum terjadi dalam proses rekrutmen.

1. Jumlah Lamaran yang Masuk Terlalu Banyak

Untuk satu posisi pekerjaan, perusahaan bisa menerima ratusan hingga ribuan CV dalam waktu singkat.

Jika rekruter harus memberikan umpan balik kepada setiap pelamar, proses rekrutmen akan memakan waktu dan sumber daya yang jauh lebih besar. Karena itulah, banyak perusahaan hanya menghubungi kandidat yang berhasil lolos ke tahap berikutnya.

2. Perusahaan Memiliki Keterbatasan Waktu dan Sumber Daya

Selain menangani proses seleksi, tim HR juga memiliki berbagai tugas lain yang harus diselesaikan.

Mulai dari onboarding karyawan baru, administrasi SDM, hingga pengembangan karyawan internal.

Kondisi ini membuat pemberian feedback individual kepada seluruh pelamar sering kali bukan menjadi prioritas utama perusahaan.

3. Ada Pertimbangan Hukum dan Kebijakan Internal

Beberapa perusahaan memilih tidak menjelaskan alasan penolakan secara tertulis karena mempertimbangkan aspek hukum dan kebijakan internal.

Mereka khawatir penjelasan yang diberikan dapat disalahartikan atau memicu perdebatan yang tidak diperlukan.

Karena itu, banyak perusahaan menerapkan kebijakan untuk hanya menghubungi kandidat yang berhasil melanjutkan proses seleksi.

Baca Juga: Trik Jitu Membuat CV ATS-Friendly Beserta Contoh Template Gratis!

4. CV Bisa Ditolak oleh Sistem ATS Sebelum Dibaca Rekruter

Saat ini, banyak perusahaan menggunakan Applicant Tracking System (ATS) untuk membantu menyaring kandidat.

Sistem ini bekerja dengan memindai CV berdasarkan kata kunci, pengalaman, pendidikan, dan kriteria tertentu yang dibutuhkan perusahaan.

Akibatnya, salah satu penyebab CV tidak diterima bisa terjadi bahkan sebelum recruiter membaca CV tersebut secara langsung.

5. Tidak Semua Penolakan Berarti Kamu Tidak Kompeten

CV yang ditolak belum tentu menunjukkan bahwa kemampuanmu kurang baik.

Dalam banyak kasus, alasan CV ditolak justru berkaitan dengan tingkat relevansi terhadap posisi yang dibuka, jumlah pesaing yang lebih sesuai, atau kebutuhan perusahaan yang sangat spesifik.

Karena itu, penting untuk memahami berbagai penyebab CV ditolak agar kamu bisa melakukan evaluasi dan memperbaiki CV sebelum melamar ke lowongan kerja berikutnya.

Kalau kamu sering mengalami CV belum mendapatkan respons dan ingin mencoba peluang lain yang lebih sesuai, kamu bisa mulai eksplor berbagai lowongan kerja terbaru dari perusahaan yang sedang membuka rekrutmen aktif di satu platform.

YUK, CARI DAN LAMAR LOWONGAN KERJA TERBARU DI DEALLS!

button cari lowongan kerja di dealls.png

10 Alasan CV Ditolak Perusahaan

Alasan CV Ditolak Perusahaan

Setelah memahami mengapa perusahaan jarang memberikan feedback kepada pelamar, langkah berikutnya adalah mengetahui apa saja penyebab CV ditolak yang paling sering terjadi.

Beberapa kesalahan mungkin terlihat sepele, tetapi bisa membuat rekruter langsung mengabaikan CV kamu dalam hitungan detik.

Dengan memahami alasan CV ditolak perusahaan berikut ini, kamu bisa melakukan evaluasi sebelum melamar ke lowongan kerja berikutnya.

1. CV Tidak Relevan dengan Posisi yang Dilamar

Salah satu alasan CV ditolak yang paling sering terjadi adalah karena isi CV tidak menunjukkan keterkaitan dengan posisi yang dilamar.

Pasalnya, rekruter biasanya hanya menghabiskan sekitar 7,4 detik untuk melakukan screening awal CV. Dalam waktu sesingkat itu, mereka akan langsung mencari pengalaman, keterampilan, atau pencapaian yang relevan dengan kebutuhan posisi yang dibuka.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Menggunakan satu CV yang sama untuk semua lamaran
  • Menampilkan pengalaman yang tidak berkaitan dengan posisi yang dituju
  • Tidak menonjolkan skill yang dibutuhkan perusahaan

Cara mengatasinya:

Sebelum melamar, baca kembali job description dan sesuaikan isi CV dengan posisi tersebut. Prioritaskan pengalaman, proyek, atau organisasi yang paling relevan agar rekruter langsung melihat kecocokanmu.

2. Format CV Berantakan dan Sulit Dibaca

CV yang terlalu ramai dapat membuat rekruter kesulitan menemukan informasi penting.

Padahal, sebagian besar rekruter hanya melakukan pemindaian cepat sebelum memutuskan apakah CV layak dibaca lebih lanjut.

Beberapa masalah format yang sering ditemukan yaitu:

  • Font terlalu kecil
  • Terlalu banyak warna atau elemen desain
  • Informasi penting tersebar di berbagai bagian
  • Tidak memiliki struktur yang jelas

Cara mengatasinya:

Gunakan format yang sederhana, profesional, dan mudah dipindai. Pastikan bagian pendidikan, pengalaman kerja, dan keterampilan mudah ditemukan dalam beberapa detik pertama.

3. Terlalu Banyak Typo dan Kesalahan Penulisan

Kesalahan ejaan menjadi salah satu penyebab CV tidak diterima yang sering diremehkan.

Bagi rekruter, typo dapat menunjukkan kurangnya ketelitian dan perhatian terhadap detail. Bahkan, survei CareerBuilder menemukan bahwa 58% rekruter mengaku akan langsung menolak CV yang mengandung kesalahan ejaan.

Kesalahan yang sering ditemukan meliputi:

  • Salah menulis nama perusahaan
  • Kesalahan ejaan jabatan
  • Penggunaan bahasa yang tidak konsisten
  • Kesalahan tanda baca

Cara mengatasinya:

Selalu lakukan proofreading sebelum mengirim CV. Kamu juga bisa meminta teman atau mentor untuk melakukan pengecekan tambahan agar tidak ada kesalahan yang terlewat.

4. CV Terlalu Umum dan Tidak Menunjukkan Value

Banyak pelamar menulis CV dengan deskripsi yang generik, seperti "bertanggung jawab," "bekerja keras," atau "mampu bekerja dalam tim", tanpa data atau konteks apa pun yang mendukungnya.

Pernyataan seperti itu tidak membedakan kamu dari ratusan pelamar lain. Rekruter ingin melihat value konkret yang bisa kamu bawa, bukan sekadar klaim tanpa bukti.

CV yang terlalu umum biasanya ditandai dengan:

  • Deskripsi pekerjaan yang hanya menyebutkan tugas, bukan dampak atau hasil
  • Tidak ada angka atau metrik yang menunjukkan skala kontribusi
  • Ringkasan profil yang terdengar sama persis dengan profil siapa saja

Cara mengatasinya:

Jangan hanya menuliskan tugas yang pernah dilakukan.

Tunjukkan dampak yang berhasil kamu ciptakan, baik melalui angka, hasil proyek, maupun pencapaian tertentu.

5. Tidak Mengandung Kata Kunci yang Sesuai (ATS Issue)

Salah satu penyebab CV ditolak yang paling tidak disadari adalah kegagalan lolos seleksi ATS (Applicant Tracking System).

ATS bekerja dengan cara memindai CV dan mencari kata kunci spesifik yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan. Kalau kata kunci tersebut tidak ada di CV kamu, sistem ini akan otomatis menyingkirkan lamaranmu sebelum rekruter manusia sempat membacanya.

Menurut laporan dari Jobscan, lebih dari 98% perusahaan Fortune 500 menggunakan ATS dalam proses rekrutmen mereka.

Beberapa hal yang membuat CV tidak lolos ATS:

  • Tidak menggunakan kata kunci dari deskripsi pekerjaan (job description)
  • Menyimpan CV dalam format yang tidak terbaca ATS, seperti format gambar atau PDF yang tidak bisa di-copy
  • Menggunakan tabel atau kolom yang sulit diurai oleh mesin pemindai

Cara mengatasinya:

Perhatikan istilah yang digunakan pada job description. Gunakan kata kunci yang relevan secara natural dalam bagian pengalaman, keterampilan, maupun ringkasan profil.

Jika masih ragu apakah CV sudah cukup kuat, kamu bisa melakukan evaluasi terlebih dahulu menggunakan fitur AI CV Reviewer di Dealls sebelum mengirim lamaran.

6. Pengalaman Tidak Terstruktur dengan Baik

CV yang berisi pengalaman kerja tetapi tidak disusun secara kronologis atau logis akan menyulitkan rekruter dalam memahami perjalanan kariermu.

Rekruter perlu bisa membaca CV dengan cepat dan langsung menangkap alur perkembangan profesionalmu. Jika alur itu tidak jelas, mereka cenderung melewatinya dan beralih ke kandidat lain.

Masalah struktur yang sering ditemukan antara lain:

  • Mencantumkan pengalaman tidak sesuai urutan waktu (terbaru ke terlama)
  • Tidak menyebutkan nama perusahaan, posisi, atau rentang waktu bekerja secara lengkap
  • Deskripsi tanggung jawab yang terlalu panjang dan tidak fokus

Cara mengatasinya:

Gunakan format reverse chronological order atau urutan dari pengalaman terbaru ke yang paling lama. Struktur ini merupakan format yang paling mudah dibaca rekruter.

7. Terlalu Banyak Informasi yang Tidak Relevan

Tidak semua informasi perlu dimasukkan ke dalam CV. Sebaliknya, terlalu banyak informasi justru bisa membuat rekruter kehilangan fokus pada hal-hal yang sebenarnya penting.

Contohnya:

  • Pengalaman yang tidak berkaitan dengan posisi
  • Hobi yang tidak relevan
  • Informasi pribadi yang tidak diminta perusahaan

Cara mengatasinya:

Fokus pada informasi yang mendukung posisi yang sedang kamu lamar. Semakin relevan isi CV, semakin besar peluangnya untuk lolos screening.

8. Gap Karier atau Inkonsistensi Data

Gap karier sebenarnya bukan masalah besar. Namun, jika tidak dijelaskan dengan baik, recruiter bisa mempertanyakan aktivitas yang dilakukan selama periode tersebut. Akibatnya, mereka kesulitan memahami perjalanan karier kandidat secara utuh.

Selain itu, perbedaan informasi antara CV, LinkedIn, portofolio, atau formulir lamaran juga bisa menjadi red flag. Misalnya, terdapat perbedaan jabatan, durasi kerja, atau riwayat pengalaman yang tidak konsisten.

Kondisi ini dapat membuat rekruter meragukan keakuratan informasi yang diberikan sehingga menjadi salah satu penyebab CV ditolak pada tahap screening awal.

Cara mengatasinya:

Pastikan seluruh data konsisten. Jika memiliki gap karier, jelaskan secara singkat dan jujur, misalnya karena pendidikan lanjutan, freelance, sertifikasi, atau alasan profesional lainnya.

9. CV Tidak Menunjukkan Achievement yang Jelas

Salah satu penyebab CV tidak diterima adalah karena CV hanya berisi daftar tugas tanpa hasil yang berhasil dicapai.

Rekruter ingin mengetahui bagaimana kontribusi yang pernah kamu berikan pada organisasi atau perusahaan sebelumnya.

Contoh yang kurang kuat:

  • Bertanggung jawab mengelola media sosial perusahaan.

Contoh yang lebih kuat:

  • Berhasil meningkatkan engagement media sosial sebesar 35% dalam enam bulan.

Cara mengatasinya:

Gunakan format pencapaian yang terukur. Jika memungkinkan, sertakan angka, persentase, target, atau hasil konkret yang pernah kamu capai.

10. Tidak Menyesuaikan CV dengan Setiap Lowongan

Menggunakan satu CV yang sama untuk semua lamaran adalah salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan.

Umumnya, setiap posisi dan perusahaan tentu memiliki kebutuhan yang berbeda. CV yang tidak disesuaikan akan terasa generik dan tidak menunjukkan keseriusanmu dalam melamar di posisi tersebut.

Rekruter dapat dengan mudah melihat apakah kandidat benar-benar memahami posisi yang dilamar atau hanya mengirim lamaran secara massal.

Cara mengatasinya:

Sesuaikan CV dengan setiap lowongan kerja yang dilamar.

Sebelum mengirim aplikasi melalui website cari kerja atau platform lowongan kerja, pastikan pengalaman, skill, dan ringkasan profil yang ditampilkan memang relevan dengan posisi tersebut.

Langkah sederhana ini dapat meningkatkan peluang kamu untuk lolos screening dan mendapatkan panggilan interview dari perusahaan.

Baca Juga: 10 Contoh CV Format Word & PDF, Plus Template Download Gratis!

Tanda-Tanda CV yang Berpotensi Ditolak

Setelah mengetahui berbagai alasan CV ditolak perusahaan, kamu juga perlu mengenali tanda-tanda bahwa CV yang dimiliki saat ini mungkin masih perlu diperbaiki.

Meskipun rekruter jarang memberikan feedback secara langsung, ada beberapa indikator yang bisa kamu gunakan untuk melakukan evaluasi mandiri sebelum melamar ke lowongan kerja berikutnya.

1. Tidak Pernah Mendapat Panggilan Interview Meski Sudah Melamar ke Banyak Lowongan

Jika kamu sudah mengirim CV ke banyak lowongan kerja tetapi belum pernah mendapat panggilan interview sama sekali, bisa jadi ada bagian dari CV yang perlu dievaluasi.

Masalahnya tidak selalu ada pada pengalaman kerja. Bisa saja format, isi, atau relevansi CV belum sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

2. CV Terlalu Panjang dan Sulit Dipindai

CV yang terlalu panjang sering kali membuat rekruter kesulitan menemukan informasi penting.

Sebagai aturan umum, CV biasanya cukup dibuat dalam satu hingga dua halaman agar lebih mudah dibaca saat proses screening.

3. Tidak Ada Achievement atau Hasil yang Bisa Diukur

Jika pengalaman kerja hanya berisi daftar tugas tanpa pencapaian yang jelas, rekruter akan kesulitan menilai kontribusi yang pernah kamu berikan.

Padahal, pencapaian yang disertai angka atau hasil konkret biasanya lebih menarik perhatian dibanding sekadar job description.

4. Menggunakan CV yang Sama untuk Semua Posisi

Setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda. Jika kamu menggunakan CV yang sama untuk berbagai jenis pekerjaan tanpa penyesuaian, peluang untuk dianggap relevan oleh rekruter akan menjadi lebih kecil.

5. Tidak Memasukkan Kata Kunci dari Job Description

Banyak perusahaan menggunakan ATS untuk membantu menyaring kandidat.

Jika CV tidak mengandung kata kunci yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan, ada kemungkinan CV tidak lolos tahap screening awal meskipun kemampuanmu sebenarnya sudah sesuai.

6. Desain CV Terlalu Ramai atau Sulit Dibaca

Penggunaan terlalu banyak warna, ikon, grafik, atau elemen visual dapat mengganggu keterbacaan CV.

Alih-alih terlihat profesional, CV justru bisa membuat rekruter kesulitan menemukan informasi yang paling penting..

Baca Juga: 12 Contoh CV Mahasiswa untuk Magang, Organisasi, dan Beasiswa

Tips Memperbaiki CV agar Tidak Ditolak

Tips Memperbaiki CV agar Tidak Ditolak

Lantas, apa yang bisa kamu lakukan jika CV kamu benar-benar ditolak saat melamar ke berbagai lowongan kerja?

Kondisi ini cukup umum terjadi, terutama ketika kamu sedang aktif melamar ke banyak posisi sekaligus. Kabar baiknya, CV yang ditolak masih bisa diperbaiki agar peluang kamu di lowongan kerja berikutnya menjadi lebih besar.

1. Pelajari Job Description dengan Teliti

Sebelum memperbaiki CV, pastikan kamu memahami posisi yang dilamar dengan baik.

Baca job description secara menyeluruh dan catat kata kunci, skill, serta tanggung jawab utama yang dibutuhkan.

Setelah itu, sesuaikan isi CV kamu agar menggunakan istilah yang relevan secara alami.

2. Gunakan Format CV yang Bersih dan Profesional

Format CV sangat memengaruhi kesan pertama recruiter.

Gunakan font yang mudah dibaca seperti Arial, Calibri, atau Times New Roman dengan ukuran yang nyaman (10–12 pt).

Pastikan juga ada ruang kosong yang cukup agar CV tidak terlihat penuh dan sulit dipindai.

3. Tulis Pencapaian dalam Bentuk Angka

Daripada hanya menulis tugas, ubah menjadi pencapaian yang bisa diukur.

Misalnya, bukan hanya “mengelola tim”, tetapi jelaskan berapa orang dalam tim atau hasil yang berhasil dicapai.

Data seperti persentase peningkatan, jumlah proyek, atau hasil kerja akan membuat CV kamu lebih kuat di mata recruiter.

4. Sesuaikan CV untuk Setiap Lowongan

Mengirim satu CV untuk semua posisi bisa menurunkan peluang kamu untuk dipanggil interview.

Kamu tidak perlu mengubah semuanya, cukup sesuaikan bagian ringkasan profil, pengalaman yang ditonjolkan, dan kata kunci yang relevan dengan posisi tersebut.

Langkah ini sering menjadi pembeda antara CV yang lolos dan yang tidak.

5. Minta Feedback dari Orang Lain

Terkadang kita sulit melihat kesalahan pada CV sendiri.

Mintalah teman, mentor, atau orang yang sudah berpengalaman di dunia kerja untuk membaca CV kamu.

Masukan dari perspektif orang lain sering membantu menemukan hal-hal yang terlewat.

6. Gunakan AI untuk Mengecek CV Sebelum Dikirim

Saat ini, kamu juga bisa memanfaatkan teknologi untuk mengevaluasi CV lebih cepat.

Salah satunya adalah menggunakan AI CV Reviewer untuk mendapatkan insight apakah CV kamu sudah cukup kuat atau masih perlu diperbaiki sebelum dikirim ke perusahaan.

Dengan cara ini, kamu bisa mengurangi risiko CV ditolak sejak tahap awal screening dan meningkatkan peluang untuk masuk ke tahap interview.

FAQ Seputar CV Ditolak Perusahaan

Sebelum kamu menyimpulkan bahwa CV kamu tidak berhasil, ada beberapa pertanyaan umum yang sering muncul ketika CV tidak mendapatkan respons dari perusahaan. Bagian ini bisa membantu kamu memahami konteksnya dengan lebih jelas.

1. CV ditolak otomatis oleh ATS, apakah berarti saya tidak kompeten?

Tidak. Penolakan oleh ATS (Applicant Tracking System) umumnya bersifat teknis, bukan penilaian kemampuan.

ATS hanya mencocokkan kata kunci dan format CV dengan kebutuhan posisi. Jadi, kandidat yang kompeten tetap bisa gagal lolos jika CV tidak sesuai sistem.

2. Berapa lama harus menunggu sebelum melamar ulang ke perusahaan yang sama?

Biasanya disarankan sekitar 3–6 bulan untuk melamar ulang di perusahaan dan posisi yang sama.

Waktu ini bisa digunakan untuk memperbaiki CV atau menambah pengalaman agar peluang diterima lebih besar.

Jika posisi berbeda, kamu bisa melamar lebih cepat selama CV sudah diperbarui.

3. Apakah CV kreatif selalu ditolak di perusahaan korporat?

Tidak selalu, tetapi perlu disesuaikan dengan industrinya.

Perusahaan korporat cenderung lebih menyukai CV yang rapi dan mudah dibaca, sedangkan industri kreatif lebih fleksibel terhadap desain.

Yang penting, informasi tetap jelas dan mudah dipindai.

4. Apa beda CV ditolak di tahap screening vs setelah interview?

Jika ditolak di tahap screening, biasanya masalah ada pada CV seperti relevansi, format, atau kata kunci.

Jika sudah sampai interview tetapi tidak lanjut, berarti CV sudah lolos dan penilaian lebih ke kecocokan, komunikasi, atau faktor lain dari proses interview.

CV Ditolak Bukan Akhir, Saatnya Upgrade Cara Kamu Cari Kerja Bareng Dealls!

CV ditolak memang bisa terasa mengecewakan, apalagi kalau kamu sudah melamar ke banyak lowongan kerja tapi belum mendapatkan respons yang diharapkan.

Namun, hal ini bukan berarti peluang kamu tertutup. Justru, setiap penolakan bisa jadi tanda bahwa ada bagian dari CV atau strategi melamar kerja yang masih bisa kamu tingkatkan.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, alasan CV ditolak perusahaan bisa berasal dari banyak hal, mulai dari relevansi, format, hingga cara kamu menyesuaikan CV dengan posisi yang dilamar.

Karena itu, penting untuk tidak hanya fokus mengirim lamaran, tetapi juga memastikan kamu melamar di tempat yang tepat dengan cara yang lebih terarah.

Kalau kamu sedang mencari website cari kerja yang bisa membantu kamu menemukan lowongan kerja terbaru secara lebih mudah dan terpusat, kamu bisa mulai dari Dealls sebagai salah satu website lowongan kerja terpercaya di Indonesia.

Di Dealls, kamu bisa menemukan lebih dari 100.000+ lowongan kerja terbaru dari 7.000+ perusahaan ternama, mulai dari startup, perusahaan nasional, hingga perusahaan multinasional.

Pilihan yang tersedia juga beragam, mulai dari magang, entry level, hingga posisi profesional di berbagai industri. Jadi, kamu bisa lebih mudah menemukan job vacancy yang sesuai dengan minat dan kemampuanmu tanpa harus membuka banyak platform sekaligus.

Kalau kamu juga sedang mencari info loker terdekat, peluang kerja pertama, atau ingin lebih cepat mendapatkan pengalaman profesional, Dealls membantu kamu mengeksplorasi berbagai kesempatan dalam satu tempat yang lebih praktis.

Sebelum mengirim lamaran, kamu juga bisa mengecek kualitas CV kamu terlebih dahulu menggunakan AI CV Reviewer. Fitur ini membantu kamu memahami bagian mana yang perlu diperbaiki agar CV lebih siap dilirik rekruter.

Yuk, mulai bangun pengalaman kerja pertamamu dan temukan lowongan kerja terbaru yang sesuai dengan tujuan kariermu lewat Dealls!

button lamar loker lewat dealls.png

Referensi

Eye tracking study shows recruiters look at resumes for 7 seconds | DiveBrief

Employers Share Their Most Outrageous Resume Mistakes and Instant Deal Breakers in a New CareerBuilder Study | PR Newswire

2025 Applicant Tracking System (ATS) Usage Report | Jobscan

Tips Pengembangan Karir
Bagikan

Lamar ke Lowongan Kerja Terbaru Setiap Harinya